Panduan Merawat Anak Kucing Baru Lahir yang Ditinggal oleh Induknya

Anak kucing merupakan binatang yang sangat menggemaskan bagi siapa saja. Tak terkecuali saya. Bagi saya, menatap wajah kucing—apalagi yang masih anak-anak—dapat menimbulkan perasaan gembira yang sulit terjelaskan. Sampai-sampai terkadang muncul pikiran untuk merawat hewan lucu tersebut. Saya kira merawat anak kucing merupakan hal yang menyenangkan, terlebih lagi jika bisa melihatnya tumbuh berkembang beserta induknya. Namun, tak sedikit terjadi kasus bahwa anak kucing yang baru lahir malah ditinggal oleh induknya.
 

 
 
Bagi pecinta kucing, lebih-lebih dia merupakan seorang yang suka merawat kucing terlantar, tentu saja muncul rasa tidak tega sewaktu melihat kondisi semacam itu. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana merawat si kecil yang satu ini ketika posisinya sedang ditinggal oleh induknya. Mereka jelas membutuhkan perlakuan khusus, sebab anak kucing yang baru lahir kondisinya itu memang rapuh dan masih teramat lemah.
 
Untuk itu, pada tulisan kali ini saya mencoba memberikan beberapa cara dan tips agar dapat merawat anak kucing yang baru lahir. Caranya pun tidaklah sulit serta dijamin dapat membuat anak kucing sehat dan tumbuh dalam kondisi baik.
 
Apa saja cara untuk merawat anak kucing baru lahir yang ditinggal oleh induknya?
 
 
Mencari induknya atau induk pengganti 
 
Apabila anak kucing ditinggal, tapi induknya masih berada di area yang dekat, cobalah untuk mencarinya terlebih dahulu, karena sang induk asli jelas lebih paham kondisi anaknya. Seandainya induk aslinya tidak ketemu, kita dapat mencarikan induk pengganti yang mau merawat anak kucing. Namun, cara ini belum tentu berhasil karena tak semua induk mau merawat anak kucing lainnya. 
 
Saat induk pengganti sudah ditemukan, kita pun bisa coba untuk mengawasinya. Hal ini mesti dilakukan untuk mengurangi risiko kucing dimakan atau ditolak oleh kucing dewasa tersebut. Jika induk kucing pengganti tetap tak bisa ditemukan, barulah kamu coba merawatnya sendiri.
 
 

 
 
Menjaga kehangatan anak kucing
 
Coba lindungi anak kucing dari hawa dingin. Seperti bayi manusia, anak kucing juga belum mampu mengatur panas tubuh dengan sempurna. Caranya cukup mudah, yakni dengan memberikan selimut atau tempat khusus yang hangat. Jagalah kucing tetap hangat paling tidak sampai usianya 5 minggu. 
 
 
Memberi susu kucing pengganti ASI
 
Karena tak ada induknya, otomatis asupan susu dari ibu kucing itu akan hilang. Oleh karena itu, berikanlah susu khusus bagi anak kucing. Berikan susu kucing ini selama interval 2 jam sekali dalam waktu satu minggu pertama. Pastikan susu masuk ke perutnya dengan teknik yang tepat.
 
Begitu usia menginjak 2 minggu, intervalnya bisa diperlonggar menjadi 4 jam sekali. Lalu, ketika kucing berusia 4 -5 minggu, barulah susu dapat dipadukan atau diganti dengan makanan kucing basah. Kamu dapat memperoleh susu formula pengganti ASI pada pet shop terdekat ataupun dari pet shop online yang terpercaya.
 
 
Menjaga dan melatih kebersihan kucing
 
Anak kucing yang baru lahir biasanya tidak bisa buang air besar sendiri. Jadi, kamu perlu melakukan stimulasi agar dapat membuang kotorannya. Stimulasi ini dilakukan dengan menggosok perut dan anus kucing dengan lembut sehinga kotoran keluar dengan sendirinya.
 
Jaga kebersihan anak kucing dengan membersihkan kotoran di bagian mata menggunakan air hangat secara lembut. Bersihkan pula area lainnya seperti bulu dan bagian tubuh lain.
 
Apabila anak kucing sudah memasuki usia 4 minggu, latih anak kucing itu untuk membuang kotoran di tempatnya (litter box). Tetap ajarkan mereka untuk menggali dan menutup pasir, sekalipun hal semacam itu sudah menjadi naluri kucing.
 
 
Latih stimulasi gerak anak kucing
 
Anak kucing yang memasuki usia 3 minggu bisa dilatih otot dan sarafnya dengan stimulasi agar bergerak dengan baik. Berikan stimulasi dengan mainan atau tali supaya ia bisa bermain sambil bergerak sehingga otot-ototnya terlatih.
 
 
Berikanlah kasih sayang ke anak kucing
 
Tidak jauh berbeda dengan anak bayi manusia, anak kucing juga perlu diberikan kasih sayang dengan tulus seperti yang diberikan oleh induknya. Dengan membelai dan memberi perhatian penuh, kelak akan membuat kucing itu menjadi kucing yang baik dan lebih setia kepada manusia.
 
 
Memberi vaksin kucing dan obat lainnya
 
Berhubung bayi kucing kehilangan induknya, akan mudah bagi mereka terjangkit penyakit berbahaya. Maka dari itu, kamu harus memberikan vaksin pada kucing sedini mungkin agar kesehatan kucing dapat lebih terjamin.
 
--
 
Nah, begitulah panduan merawat anak kucing yang baru lahir dan ditinggalkan oleh induknya. Apakah ada kawan-kawan bloger yang juga memelihara kucing, bahkan pernah punya pengalaman seperti kasus di tulisan ini? Atau barangkali kamu mau menambahkan beberapa cara yang belum saya sampaikan? Jangan ragu untuk berbagi cerita di kolom komentar, ya.

