Kematian Asri

40 comments
Hari Kamis, sekitar sehabis magrib, Asri mati. Perasaan saya seketika itu langsung kacau. Saya nggak tahu harus berbuat apa. Kabel di dalam kepala saya seolah korslet dan tidak dapat berpikir. Sebelum membahasnya lebih jauh, Asri adalah nama laptop saya. Nama itu saya pelesetkan dari mereknya: Acer.


Sehari sebelumnya, keadaan Asri terlihat sehat-sehat saja. Masih saya pakai untuk main game, mengetik di Ms. Word, dan tentu saja bersenang-senang di internet. Begitu selesai, saya matikan laptop itu dan mencabut kabel dari colokan seperti biasa. Lalu saya beranjak tidur. Saya pun tidak ingat malam itu bermimpi apa. Misalnya, saya merasakan ada tanda-tanda buruk dari mimpi kalau laptop akan bermasalah. Halah.

Pada hari Kamis, dari pagi sampai sore saya memang tidak menyalakan laptop karena ada kesibukan, yaitu menyiapkan pesanan catering. Ketika pekerjaan sudah selesai, barulah sehabis salat Magrib saya berniat untuk menyalakan laptop. Saya lagi pengin balesin komentar di blog dan gantian blogwalking.

Namun, kala kabel charger-nya sudah tertancap di laptop maupun ke colokan listrik, laptop saya ternyata nggak mau menyala. O iya, laptop saya sudah tidak menggunakan baterai, sebab baterainya telah rusak alias mudah lowbat. Saya malas menggunakan baterai kalau sebentar-sebentar harus di-charge. Oleh karena itu, dua tahun belakangan ini saya selalu copot baterai dan langsung colok aja ke listrik.

Ketika ada masalah seperti ini, saya betul-betul bingung. Karena laptop hanya bisa menyala jika dicolokkan ke listrik, ini tentu membuat saya berpikir akan dua kemungkinan: 1) yang bermasalah laptopnya; 2) adaptor charger-nya yang rusak.

Saya sudah mencoba otak-atik charger-nya, tapi laptop itu tetap tidak menyala. Akhirnya, saya menyimpulkan sendiri kalau ini memang masalah charger. Bukan laptopnya. Melihat keuangan saya bulan ini yang kurang baik dan cenderung mengenaskan, saya coba untuk bertanya dulu kepada teman-teman. Siapa yang memiliki laptop Acer? Saya hanya ingin memastikan apa yang sebenarnya bermasalah. Padahal 95% dugaan dan harapan saya ialah charger yang rusak. 

Sedihnya, hampir keseluruhan teman saya itu selalu menjawab laptop miliknya adalah Asus. Sekalinya ada yang jawab Acer, ia pun mengirimkan saya foto charger-nya. Gambar saya terima dan terlihat kabel colokannya yang tampak berbeda. Orang ini ialah Dian Hendrianto yang laptopnya termasuk Acer keluaran terbaru, sedangkan laptop saya itu model lama. Ya, mau gimana lagi?

Saya belum menyerah dan masih terus menghubungi teman satu per satu. Dari mulai teman nongkrong, teman SMK, sampai teman kantor (kala dulu saya masih bekerja tetap). Kemudian, salah satu dari teman saya itu menyuruh datang saja ke rumahnya. Ia bilang, kadang ada beberapa laptop yang meskipun beda merek, tapi colokannya tetap sama.


Mumpung rumahnya masih dekat dengan rumah saya, ya tidak ada salahnya saya coba ke sana. Kan bisa sekalian silaturahmi (sok iye bener). Sesampainya di sana, colokannya sedikit berbeda. Memang, sih, bisa masuk ke lubang laptop saya, tapi kayaknya nggak "clep" gitu. Ya, jelaslah ini suatu kebodohan. Udah tahu beda, masih aja dipaksain. Nggak apa-apalah, namanya juga usaha.

Malam itu, saya pulang ke rumah dengan dihantui rasa penasaran yang keterlaluan. Sewaktu saya ingin tidur pun rasanya sulit sekali memejam mata. Saya sangat memikirkan nasib Asri. Ditambah hasrat ingin menulis saya yang sedang rajin-rajinnya, tapi seharian ini malah nggak bisa menyalakan laptop. Sambil berusaha merem, saya terus berharap kalau kerusakan ini berasal dari charger-nya.

