Hati-Hati di Internet

24 comments
Dalam seminggu terakhir, hidup saya di dunia maya sepertinya ada saja masalahnya. Sebetulnya sih karena keteledoran saya sendiri yang sulit menahan diri untuk tidak bacot. Jika waktu itu saya memilih kalem, pastilah kondisinya akan jauh berbeda. Tapi jagung telah menjadi popcorn dan meletup-letup. Saya bisa apa selain menghabiskannya atau menyuguhkannya kepada para penonton? 

Setelah merasa puas membuang segala energi negatif di dalam diri, saya pun mulai berniat untuk rehat sejenak atau semacam berpuasa membuka media sosial. Namun, niat baik tidak melulu berjalan dengan baik. Mau tak mau saya perlu kembali berisik untuk meluapkan emosi sehabis terpicu oleh sesuatu.



Hal ini bermula saat saya baru pulang salat Jumat, lalu mengecek ponsel. Terdapat pesan di Instagram dari seorang perempuan yang menyapa saya dengan salam khas muslim. Begitu saya menjawabnya, dia langsung bertanya soal diri saya, khususnya mengenai akun Facebook. 

Saya katakan bahwa akun Facebook saya cuma satu: facebook.com/yogayr. Dia membalas sempat menemukan akun lain yang memakai foto saya. Kami lantas membahas tentang akun palsu—yang dengan jahanamnya lagi-lagi menggunakan foto saya seenak udel. Saya pun memberi sedikit nasihat supaya lebih berhati-hati di internet. Jangan sampai mudah dibohongi oleh orang asing di dunia maya. Rupanya, dia melapor begitu lantaran sudah tertipu. Saya jelas terkejut. Berikut saya lampirkan bukti sebagian percakapan kami dan profil Instagram si pemalsu.







Foto nomor 5 dipotret ketika saya berada di Alive Museum Ancol, Jakarta, sedangkan nomor 6 sewaktu saya main ke Candi Ratu Boko, Yogyakarta. Keduanya pernah saya publikasi di Instagram. Anehnya, dia memakai foto profil yang belum pernah saya pasang di akun media sosial mana pun. Terus, dia dapat dari mana foto itu? Saya pun mengubrak-abrik arsip di otak dan berhasil menemukan potongan memori akan foto tersebut. Bisa-bisanya dia mencuri foto saya dari tulisan Dian Hendrianto sewaktu kami lagi mengadakan kopdar bloger di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat. Ini kan berarti dia tidak hanya menelusuri tentang saya, tapi juga akun teman-teman saya. Bedebah betul manusia di balik akun itu.


Pada masanya, sekitar 2015-2016, tulisan saya di blog yang berjudul “Pose Cowok Foto” sempat masuk ke halaman satu Google. Di dalam tulisan itu terdapat belasan foto saya dengan berbagai gaya. Kala pertama kali tercetus ide konyol itu, saya tak punya niat apa-apa selain buat iseng dan seru-seruan. Lalu yang akhirnya terjadi, ternyata foto saya digunakan oleh beberapa oknum. Ada yang berpura-pura menjadi saya; ada yang memakai nama lain, tetapi fotonya wajah saya (menurut beberapa sumber, dia menggunakan akunnya buat menggoda cewek-cewek); mungkin ada juga yang menjadi buzzer politik. Omong-omong soal merayu cewek, saya mendadak terkenang pernah juga membahas hal ini dengan perempuan lain, salah satu pembaca blog saya.





Mulanya saya mencoba bersikap biasa saja dengan persoalan itu selama tidak merugikan diri saya. Tapi begitu saya sudah menerima tiga laporan (melalui surel, pesan Facebook, dan Twitter) tentang pencurian foto ini, lama-kelamaan muncul pikiran-pikiran buruk akan penyalahgunaan foto tersebut. Saya sudah muak, kelewat jengkel, dan berusaha menelusuri semua akun Facebook yang memakai nama saya, kemudian melaporkannya pada sistem. Syukurlah sejak hari itu tidak ada lagi pengaduan dari orang lain. Saya akhirnya bisa merasa tenang.

