Self Titled

45 comments
Energi gue untuk menulis dan mengisi blog ini seolah-olah akan habis. Percis berbarengan dengan domain akbaryoga.com yang mesti diperpanjang beberapa hari lagi. Kalau mengingat setahun yang lalu, maka judul blog ini berarti belum bernama “Mengunci Ingatan”. Gue pun jadi mikir, kenapa blog ini gue namain begitu, ya?

Gue sebetulnya sudah agak lupa kenapa bisa memilih nama itu. Namun, karena ingatan itu sudah terkunci di dalam kepala ini (asyek). Oleh karena itu, gue akan mencoba untuk mengingatnya kembali. Awalnya, sih, gue lagi cari-cari nama bagus buat domain yang baru. Dulu, banyak orang yang ngeluh soal nama “yoggaas” yang katanya sulit untuk dihafal maupun dilafalkan. Beberapa orang susah mengingat huruf apa saja yang ganda. 

Keresahan itulah yang membuat gue mulai kepikiran dengan ganti domain baru. Jadi kayaknya kalau ganti domain itu juga bisa sekalian menyenangkan hati pembaca. Ya, pembaca mungkin akan merasa kalau pendapatnya didengarkan. Mereka jadi lebih nyaman deh main ke blog ini. Tentu saja kenyamanan pembaca merupakan tanggung jawab pemilik blog. Meskipun nggak semua pendapat harus didengar, tapi sepertinya mengubah domain dan branding blog ini gue cukup setuju. Dan rasanya memang perlu. 

Namun, mengubah domain dan sebuah branding tidak bisa semudah itu. Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan secara matang. Harus siap dengan trafik yang nanti turun drastis, mau nggak mau kudu beradaptasi dengan hal baru dan meninggalkan yang lama itu, dan terlebih lagi soal menentukan nama yang rasanya susah-susah gampang. Kalau gak salah sampai berminggu-minggu kepala gue mumet cuma karena menentukan nama yang cocok untuk domain dan judul blog ini.

Tadinya gue pengin samain seperti username media sosial: ketikyoga, yang akan menjadi ketikyoga(dot)com. Lucunya, entah kenapa itu malah nggak jadi. Kayak ada rasa nggak puas di dalam diri. Terus mulai merenung, kenapa gue nggak pakai nama sendiri aja, sih?

Maka terpilihlah domain akbaryoga, sebab kalau akbartanjung itu orang dari Partai Golkar. Yang mana nggak cocok juga sama blog gue. Mau pakai yogaakbar agak ribet. Soalnya ada double “a” di situ. Setelah domain itu terpilih, sekarang giliran memikirkan judul blog atau tagline—orang-orang, sih, pada menyebutnya gitu.

Gue coba cari-cari inspirasi dari nonton film, baca buku, dan mendengarkan lagu yang diputar secara acak. Tetep aja gue belum menemukan satu nama yang cocok. Tadinya udah mau ngasih nama asal “BWKZUGNX”, tapi kalau diperhatiin itu kok mirip kode booking tiket pesawat. Terus pengin pakai nama “KMZWAY87AA”, ini mah cheat game Nascar Rumble di PlayStation.

Sambil terus memikirkan nama itu, gue mulai memejamkan mata dan memilih mendengarkan musik. Sampai akhirnya....

Sembuhkan lukamu yang membiru. Serpihan hatimu yang berdebu.
Pagimu yang terluka. Malammu yang menyiksa.
Hal yang ingin kaulupa. Justru semakin nyata.

Mengunci ingatanmu. Menahan masa lalu.
Memori yang membisu. Harapan yang berdebu.

Lirik barusan adalah lagu dari Barasuara yang berjudul “Mengunci Ingatan”. Gue pikir, kok lagu ini cocok banget menggambarkan keadaan gue pada saat itu.

