Seorang kawan memberi tahu saya lewat kolom komentar Instagram mengenai seorang gadis manis yang pernah saya jumpai di sebuah acara bazar buku (lalu ternyata bisa berjumpa kembali di suatu kafe secara tidak sengaja) sedang berulang tahun. Saya tahu dia lagi bermaksud meledek akan fakta usia gadis itu yang sepantaran dengan adik saya, bahkan di bawahnya.

Terasa aneh bagi saya bisa mengagumi perempuan yang usianya belum menyentuh angka 20. Mungkin karena zaman yang semakin bergeser atau perubahan itu rasanya kian cepat, sampai-sampai saya terlalu sulit percaya dan otomatis merenung, mengapa anak-anak SMA zaman sekarang banyak yang aduhai? Berbeda sekali dengan zaman saya sekolah dulu. Di kelas dan jurusan saya saja tidak ada yang menarik, sehingga saya harus menyukai cewek dari jurusan maupun sekolah lain. Meskipun demikian, saya sudah telanjur kagum (sebelum tahu usianya), lalu akhirnya mengucapkan begini:



Selamat mengulang hari kelahiran, Sya. Semoga sehat sentosa dan bergembira. Orang-orang pernah berkata bahwa seiring bertambahnya usia, lingkaran pertemanan bakal semakin mengecil. Saya tak tahu itu berlaku pada semua orang atau hanya sebagiannya. Untuk berjaga-jaga, sebelum hal itu terjadi, maka nikmatilah waktu sebaik-baiknya bersama mereka. Pertahankan mereka yang menurutmu terbaik dan layak.

Namun, seandainya hari itu akhirnya datang, tepatnya saat kamu merasa sendirian dan butuh seorang kawan untuk mendengarkan ceritamu tapi mereka sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing, sebagai None Buku kamu tentu masih bisa berteman dengan buku-buku. Mereka dapat menemanimu dalam situasi apa pun. Meminjam kalimat Ernest Hemingway (seorang penulis peraih Nobel Sastra): There is no friend as loyal as a book.

Salam,


Penggemarmu