Semua Tentang Instagram

70 comments
Pertama-tama, mungkin kalian udah pada tahu apa itu aplikasi bernama Instagram. Sudah banyak juga blog yang membahas ini. Bisa dibilang, kalo gue bahas tentang Instagram sepertinya ketinggalan zaman. Namun, gue akan tetap menuliskannya dengan sudut pandang dan gaya menulis gue.

Asyek. Sok iya banget ini.

Sumber: KLIK


Gue pertama kali bikin akun Instagram—atau yang biasa kita singkat IG—pada tahun 2013. Iya, soalnya baru punya HP Android di tahun itu. Eh, ternyata IG rilis perdana saat 6 Oktober 2010 (gue baru tau tadi pas lihat Wikipedia).


Awalnya, gue bingung sama nama Instagram ini. Kenapa namanya harus Instagram gitu, ya? Kenapa nggak Instakilogram, Instaons, Instakuintal, atau Instaton gitu? Hehehe.
Hmm... tapi kenapa namanya harus bawa-bawa satuan berat? Kenapa nggak satuan panjang? Atau satuan suhu gitu? Instameter, Instacelcius, atau Instafahrenheit?

Oke, maaf. Kayaknya tulisan ini sudah semakin ngaco.

Gue intip lagi di Wikipedia. Dan rupanya, Instagram itu berasal dari dua kata. Yaitu, Instan dan Telegram.

Maksud kedua kata itu ialah: Kata "insta" berasal dari kata "instan", seperti kamera polaroid yang pada masanya lebih dikenal dengan sebutan "foto instan". Instagram juga dapat menampilkan foto-foto secara instan, seperti polaroid di dalam tampilannya. Sedangkan untuk kata "gram" berasal dari kata "telegram" yang cara kerjanya untuk mengirimkan informasi kepada orang lain dengan cepat. Sama halnya dengan Instagram yang dapat mengunggah foto dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat.
Biar lebih jelas dan detail, kalian bisa lihat di SUMBER ASLINYA.

Duh, ini mah bukan gaya tulisan gue. ini kebanyakan nyontek Wikipedia.

Udahlah, sekarang mending pake kata-kata gue aja. Hohoho.

Instagram hanya dapat digunakan pada hape yang berbasis Android dan iPhone. Kalau kalian yang masih setia menggunakan Blackberry, Nokia 3310, atau Esia Hidayah mah belum bisa.

Media sosial Instagram ini ternyata tidak hanya untuk foto-foto saja, video pun bisa kalian unggah.

***

Ada beberapa jenis Instagrammer menurut gue. Di antaranya:

1.Yang bikin video-video lucu
Kalian bisa lihat di akun @indovidgram—yang didirikan oleh Benakribo, Marlo, dan temen-temen lainnya—beserta akun-akun regionalnya. Kevin Anggara, Edhozell, Ikramarki juga suka buat video kocak.

2. Yang bikin video stop motion, timelapse, dan hyperlapse
Di Indovidgram juga ada jenis video ini, tetapi yang paling sering bikin adalah Aulion—salah satu creator Indovidgram. Sayangnya, belum lama ini akun dia di-hack. Gue juga pernah beberapa kali bikin.

Ya, kalian bisa lihat sendiri di bawah ini.

Video kiriman Yoga Akbar Sholihin (@yoggaas) pada




Udah, soal tipe Instagrammer yang membuat videonya cukup dua aja. Banyak-banyak nanti gumoh.

3. Foto makanan
Nggak jauh beda sama food blogger, biasanya isi IG mereka adalah makanan. Ya... karena mereka memang suka kuliner atau hobi makan.

4. Foto pemandangan
Orang yang suka traveling pasti sering banget motret pemandangan. Ambil aja contoh si Alex—yang biasa kita kenal @aMrazing. Mereka-mereka ini suka banget motret keindahan-keindahan alam atau panorama.

5. Foto seni
Nah, kalo foto-foto seni ini biasanya orang yang memang punya passion di bidang seni lukis. Bisa berupa lukisan, gambar tangan, vector, doodle art, typography, de el el.