Saking lelahnya berpikir, saya pun tiba-tiba ketiduran. Hari sudah berganti menjadi Jumat dan saya masih belum menemukan teman yang memiliki laptop Acer. Begitu kesalnya terhadap rasa penasaran, saya entah mengapa langsung ingin beli charger-nya. Saya mendadak melupakan risiko yang ada. Saya tahu, kalau seandainya laptop itu yang bermasalah, itu sama saja saya membuang-buang rupiah. Namun, saya capek mendapatkan jawaban, "Yah, laptop gue Asus, Yog." 

Asus. Asus. Nggak asu aja sekalian?! Astagfirullah. Saya kenapa jadi tolol dan marah-marah gini, sih? Lalu, saya mulai mendinginkan kepala. Saya harus bersabar dan kembali bertanya kepada teman yang lain secara baik-baik. Lagian, belum ratusan teman yang saya coba tanya. Saya bermaksud menerapkan pepatah, "Jangan menyerah walaupun gagal 1.000 kali, mungkin saja di percobaan 1.001 nanti berhasil."

Masalahnya, apakah teman saya mencapai 1.000 orang? (followers di Twitter aja belum sampe segitu)

Setelah agak puas karena beberapa kali dijawab selain Asus, yang mana adalah Lenovo, HP, Toshiba, Dell Samsung, dan entahlah merek apa lagi saya lupa. Ada satu teman yang menjawab Acer, tapi setelahnya ia menambahkan, "cuma udah gue jual".

Bedebah. Bajinganjing. Jarangoyang. Harapan saya sirna lagi.

Lalu di antara banyaknya teman yang saya tanyakan itu, pasti ada saja yang sangat penasaran dan bertanya kenapa saya mencari laptop Acer. Kemudian saya curhat dan menjelaskan permasalahan tersebut. Ia pun bertanya lagi, "Emang udah dari tahun berapa laptop lu, sih?"
Saya jawab, dari awal 2013. Lalu dia dengan entengnya bilang, "Itu mah emang udah waktunya beli laptop baru."

Sejujurnya, saya sejak kapan tahu pengin beli laptop baru. Sayangnya, saya itu termasuk orang yang nggak pengin beli baru kalau barang lamanya itu masih berfungsi dengan baik. Laptop yang spesifikasinya lebih bagus itu hanyalah keinginan, bukan kebutuhan saya saat ini. Apalagi saya sudah terlanjur nyaman sama Asri. Sejak pertama beli, niat saya waktu itu cuma untuk ngeblog dan mengerjakan tugas-tugas kuliah agar tidak perlu ke warnet lagi.

Saya tanamkan lagi niat itu dalam-dalam agar tidak mudah tergoda dengan rasa ingin membeli laptop baru. Dan sebenarnya, Asri ini sudah seperti pacar saya. Makanya saya berikan nama perempuan. Maklum, waktu itu pas beli laptop keadaannya lagi jomlo. Walaupun ia bukan manusia, yang penting saya bisa pamer dan update status malam Mingguan bersama Asri. Nah, saya sudah telanjur jatuh cinta kepadanya. Saya nggak mau berpaling.

Sampai hari ini, perasaan saya terhadap Asri begitu kuat. Itulah alasan saya sangat yakin kalau yang rusak adalah charger-nya. Jadi, untuk apa saya beli laptop baru? Lagian, saya kan lagi bokek euy! Kalau ada yang mau beliin mah saya terima-terima aja.

Oke, ngarep.

Eh, katanya sayang Asri? Ya, ampun maaf-maaf. Sifat berengsek Gemini mungkin kambuh.

Sejujurnya, setelah mengetikkan semua ini saya merasa sangat sedih. Sebab Asri tidak pernah menderita seperti ini sebelumnya. Saya selalu berusaha memperlakukannya dengan baik. Asri itu belum pernah servis sekali pun. Saya tahu, saya pernah beberapa kali melakukan kesalahan kepadanya. Ketika baterai mulai gampang low karena saya dulu memakainya untuk main PES begadang semalaman bersama teman-teman. Saya colok ke listrik terus dan tidak copot baterai pula. Kala itu, saya emang termasuk gaptek. Yang tidak tahu banyak hal tentang laptop. Saya mana mengerti kalau lagi dipakai nonstop itu lebih baik copot baterai laptopnya.