12 Comments

  1. wih terima kasih mas yoga, pas banget aku mau pelihara kucing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang mau dirawat bukan kucing garong, kan?

      Delete
  2. Ngeliat kucing tuh gemes-gemes gimana gitu. Tapi saya sekadar suka liatnya aja. kalo keinginan memelihara, hemm, saya pikir-pikir lagi. Bukan nggak suka hewan, tapi setau saya memelihara hewan itu harus telaten. Sampe harus divaksin segala.

    Pengalaman yang sudah-sudah, selalu gagal memelihara hewan, misal burung dan ikan. Saya seneng merawat mereka pas awal-awal punya, kesananya, duh males pisan. Ujung-ujungnya malah jadi mati. Makanya, orang rumah paham betul, saya tuh payah memelihara hewan. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya sama, Din. Pelihara ikan dan ayam jarang awet. Jatuhnya malah saya membunuh mereka. Baru setahunan udah mati. Orang-orang kok bisa ya merawat sampai 5 tahun lebih dan hewannya juga sehat.

      Fakta lucu terkait pelihara kucing, saya pernah dengar ada seorang kawan yang mengeluh harga makanan kucing itu jauh lebih mahal dari si pemilik alias manusia itu sendiri.

      Kayaknya saya cuma cocok memelihara hewan di gim Harvest Moon.

      Delete
  3. Aku baru tau kucing ada susu khususnya..

    Belum pernah pelihara kucing, tapi istri suka kucing. Bahkan kesukaannya melebihi kealergiannya.. Dan biasanya pelihara kucing kecil yang datang ke rumah dengan sendirinya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, Bang. Itu semacam susu pengganti ASI kalau si kucing ditinggal induknya.

      Kadang rasa cinta memang tak masuk akal. Bisa mengalahkan alergi. Wahaha.

      Delete
  4. wah lengkap banget yoga...makasih ya, soalnya bapakku itu pecinta kucing

    di rumah ada indukan banyak jadi beranak mulu hahahah..kadang indukannya ada yang ogah ngopenin jadilah yang abis dilahirkan ini anak cemengnya kudu diperhatikan perawatannya. Soapnya masih ringkih gitu kan. Tapi ibuku sih mantri hewan juga jadi kucing kucing di rumah orang tua selalu divaksin,

    trus itu yang stimulasi pas masih kecil biar bisa buang air ternyata caranya begitu ya. Memang susah sih ngajarin kucing bisa buang air dengan benar, kitanya kudu telaten..masalah susu dan makanannya juga, jadi biar perutnya ga masalah harus ngerti step stepnya ya, sekian minggu susu tok, sekian minggu lagi udah bisa ditambahin makanan basah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah kalau ada keluarga yang mantri hewan. Setidaknya kan ada yang paham dan bisa mengurus dengan baik. Haha.

      Iya, cukup sulit mengajarkan kucing. Makanya itu kudu dilatih sejak ia bocah. Biar nanti ketika dewasa jadi kebiasaan.

      Delete
  5. Hampir smua org yg gue kenal rerata pada miara kucing, sampe-sampe gue bosen sndiri dengernya dan gak ada niatan buat miara kucing. Biarpun gue pecinta kucing tp bosen gitu klo hrs miara kucing (pdhal seumur idup blm prnah miara. wkwk) Sampe prnah tuh nemenin tmen ke petshop buat beli susu formula buat bayi kucing yg emaknya ogahan ngurus. Ujung2nya mati jg itu anak kucingnya. Klo nyariin induk kucing pengganti gue rasa agak susah ya, krna bnyak jg emak kucing yg pda mager ngurus anak sndiri, gmn ngrus anak kucing lain. wkwk tp tetep trgantung sifat kucing trsebut sih. Hazek. Kek orang aja, ya?

    Eh, bner deh. Kucing di rumah gue tuh emg sifatnya aneh2. Kalo dibilang kucing tukang kawin (trutama lakik), buntingin betina, abis itu ditinggalin... Itu gak banget deh. Kucing di rumah gue pada setia gtu. Kesel anjir liatnya malah. Pacaran mulu sueeek, depan rumah gue pula :'D wakakakk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Melihat orang merawat kucing itu menyenangkan, tapi begitu mengalaminya sendiri pasti bikin berpikir dua kali. Ahaha. Soalnya beberapa teman saya ada yang ikut-ikutan dan kelihatan seru, eh ternyata enggak sampai 6 bulan dia menawarkan orang lain buat mengadopsinya. Haha. XD

      Loh, kesal kenapa melihat kucing pacaran? Karena sendirinya tidak punya pacar, kah? :p

      Delete
  6. Iya sebaiknya jangan KSH kucing susu manusia. Susu yg aman buat kucing itu susu khusus utk kucing, atau kalo susah dicari, bisa pake susu kambing. Kalo susu sapi seringnya ga cocok buat mereka.

    Mliara anak kucing tanpa induknya memang hrs hati2 banget. Krn tubuh mereka msh rentan. Aku sendiri blm prnh ngerawat yg Bener2 anak kucing tanpa induk. Pasti ada induknya.

    Mliara kucing ini penghibur hati bangt sih :). Tingkah lucu mereka , blm lagi mukanya yg gemesin udh bikin seneng tiap ngeliat. Rasanya Sedang ada masalah pun lgs ilang kalo udh liat tingkahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya di pet shop online itu pasti ada yang jual, Mbak. Tapi saya baru tahu kalau susu kambing ternyata bisa, ya.

      Nah, memang kayak begitu yang saya maksud di awal tulisan. Baru lihat wajahnya yang lucu aja langsung bikin gembira. 😸

      Delete

—Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap sudah blogwalking.