Burung dan Kucing

8 comments
Burung


Akar pohon itu menyembunyikan
kebohongan pada seekor burung.
Ia biarkan burung bercericau dan meneduh
sampai waktu menjeritkan aduh.

Apakah burung telah siap
jika suatu hari nanti
ranting akan mencengkeramnya?

Mengapa burung itu enggan bertarung?
Mungkinkah mati lebih puitis
daripada terkurung
di dalam sangkar murung?

/2018


Kucing

Kucing di dalam kepalaku
terus mengeong
kala aku menatap layar kosong.



Ia minta diberi makan
tetapi di tubuh kulkasku
tak ada ayam ataupun ikan.

Hanya ada deretan huruf miring
yang menunggu darah puisi kering
dan tersaring.

Lalu dengan gerakan tiba-tiba,
kucing lapar itu melompat
dan menggigit jemariku hingga putus

Ia memaksaku agar hiatus
sebelum sajakku berevolusi
menjadi bunga lotus.

/2017

--
Sumber gambar:

https://pixabay.com/id/photos/burung-jalak-bali-burung-jajak-bali-4589476/

https://pixabay.com/id/photos/kucing-kecil-anak-kucing-4611189/
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

8 comments

  1. Pemilihan diksi dan rimanya sudah bagus. Enak dibacanya. Tapi dasarnya sebuah puisi, pasti ada maksud di dalamnya. Terutama puisi kedua, saya menangkapnya soal rasa jadi orang yang mau menulis tapi buntu ide. Hehehe. Entahlah demikian atau bukan.

    ReplyDelete
  2. Gue suka yang Kucing. Sekian. Hahahaha.
    Tidak tau mau komentar apa, tapi tetap bisa menikmati.

    ReplyDelete
  3. Gw cuma mencermati bagian kata2 tubuh kulkasku, knapa harus ada deretan huruf muring? Masi blom paham gw yog huhu, skill interpretasi puisiku masih cupu

    Gw pikir tubuh kulkadku beneran dlm arti denotatif kulkas yg which is alat elektronik pendingin makanan, ga ngertinya knapa tetiba di bsit berikute musti ada kata2 yg berhubungan dg 'menulis'

    ReplyDelete
  4. Saya lemah soal sastra dan puisi. Mencoba mencerna makna dari kedua puisi tapi tak berdaya

    ReplyDelete
  5. Kenapa sih puisinya sederhana tapi diksinya enak dibaca juga maknanya luas. Padahal aku paling nggak suka baca puisi, eh baca puisi kamu enak banget rasanya.

    ReplyDelete
  6. Sebatas menikmati puisinya mas.
    Diksinya enak.

    ReplyDelete
  7. Dalem bgt ya, yg burung uuuw.. Ya meski mungkin artinya beda dg yg q tangkap. Tp puitis buanget, keren diksinya

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.