Setiap orang memiliki alasan tersendiri ketika menjadikan seseorang atau tokoh sebagai idolanya (panutan). Dari yang gue perhatikan, beberapa alasannya ialah: 1) karena fisiknya, terutama wajah atau tubuh yang menarik; 2) bakat atau kemampuannya; 3) sikap dan sifatnya.

Nggak perlu mengelak kalau kita pasti pernah mengagumi seorang idola cuma melihat wajahnya. Terutama idola yang lawan jenis. Gue sendiri pun pernah. Namun, gue termasuk tipe orang yang lebih sering mengidolakan seseorang dari pemikirannya. Terlepas dari wajahnya yang cakep, kalau isi kepalanya ngaco mah malesin banget dijadiin idola. Nah, berarti wawasan seseorang ini sepertinya lebih penting dari fisiknya. Oke, ini rada bullshit kayaknya kalau pas cari pasangan, sebab keseringan pada lihat wajahnya dulu (dibaca: semua kembali ke tampang!).

Itu bisa terbukti jelas karena banyak temen cewek yang suka ngidolain cowok-cowok ganteng Korea, terus yang cowoknya juga suka cewek-cewek menggemaskan dari idol group, bahkan sampai jadi VVOTA.

Berbicara soal idola ini, gue suka nggak ngerti sama orang-orang—biasanya remaja labil—yang begitu fanatik saat mengidolakan tokoh idolanya. Ketika para fanatik ini melihat secara langsung atau bisa bertemu idolanya itu pastik langsung jerit-jerit histeris, “KYAAAAAK! KYAAAAK!”

Nggak jarang juga para ABG itu yang sampai menuhankan idolanya. Mereka rela melakukan apa pun demi sang idola. Entahlah, gue masih nggak paham sama yang begitu. Ketika remaja, sih, alhamdulillah gue nggak pernah seperti itu. Temen gue pernah cerita, kalo ada salah satu temennya yang sampai ke luar negeri demi bisa bertemu idolanya. Menghabiskan uang berjuta-juta hanya untuk tiket pesawat dan acara “meet n greet”. Tapi ternyata, dia nggak bisa foto bareng. Untuk dapat berfoto bareng idolanya harus nambah biaya lagi, sedangkan sisa uangnya cuma untuk ongkos pulang.

Menyedihkan.

Sebetulnya, gue nggak menganggap hal seperti itu salah. Ya, asal sesuai dengan kemampuan finansial mah wajar aja. Jangan terlalu maksain diri. Katanya apa-apa yang berlebihan itu nggak baik, kan. Nge-fans boleh, terlalu fanatik jangan sampe deh.



Hm, tapi gimana ya, gue kalau bisa bertemu dengan idola itu... rasanya pasti bahagia banget. Apalagi kalau sampai dapet tanda tangannya dan bisa foto bareng. Lebih-lebih lagi bisa ngobrol bareng. Wuoh, campur aduk bisa deh itu perasaan. Hal seperti itu kayaknya nggak usah dimungkiri lagi. 

Namun, kesempatan untuk bertemu dengan idola ini cenderung kecil. Apalagi kalo yang pengin ketemu idola tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Duh, ngimpi! Sedihnya, tokoh-tokoh idola gue ini kebanyakan berasal dari luar negeri, bahkan ada juga yang tokoh fiksi. Lebih parahnya lagi, kalau tokoh idola itu udah meninggal. Terus gimana tuh ketemunya?

Bersyukur sekali pada Selasa, 21 Maret 2017, gue berkesempatan main ke Alive Museum dan Alive Star yang terletak di Ancol Beach City Mall, Jakarta Utara. Saat baru berjalan sebentar dari pintu masuk, gue nggak nyangka bisa bertemu dengan tokoh yang terkenal akan kutipannya, “Imagination is more important than knowledge.” Ya, siapa lagi kalau bukan Albert Einstein?

Penemu teori relativitas

Meskipun itu hanya patung lilin, tapi buat gue ini udah lebih dari cukup. Paling nggak, gue tetap bisa foto bareng idola. Gue nggak perlu mengeluarkan banyak uang dan repot-repot pergi ke luar negeri terus bongkar kuburannya. Yakali, coy!

Salah satu kutipan beliau yang gue jadiin favorit adalah: “Hidup itu seperti mengendarai sebuah sepeda. Untuk menjaganya agar tetap seimbang, kamu harus tetap bergerak.“ Oleh karena itu, gue jadi suka banget naik sepeda ketika CFD-an ketimbang jogging. Nggak nyambung, kan?

Anyway, pertama-tama gue memilih masuk ke Alive Museum—yang mana ada berbagai macam zona. Dari zona yang unik, horor, sampai Korea-an gitu. Pas baru masuk, gue langsung diboncengin sama Wonder Woman.

kenapa wajah gue terlihat begitu mesum?
Oh iya, sebelum mengambil foto, kalian bisa perhatikan sebuah gambar kecil yang ditempel di dekat objek fotonya. Yang mana berguna untuk contoh agar foto ilusi tiga dimensi itu jadi bagus dan maksimal. Di situ juga terdapat tanda di mana kalian harus memotretnya, sehingga tidak perlu repot-repot mencari titik yang tepat.