Kemudian, saya pernah nggak sengaja ketika bangun tidur menyenggol laptop yang malamnya saya taruh di tempat tidur hingga paginya terjatuh ke lantai. Hal itu mengakibatkan engsel sebelah kanannya terluka. Jika laptop itu ingin saya tutup, pasti akan terdengar bunyi gaib yang seakan-akan mau patah. Jadi, saya selalu ngeri saat menutup laptop itu. Mesti hati-hati betul atau seringnya saya biarkan terbuka. Makanya laptop itu sekarang hampir nggak pernah dibawa ke mana-mana dan sudah seperti sebuah PC.

Terlepas dari segala keteledoran saya itu, kenapa sekarang Asri mati? Sebelumnya, Asri nggak pernah mati. Asri nggak boleh mati. Dan dari hari yang terdalam, saya tidak mau Asri mati. Saya masih ingin bersamanya. Mungkin ia saat ini sedang mati suri. Maka, saya tinggal membelikannya charger baru dan semoga lekas nyala. Aamiin. Semoga saja begitu.

Jadi, karena laptop saya keadaannya begini, mungkin blog ini perlu mati suri juga. Saya akan vakum untuk sementara waktu. Mohon maaf kalau belum bisa balesin komentar dan gantian berkunjung ke blog kamu. Sebenarnya saya bisa saja ngeblog terus-terusan lewat ponsel seperti sekarang ini. Namun, ini kondisinya sungguh terpaksa. Saya pasti sangat resah kalau tidak segera menuliskannya. Harus diakui, saya ini termasuk orang yang kurang sreg ngeblog di ponsel. Saya sulit mendapatkan "rasa" kalau bukan di laptop.

Selain menulis, saya juga malas meninggalkan komentar lewat ponsel. Saya akan tetap membaca beberapa blog, tapi saya sedang tidak ingin mengomentarinya. Biar kamu nggak repot juga kali, ya? Misalnya saya udah blogwalking, tapi kamu bingung pas gantian mengunjungi blog saya. Nggak tahu mau komentarin tulisan saya yang mana, sebab nggak ada yang baru.

Seandainya saya udah terlalu gatal ingin menulis dan mempertahankan konsistensi, palingan blog ini akan berisi tulisan yang pendek-pendek. Mungkin itu cerpen, fiksi kilat, atau puisi. Ya, lihat aja nantinya. Beginilah menulis dari ponsel, suka melantur ke mana-mana. Sebelum tulisan ini semakin melebar jauh, lebih baik saya sudahi. Semoga saya mendapatkan rezeki yang entah datang dari mana, terus bisa beli charger laptop yang original, dan Asri pun bisa segera menyala. Sampai jumpa lagi~

--

PS: kemarin Jumat, berbarengan dengan Hari Ibu, blog saya berulang tahun yang kelima. Waktu yang cocok untuk vakum, kan?

Ditulis pada hari Sabtu, 23 Desember 2017, pukul 09.00. Kemudian baru saya edit lagi sekarang.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

40 comments

  1. Allahummaghfirlaha warkhamha waafii wafuanha. Semoga entah charger atau asrinya, dapat tenang di sisi Allah taala. Aamiin

    Wkwkw saatnya Asri diganti dengan Asri 2.0 . kadang yg namanya hubungan emang gitu bang, butuh jarak biar tau rasanya kangen, begitu pula antara kamu dgn blog, kamu dan asri, dan blog dengan Asri. ♥

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asri 2.0 ini berarti saya harus beli yang mereknya Acer lagi, ya? XD

      Betul juga, ya. Nanti pas nulis lagi jadi beda. Saya rasa setelah adanya insiden ini, saya akan lebih baik lagi merawat beberapa barang-barang saya punya. Apalagi earphone, yang baru beli 2 bulan, tapi yang sebelahnya udah kresek-kresek. :(

      Delete
    2. kadang hubungan mesra itu kudu ditinggalkan sementara, agar kita tau seberapa butuh kita dengan pasangan itu, walau itu hanya sekedar laptop atau blog.

      Delete
  2. Turut berduka cita, Mbak. Punyaku keyboard yang mreteli. :'D

    ReplyDelete
  3. Asri sedang sakit rupanya. Semoga ini dia hanya pinsan ya Yog?