Iya, jadi waktu itu hidup gue rasanya lagi nggak keruan banget. Gue kala itu tidaklah sedang patah hati karena cinta, tetapi gue cukup sadar kalo semangat di dalam diri sepertinya mulai pudar. Semua itu gara-gara di pagi harinya gue bangun tidur dengan terluka. Apalagi kalau bukan karena ngantuk habis begadang dan baru tidur sebentar? Kemudian, ketika malamnya nanti gue pasti tersiksa memikirkan banyak masalah dan berujung nggak bisa tidur. Paginya terluka lagi. Begitu aja terus berulang-ulang. Pola tidur gue pun bertambah kacau.

Setelah itu, ada banyak hal yang memang pengin gue lupain. Namun, entah kenapa gue nggak pernah bisa melupakannya. Justru kenangan pahit, ketakutan, dan trauma itu selalu menghantui gue. Harapan-harapan untuk bangkit dari keterpurukan juga malah sirna. Nggak ngerti lagi deh sama diri gue saat itu. Satu-satunya yang masih gue bisa lakukan untuk menciptakan perubahan adalah dengan menulis. Sayangnya, gue malah mandek nulis karena memikirkan branding yang baru.

sumbernya: KLIK

Begitu lagunya selesai, gue langsung menemukan inspirasi akan branding yang baru itu. Kayaknya “Mengunci Ingatan” keren nih jadi tagline. Ya, daripada bingung dan pusing mikirin nama lagi, ya mending langsung pilih aja kalau udah sreg.

Baiklah. Nama itu pun akhirnya terpilih dan masih gue pakai sampai sekarang. Jadi maksud dari judul itu ceritanya gue sedang berusaha untuk mengunci ingatan dengan cara menulis. Biar kalo suatu saat diri ini mulai lupa, gue bisa mengingat hal itu dengan mudah. Tinggal membaca ulang di blog.

Jadi, semua ingatan yang ada di kepala gue itu telah terkunci di tulisan. Sampai seterusnya gue akan berusaha mengunci ingatan di sini. Sebisa mungkin gue mesti konsisten ngeblog apa pun kendalanya. Nggak perlu lagi mikir yang aneh-aneh seperti: “Kalau gue nulis kayak gini, emang pembaca pada suka?”; “Curhat begini ada manfaatnya buat pembaca gak, sih?”; “Ini yang suka main ke blog gue, pada suka sama tulisannya apa sama orangnya deh?” (tolong, abaikan saja yang terakhir).

Sebab, gue nggak perlu berpikir kejauhan begitu. Biarkan pembaca yang menilai dan menyimpulkan sendiri apa yang bisa mereka ambil dari tulisan gue. Barangkali tulisan gue itu bisa menghibur, memotivasi, atau hanya sekadar menginspirasi supaya mereka juga bisa rajin ngeblog. Ya, siapa tau, kan, ada yang sadar dan mikir gini: “Si Yoga aja yang tulisannya curhat mulu gitu rajin update. Masa tulisan gue yang bagus gini kalah konsisten, sih? Gue kudu ngeblog lagi nih!”

Pokoknya sekarang mah nulis terus aja deh. Kalaupun jelek, nanti masih bisa diedit. Lagian, lumayan kan nanti dapet kritik dan saran dari pembaca. Seperti teori filsuf yang katanya learning by doing dan terus belajar itu. Wohoho. Intinya mah gue harus mengingat deskripsi blog ini: menulis, curhat, dan berbagi akan membuat hidupku bahagia. Oke, berarti jangan sampai energi ngeblog itu habis sebelum napas berhenti berhembus.

--

PS: Biar kayak band-band yang menamakan albumnya sama seperti nama band-nya, maka judul tulisan ini jadi seperti itu. Halah!
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

45 comments

  1. Huehehehe. Baca ini jadi ingat dulu sempet pusing mau ganti domain apa, Yogs. Sampe dibikinin polling segala anjir. Ujung-ujungnya pake nama asli jugaaaaa.

