Ketika gue berumur 12 tahun, gue sempat melihat mikrolet yang di kacanya tertempel tulisan “www.doaibu.com”. Pertama kali membaca itu, gue berpikir sesuatu yang pakai (dot)com, kok, keren sekali. Hingga beberapa hari setelahnya, rasanya gue pengin ikutan bikin. Namun, gue masih belum tahu ingin menggunakan nama apa untuk dijadikan stiker. Mungkin kalau benar jadi dibuat, namanya akan berupa “www.yogamantep.com” atau “www.yogagituloh.com”. 

Saat usia segitu, gue memang nggak tahu apa-apa soal www seperti itu (yang belakangan diketahui adalah domain). Gue cuma berpikir untuk membuat stiker dengan nama www(dot)com begitu, lalu nanti akan ditempelkan di pintu rumah. Jadi kalau ada teman yang main ke rumah gue, dia akan takjub melihat stiker itu.

Gue sejujurnya nggak ngerti, kenapa dulu tuh bisa begitu bodoh atau polosnya. Padahal waktu itu gue sudah mulai main online games di warnet (warung internet). Tapi ya, tetap saja nggak berpikir lebih jauh tentang (dot)com. Pikiran gue masih sebatas untuk keren-kerenan dijadikan stiker. Bisa dibilang kala itu gue masih gagap teknologi.

Hal yang gue inginkan dahulu itu akhirnya terwujud dalam bentuk lain. Angan-angan itu bukan lagi dalam bentuk stiker, melainkan berwujud blog: www.akbaryoga.com yang gue beli di Qwords. Nggak nyangka, ternyata keinginan gue pada usia 12 tahun itu malah menjadi kenyataan yang lebih baik.

Sekitar sepuluh tahun kemudian, pada Kamis, 24 Agustus 2017 Qwords berulang tahun yang ke-12. Dalam memeriahkan acaranya, Qwords turut mengundang rekan-rekan bloger di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Alhamdulillah gue termasuk bloger yang diundang di acara tersebut. Berhubung domisili gue di Jakarta, maka datanglah gue ke Gedung Cyber 1 lantai 3, di Jalan Kuningan Barat No. 8, Jakarta Selatan.

Read More
“Sebelum acaranya dimulai, gue mau nanya nih. Temen-temen udah pada tahu Brilio, kan?” tanya Mas Josie, selaku MC acara.

Saat gue perhatikan, ada yang menjawab sudah, ada yang diam saja, dan ada yang segera mengetik sesuatu di laptopnya (belakangan diketahui, ia ternyata membuka web Brilio.net). Sepertinya orang itu belum tahu dan mungkin merasa malu karena sudah datang ke acara, tapi nggak ngerti sama sekali akan Brilio itu sendiri.

Sejujurnya, gue sendiri nggak banyak tahu tentang Brilio. Satu-satunya hal yang gue ketahui ialah artikelnya yang sempat gue baca beberapa kali di Line Today. Iya, hanya itu dan gue nggak mencari tahu lebih jauh.

*

Syukurnya, pada hari Sabtu, 19 Agustus 2017 gue dan teman-teman dari Komunitas ISB mendapatkan undangan untuk main ke kantor Brilio. Kantornya berlokasi di Graha Tirtadi Lt. 3 Jalan Wolter Mongonsidi No. 71, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berkat acara inilah gue bisa mengetahui lebih lanjut tentang Brilio.


Suasana Kantor

Seperti kantor-kantor media kreatif pada umumnya, Brilio pun memiliki tempat kerja yang asyik dan nyaman. Kantornya tidak memiliki papan tulis untuk mencatat proyek yang sedang dikerjakan atau catatan yang lain. Di kantor itu, coretan-coretannya dituliskan di kaca. Lalu, di temboknya terdapat tulisan “create”, yang seolah-olah memengaruhi alam bawah sadar untuk membuat atau menciptakan sesuatu. Lalu, ada sebuah ruangan yang kami tempati di acara itu menggunakan semacam tempat duduk yang unik dan asyik buat leyeh-leyeh, tapi gue nggak tahu apa namanya.



Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home