Maaf banget kalau judul tulisan kali ini nggak jelas. Iya, pemikiran gue emang selalu random. Jadi, sering ngaco begini deh.

Nanti malam kita akan merayakan tahun baru 2016. Jujur, ini rasanya kecepetan buat gue. Karena eh karena, resolusi gue di tahun ini masih banyak yang belum tercapai. Tapi, ada beberapa juga yang berhasil. Oleh karena itu, gue pengin coba menuliskan apa saja yang sudah tercapai:


Cekidot.

Satu. Segala tentang blog.
Read More
Ada yang tahu Widy?


Kalau pertama kali baca judul yang terlintas di pikiran, atau kalian menebak tulisan ini tentang Widy mantan vokalis Vierra....

Itu salah!

Karena memang bukan.

Jika kalian juga berpikir kalau Widy itu salah satu dari anggota Cagur....

Nah, ini lebih salah. Emang ada ya Widy Cagur?
Wendy woy!

Oke, daripada bermain teka-teki begini, lebih baik gue akan memberi tahu atau bercerita ke kalian.


***
Read More
Dari malam Minggu sepulang kuliah, gue mulai merencanakan untuk CFD (Car Free Day) ke Bunderan HI pada hari Minggunya. Iya, sudah berbulan-bulan gue tidak melakukan aktivitas olahraga seperti yang pernah gue ceritakan di Catatan Hari Minggu.

Meskipun nggak ada temen yang bisa diajak CFD, bagi gue tidak jadi masalah. Karena niat gue ialah berolahraga supaya badan sehat. Siapa tahu kalo olahraga sendirian nanti malah ketemu jodoh. Ihiyyy. Ini mulai berharap dan berkhayal yang bukan-bukan.

***

Minggu pagi sekitar pukul 5 gue terbangun dan segera Subuhan. Setelah itu, langsung berganti pakaian. Iya, gue nggak mandi (maaf terlalu jujur). Gue mengenakan kaos hitam polos, celana pendek hitam, dan jaket Manchester United warna hitam pula. Sumpah, gue tidak berniat untuk menghadiri pemakaman. Namun, itu karena salah satu mantan gue pernah ada yang bilang, “Yog, kamu kalo pake baju item ganteng, deh.”
Read More
Hari ini udah Senin lagi.
Gilaaaa. Cepet banget.

Monday! Sumber: INI


Banyak orang yang bilang, “Senin ke Minggu itu rasanya lama banget. Giliran Minggu ke Senin itu cepetnya pake banget-banget. Double banget. Ah, pokoknya pengin buru-buru Sabtu.”

Mereka seperti komplain akan hari Senin.
Nggak adil, sih, menurut gue. Mentang-mentang habis Minggu itu Senin. Dan Senin itu hari di mana orang-orang mengawali hari.

Anehnya, kenapa cuma hari Senin yang dikeluhkesahkan?

Read More
Ada yang tahu istilah out of the box?



Hm... kayaknya kalian semua udah pada tau. Tapi biar bagaimanapun, gue akan mencoba membahasnya dari sudut pandang gue.

Mari kita mulai.

Berpikir out of the box artinya ialah berpikir yang keluar dari kotak. Maksudnya bukan berdiam diri sambil berpikir berjam-jam di dalam sebuah kotak—biasanya kardus atau lemari juga boleh—,terus setelah beberapa jam kemudian akhirnya keluar dari kardus itu karena telah menghasilkan ide-ide kreatif.

Bukaaaan weyyyy. Bukan.

Oke, maaf.

Jadi, maksudnya adalah bagaimana kita berpikir yang keluar dari sebuah kotak. Menjadi tidak seperti biasanya. Memiliki pemikiran yang berbeda seperti kebanyakan orang—in the box.
Orang yang berpikiran in the box tidak suka dengan hal yang aneh-aneh. Mereka lebih suka menjadi pengikut. Males menciptakan sesuatu yang baru. Pokoknya biasa melakukan hal-hal monoton deh.

Nah, out of the box ini sebaliknya dari itu. Bahkan orang-orang out of the box terkadang suka dikatain orang gila.

Read More
Akhirnya Minggu juga. Wuhuuu.

Bagi sebagian orang, semalam itu (malam Minggu) katanya ialah malam yang terindah di antara malam yang lainnya. Sedangkan bagi sebagian yang lain, adalah malam paling buruk dan terpanjang dari malam-malam di hari lain. Tapi tetap, malam yang paling baik adalah malam Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. ALLAHU AKBAR YOGA ISLAMI BANGET!

Biar bagaimanapun itu, hari ini sudah Minggu. Selamat atas keberhasilan kalian wahai jomlo karena telah melewati malam Minggu dengan tabah. Selamat juga kepada kalian yang wahai pacaran, gimana tuh rasanya semalam? Nikmat? (ini maksudnya apaan wey?!)

Makan gitu ceritanya. Makanannya terasa nikmat, nggak? Gitu. Ah, kalian pasti mikir mesum nih!

Oke, skip.

Tulisan gue kali ini hanyalah sebuah catatan kecil mengenai hari Minggu. Entah kenapa gue pengin banget menuliskannya. Well, gue memang resah sama hari Minggu ini.

Read More
Mulanya berawal dari obrolan sepulang kuliah. Gue, Aldi, Arief, Saddam, Ria, dan beberapa teman lain (takut kebanyakan orang kalo disebut semua) sedang malas pulang dan masih duduk-duduk di sekitaran kampus. Namun, beberapa teman yang cewek memutusan untuk pulang. Ya, mungkin udah dijemput cowoknya dan lanjut malam Mingguan, kecuali Ria (makanya disebutin).

Kami memang sudah hafal atas kemacetan Pamulang setiap jam pulang kampus: pukul 5 atau setengah 6 sore. Maka dari itu, kami akan menunggu hingga selesai salat Magrib atau bahkan sehabis azan Isya. Biasanya menghindari macet dengan nongkrong atau makan-makan.

Iya, kami tipe mahasiswa kunang-kunang. Kuliah-nangkring-kuliah-nangkring.

“Kayak biasa, ya. Nongkrong dulu kita,” ujar Aldi ke teman-teman.
“Oke,” jawab anak-anak.
“Ng... gue gak bisa kayaknya deh,” kata Ria.
“Kenapa? Mau jalan sama cowok lu?” tanya Arief sewot.
“Ciyee malem Mingguan,” ledek gue.

“No. I don’t have money,” kata Ria sok berbahasa Inggris.
“I don’t have enough money kali,” kata gue sotoy dan bermaksud membenarkan.
“Oh, iya maksudnya itulah!”
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home