    Setujuuuu! Pokoknya kalau mau nulis, nulis aja yeps. Kebanyakan mikir, kebanyakan pertimbangan bikin jadi nulis. Dan blog emang jadi tempat yang asik buat melarikan diri dari kenyataan sih. Terima kasih atas motivasinya ya, filsuf tukang curhat! Huahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, yang waktu itu di Twitter, ya. Wahaha.

      Bikin jadi nulis gimana maksudmu, Cha? Jadi gak nulis-nulis kali, ya? :| Anjis ngapa gue yang dibilang filsuf? :(

      Delete
  2. Jangan sampa gak diperpajang kalo domainnya udah pas yog. Ntar kalo mau beli lagi harganya jadi lebih malah berkali2 lipat.

    Namanya juga blog personal, terserah pemiliknya mau dibawa ke mana atau berkonten apa. Nikmati aja yog. Jadilah tukang curhat yang konsisten dan profesional! Hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Ta. Ini lagi nunggu gajian dulu. Huhuhu. :(

      Ehehe. Betul juga. Terserah yang punya blog, yak. Mikirnya jauh-jauh amat. Thank you! :))

      Delete
  3. Asyeekk, terkunci dan tak bisa terlapas lagi ya, Mas..haha
    Betul, Mas. Konsisten itu perlu. Kalau udah bisa konsisten, tidak posting seminggu pasti ada yang kurang. Serasa pikiran yang terkunci dalam otak ini pengen dituangkan dalam tulisa, kemudian di kunci..wkwk..

    Ayo, segera perpanjang mas, kadang gak kerasa ya, Mas. Baru aja kemarin beli, ealah sekarang udah harus diperpanjang juga. Dan tak terasa udah bejibun curhatan di blog ini ya :)

    Terus berbagi dan menginspirasi lewat tulisan mas. Aku sendiri perpanjang domoain tepat di malam tahun baru, jadi mudah diingat..hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buahaha. Iya, karena kuncinya ilang. XD

      Biasanya emang gitu, tapi akhir-akhir ini setiap nulis gak bener-bener selesai. Maksudku gak sreg buat dipublikasiin ke blog gitu deh. :(

      Yeay! Jangan berhenti nulis juga, Mas Andi! Duh, senangnya ada tanggal pengingat gitu. :D

      Delete
  4. Gue belum branding deh keknya.. cuma nama doang. Sempet ganti2 tapi ngerasa gak cocok, sampe akhirnya cuma nama doang. Ahelah

    Btw, gue baru tau beberapa bulan yg lalu pas dengerin full album barasuara, "ini kok kek kenal, judulnya "mengunci ingatan"? And inget blog ini.. jadi secara gak langsung, branding Lo berhasil, yogs.

    Gak ganti domain aja nih? Jadi yoga.com? Wqwq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak apa, Yan. Nanti juga ada saatnya, kok. :D
      Wahahaha. Gue secara gak langsung semacam numpang tenar gitu gak, sih? :/

      Gak bisa wey! Udah dipakai orang itu. :(

      Delete
  5. Haha masih inget aja itu pasword Nascar Rumble. Jadi inget si Jet Car deh, mobil paling keren dan cepet.

    Oke cuma bilang, sukses terus ngeblognya ya cees. Moga tambah rajin bikin postingan dan gak ngalamin yang namanya vakum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jet Car yang merah, ya? Itu juga jagoanku, Cees. :D

      Aamiin. Nggak mau vakum nulis lagi, ah. Kapok. :( Terus Akang Agia kapan nih update blog? :p

      Delete
  6. Betul. Butuh jiwa besar yang amat sangat dalam menentukan nama blog. Saya aja mesti nguatin mental untuk akhirnya memutuskan nama Kening Lebar. Ini tuh awalnya karena olok-olok teman, "tinggi lu itu bukan 168, tapi cuman 158. Sepuluh sentinya tuh jidat! Hahaha..." Kan anjir. Tapi kalau balik lagi ke personal branding, ya kenapa nggak dipake, karena kesan pertama orang yang berjumpa dengan saya adalah, "gila, itu jidat apa sayap pesawat choncord British Airways? Lebar bener...".

