Puasa-puisi

47 comments
Catatan 6 Juni 2017. Puisi ini diambil dari bloknot milik Hehe Darmansyah.

--


Bukan Fiksi


Kau tak pernah gengsi saat memulai komunikasi.
Itukah caramu agar kita dapat berinteraksi?
Bagiku, kau adalah puisi. Terhitung sudah banyak frekuensi.
Dan kuyakin, kita bukan fiksi. Karena waktu telah menjadi saksi.
(2015)




Kenapa Seperti Ini?


Jadi, beginikah rasanya tidak dipercaya?
Sungguh pedih dan menyakitkan.
Aku bagai tak berdaya.
Mungkin lebih baik aku memang dilupakan.

Sudah terlalu sering aku mengecewakan.
Dan puisi ini, mungkin akan kau tertawakan

Kau berubah dingin. Ragu dan tak lagi yakin.

Saat aku mulai tersadar, tapi sayangmu memudar.
Kala kuingin menjadi lebih baik, lalu kau bilang “Halah taik!”

Mereka bilang tak ada kata terlambat.
Tapi jalan menuju hatimu mulai tersumbat.

Ah, kenapa akhirnya malah seperti ini?
(2016)

--

Mungkin kalian akan berpikir kalau puisi barusan adalah milik Yoga Akbar Sholihin. Namun, itu bukan tulisan gue. Itu beneran puisi Hehe Darmansyah yang tertulis di bloknotnya. Bloknot itu gue temukan saat buka puasa bersama dengan seorang teman di Kafe Kalisbeng. Ketika gue bertanya kepada pramusaji siapa yang meninggalkannya, ia malah menyuruh gue untuk menyimpannya.

Gue sebetulnya nggak kenal siapa itu Hehe Darmansyah. Keseluruhan isi bloknot itu adalah puisi dan beberapa coretan ide yang mirip curhatan pribadi. Gue sudah membaca semua tulisannya. Kemudian, di salah satu halamannya tertulis nama “Hehe Darmansyah” beserta sebuah tanda tangan. Jadi, gue pikir itulah nama si pemilik bloknot.

Gue sebetulnya berniat untuk mengembalikannya. Namun, tidak ada satu pun kontak yang tercantum agar gue bisa menghubungi pemiliknya. Gue pun mencari nama itu di kotak pencarian Google. Ketika melihat hasilnya, gue nggak menemukan akun atau informasi terkait. Mungkin bener kata pramusaji di kafe itu, mending gue simpen aja. Terus kalau dipikir-pikir, kok sayang banget nasib puisi itu. Ya, daripada gue nikmati sendirian, mending gue publikasi ke blog ini. Dan barangkali ia tidak sengaja nyasar ke blog ini dan bisa mengontak gue untuk mengembalikan bloknotnya. Atau mungkin ada pembaca blog ini yang mengenal Hehe Darmansyah? Kalian juga bisa kasih komentar.

*

Gambar diambil dari Pixabay: https://pixabay.com/id/notes-pena-meja-tulis-bisnis-kopi-926025/
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

47 comments

  1. Kupikir pernah denger di mana nama hehe darmansyah, ternyata pas di cerita salsa sok itu. apa dia abangnya cnd darmansyah yak?

    itu puisinya kayak alfa dan omega. awal dan akhir. yg pertama tentang pertemuan dan yg kedua kayak sebuah akhir. bagus puisinyaaa... O_O

    ReplyDelete
    Replies
    1. Canda nama panjangnya bukan Darmansyah, tapi Winarto. XD

      Ehehe. Iya juga, sih. Semacam sebuah awal menjalin hubungan dan akhirnya. Makasih, Haw. :D

      Delete
  2. Bagus puisinya mas, itu puisi kan ditahun 2015 dan 2016. Seharusnya di tahun 2017-lah puisi mas Yoga ikut terpampang di postingan ini. Aku tunggu mas.. :)

    Itu memang namanya Hehe Darmansyah mas?

    Untung yang nemuin mas Yoga, coba kalau orang lain. Buruk kemungkinan ada yang diabaikan saja, bahkan dibuang, disobek untuk bungkus gorengan. Dengan terselamatkannya oleh Yogya Akbar Sholihin inilah nasib puisi jadi terjaga. Bahkan dengan baiknya, dishare serasa publik. Jadi selain aku, tentu para pembaca yang datang disengaja ataupun tidak jadi tahu :)

    Aku jadi dapet pelajaran dari orang yang meninggalkan bloknotenya mas. Sebagai orang yang suka jalan-jalan bawa buku kecil atau diary. Aku harus menambahkan di halaman pertama atau akhir data diriku. Selain nama tentu lengkap dengan medsosnya, hingga nomer handphoneku juga.

