
I Botol wiski itu berdiri di meja dapur seperti monumen kecil untuk sebuah kekalahan. Isi cairannya tinggal separuh, berwarn…

Pukul satu dini hari adalah waktunya sebuah mesin berhenti berputar, tapi kabel-kabel di kepalaku masih saja dialiri arus ya…

Antara Sepi dan Riuh di Gerbong Waktu Sore itu, di Stasiun Palmerah dan Tanah Abang, waktu seolah cuma main-main. Aku memper…

Tadinya ingin kuberikan judul “Kisah Lain dari Patah Hati yang Sempat Tak Selesai dan Bagaimana Aku Disembuhkan oleh Gadis M…

Hai, Ayu, Apakah kau berasal dari antah berantah? Terbuat dari serpihan apakah dirimu? Ketika “kita” mulai terucap dalam doa…

Kau menyelesaikan cerita A Literary Adventure dalam buku kumpulan cerpen Last Evening on Earth karya Roberto Bolaño dengan…

Kita semua gelandangan kosmik, berutang segalanya pada alam semesta. Tagihan menumpuk, bunga berlipat ganda, tubuh ini terga…

Tanaman hias itu sering bermimpi tentang padang rumput yang luas, tentang taman-taman kota, dan tentang kupu-kupu yang hingg…

1 Aku menjelma suatu kegilaan yang terus saja memburu bayangmu. Di antara ciuman yang memudar, di antara lagu cinta yang cen…

Agus, kawan saya, berkata bahwa siapa pun yang bilang kalau Indonesia baik-baik saja pastilah seorang buzzer pemerintah, or…

Aku ingat pertama kali belajar mengenal puisi dari buku pelajaran SD. Terdapat beberapa nama penyair yang tak bisa kuingat l…

Kemarin sore langit terlahir kembali sebagai lukisan bocah SD ketika aku sedang dihukum bekerja lebih lama dari biasanya. Su…

1 Aku memperhatikan koneksi di antara kita yang mirip seperti instrumentasi bersejarah dari segala puisi cinta yang pernah…
Seorang pencerita. Suatu hari nanti, aku harap cerita-ceritaku di blog mampu menjambak rambutku dan mengangkat tubuhku ketika aku kehabisan tenaga.
Follow Us