    Pait, sih =(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjir. Jahat banget itu temen-temennya. XD

      Sebuah hinaan yang dijadikan personal branding. Keren, Bang Yos! :))

      Delete
  7. Gue pun waktu dulu mulai dari tulisanerwin.com sampai akhirnya blogerwin.com, enak kenapa enak aja bacanya terus kalo ada yang tanya apa nama blog gue, 'search aja di google blog erwin dot com' yang pertama pasti punya gue. Hehe

    dah masuk tahun ke 5 gue pakai blogerwin.com :D

    Btw, apa kabar broo, lama gue gak blogwalking, ngerasa kayak aneh aja gitu sekarang jadinya, SR aja di dunia maya dan dunia persosmedan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih, udah ngeblog lama banget berarti lu, ya. Tahun kelima. Gokil. Ini aja gue baru setahun pertama perpanjangan. Cupu abis gue. :))

      Baik gue. Ramein lagilah! :D

      Delete
  8. DOMAIN GUE RIBEEEET. HAHAHAA. Kalo jelasin orang keriba-keribo.com ditanya lagi "tulisannya gimana?" "keriba-keribo. pake e, dua. Ee." Malah jadi kotor. :(

    Setelah baca tulisan ini gue jadi sadar kalo harusnya dulu rada mikir juga ya. Muahahah. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal kayak gitu masih termasuk gampang. Ya, beberapa orang ngira kribo gak pake "e", ya? Ah, dulu gue juga gak mikir, kok. Kayak gue pas 2015 milih nama yoggaas itu, Di. Syukurlah akhirnya sadar dan buru-buru ganti akbaryoga. :)

      Delete
  9. Dulu harusnya pake nama robbyskuit aja ya. Mau ganti tapi sayang banget. Soalnya robbyskuit itu termasuk SEO. Begitu sih dari analisis yang sering digaungkan seorang filsuf.

    Lah, branding gue apa ya? Branding gue: tukang ganti branding. Ganti header dan judul mulu! :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, jadi lebih mudah diingat padahal tuh namanya. Ah, tapi nama sendiri juga tetep keren, kok! :)

      Gak apa, nanti juga ketemu yang cocok. :D

      Delete
  10. Suka banget yog..
    Nulis aja lah dulu..
    Yang terbaik yang kita bisa..
    Nanti kalau ada yang ga puas, baru di-edit..
    :D

    Kapaaan saya bisa punya (dot)com jugaa...
    :s

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih, makasih sudah suka. :) Yoih. Gak usah diedit juga gak apa, nanti kan terlihat proses perkembangannya dari waktu ke waktu. :D

      Hayo pasang, Fel. Gampang dan murah kok (kalau promo).

      Delete
  11. Blohher lain udah ngurusin nama domain, tagline, sampe branding. Keren amat. Aku masih gini-gini aja, lucuk dan ngegemesin.

    Ya Allah komenku kali ini tampak kotor :( showiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. ((lucuk dan ngegemesin))

      Ah, blog ini nggak terlalu ngurusin kok. Masih banyak yang lebih serius. Wahaha. :D

      Delete
  12. Writer's block emang musuh semua penulis. aku aja kalo udah stuck selesai dah. sampai sekarang belom ada yang baru gara-gara penyakit satu ini -_-

    sangat memotivasi. mungkin lain kali bisa jadi motivator ? siapa tau berkah :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba banyakin baca, Kak. Biasanya kalau kayak gitu, saya lagi kurang baca. :D