    Aku kok malah suka nulis di hp. Soalnya Bisa sambil tiduran. 😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nulis di ponsel aneh, Rum. Kayak chatting-an. XD

      Delete
  4. Innalillahi wa innailaihi rojiun
    semua milik-Nya akan kembali kearibaan-Nya
    eh Asri seumuran sama lapotop saya, si Susi
    duh ini dia juga mulai sakit2an

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ada yang seumuran. Susi tolong doain Asri biar cepet sembuh, ya~ :p

      Delete
  5. No related post available :' sedih ya bang. Kenapa gak ada tag dengan artikel yang berkorelasi? Atau harus bikin tag baru aja?

    Anyway. Laptop gue juga udah gak pake baterai, soalnya udah soak. Gak berani bilang abi, ntar di sleding tekel.

    Pingin ganti laptop biar bisa leluasa bikin desain grafis gitu. Soalnya ini laptop standart lah. Tapi mikir jungkir balik. Hayoloh, keinginan atau kebutuhan?

    Semoga Asri tidak ditempatkan di Tartaros, amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudmu tag baru gimana, Zah? Ada kok itu labelnya dan tulisan terkait. Salah lihat kali?

      Ya, kalau udah merasa butuh banget untuk keperluanmu, bisa jadi itu kebutuhan. Kalau saya, kan, emang masih untuk ngetik-ngetik aja. Jadi belum butuh yang baru. :)

      Tartaros apaan deh? *brb googling

      Delete
  6. Udah move on aja lah bang. Belilah ASUS! wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Mas Rifqi mau beliin mah nggak apa. :)

      Delete
  7. Kata tukang leppy ku dulu jangan lepas batere trus langsung colokin ke leppy, Yog. Hantar listriknya gak kefilter dan bisa merusak komponen. Punyaku jugak gitu sik en rusak. Sampek sekarang malah belom beli lagi. Imbasnya jadi males ngeblog. Wkwkwk :p

    Semoga cepet ada dana buat gantiin Asri yak. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, saya telat taunya nih. Nanti begitu sudah benar akan selalu pasang baterai deh. Biarpun charge mulu, nggak apa deh itu baterai makin soak. Daripada laptop yang kenapa-kenapa, kan. :(

      Pinjem laptop pacar dong. Wqwq. :p

      Aamiin. Semoga Beby juga cepat punya laptop atau ponsle baru. :D

      Delete
  8. Saya pakai netbook Lenovo, baterai sy lepas ketika ingin berlama-lama ngeblog, ya tidak lama banget, paling 4-5 jam, tempo yang gak bisa dilayani baterai normal. Lebih dari itu, saya harus sadar diri.

    Baiknya, baterai sampai saat ini masih baik, sudah 5 tahun, masih oke baterainya dan netbook masih oke. Pemakaian blogging aja.

    Tapi cara lepas baterai jadi solusi, karena ngandelin baterai itu malah ngrusak baterai juga. Asal pemakaian tidak non stop, it's oke lepas baterai colok listrik. Asal pastikan tegangan stabil.

    Cb aja, cari laptop/netbook dg pakai baterai lepas mana ada, yg ad tiap tahun bongkar pasang beli baterai mulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sadar diri untuk nggak pakai laptop seharian penuh? :| Cara ngerawatnya hebat euy. Punya saya yang baru mau 5 tahun udah ada beberapa masalah. :(

      Saya kurang ngerti soal tegangan listrik, Mas. Di rumah aja lagian, nggak dibawa ke mana-mana. Wqwq.

      Delete
  9. Turut brduka cita atas kmatian Asri :') Eh, gak mati dong? Cuma koma doang karna ga ada asupan nutrisi. Halah.
    Org2 rata2 laptopnya Asus ya? Klo gak Asus ya Acer. Gue malah HP, jrang sih yg pake HP jg.

    Namanya diplesein dari Acer jadi Asri.. Iya jg ya? Jd nama cewek. Laptop gue merk HP gue namain Hepi. Itu nama cewe pa cowo yak? Eh, cewe jg bsa sih, Hepi Salma kan cewe. :')

    Smga cepat trkumpul dana untuk beli kabel adaptornya si Asri yaah. Bulan kemaren gue jg baru beli adaptor laptop. 250rb. Gue tau rasanya sangat tidak enak nulis buat postingan blog di hp. Gak leluasa ngetiknya. Pgn disingkat2 mulu. Wkwk. Bisa dibaca di postingan gue yg brjudul "Cobaan" (masih ae cari celah)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asupan energi, Lu. :( Iya, HP udah jarang banget. Zaman dulu, sih, banyak. Hepi mah nama cewek. Kalau mau cowok, namanya ganti jadi Hopa. Wqwq, apaan~

      Lumayan menguras kantong, ya, uang segitu. Apalagi saya cuma pegawai lepas. Nggak ada pemasukan tetap. Huhu.