6. Foto selfie
Yang terakhir ini, nggak usah dibahas kali, ya. Hmm... habisnya menurut gue, mereka suka posting foto-foto yang sampah banget.

Karena gue paling resah sama foto selfie, justru gue mau membahasnya secara lebih jelas. Maaf banget sebelumnya, tapi gue emang kurang suka sama orang-orang yang hobi selfie terus fotonya dipajang di IG. Kalau cuma 1-2 foto mah gue maklumin. Terkadang banyak banget orang-orang—biasanya, sih, cewek-cewek—yang bisa posting foto selfie sampai 10 lebih. Kenapa nggak sekalian bikin album foto di pesbuk?

Pokoknya, semua koleksi foto itu bener-bener penuh dengan muka dia. Mending kalo cakep, kalo jelek dan kebanyakan filter emang bagus? Secantik-cantiknya cewek, kalo kebanyakan selfie gue juga enek ngelihatnya. Mukanya gitu-gitu doang. Nggak berubah.
Gue rasa, orang yang sering banget posting selfie ini sebenernya hanya ingin dibilang cakep.

Biasanya cewek-cewek bakal komentar, “Ih, kamu cantik banget deh....” Terus cewek itu bakalan gantian bilang, “Ah, cantikan kamu, kok.” Lalu dibalas lagi, “Tetep cantikan kamu.” “Ah, kamuuu.”
Begitu terus sampai Justin Bieber Goyang Jigo.

Taik.

Mereka ini sangat haus akan pujian-pujian.

Lupakan soal selfie.

Kalo gue sendiri, sebenernya gue tipe apa, ya? Tipe 45. Jujur aja, pertama kali main IG, gue memang sembarangan posting foto. Foto berdua sama pacar, foto narsis nggak jelas, foto makanan, foto pemandangan, video lucu-lucuan, video timelapse, dan banyak yang lainnya. Lama kelamaan, gue menemukan ciri khas atau karakter di dalamnya. Gue memang lebih suka motret hal-hal random

Tapi, untuk sekarang ini, gue jadi suka motret pemandangan. Nggak harus jauh-jauh pergi ke luar negeri untuk foto bagus. Di Indonesia pun banyak tempat yang kece. Nggak percaya?  Kalian bisa lihat sendiri di koleksi foto IG gue: @ketikyoga


Foto ini di Anyer
Foto kiriman Yoga Akbar Sholihin (@yoggaas) pada


Daerah Bogor Selatan. Foto sawah dan gunung.



Foto kiriman Yoga Akbar Sholihin (@yoggaas) pada



Nah, kalo yang ini dipotret dari atas Candi Borobudur.

Foto kiriman Yoga Akbar Sholihin (@yoggaas) pada


Yang terakhir sebenernya kalo diperhatiin adalah foto kuburan dan langit senja. Waktu itu, kebetulan banget langitnya agak-agak pink. Terus gue edit deh.

Foto kiriman Yoga Akbar Sholihin (@yoggaas) pada


Tuh, udah lihat beberapa koleksi foto di IG gue, kan? Jarang foto selfie, kok.

Follow dong kakak.

Oiya, ada sebuah renungan:
Yang penting kita tahu tujuan posting di IG apaan. Sebab, itu kan bukan galeri pribadi, tapi media sosial. Sayangnya, banyak orang yang nggak paham ini. - Unidzalika
Kemarin-kemarin gue ngobrol sama temen gue, Uni Dzalika. Dia nanya, gue ngedit foto pake aplikasi apa. Sumpah, gue nggak pake aplikasi apa-apa buat ngedit. Gue edit semua fotonya cuma pake Instagram. Karena pengaturan dan filter yang ada di IG itu emang udah bagus. Jadi, gue udah puas banget ngedit di situ. Gue juga motretnya pake hape. Maklumlah belum bisa beli DSLR. Yoi, gue motret pake iPhone 4 doang (anjir songong banget gue, aipon dikata doang) Ya... dulu pas 2013 malah pake Samsung Chat. Hoho.

