Donat

Ketulusan adalah donat
yang rela tak sempurna.

Membiarkan hatinya bolong
demi rasa sederhana.



Katanya, agar kekosongan itu
dapat kauisi dengan kasih-Mu.

/2017

Read More
Selain menjadi bulan yang penuh ampunan dan berkah, atau menjadi bulan di mana saat kita berbuat kebaikan akan mendapatkan pahala yang dilipatgandakan. Bagi saya dan keluarga, bulan Ramadan merupakan bulan yang paling membahagiakan dan istimewa. Apalagi kalau bukan karena kebersamaan dengan keluarga? Saat puasa, kami sekeluarga dapat makan bersama di waktu dan tempat yang sama. Terutama pada saat sahur.

sumber: http://necturajuice.com/tips-menu-sahur-sehat/

Jika bulan-bulan lainnya, kami sekeluarga biasanya akan makan masing-masing. Pada saat makan siang, adik saya makan di kantin sekolahnya; lalu saya di warung makan dekat kantor; ibu saya di rumah; dan ayah saya bisa di rumah bisa juga di kantor (tergantung jadwal kerjanya). Makan malam pun biasanya sendiri-sendiri juga. Meski semuanya berada di rumah, waktu makannya pasti berbeda. Terutama saya yang makan lebih larut dari yang lain. Intinya, kami sekeluarga jarang sekali bisa berkumpul untuk makan. Oleh sebab itu, bulan puasa ini menjadi momen penting bagi saya dan keluarga. 

Pada bulan Ramadan, jenis makanan dan minuman yang ada di rumah pun terasa lebih ekstra. Kebetulan ibu saya selalu berdagang takjil (biasanya berupa bihun, lontong isi, tahu isi, bakwan, kolak) di bulan puasa. Sehingga kami sekeluarga tidak perlu repot-repot atau bingung untuk mencari makanan untuk berbuka puasa. Kemudian, soal minuman juga sama. Kalau yang sehari-harinya hanya bisa minum air putih dingin. Terus sekalinya beli sirup paling cuma satu rasa, yakni rasa pisang ambon. Kala bulan Ramadan, stok sirup di rumah pun jadi lebih beragam. Ayah saya bisa membeli hingga 3-4 botol sirup. Pada bulan puasa kelak akan ada tambahan rasa jeruk, melon, dan coco pandan. Ya, mungkin niatnya buat sekalian nanti Lebaran. 

Berbicara mengenai Lebaran, setelah bulan puasa berakhir kita tentunya akan menyambut hari Lebaran. Lazimnya, kita nanti akan mengenakan pakaian baru saat merayakan Idulfitri. Begitu pun dengan keluarga saya. Sejak saya kecil, keluarga saya pasti memiliki kebiasaan membeli baju Lebaran. Memakai baju Lebaran pada Hari Raya Idulfitri seolah sudah menjadi tradisi di keluarga saya. Bahkan saat puasa baru mulai seminggu saja, entah mengapa ibu saya sudah sibuk menanyakan mau beli baju Lebaran di mana. Kalau saya tetap santai-santai saja dan belum ada niat belanja baju Lebaran, ibu saya pasti akan menanyakannya terus. Lalu menawarkan diri untuk membelikan saya. Ya, ibu saya terkadang suka ribet sendiri. Tapi saya sadar, itulah tanda ia sangat peduli kepada anaknya.

Berhubung saat ini sudah zaman digital, belanja pun bisa di mana dan kapan saja. Saya nggak pengin terlalu merepotkan ibu saya. Saya bisa beli baju sendiri di toko online. Akhir-akhir ini, saya memang lebih menyukai belanja online. Lagian, saya nggak pengin capek-capek ke pasar dan berdesak-desakan ketika bulan puasa. Saya agak malas saat melihat orang-orang yang tidak puasa atau membatalkan puasanya di pasar. Yang dengan santainya menyedot es teh manis dalam plastik. Daripada melihat godaan begitu, mending juga belanja dari rumah. Lebih praktis. Tinggal duduk santai, terus buka ponsel atau laptop. Kemudian lihat-lihat koleksi produknya. Setelah ketemu yang sreg, tinggal pilih dan pesan deh.