    Jadi kalau suatu saat hilang atau tertinggal, bisa dikembalikan. Kalau bingung, hubungi nomer yang tertera dalam buku. Tapi, gak semua orang sama sih, ada yang peduli dan ada juga yang tidak. Tapi kalau mas Yoga pasti gak gitu, buktinya sampe searching di google untuk cari tahu siapa pemilik bloknote itu.

    Semoga bisa lebih hati-hati lagi ketika berpergian membawa barang, baik berupa bloknote ataupun yang lainnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya nggak jago nulis puisi, Mas. Biasanya kalo nulis curhatan. :| Yang saya tau, iya Hehe Darmansyah namanya. :D

      ((bungkus gorengan)) sedih amat. :( Betul itu, Mas. Penting banget ngasih biodata di sebuah buku catatan kalau suatu waktu ketinggalan.

      Yaps, kudu waspada ya, Mas. :)

      Delete
    2. Kalau curhatan mah udah biasa ya, Mas :)
      Baru bisa ON kah mas..hehe

      Semenjak aku berkomentar disini, setiap hari mampir kesini, selain jalan-jalan, cek tulisan ini. Udah balas komen belum ya..hehe

      Sebenarnya lebih sering cek nama blog yang aku masukin di menu blogwalkingku sih. Atau gak bisa dilihat di daftar bacaan blog. Tapi lebih seringnya lewat nama blog yang udah aku data, karena gak usah cek di daftar bacaan. Tinggal klik aja atau gak tulis alamatnya...

      Hehe.. kadang aku suka nemuin lho, ketika aku nunggu-nunggu hasil ujianku di sekolah dulu tak kunjung datang. Pernah tuh, waktu makan gorengan lembar jawabannya malah buat bungkus gorengan yang aku makan, sedih :(

      Jadi secara tidak langsung, kalau kertas yang memang tidak kepake di sekolah, bisa aja dijual dan dikilo :(

      Delete
    3. Iya, udah jarang megang laptop akhir-akhir ini. :)

      Waduh, sampai segitunya dicekin mulu. :D

      Jadi inget buku-buku sekolah SMK yang diloakin sama Bokap. Hahaha. Padahal pas kuliah masih kepakai. :|

      Delete
  3. Baca ini selain berdecak kagum, ngangguk-ngangguk, terus tertegun, aku juga ngerasain perasaaan aaaaaaaaaak jadi ingat note-ku yang pada hilang huaaaaaaaaaaa gara-gara hape rusaaaaaak huaaaaaa.

    Eeh enggak-enggak. Puisinya bagus. Hehe Darmansyah ini aku nggak tau siapa. Yang jelas menurutku dia berzodiak Libra. Dia romantis, melankolis, kreatif. Uuuuh. Huahahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang libra kayak gitu ya cha? Uhuk. Tenggorokan tiba-tiba gatel.

      Delete
    2. Libra melankolis dan romantis? -_- itu libra lagi kesambet kyaknya. pengalamanku ama librarian.. eh, malah jadi penjaga perpus.. ama libralicious, yg kena kreatifnya doang. melankolis ama romantisnya kagak ada sama sekali.

      Delete
    3. Icha: Sabar ya, Kak Icha. :v Semoga masih ada file cadangannya di draft blogger untuk tulisan. Dan jadi pelajaran, kalau foto-foto penting nanti pada di-back up sebulan sekali gitu. :D

      Kenapa jadi bawa-bawa zodiak, sih?

      Rizka: Jangan percaya horoskop!

      Haw: Jangan percaya horoskop! (2)

      Delete
  4. Replies
    1. coba jawab: bg Hehe kalau ketawa "hehe" atau "eheh"?

      Delete
    2. Ami: Maudy Ayunda? :|

      Robby: Kayaknya "wqwq" deh.

      Delete
  5. Gue barusan juga nyari di google. :))
    Bagus puisinya. Pasti si Hehe ini sebenernya ninggalin bloknotnya berharap yang nemuin cewek deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa banget Hehe kepikiran modus kayak gitu. :)

      Delete
  6. Hehe Darmansyah kalau jadi blogger namanya paling cepet muncul di pencarian nih. SEO banget namanya. Halah taik!