Bener juga kata si Uni, banyak orang yang memang upload foto di IG, tapi mereka nggak tahu tujuannya untuk apa. Kebanyakan untuk galeri pribadi. Ya seperti foto muka doang yang nge-spam itu.

Kadang gue sempet iri sama mereka yang modal muka cantik terus dapet like ratusan atau ribuan. Lah, gue? Udah foto pake rumus, terus menampilkan potret pemandangan yang kece. Masa cuma dapet like sedikit. Paling banyak juga 30-an. Sedih banget, kan....

Ngomong-ngomong, kayaknya namanya love deh. Bukan like. Sotoy emang lu, Yog!

Ada beberapa tipe orang yang suka love foto di Instagram.

Yang pertama, dia memberikan love karena foto itu emang bagus dan menyukai foto tersebut.

Yang kedua, dia memberikannya karena sering di-love. Jadi, dia gantian memberikan love-nya balik. Nggak enak gitu, deh.

Yang ketiga, dia memberikan love karena nggak sengaja kepencet. Biasanya yang suka nge-stalk nih.

Ada tip nih dari gue biar nggak ketahuan nge-stalking. Kalo kamu nggak sengaja kepencet atau tap dua kali saat sedang stalking. Kamu bisa kasih love ke 3-5 foto yang lainnya. Dijamin mereka nggak akan curiga. Karena ceritanya kamu emang lagi lihat koleksi gambarnya dia. Gitu. Anjir, sotoy lagi kan gue.

Udah ah, tulisan gue kayaknya panjang banget. Kayak ada yang mau baca aja.

Maaf juga, yak. Ini tulisan sepertinya malah promosi akun gue. Wuahaha. Bodo amat dah. Bebas, Yog!

Bagi yang belum follow gue, kalian bisa langsung follow sebelum terlambat. Sedangkan yang sudah follow, makasih banget udah rela jadi pengikut koleksi gambar-gambar nggak jelas gue. Bisa kali kakak like-nya.

Terima kasih.

Kalau kalian punya IG nggak? Terus kalo punya, mainan Instagram tujuannya buat apa, sih? Tipe Instagram yang manakah kamu? Terus tipe orang yang suka love karena suka atau nggak enakan dan gantian love? Cerita-cerita sini di kolom komentar.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

70 comments

  1. Foto yang di anyer itu seperti foto yang di pantai timur pangandaran pemandangannya yog :G

    Well, kamu termasuk orang yang suka travel ya yog soalnya postingannya pemandangan semua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, ya? Belum kesampean nih main ke Pangandaran. :(

      Iya, karena traveling itu seru dan bikin bahagia. Gue bisa motret, terus nulis perjalanannya. :D

      Delete
  2. Duileeh kudet bener gw yog, eyke blom bikin instagram
    Pan hape gw masi nokia hidayahhh

    Duh postingan ini menjadi pengingat untuk jarangin selpi..thanx

    Ooo aipoonnn, mantaab lahhh, laaa gimana mauk follow, gw sja gapunya akun, klo punya pesti eyke kasi gambar hati di candi borobudurnyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hayuk bikin dong, Mbak. Terus jangan lupa follow gue. XD
      Iya, kurang-kurangin selfie, ya. :p

      Delete
  3. tuh kn gue tau banget ada promosi terselubung tentang ig lu wkwkw

    Tapi gue bukan pengguna IG sejati nih huhuft. Lebih aktif di medsos twitter

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo Twitter gue juga aktif. Kalo lagi bosen sama Twitter, kan bisa main-main ke IG.

      Delete
  4. tipe yang penting punya :D isinya banyakan sih foto ngetrip, tapi ngepost-nya jarang padahal bukanya tiap hari :")
    intinya yang penting timeline-nya soalnya diapke buat nyari refrensi dari following hehehe

    btw, trik kita sama banget kak wkwk kalo ngga sengaja ngelove pas stalking, langsung aku love 3-5 foto haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kadang ada orang yang jadi penikmat aja. Bikin untuk lihat-lihat dan love-in foto orang. :)

      Wahaha. Tos! ^^/*

      Delete
  5. Thanks, gan, infonya.