Namun, belanja online tentunya juga memiliki beberapa risiko. Bisa terjadi penipuan, lalu barang yang dibeli tidak sama dengan yang ada di gambar. Kemudian, semakin mudahnya memilih barang, kita otomatis akan lebih boros karena khilaf. Kita terbawa hawa nafsu saat berbelanja. 

Mengingat akan bulan Ramadan, kita semestinya sadar kalau puasa itu bukan hanya menahan haus dan lapar. Kita juga harus menahan hawa nafsu lainnya. Termasuk nafsu dalam berbelanja. Tapi tenang saja, sebab saya memiliki tips belanja online hemat kebutuhan bulan Ramadan Ekstra di Tokopedia, yaitu:

sumber: Tokopedia


Bandingkan harga setiap toko online di Tokopedia 

Tokopedia memiliki banyak toko online yang berkualitas, sehingga memungkinkan kita untuk membandingkan harga berbagai produk kebutuhan dengan lebih mudah. Karena terdapat ribuan produk dengan berbagai harga siap untuk dibeli, kita cukup mencari produk yang memang dibutuhkan. Lalu untuk menghemat pengeluaran belanja online saat Ramadan, maka pilihlah produk dengan harga yang tepat dan spesifikasi yang pas. 


Pilih produk berkualitas dari kreator lokal 

Untuk membuat Ramadan Ekstra, bukan berarti harus selalu gunakan barang bermerek dengan harga selangit. Tokopedia, e-commerce dengan produk terlengkap memiliki koleksi berbagai produk hasil kreasi kreator lokal maupun brand terkenal dunia. Kita bisa menghemat pengeluaran berbelanja di bulan Ramadan dengan memilih produk kreasi dari kreator lokal yang hadir dengan kualitas bersaing, tapi tetap dengan harga yang lebih miring. 


Cari toko online terdekat

Saat berbelanja online, komponen biaya yang tak boleh terlupakan adalah biaya ongkos kirim (ongkir). Pilihlah toko online yang lokasinya paling dekat dengan lokasi kita untuk mengurangi ongkir berlebihan. Contohnya saya berada di Jakarta. Saya pun akan mengusahakan untuk mencari toko online yang juga di Jakarta. Di Tokopedia, kita dapat mengetahui lokasi toko online secara detail sehingga kita dapat memilih toko online dengan lokasi terbaik. 


Pilih cara pembayaran yang tepat 

Salah satu kemudahan berbelanja online di Tokopedia adalah dalam hal cara pembayaran. Berbagai metode pembayaran dapat kita gunakan mulai dari Saldo Tokopedia, transfer bank, kartu kredit, cicilan, hingga pembayaran melalui minimarket. Memilih metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan tentu dapat menghemat pengeluaran saat berbelanja online.


Pilih metode pengiriman paling efisien 

Dalam melakukan pengiriman barang yang kita beli, Tokopedia memberikan beberapa alternatif pengiriman, mulai dari pengiriman secara konvensional hingga kurir instan melalui jasa transportasi online. Dalam memilih metode pengiriman ini, kita dapat membandingkan biaya ongkos kirim terbaik di antara metode pengiriman yang ada untuk menghemat belanjaan kita. 


Manfaatkan promo dan diskon 

Promo atau diskon memberikan pengaruh yang signifikan untuk menghemat pengeluaran kita dalam berbelanja online. Di bulan Ramadan kali ini, Tokopedia memberikan kesempatan baru bagi pembeli dalam menikmati bulan Ramadan. Dengan rangkaian promo sepanjang bulan Ramadan yang bisa kita gunakan untuk buat Ramadan kali ini makin Ekstra. 