      Jadi motivator? Haha. Belum kepikiran. Nanti belajar public speaking berarti. Aamiin ya, Rabb. :)

      Delete
  13. Sampai sekarang masih termotivasi kalau mampir ke blog ini dan baca tulisan di sini. Terima kasih. :)
    Semangat yaa filsuf tukang curhat! (kata Icha begitu) Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw, jadi pengin pake domain lagi. Beliin dong kak Yog. Hahaha. XD

      Delete
    2. Ah, Mbak ini bisa saja. Sama-sama. :)
      Semangat juga! Wqwq. Apaan beliin, ini aja belum diperpanjang. :')

      Delete
  14. Branding baru digencarin hayook biar makin baik ke depannya.

    Btw, ini gue baca sembari bolos muhasabah. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Wi. Sedang dicoba melepas citra buruk yang sering mesum itu. Wahaha.

      Delete
  15. Hahaha, baca ini jadi ikut flashback juga dengan "perjalanan" Riska ngobrak-ngabrik blog aku huft.
    Oh... jadi begitu toh awal mulanya terbentuk kata "Mengunci Ingatan" untuk blog ini. Waktu pas aku tau, unik juga tagline-nya. Ah, mau gimanapun isinya, yang penting pembawaannya dari Kak Yoga sih. Ihiyyy.

    Konsisten terus ya, Kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perjalanan ngeblog memang asyik untuk dikenang. Yuhuuu makasih. :D

      Buat dirimu konsisten juga, ya! :)

      Delete
  16. iya Yog, ga usah terlalu banyak mikir kalo mau nulis... biarin ngalir ajalah, sesuai karakter kamu.. ga smua orang bisa kita puasin ama tulisan kita toh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Oke-oce.

      Yap. Karena setiap tulisan ada pembacanya sendiri, kan. :D

      Delete
  17. Jadi kesimpulannya udah perpanjang domain belom?
    cukup ingatannya aja yang terkunci,
    jangan sampe domainnya yang ikut-ikutan ke kunci gegara telat bayar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah udah dong. Semoga tahun ini pemasukan ngeblog makin banyak, biar gak panik karena belum perpanjang. Hahaha. :D

      Delete
  18. kayaknya gue nih yang bakal mau ganti domain biar samaan .com kayak kalian hahah ada ide nama domain yang cocok ga buat domain baru gue? hahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gantilah, Win. Dot com lebih cihuy! :)) Ya, terserah itu mah. Nama sendiri juga enak. :D

      Delete
  19. Dalam dunia penulisan, branding ternyata itu perlu ya yog. Tapi menurut saya sih, merubah branding yang sudah tertanam lama itu membutuhkan proses yang tak sebentar yog. Perlu adanya pembiasaan dalam waktu menulis lagi, dan pemnbiasaan si pembaca ketika membaca tulisanmu setelah di re-branding itu tadi...

    Mengenai menulis, dan hasil menulis, aku punya kutipan nih yog:

    “Mulailah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draft pertamamu itu dengan hati. Baru nanti kau akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir." James Whitfield Ellison.

    Jadi, mulailah menulis dengan gaya tulisanmu yang baru, toh jika gaya penulisan tak dirubah sekiranya jangan diubah total, karena ini tentu saja akan menggoncang pembacamu yang sudah terbiasa membaca tulisanmu yang sebelum2nya. Tapi setidaknya dikombinasikan dengan gaya tulisan baru, sedikit kurangin kata umpatan favoritmu, dan juga tentu saja, perbanyak membaca buku. Tapi jangan asal membaca buku, lihatlah sisi lain yang ditawarkan penulis dalam buku yg kau baca...:)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, Fan. Mengubah branding gak segampang itu. Proses adaptasi pembaca pas baca tulisan di blog ini, gue harap nggak bikin pembaca kehilangan selera. :')

      Oke, berarti tulis aja dulu, yak. Mikirnya nanti aja. Sip! Thanks. :D

      Huwahaha. Ini lagi dicoba buat mengurangi kata yang kasar. Sejauh ini baca buku mah nggak sekadar baca. Selalu lihat sudut pandang lain.