    Gue kenal ig tahun 2011. Sama kaya twitter. Tapi, itu baru sekedar punya. Cz hp lama gue baru di install wa memorynya udah penuh.
    Dan Sekarang udah mulai sekedar ikutan upload ig. Itu gegara ada hp baru. Hehehe.
    Karena, gue nggak ganteng objek yang gue foto jelas selain gue. Masih random, sih. Belom ada nichenya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih, ada anak IG lama nih. Twitter mah gue dari 2010.

      Ciyee hape baru. Pamer lu ceritanya? :p

      Delete
    2. Bukan anak IG lama yog. Tapi anak Lama.
      Udah tua.

      Hahaaa

      Delete
    3. Eh. Ralat, punya Twitter sejak kelas 2 SMA.
      Hahhahaha pamer,, sih, nggak. Cuma nyombongin saja.
      *besok besok gue kena azab blogger sombong.

      Makanya kemarin kemarin mengadakan kuis.

      hmm. Kalian. Biarpun tua. Tapi, anuku muda.

      Delete
    4. Hahahaa jadi judul dimajalah Hidayah ntar lu :P

      Anu apaan hoi?
      Liaat

      Delete
  6. Untung Esia Hidayah punyaku udah rusak, Yog. Jadi udah pake android dan punya IG hahaha.
    Eh itu Aulion di-hack? Baru tau, padahal dulu aku suka banget ngintipin videonya.

    Eh aku pernah ya, gak sengaja nge-love fotonya senior (laki) yang udah diupload lamaaa banget. Padahal aku gak stalking. Ada adek temenku yang mainin waktu itu, anak kecil, nge-klik nge-klik sembarangan. Tiba-tiba pas tab udah balik ke aku, tuh IG lagi ngebuka akun orang, di-scroll sampai ke bawah banget. Dan ada foto yang ke-love. Ini kan paraaah :'(

    Anyway, aku juga suka post foto yang traveling si, Yog. Tapi gak sejago kamu lah dapat angel fotonya. Kalau adekku tipe apa, ya. Suka foto hal random gitu, tapi keren. Cek aja @ramadhansaukani
    *promoin akun adek sendiri*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, songong si Dara. :p
      Iya, dia di-hack. Gue juga suka sama stopmotion buatannya. :))

      Waparaaahhh. Gue juga pernah tuh hape dipinjem anak kecil, dia ngirim SMS sama nelepon orang sembarangan. :(

      Ah, gue belum jago, kok. Masih harus banyak belajar. ^^
      *brb stalking adek lu*

      Delete
    2. Wah kalau sampai nelpon sembarangan sih rugi bandar lah itu. Bakalan tekor pulsa banyak :D

      Delete
  7. pemandangannya bagus-bagus mas :)

    ReplyDelete
  8. Ini komen atasku apa banget :'''''D

    Makasih yaa kak yog udah ngingetin. Neng baru punya akun ig nih :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayaknya mereka satu admin. Soalnya sering juga muncul di blog gue bareng-bareng. Oya, blog gue renggostarr.com *digetok yang punya blog*

      Delete
    2. Neng: Follow gue dong, Neng. :p
      Renggo: Hahaha. Biasalah, Mz. Dia kalo komen selalu begitu. :) Anjir, sempet aja promosi. XD

      Delete
    3. Wkwkwk yaah dihapus ya komenan keputih*nnya sama kak yoga :'D

      Nggak mau ah, ntar kalo follow mau kasih apa? :p

      Delete
  9. Jadi tau asal muasal nama Instagram. Tulisan Yoga emang bermanfaat.

    Sama, gue juga heran (lebih tepatnya iri, sih) sama cewek2 yang posting selfie digabung-gabungin tapi like (atau love)-nya banyak banget. Malah lebih banyak dari jumlah followers-nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah tulisanku bermanfaat. :)

      Iya, konspirasi macam apa itu, sih? Taeeekkk emang!