Makin ekstra lagi, katanya masih ada rahasia kejutan pada 25 Mei dari Tokopedia yang akan membuat Ramadan Ekstra menjadi lebih ekstra! Layaknya festival belanja online “Black Friday”. Bagi yang belum tahu, Black Friday bukanlah sembarang hari Jumat. Karena pada hari tersebut, berbagai toko online biasanya akan memberi diskon besar-besaran. Nah, lalu kejutan seperti apa yang bakal terjadi pada bulan Ramadan Ekstra ini jadi lebih spesial, ya?

Kalau saya, sih, menebak Ramadan Ekstra ini sebagaimana bulan puasa yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Setiap berbuat kebaikan, kita akan mendapatkan ganjaran pahala yang dilipatgandakan. Berarti Tokopedia juga akan memberikan promo dan diskon yang dilipatgandakan setiap kali kita membeli produk-produknya. Lalu saya juga berharap kalau ada promo khusus yang berhubungan dengan keluarga.

sumber: tokopedia


Misalnya paket pembelian sirup, paket kue Lebaran, paket baju Lebaran khusus keluarga, dan seterusnya. Ya, pokoknya agar saya bisa menjadikan Ramadan ini sebagai momen penting bersama keluarga dengan lebih ekstra. Lalu, bagaimana dengan kamu? Apa kamu punya cara agar Ramadan kali ini menjadi Ramadan yang ekstra?
Read More
Saya tahu dan sangat sadar kalau saat ini sudah memasuki bulan Mei. Namun, sajak ini memang awalnya saya tulis pada akhir Februari. Pada bulan yang konon penuh cinta itu. Saya memang payah dalam membuat judul. Oleh sebab itu, jadilah saya bikin judul yang mungkin bagimu tidak ada menarik-menariknya. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menempel di kepala saya setiap kali membaca judul dan sajak yang saya tulis ini:

Seandainya bulan Februari itu telah berakhir, apakah cinta itu juga tidak lagi terasa penuh?



--

Apakah sejak hari itu kita tumbuh menjadi manusia yang berbeda?
Aku dengan segala keluhan yang telah kubakar habis,
hingga lupa cara bercerita dan mengabarkan berita.
Read More
Pada bulan Maret kemarin, Kemkominfo kembali memblokir Tumblr. Selain menggunakan VPN, saya nggak tahu apakah sekarang Tumblr sudah bisa kembali diakses atau tidak. Yang saya tahu, Bolt—provider yang saya gunakan—nggak bisa mengaksesnya. Akhirnya, saya memutuskan untuk berhenti menulis di sana. Berusaha meninggalkan sisi kelam saya. Melupakan cerita gelap apa saja yang pernah saya tumpahkan.



Sejujurnya, saya sedih sekali karena harus meninggalkan media yang menurut saya paling asyik itu. Meskipun saya tahu kalau di sana tulisan saya itu lebih banyak sampahnya daripada di blog ini, setidaknya saya memiliki beberapa alasan untuk selalu mencintai Tumblr ketimbang blog akbaryoga. Inilah daftar alasan saya:

1. Saya sering nggak peduli bagus atau jeleknya tulisan yang saya tampilkan di Tumblr. Padahal tulisannya masih mentah banget atau baru draf satu. Namun, saya memang cuma pengin cerita alias curhat, menuangkan keresahan di kepala, atau latihan bikin puisi. Kapan lagi saya bisa percaya diri bikin puisi tanpa harus takut dibilang doyan galau, puisinya jelek, sok penyair, dan seterusnya itu? Jadi, Tumblr sangat cocok untuk media sementara sebelum saya menyunting dan mengembangkan tulisan tersebut.
Read More
Ketika saya melihat kalender pada bulan Mei, terdapat tiga tanggal merah yang jatuhnya mengakibatkan hari sebelum atau sesudahnya menjadi kejepit. Dalam kondisi seperti itu, biasanya para pekerja kantoran akan merasa tanggung untuk masuk kerja. Akhirnya, beberapa di antara mereka pun memilih mengajukan izin cuti untuk liburan. Begitulah yang terbesit di dalam pikiran saya. Tapi setelah itu terpikir juga hal lainnya, yaitu: “Mau liburan ke mana?”