Demi hasil foto yang semakin menarik, usahakan teman kalian mampu mengatur fokus dan memegang kamera itu dengan stabil. Kadang kan suka gitu. Kita fotoin temen hasilnya cakep, eh giliran gantian difotoin malah nge-blur. Pokoknya pas motret tangan nggak perlu gemeteran. Ini cuma fotoin temen kok, bukan fotoin mantan sama pacar barunya, atau pasangannya duduk di pelaminan. Ehehe, eh maaf.

jangan lupa BAB setiap hari demi hidup yang lebih baik
Gambar-gambar yang ada di sini menurut gue sungguh Instagram-able. Membuat seorang seperti gue yang bisa dibilang gak begitu suka difoto pun menjadi khilaf seketika.



Dari satu zona, berganti ke zona berikutnya. Hingga sampailah gue ke zona horor. Yang mana nuansanya mencekam dan ada suara-suara menyeramkan gitu.



***

Puas foto-foto di Alive Museum, kini gue pindah ke Alive Star. Nah, di Alive Star ini, gue menemukan banyak tokoh-tokoh keren. Sepertinya kalau Alive Star ini memang khusus untuk para tokoh. Baik itu tokoh yang nyata dan masih hidup, telah tiada, maupun yang fiksi.


Bagi para penyuka sepak bola, ada tiga tokoh pemain bola hebat di museum ini, yaitu: Lionnel Messi, C. Ronaldo, dan David Beckham. Gue tentu saja memilih foto bersama Beckham daripada dua lainnya. Selain karena dia lebih legenda, tentu saja karena dialah alasan gue menyukai Manchester United untuk pertama kalinya. Tendangan bebas yang melengkungnya (tendangan pisang) itu keren banget, loh. Ehe.



Meskipun nggak semua foto bisa gue tampilkan di sini, tapi tenang dan santai aja. Sebab, masih banyak patung lilin yang lain, kok. Dari mulai penyanyi zaman dulu seperti Michael Jackson dan Elvis Presley. Kemudian bintang Hollywood; Angelina Jolie dan Brad Pitt, Leonardo Dicaprio, juga Johnny Depp yang menjadi Jack Sparrow. Bagi para pencinta boy band atau drama Korea juga ada di sini.

Yuhuuu. Asyik betul!

Yang lebih bikin gue terkejut, ternyata bisa bertemu dengan idola lainnya yang sejak SMP dulu memang pengin gue temuin. Pas zaman gue SMP, sebuah iPod itu keren banget dan sering menemani jam-jam istirahat sekolah. Meskipun iPod-nya cuma bisa minjem temen. Haha. Ah, tapi sayangnya pada tahun 2011 beliau wafat. Yeah, beliau adalah Steve Jobs. Gue begitu terpukau sama kutipan, “Stay Hungry. Stay Foolish.


Sebenarnya, itu bukan kutipan miliknya. Kutipan itu gue dengar ketika Steve Jobs berpidato pada suatu acara wisuda. Beliau bercerita kalau dirinya yang suka membaca The Whole Earth Catalog. Kala itu, beliau melihat sampul belakang edisi terakhir dan di bawahnya terdapat kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” Setelah membacanya, kemudian beliau selalu mengharapkan dirinya bisa terus begitu. Hal itulah yang membuat gue termotivasi untuk tidak pernah puas akan kemampuan diri dan pengin terus belajar. Saking sukanya sama Steve Jobs, gue akhirnya kesampaian membeli produk Apple yang cukup mahal itu.

Sebaik-baiknya seorang idola, biar bagaimanapun setiap orang nggak ada yang sempurna. Ya, termasuk Steve Jobs ini. Banyak artikel yang gue baca tentang fakta kelam Steve Jobs; dari yang katanya nggak suka beramal, kejam dan suka menekan para karyawannya, terkesan sombong, serta beberapa sikap buruk lainnya. Namun, yang namanya mengidolakan seseorang itu memang perlu bijak. Ambil yang baik-baiknya, dan gak perlu ikutin kebiasaan buruknya.

Betul begitu?

Jadi, begitulah perjalanan gue saat mengunjungi Alive Museum and Alive Star ini. Yang entah kenapa malah berakhir dengan sebuah perenungan tentang idola. Mohon maaf kalau rada sok tau dan tolong dikoreksi bila ada kesalahan. Dari beberapa tokoh yang gue sebutin, ada idola kalian juga nggak? Kalau ada, nggak pengin foto bareng gitu? Ya, siapa tau aja bisa ngajak gue ke sini lagi.

Nah, bagi yang kepengin mengunjungi museum ini untuk seru-seruan di zona unik dan bertemu para tokoh (meski hanya dalam bentuk patung lilin), kalian bisa mendapatkan masing-masing tiketnya seharga 100 ribu, kalau beli tiket combo menjadi 150 ribu.

Alamat lengkapnya:

Ancol Beach City Mall, 3rd Floor
Taman Impian Jaya Ancol
Jakarta Utara 14430