      Delete
  10. Ada yg kurang, Yog. Instagram-kan juga upload buat jualan. Ngolshop gitu.
    Hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu menurut gue aja, sih. :p
      Eniwei, makasih tambahannya ya, Nur. :)

      Delete
  11. Wah ngomongin Instagram, asik nih. Gw dah make Instagram bebebarengan sama Path di tahun 2011, ya sama. Dulu-dulu sepi banget. Pada bilang kalo main Instagram gak jelas banget, "Cuman upload foto doang kan?" "Apa bedanya sama Flickr". Yes, dari situ gw juga mikir apa bedanya Flickr sama Instagram. But then, gw tau kalo Instagram adalah aplikasi social media, nggak kek Flickr (jatohnya lebih profesional).

    Dan akhirnya Instagram booming akhir-akhir ini dengan disertai user (yang menurut gue annoying). Tapi gak papa. Itu hak mereka sih. Well, gw cuman bisa nge-uninstall aplikasi ini dari hape gw, simpel.

    *PS: uninstall Instagram bikin paket data gw selamat nggak membengkak gegara video Insta yang ikutan booming juga. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaahh, kok di-unin? Nggak bisa follow gue dong? :(

      Ah, iya. Video-video itu emang menguras kuota. -__-

      Delete
  12. Iya yog, gue sempat bingung juga kenapa nama Instagram pakai kata 'gram' dibelakangnya. Kelar baca ini gue jadi ngerti yog. Hehe
    Terimakasih klinik Tong Fang !

    Hahaaaa berarti postingan IG gue nye pam ya Yog. Maafkeun.. Dikurang-kurangi deh. :)
    Kalo gue males banget nge-love balik orang yang udah nge-love foto di ig. Bodo dia mau bilang gue gak timbal-balik atau apa gitu. Haha
    Karena gue cuma nge-love foto yg memang menurut gue bagus. Itu aja sih Yog.

    Suka deh sama hasil potret lu yang sawah dan gunung itu
    Njiiirrr , kereeen banget Yog..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Sist. Jangan lupa cek IG kami. :D

      Huwahahaha. Gue juga like foto yang menurut gue bagus. Atau kalaupun jelek, gue suka sama caption-nya. :))

      Kebetulan emang tempatnya bagus. Pedaleman gitu. Hehehe. Btw, makasih. :)

      Delete
  13. Gue gak masuk tipe manapun, akun'a aja ga punya :v

    ReplyDelete
  14. IG punya, cuman pas pertama kali punya IG langsung deh tuh foto-foto gaa penting gue upload ke IG saking masih polos-polosnya, nah sekarang pas dilihat lagi, ampun pada lebay banget dah yaa tuh foto, gue hapus aja ah foto yang menurut gue gak penting banget ...

    ngelike foto IG orang lain suka, cuman kalau di like balik kagak :( miris gue -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu gue juga gitu kok, Mbak. XD
      Sekarang udah mulai dihapus-hapusin. :)

      Duh, kasihan. :(

      Delete
  15. Aku masuk ke golongan mana ya... Gatau ._. Tapi yang pasti, tujuan posting di IG untuk menyampaikan aktivitasku . hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Yang penting punya tujuan, kan? :)

      Delete
  16. yog itu foto yg di anyer bagus tuh yog, sama foto yg gunung itu juga bagus.. kenapa gak ditag juga ke @natgeo atau @warrenjc ?

    numpang promosi --> http://sastraananta.blogspot.com/2015/08/peluang-keuntungan-bernama-investasi.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang kalo di-tag gitu nanti kenapa, Mz? Aku masih cupu.

      Silahkan~ :))

      Delete
  17. Sekarang lu udah kekinian, Yog. Keren ;;)

    ReplyDelete
  18. Kayaknya aku salah deh baca tulisan ini, kok gak guna banget buat aku. Iya lah aku gak punya IG * lalu nangis di pojokan*

    Tapi tulisan ini lengkap banget mulai pengertian instagram, tipe penggunanya, tipe pemberi love. Ini kalau laporan sudah dikasih nilai A kali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin dong, Dek. :D

      Kan sesuai judul. Semua Tentang Instagram. :))