Mengingat pepatah yang mengatakan, “Banyak jalan menuju Roma,” saya tiba-tiba jadi teringat pada Bali. Iya, banyak jalan menuju Pulau Dewata. Apalagi kalau dari Jakarta, di mana berbagai sarana transportasi menuju pulau sarat budaya itu begitu mudah, aman, dan nyaman. Mulai dari pakai tiket bus, kereta api, sampai pesawat terbang bisa didapatkan dengan gampang.

Lalu saya pun iseng menyusun rencana liburan musim panas ke Bali. Namun, saya tidak ingin naik pesawat atau kereta api. Sesekali saya mau pakai cara yang anti-mainstream. Alias pakai cara hemat atau ala backpacker. Ya, mungkin inilah saatnya untuk mencoba perjalanan darat, dengan menggunakan bus Antar Kota Antar Provinsi yang lebih memberikan pengalaman. Meskipun saya tahu kalau waktu itu lebih berharga daripada uang. Beberapa teman juga selalu menyarankan untuk naik pesawat agar waktu liburan di tempat wisatanya nanti bisa lebih banyak. Tapi, pengalaman dalam perjalanan itu juga berharga, bukan? Kita pun bisa menuliskan cerita perjalanan ala backpacker itu.


sumber: thejakartapost.com

Lagian, kamu nggak perlu khawatir atau kebingungan bagaimana caranya liburan hemat ke Bali dengan naik bus. Berikut adalah tips mudah untuk backpacking dari Jakarta menuju Bali dengan menggunakan bus.


Read More
Jika nggak mampu menuliskannya dalam bentuk narasi, cobalah tulis dalam bentuk puisi. Begitulah yang saya coba terapkan dari dulu. Ya, kemarinan saya sedang bingung mengisi blog ini dengan narasi. Makanya, dua tulisan terakhir di blog ini berbentuk puisi. Mungkin ada orang lain yang menganggapnya tulisan biasa, tapi seenggaknya bagi saya itu tetaplah puisi.

Buktinya, beberapa komentar yang masuk pada tulisan Aku Ditelan Puisi itu bermacam-macam. Ada banyak makna yang coba mereka mengerti dalam tulisan tersebut. Ada yang mengatakan itu ialah curhatan saya akan rasa putus asa, sendirian, kesepian, kegagalan, kelam, dan gelap. Ada juga yang menebak-nebak kalau saya pengin berhenti menulis puisi. Ada yang mengira saya mau resign jadi bloger dan pindah ke Youtube. Bisa jadi komentar-komentar itu ada benarnya, bisa juga salah. 

Tapi yang saya heran, kenapa nggak ada yang mengaitkannya tentang surat untuk sesuatu hal atau seseorang, tentang patah hati, atau bisa juga tentang putus cinta, ya? Kalau saya yang jadi pembaca, mungkin kata “kau” itu bisa ditujukan untuk teman, mantan kekasih, atau apalah itu. Terus, saya juga pasti berpikir, “puisi” di tulisan itu artinya apa? Apakah “puisi” yang penulis maksud itu dapat diartikan secara harfiah? Bagaimana kalau itu kiasan?

sumber: https://pixabay.com/id/lama-kayu-desktop-model-tahun-3150426/

Lagian, apa tulisan itu betul-betul tentang saya? Bukan tentang keadaan orang lain yang coba saya bayangkan? Kamu bebas memilih kemungkinan-kemungkinan tersebut. Mungkin puisi itu tentang diri saya sendiri. Saya mungkin memilih bersembunyi di belakang kata-kata karena malu untuk jujur. Mungkin juga itu sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan saya. Bisa saja saya habis mendengarkan lagu, membaca buku, menonton film, atau kegiatan lain apa itu, sehingga saya mendapatkan ide untuk menulis puisi. Siapa yang benar-benar tahu kebenarannya?
Read More
Previous PostOlder Posts Home