Akhir-akhir ini, banyak sekali video yang bermunculan di media sosial.  Dari mulai video lucu, video musik, video tutorial, hingga video kurang penting seperti daily vlog (cerita dari bangun tidur sampai tidur lagi). Yo wasap ma fren~

Tidak bisa dimungkiri lagi, kalau saat ini internet tidak hanya mengubah gaya hidup, namun juga mengubah peradaban dan generasi. Apalagi generasi yang lahir pada tahun 1990 sampai 2000-an ini (generasi milenial), sangat nyaman dalam lingkungan yang serba digital.

Bisa kita lihat contohnya, banyak blogger yang mulai beralih menjadi vlogger. Sebuah perkembangan dari tulisan menjadi visual. Agak sedih, sih, karena minat baca remaja Indonesia semakin berkurang. Kemudian, Google Indonesia pun mencatat, sejak tahun 2014 saat vlog mulai booming ada peningkatan hingga 600 persen video yang diunggah ke Youtube.

Maka, Telkomsel Loop membuat situs keren untuk anak muda yang ingin berkreasi dengan talenta-talenta mereka. Tentu saja remaja sekarang merupakan generasi milenial yang membutuhkan koneksi internet untuk mendukung gaya hidup mereka.
Read More
Di sebuah pagi pada akhir September, gue sedang duduk di warkop menikmati semangkuk indomi jumbo dengan tambahan telur dadar dan irisan cabe rawit. Dan ternyata, itu adalah makanan terakhir paling enak yang bisa gue santap sebelum menderita seperti sekarang.

Iya, sudah tiga hari ini gue sakit.

Bukan. Gue bukan kena tipus, kok. Kalo bisa mah jangan sampe deh itu tipus kambuh lagi. Melainkan, geraham bungsu gue baru saja tumbuh. Sebenarnya, gue sudah pernah mengalami kesakitan seperti ini sebelumnya. Jadi, ini adalah tumbuhnya gigi bungsu yang ketiga atau keempat kalinya.
Read More
Apa yang paling sulit dalam melakukan sesuatu? Ya, memulai.



Seperti di saat saya ingin memulai tulisan ini. Rasanya bingung harus memulai dari mana. Saya terus berpikir, “Apa kalimat pembuka yang bisa membuat orang tertarik untuk terus membacanya sampai habis?”

Dan karena pertanyaan yang bikin bingung itulah, maka saya mencoba memulai tulisan ini dengan sebuah pertanyaan.

Ada beberapa alasan kenapa memulai itu rasanya begitu sulit. Mungkin karena kita terlalu banyak berpikir sebelum bertindak. Belum apa-apa, kita pasti sudah memikirkan risiko-risiko yang belum terjadi.

“Ntar kalo jelek gimana?”
“Nanti kalo gagal, piye?”
“Emang bakal ada yang suka?” 

Itulah yang mengakibatkan susahnya memulai. Begitu pun ketika memulai sebuah bisnis atau wirausaha. Kita pasti terus memikirkan ide mengenai bisnis itu, “Saya ingin menjalankan bisnis, tapi bisnis apa yang bagus?”

“Bisnis yang bagus adalah yang segera DIBUKA, bukan yang ditanyakan terus-menerus,” jawab Bob Sadino.
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home