      Delete
  19. sebagai anak gaul masa kini gue punya dong, tujuannya untuk saat ini cuma buat hiburan nonton komik-komik lokal, lumayan ngilangin setres kerja. dan buka instagram cuma beberapa menit duang jadi gak pernah tuh ngasih love-love an.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, begitu. Hehehe.
      Gue bisa 15-30 menit. Upload dan lihat-lihat foto atau video orang. :D

      Delete
  20. hahahaha...bnr yog, yg foto IG nya cuma utk nampangin muka dia doang, aku lgs eneg biasanya ;p... Aku ya punya IG bkn utk majang foto... tp utk liat barang2 IG org lain yg jualan ;p hehehehe... bnyk jg dpt bbrp IG yg brg jualannya lucu2... dr situ mesen2 deh.. kalo emg bgs, berlnjut utk pembelian berikutnya ;p..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enek banget, Mbak. Secakep apa pun dia. Kalo gitu-gitu mulu juga bosen.
      Woalah, hobi belanja olshop?
      Beliin aku juga dong. *Eh

      Delete
  21. saya punya instagram, tujuannya punya ya buat seneng-seneng aja sekalian buat nampung foto perjalanan :)

    ReplyDelete
  22. Gue udah punya instagram tapi gak tau mau di apain, bingung aja sama cara pakenya.

    ReplyDelete
  23. Aku mah, apa atuh, cuman foto selfie aja Yog, maklum aku kan ganteng.. Haha.

    ReplyDelete
  24. aku gak punya IG yog jadi yah membaca dan menyimak saja deh :D

    ReplyDelete
  25. Ciee tumben banget ada nama Teh Dzalika nyantol. Muahahaha. Oiya, lu kan suka foto pemandangan ya Yog? Sebaiknya begitu sih. Soalnya tiep lo post video yang ada lu lagi ngomongnya gue malah pengen banting hape. Suara lo kayak cewek. Gue aja kalah feminim. Sekian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, promosiin temen sekalian. Halah.
      Makasih ya, Dev, lu udah jujur banget. Gue bakalan foto pemandangan lebih banyak lagi. :D
      ((suara lo kayak cewek))

      Suara feminim mah gapapa, yang penting sikap dan sifatnya maskulin. Halah.

      Delete
    2. (((Suara lo kayak cewek)))

      BHAHAHAHAHAHAHAA. Ngakak, Dev. XD

      Delete
  26. asik juga nih promo instagramnya. serius lu ig 2010? gue kira 2006. ternyata ig ini termasuk salah satu socmed yang suksesnya cepet yak. gak nyampe 5 tahun udah banyak banget usernya. gue sih punya dari 2012, dan yang buatin itu karena dulu gue masih pake bb... yang buatin adalah... sang mantan yang kini sudah dibuat bahagia oleh pria lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buseh, 2006 mah Friendster. XD
      Emang aplikasinya keren, sih. Awalnya cuma foto aja, terus bisa video juga. Lama-lama makin banyak perubahan, nambah filter, nambah resolusi dan kualitas fotonya juga, de el el.
      Sedih gue baca curhatan tentang mantan, Jev. *pukpuk*

      Delete
    2. Kenapa komentar di blog ini lucu-lucu, sih? BHAHAHAHAHAHAHAHA. Si Jev curhatannya sedih gitu. :((((

      Delete
  27. Aku punya IG juga, dong. Nggak tau udah gabung sejak kapan. Lupa. Hahak. Isinya lebih cenderung ke foto selfie. Tujuannya emang mau bikin eneg seluruh umat manusia. HUAHAHA. Silahkan yang mau follow IG aku : rizkaia :))

    Ehe. Kayaknya aku termasuk tipe yang mencoba semua tipe, deh. Kecuali yang nomer 2 belum dicoba. ._.

    Dan, kuakui hasil jepretanmu lumayan bagus. Selamat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngapain promosi di sini? :))
      Tidak pernah mencoba, tidak belajar. :D

      Makasih. ^.^

      Delete
    2. Gapapa. Di sini kan pembacanya banyak, siapa tau ada yang khilaf untuk follow. Hohooo~ ^^

      Nanti dicoba. :D

      Sama-sama.