Demi mengantisipasi agar kejadian bedebah semacam itu tidak terulang kembali, saya pun mulai mengurangi foto diri di Instagram. Saya menyiasatinya dengan menyuguhkan foto pemandangan, makanan, mainan, dan sesekali desain amatiran. Saya berharap sekaligus berdoa supaya tidak ada yang tertipu lagi. 



Hingga datanglah hari Jumat silam, ketika perempuan itu mengadu kepada saya. Saya tak habis pikir, kenapa masih ada yang tertipu lagi dengan kepalsuan tolol kayak begitu? Lebih-lebih dia telah berkomunikasi selama kurang-lebih tiga tahun. Apakah beberapa manusia digital ini lupa untuk berhati-hati di internet? Apakah sebelumnya tidak kepikiran buat memverifikasinya? Apakah masih banyak yang belum paham tentang fitur “telusuri Google untuk gambar”?

Kesimpulan saya dari kejadian hari itu: Sepertinya karena diri saya enggak terkenal, sehingga tidak banyak yang tahu apakah seorang Yoga Akbar S. ini ada di muka bumi. Artinya, para oknum yang bersembunyi di balik wajah orang lain untuk menggaet lawan jenis itu tidak melulu berdasarkan fisiknya yang cakep. Misalnya, saya sendiri sudah sadar diri kalau kurang ganteng—hal ini tertulis dengan jelas di kolom About Me: “Seorang bloger. Tadinya mau jadi playboy, tapi masih kurang ganteng. Kalau bloger enggak ada syarat ganteng.” Namun, kenapa foto paras saya yang apa adanya itu masih saja dipakai berulang-ulang kali? Ini kan berarti faktor saya yang kurang terkenal, sehingga ada sebagian manusia yang memanfaatkannya demi suatu tujuan entah apalah itu. Atau bisa jadi ada orang yang diam-diam membenci saya, lalu tega melakukan perbuatan pengecut semacam itu agar citra diri saya yang pernah bajingan ini semakin memburuk.

Jadi, jika suatu hari ada oknum—entah siapa pun itu—yang memakai wajah saya sebagai foto profilnya lagi, bisa dipastikan orang-orang juga tidak akan sadar bahwa itu akun gadungan. Intinya, jangan mudah percaya dengan yang kita temukan di internet sebelum benar-benar membuktikannya. Lalu buat siapa pun yang pernah menjadi korban atas pemalsuan identitas menggunakan nama maupun foto saya ini, saya cuma bisa memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga kejadian busuk ini tidak terjadi lagi.

--

PS: Mulai hari ini, saya membenci foto-foto diri yang termuat di halaman pertama Google. Memang, sih, satu tulisan itu bisa menyumbang trafik terbanyak, yakni 150.000 penayangan lebih, tapi kalau pada akhirnya justru merugikan diri saya mah buat apa? Lagi pula, saya tidak memasang adsense, saya juga tidak kepengin menjadi pesohor. Maka, angka-angka laknat itu tidak ada artinya lagi bagi saya. Seandainya kamu ingin menyumbangkan ide untuk menghapus tulisan itu karena saya tidak memedulikan trafik, saya akan menjelaskan kalau gagasan goblok itu sudah sejak lama menempel di kepala. Tapi apa yang sudah tertanam di internet pasti akan sulit, bahkan mustahil menghilang. Daripada saya melenyapkannya, bukankah lebih baik saya mempertahankannya sebab itu bisa menjadi sumber utama alias bukti bahwa sayalah pemilik asli foto-foto tersebut?

Sumber gambar: https://pixabay.com/photos/security-protection-anti-virus-265130/
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

24 comments

  1. ((Banyak gadis yang tergila-gila)) mantap emang Pak Yoga ini. Wkwkwk

    Terakhir kali nama/foto gue disalah gunakan itu beberapa bulan lalu kalo gak salah, masa foto gue dipake buat minjem duit ke temen2 gue via watsap. :')

    Orang2 macam begini laknat banget emang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantap apanya? Dia yang dapat cewek, gue malah nihil jadinya. Sialan juga si bedebah itu.