      Delete
  20. Oh jadi "mengunci ingatan" itu terinspirasi dari lagu, baru tau.

    Setuju. Nulis aja dulu ntar gak puas tinggal edit lagi. Ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Rum. Dari sebuah judul lagu. Ehehe. :D

      Delete
  21. Padahal dulu yang yogaass itu uda nempel banget chache nya di riwayat pencarian tab gue haha, trus pas diubah semoet ngelinknya susah, akhirnya musti hapus chace yg lama yog.
    Yup nulis sehappynya kita aja, gue stuju tuh pas bagian yah sispatau tulisan kita yang curhat gini paling ga bisa bikin inspirasi smangat ngeblog blogger lain, meski akhir2ini gue rada bakal lama sih upsate2nya huaaaaaa, jaringan unlimited inet di rumah mau gue cut soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Maafkan waktu itu ngerepotin, yak. :(
      Iya, nggak ada yang tau kan kalau curhat mungkin bisa menginspirasi? Wah, pantesan pas main ke blog Mbak Nita tulisannya masih yang itu. :D

      Delete
  22. Nentuin nama buat blog soalnya berhubungan dengan branding ya, makanya susah-susah gampang. Meskipun "ketikyoga" ada unsur nama lo juga, tapi "akbaryoga" yang lo pake sekarang ga kalah oke nya kok. Malah lebih personal kan, pake nama sendiri. Udah pake TLD pula.

    Lagu, film dan buku emang ga pernah berhenti ngasih pasokan ide kalo kita jeli manfaatinnya. Ketiga hal itu termasuk ladang ide yang luar biasa banyaknya, disamping pengalaman pribadi dan orang lain. Lo sendiri akhirnya dapet tagline "Mengunci Ingatan" dari lagunya Barasuara kan? Keren. Memori itu ibarat harta karun yang sering diabaikan, padahal justru dari memori kita bisa belajar banyak hal. Keputusan lo tepat, ngunci ingatan di blog, dan emang itulah manfaatnya punya blog personal. Ibaratnya, punya back up memory pas dibutuhin. Tinggal baca ulang di blog, persis kayak yang lo bilang di atas.

    "Biarkan pembaca yang menilai dan menyimpulkan sendiri apa yang bisa mereka ambil dari tulisan gue" --> setuju banget! Kebanyakan mikir malah pusing sendiri (kalo dalam kasus gua, malah kebanyakan malesnya hehe :p). Semua tulisan pasti ada pembacanya tersendiri kok, siapapun mereka. Kalo para pembaca ga sreg baca tulisan kita, ya mungkin bukan selera mereka. Ga usah dipaksain ikut arus. Dikhawatirin, kalo ikut arus tapi ga menguasai, malah ga jadi diri sendiri. Itu yang terpenting.

    Bener kata lo, yang penting nulis terus aja, jangan sampe energi ngeblog abis.
    Nice article. Good job :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bay. Akbaryoga udah keren dan cocoklah ini. Gak mau ganti lagi. :)

      Dan lagu itu yang paling sederhana. Karena singkat, kan, kalau dibandingkan sama buku dan film yang cukup panjang. Hoho.

      Iya. Pokoknya mah nulis terus aja. Gue setuju banget tuh! Terlalu dengerin orang yang emang gak selera sama tulisan kita, terus bikin kita jadi berubah dan parahnya gak jadi diri sendiri. Terima kritik boleh aja, tapi kan difilter lagi mana yang memang perlu dan yang gak perlu diambil. :)

      Jangan males dong, Bay. Gue sering nungguin tulisan dari lu nih. Ehehe.

      Thanks ya, Bayu. :D

      Delete

Terima kasih sudah membaca. Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan.
Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.