    Bagus puisinya, bg Hehe. Udah lama banget nggak baca puisi. Biasanya bacain blog sendiri. :(

    (sebuah usaha agar tetep keliatan rame)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lu kepikiran ganti nama juga nggak, Rob? Jadi "Robby Hendrik". Biar bisa ngoleksi bidadari. XD

      Delete
  7. Bagus puisinya mas.
    Semoga yang punya cepet ketemu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mas. Iya, semoga cepat ketemu deh. XD

      Delete
  8. Bagus puisinya, sebelas duabelas sama blognya haha

    ReplyDelete
  9. alkhamdulillah rejeki anak soleh, dapet notes gratis wkwk
    masih ada lembaran yg kosong kagak bang?

    itu nama samaran kali yak? ajib bener kalau ada nama "hehe", bakal hebooh nanti dunia per-meme-an indonesia.
    coba kontak anang hermansyah bang, sapa tau dg nama belakang yang hampir-hampir mirip, doi tau keberadaan sang hehe darmansyah *oke hiraukan saran ini*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rezeki anak saleh apaan begitu? XD Masih ada kok yang kosong. :)

      Kita nggak pernah tahu, Mas Wisnu. Buktinya ada yang punya nama "Tuhan". :| Jangan-jangan emang mereka saudaraan kali, ya? Atau saudaranya Haris Firmansyah, atau N. Firmansyah bisa juga, kan? :p

      Delete
  10. Ini puisi tentang pacaran iya?, Blok not itu apa?

    Semoga hehe darmansyah bisa menemukan bloknotnya kembali dengan iseng ngetik digoogle "hehe darmansyah" lalu menemukan post ini. Coba kak yoga optimalkan SEO post ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Deskripsikan sendiri, Kak Attar. :v Bloknot itu semacam buku catatan. :D

      Untuk mengoptimalkan SEO, belajarnya di mana, sih?

      Delete
    2. Kak attar? Aku lebih suka dipanggil dedek attar :v.

      Pelajaran seo bisa dengan pangeran wortel atau pangeran kecebong :v

      Delete
    3. Pangeran kecebong siapa, Tar? :|

      Delete
  11. kayaknya itu mesti diumumin di radio deh yog. sekalian sayembarain buat menemukan pemiliknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gokil segala sayembara. Udah kayak zaman raja-raja zaman dulu aja. :D

      Delete
  12. Hmmmm mungkin yg empunya puisi lg dicuekin sama cintanya..

    ReplyDelete
  13. Puisinya bagus, soalnya aku bisa ngerti mksdnya :D. Kalo udh pake kata2 yg belibet dan terlalu tingkat tinggi, yg ada aku pusing baca puisinya :D. Moga nanti dibaca ama pemiliknya dan notesnya bisa balik ya yog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, yak. Wih, mantap bisa ngerti maksud puisi itu! :D Tapi kadang puisi multi tafsir juga, kan. Hehe.

      Nggak akan balik, Mbak. Itu fiksi yang seolah dibuat kenyataan. XD

      Delete
  14. mungkin yg punya tulisan lg iseng. iseng2 nulis, eh malah jadi bagus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan iseng ikut lomba juga, eh menang. :)

      Delete
  15. Cakep puisinyaaa.

    Itu ceritanya beneran Yog?? Anjir. Kayak cerita film pendek masa. temen gue pernah bikin short movie yang ceritanya hampir mirip gitu. Tapi cowok-cewek sih. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Matur suwun, Rih! :)

      Coba tebak, ini beneran apa fiksi? :p Gue juga udah bikin cerpen kayak gini, cowok-cewek juga. Sayangnya, belum pede buat dipublikasi. :|

      Delete
  16. Ini beneran bloknot-nya ilang terus lu yg nemuin yog? Kok drama bgt ya, mana isinya puisi-puisi gitu, secara orang-orang zaman sekarang kan jarang ada yg nulis secara bener-bener nulis dikertas biasanya ya paling dihp.

    Kalau misalnya yg nemuin bloknot ini orang lain yg ada dipikiran gua puisi bakal diposting di sosmed tanpa mrncatumkan sumber, kasian yg nulis :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di dalam ceritanya, sih, beneran, Nad. Nah, cerita yang lu baca ini fiksi apa nyata? :p Masih ada kok yang nulis di kertas. :D

      Karena itulah inti dari tulisan ini. Kalau bukan miliknya, jangan diaku-akuin. :)

      Delete
  17. Dalam sekali ya, puisinya. Kok sayang ditinggal begitu saja oleh pemiliknya. Mudah-mudahan si pemilik cepat menemukan artikel ini :)

    ReplyDelete
  18. Sepertinya yg punya bloknote orang yg humoris. Namanya aja haha haha haha haha haha haha haha

    Wkwkwk
    Emang yaa kalo bloger pro tuh, nemu bloknote aja bisa jadi postingan. Ampuun deh senpai

    ReplyDelete
    Replies
    1. Humoris sekali ya namanya? :D Halah pro segala. Itu mah lebih ke soal kemauan aja, Bah. :)

      Delete
  19. romansa ala-ala film gitu. Kayak yg lagi patah hati terus minum kopi sendiri, dan bikin puisi terus ditinggal dan berharap siapa aja yg menemukannya akan dijadikan kekasih.

    sebuah kebetulan? ehehe, cnd

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca. Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan.
Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.