      Oh, ini yang dituju anak-anak bloger, ya? Ada yang tanya ke grup Jabodetabek seingat gue. Berengseklah manusia-manusia jahanam yang gemar menipu di balik wajah orang lain.

      Delete
  2. Orang lain pake foto Yoga, in relationship selama tiga tahun. Sementara Yoga yang asli sudah tiga tahun sendiri. Sebuah ironi.

    Btw bagian penutupnya gue setuju tuh. Kalau dihapus entar malah jadi bisa dipake buat melawan lo balik ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwk maap kok aku ngakak. Ya Allah ampuni hambamu

      Delete
    2. Firman: Tai, tiga tahun. Baru juga setahunan gue melajang. Yap, mau enggak mau pilihannya itu.

      Ida: Senang betul melihat orang kurang afeksi.

      Delete
  3. Resiko ganteng emg gini mas.. Smg tidak ada bisa teratasi penyalahgunaan kegantengan ini hehehe

    ReplyDelete
  4. Eh aku pernah hampir ketipu ada yang pake foto bos lama . Jadi dia tiba tiba nanyain kerjaan dikantor lama, terus tau tau minta uaaang.
    hhh

    untung masih keep in touch jadi aku bisa konfirmasi gitu.

    Sejak saat itu aku ga pernah sebut sebut kantor tempat aku kerja, dan hal hal pribadi lainnya. Emang dia stalking ga cuma akun sendiri, tapi akun teman teman yang berkaitan jg. Ngeri ya.

    Itu sampe ada yang komunikasi 3 th, kok bisa ya.. aku aja waktu jomblo dulu tiap ada yg deketin langsung berlagak detektif cari tau sebanyak2 nya tentang orang yg lg deketin itu wkwkw palsu engga, gimana orangnya, yaa typical cewe kepo sih aku hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lucu amat masa bos minta uang. Wahaha. Baiknya sih emang konfirmasi dulu ketika menemukan hal janggal.

      Selama ini saya juga selalu berhati-hati dengan perempuan yang baru saya temui di medsos. Enggak mau gampang terbawa perasaan sekalipun sudah sering mengobrol atau gimana-gimana. Saya termasuk orang yang perlu bertemu dulu sama manusianya biar yakin. Ehehe.

      Delete
  5. Aduh, ngeri juga ya. Makasih Mas Yoga udah mengingatkan.

    Iya, saya udah mulai mengurangi posting foto diri apalagi anak. Ngeri ya sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya cuma mau bercerita soal pengalaman buruk itu aja, sih. Enggak ada niat mengingatkan. Wahaha. Sama-sama deh, Mbak. Betul, foto anak juga sering disalahgunakan. Tau-tau ada yang melapor soal penculikan, misalnya.

      Delete
  6. Yoooiiih. Banyak cewek tergila-gila. *sembah

    ReplyDelete
  7. Ngeri juga ya kalo terlalu ganteng, sampe-sampe fotonya disalahgunain ama ama orang-orang yang nggak bertanggung jawab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ((terlalu ganteng))

      Terlalu lugu wajah saya kayaknya lebih tepat. XD

      Delete
  8. Gue sejauh ini malah belom ngecek apakah ada yang menyalahgunakan foto gue apa enggak. Tapi ya berharapnya jangan sampe kejadian.

    Tapi, gila sih, Yog. Lu nggak terkenal aja ada yang make fotonya ya. Feeling gue sih emang ada yang benci ama lu, Yog, gara-gara lu kebanyakan bacot wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sampai. Karena enggak ada enaknya sama sekali. Entah mau dipuji cakeplah, tetap lebih banyak busuknya.

      Kayaknya gue setelah ini perlu jadi anak manis yang pendiam.