      Delete
  28. Dan kemudian Instagram kemarin rilis fitur landscape dan itu meruntukan hatiku, kotak kan ciri khas instagram huft.
    Klo aku emang beneran buat galeri foto2 karena emang hobi jepret.
    terus berkomunitas, ikutan instameet klo ada event, dan kebetulan pernah bikin instameet di kota jombang 4 kali hehe. terus dapat musuh juga, terus terus terus nabraaaaaak!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, parah dah apdetan barunya. Padahal kotak itu bikin gue kreatif. Gimana caranya menampilkan sebuah gambar yang bagus, tapi nggak harus diperlihatkan keseluruhannya.

      Sama. Hobi gue juga jepret. Jepret orang pake karet. Emaap.

      Delete
  29. Instagram jarang ae liat,,,palng liat dagelan nyadoang ahahaha

    ReplyDelete
  30. Buset, itu sekali ngaplod 10 poto tp selpi smua? Haha. Gokil skalih.. Tmenku jg ada deng yg bgtu, tp dlu. Aku jg prnah bgtu sih, ngaplod poto selpi mulu._. Tp dulu, dan gak nyampe sekali 10 poto juga sih._.
    Aku trmsuk instagrammer yg mana yak? Random jg kali.. Ada yg poto mukaku sndiri, ada yg brg tmen, ada foto emak, foto maenan, makanan. Banyak. Haha.
    Kdang tujuan ngaplod ya cuma iseng doang. Klo pmandangan jarang, org jarang jalan2 jg:(

    Klo di instagram aku demennya buka akun 9gag, abs lucu suka ada video binatang ngegemeshin gtuu..Sama ngestalk instagram artis2 dah :D
    Klo ngelove2 gtu aku biasanya suka ngelove foto org yg suka ngelovin potoku sih. Wakakak. Kdang yg kocak2, ato yg bagus2..

    Barutau nih asal kata instagram, males baca wiki soalnya. Haha. Yg paling ga enaknya dri instagram tuh gak bisa di zoom:( kan kdang gak keliatan, apalagi yg suka poto rame2 tuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada temen gue, tapi sekarang udah gue unfol. Males aja kalo buka IG isinya muka dia terus. Anjir, gue jahat banget. Huwahahaha.

      Wah, termasuk tipe orang yang suka love balik, ya.
      Kalo love-in hati aku aja gimana? Eh, maaf. Tadi dibajak. :/

      Dasar males banget! Padahal gue juga baru baca pas bikin tulisan ini.

      Delete
  31. kalo gue dulu kenal instagram tahun 2011 itu juga download ikut-ikutan temen yog, upload foto yg pertama kali aja absrud bgt waktu itu.
    tapi sekarang gue lebih suka upload foto makanan sih dibanding foto-foto selfie gitu haha... video juga gak jelas, pernah juga gue bikin stop motion kaya aulion gitu yaudah gue upload ke youtube akhirnya sayang upload di instagram cuma 15detik lah stop motionnya durasinya 6menitan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. 2011 gue belum punya hape bagus. Masih Nokia. :(

      Cepetin aja waktunya, atau fps-nya kan bisa. :D

      Delete
  32. Please deh mas, ada yang kurang nih, 'Si Gengsi' hahaha. Jadi, duduk di Starbuck kudu foto, beli Cocacola bernama kudu foto, beli Lemon di pasar kudu foto, ada dinding bermotif kudu foto, ada dinding berpintu (apa sih) langsung tegak di depannya dan kudu foto, apa lagi ya. Oh iya yang terakhir kali...kebun bunga demi eksistensi. Duh miris. Gue aja model, nyaris gak pernah upload foto-foto portofolio modeling gue ke Instagram, malah foto-foto berwarna warni doang yang gue upload hihi, sebenarnya gak cuma Instagram kali mas. Semua orang udah rusak dan sakit karena gengsi di media sosial. We need to change this

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduhhh, ini mah bahaya. :))
      Di mana-mana foto mah kacaaauu banget! Terlalu ngeksis.

      Makasih ya tambahannya. :D

      Delete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.