“LU ngerti bahasa manusia nggak, sih?!” bentak Agus kepada Coki yang terus-menerus menggodanya sejak tadi.
“Hahaha, gitu aja ngambek. Gak asyik, ah,” ledek Coki.
“SIAPA YANG NGAMBEK?!” Agus mulai naik pitam. “Lu tuh kelewatan kalo bercanda!”

“Udah-udah, jangan ribut di sini,” ujar Beni mencoba menengahkan.
“Lagian belagu amat sok-sok nggak mau merokok,” kata Coki. “Cowok nggak ngerokok tuh cemen tau.”

“Diem apa, Cok!” Beni juga mulai kesal terhadap kelakuan Coki. “Jangan godain Agus mulu.”

Maksud menggoda di sini bukanlah merayu karena suka atau naksir. Tentu saja Coki tidak homo. Coki menggoda Agus dengan menyemburkan asap rokok ke wajahnya dan meledek-ledek tentang cowok yang tidak merokok itu sangat payah.

rokok


Read More
Malam ini, gue sedang asyik mendengarkan lagu secara acak menggunakan earphone. Di awal-awal, playlist yang terputar kebanyakan ialah lagu galau yang membuat gue kurang bersemangat. Dan sampai akhirnya,

Jakarta penuh dengan benci, penuh dengan deritanya.
Jakarta takkan pernah kembali. Seperti dulu~


Sebuah lagu dari band Thirteen yang berjudul "Jakarta Story" ini membuat mood gue lebih baik. Dan karena lagu inilah, gue tiba-tiba merenungi keadaan kota yang gue tinggali dari kecil hingga saat ini.

Menurut gue, tinggal di Jakarta itu keras, Men! Biaya hidup di sini begitu tinggi. Mana sering banjir tiap musim hujan. Apalagi masalah macetnya yang nggak kunjung selesai. Bikin stres deh tinggal di Jakarta.
Read More
Nggak, kok. Gue nggak vakum lagi. Yakali baru nulis belum ada seminggu udah mau kabur lagi. Hahaha. Setelah blog ini update, beberapa temen sempet ada yang nanya, “Lu balik nge-blog lagi, Yog?”

Jawabannya adalah: Yoi! Gila aja kalo gue sampai berhenti melakukan hobi yang sangat keren ini. Halah!

Setelah vakum nge-blog kurang lebih 3 bulan, gue merasa hidup jadi semakin hampa. Makanya, gue memutuskan untuk kembali menulis lagi di sini. Sebenernya gue vakum bukan hanya di blog, tapi di semua media sosial. Gue kayaknya nggak akan bisa cerita atau memberikan alasan kenapa gue kemarin vakum (sok penting abis lu, Yog!). Yang jelas, gue hanya ingin minta maaf. Apalagi soal tulisan kemarin itu. Buahaha. Gue juga nggak habis pikir, kok bisa-bisanya setelah nggak nulis lama malah tulisannya panjang, penuh kenangan, dan se-mellow itu.
Read More
Ketika kalian membaca judulnya, percayalah kalau ini tulisan bukan tentang mabuk-mabukan. Bukan pula tentang narkoba yang bikin orang teler. Karena ini semua tentang... campur-campur.

Gue mulai merasa kalau cuaca di Jakarta lagi labil-labilnya. Misalnya kemarin habis hujan deras, tapi besoknya malah panas mentereng. Contohnya seperti beberapa hari yang lalu: gue gak mandi karena hujan dari pagi hingga sore. Lalu keesokan harinya, gue malah mandi tiga kali. Pagi, siang, dan sore.

Pembukaan macam apa ini, sih? Bukan ini padahal yang mau gue bahas. Duh, lama gak nulis rasanya kaku parah.

Oke-oke, jadi gini.
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home