      Delete
  9. Kalo gasalah, ada beberapa foto yang diganti apa ya di pos yg pernah masuk pejwan gugel itu... jangan diapus pokoknya, bukti kepemilikan seperti yang kamu yakini itu lebih benar. Perkara bakal ada yang menggunakannya buat hal iseng lainnya lagi, itu lepaskan saja... kita nggak bisa mengubah orang yg bahkan kita tidak tahu dia siapa. Menghilangkan semua poto ini juga cuma membuat dia bakal mencari poto org yg lain lagi. Setidaknya yang pernah kena diisengin org yg pake fotomu, masih mudah/bisa nanyain atau verifikasi ke kamu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sekali enggak ada yang diubah fotonya, Haw, sejak awal terbit. Kalau teksnya ada sebagian biar enggak buruk-buruk amat kalimat saya. Dulu nulisnya kan 2014, diedit sedikit tahun 2016. Setelahnya saya biarkan.

      Iya, biar mereka bisa memverifikasi dengan fitur "telusuri Google untuk gambar".

      Delete
  10. mungkiiin ya yog, org yg memakai fotomu, walopun skr ini blm utk maksd jahat, tp bisa jd utk meyakinkan korbannya dulu. Aku pribadi yaa menilai foto kamu itu, foto co baik-baik, kalem, sepertinya setia :p, jd mungkiiin korban2 cewe yg melihat, bakal berfikir gitu. lama2 bisa jd dipakai utk mksd jahat kalo korbannya udh percaya.

    ato kalopun ga dibuat utk hal2 kriminal, berarti memang sekedar iseng aja. si pelaku mungkin ga PD ama mukanya, jd minjem identitas org. dia sengaja ga pilih yg cakep banget, krn pasti gampang ketahuan. cukuplah foto co yg terlihat baik baik, dan kalem kayak kamu :). krn aku ksh tau aja yaa, msh bnyk cewe yg suka jenis cowo seperri itu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah satu senior saya juga pernah ada yang bilang kayak begitu, Mbak. Wajah kamu anak baik-baik dan kalem banget lagian. Jelas bisalah dipakai buat menipu. Wahaha. Seandainya ada hal buruk, kan yang rugi saya. :(

      Begitulah. Lebih baik cari foto orang yang enggak terkenal dan pas-pasan. Selain karena sulit diverifikasi, emang bisa lebih meyakinkan perempuan itu. Sebab bakalan aneh kalau ada cowok cakep banget tiba-tiba menggoda gadis-gadis seperti itu.

      Delete
  11. Aku mulai menutup personal life yang didalamnya... termasuk membagikan foto sendiri di medsos, apalagi foto yang bisa bertahan lama, misal di ig atau blog. Karena, se-jarangnya aja aku upload yang ada wajah sendiri, ternyata tetep aja fotoku pernah dipake sama orang lain, sama kaya kamu gitu manusia itu entah siapa bikin IG dengan nama yang lain tapi pake foto aku.

    Selain itu, memang ngebagiin foto sendiri ke publik cukup bahaya sih, termasuk foto keluarga dan bayi. Jadi aku sebisa mungkin mulai meminimalisir hal tsb. Termasukkk, kenapa aku private blog fasyaulia.wordpress.com, karena di sana banyak fotoku, foto mama, foto teman2ku, dsb.

    Aku sih mikirnya gini : aku aja yang jarang selfie atau ngebagiin foto sendiri, bisa disalahgunakan fotonya - nah apalagi yang foto dirinya bertebaran dimana-mana, lebih mudah untuk disalahgunakan, kan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kalau foto keluarga juga hampir enggak pernah. Waktu mengucapkan selamat Hari Ibu dan ulang tahun beliau doang waktu itu, sih. Semoga tidak ada yang menyalahgunakannya.

      Untuk persoalan bayi ini, sebisa mungkin nanti jika saya sudah berkeluarga dan punya anak bakalan disimpan sendiri. Sama kayak saya hari ini yang tidak ingin menunjukkan keluarga saya di media sosial.

      Saya juga termasuk jarang selfie itu padahal, Teh. Gara-gara "Pose Cowok Foto" yang pernah muncul di halaman satu Google aja nih jadi banyak orang jahat bersembunyi di balik wajah Yoga Akbar. Sial banget.

      Delete

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.