      Kayaknya udah pernah baca yang itu, Lu. :|

      Delete
  10. Laptop gue juga engselnya rusak, jadi fungsinya cuma buat dirumah. Job desknya sebagai laptop telah lenyap. Masala keyboard juga udah mulai muncul, kadang harus dipencet keras baru bisa. Kalau terlalu keras, jadi dobel. Huft~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih euy nggak bisa dibawa ke mana-mana. Kangen nulis di kafe. :') Serba salah banget. Tapi lama-lama pasti tau takaran yang pas untuk mencet~ Wuahaha.

      Delete
  11. Kalau udah ada masalah sama laptop tuh emang bikin pusing banget apalagi kalau ada deadline yg harus dikumpulin. Waktu itu casan laptopku juga rusak pas ada tugas besok dikumpulin, mau ga mau beli casannya 200 rebu dengan terpaksa :((

    Waktuku beli casan yg baru ga 1 merek sama laptopnya. Jadi laptopku tuh zyrex tapi ku beli casan toshiba, bisa kok masuk buat ngecas asal colokannya sama. Coba aja casan acer itu dipake buat ngecas laptop asus, cuma ngecek doang kan bisa apa engganya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukur pas kejadian ini tulisan udah saya setor duluan sebelum deadline. :( Zyrex itu kayak nama dinosaurus, Nad. Laptop zaman purba? Bahaha. Udah saya coba, emang nggak cocok. Dan, sudah dapat pinjeman charger temen. Ternyata emang charger saya yang rusak. Ehe. :|

      Delete
  12. sama pikirannya mas sama saya.... kalau gak rusak ya gunakan terus aja. trus kalau mau ganti yang lebih bagus saya jg lihat itu keinginan atau kebutuhan, karena harga keinginan kadang menipu kita yang akhirnya melupakan kebutuhan. toh akhirnya tidak juga terlalu banyak berguna lebih dibanding yang lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, kalau belum betul-betul membutuhkan, godaan keinginan itu pendam dulu saja~ Ketika semua kebutuhan sudah terpenuhi dan banyak dana lebihnya untuk rasa ingin, baru deh sesekali manjakan diri. :D

      Delete
  13. Semoga si asri cept kembali lagi ya bang yoga
    punya brang kesayangan yang setiap waktu menemani itu rasanya sulit untuk kehilangan
    walaupun hanya sekedar benda
    sayapun memeberi nama lepi saya Seta hahaha
    Turut berduka cita, semoga cepet dapet rezekinya dan kembali ngeblog dengan asri atau asri baru..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sedihnya berasa banget pas lagi bermasalah gini. :( Agak kurang kerjaan nggak, sih, segala bikin nama buat benda? Bahaha.

      Aamiin. Makasih~

      Delete
  14. Jadi post ini ditulis pake apaan yog? Hmmmm aromanya blognya akan ganti jadi blog sastra nih. Huehehuehu. \:p/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai ponsel, Di. Hm, sepertinya tidak. Saya cuma mengubah kata ganti aja. Tulisan saya masih banyak yang slang. :D

      Delete
  15. Maaf Yog, ntah kenapa langsung nyengir sendiri pas baca nama laptopmu :p. Tapi aku ngerti kok.. Susah memang kalo laptop yg udah lama nemenin kita, udh ngerti bgt luar dalamnya, cara ngakalinnya dll, tiba2 hrs mati. Aku prnh ngerasain waktu si Toshiba koit, setelah nemenin sejak 7 thn lalu. Dan yg bikin nyesek, penggantinya ga ada setengahnya dari dia -_- . Walo si Toshi kdg suka hang, suka mati mendadak (tp idup lagi), tapi dia punya kelebihan keypad yg mantap di tekan wkwkwkwk..

    Eh gpp kali ttp BW walo kamu ga update blog dulu.. Jujurnya sih, blogmu termasuk yg aku slalu buka rutin, walo kamu g BW. Kalo memang lg ga ada update, ya sudah aku tutup. Tp seminggu kmudian buka lagi :p. Kalo blog bagus mah, pasti ttp bakal keinget kok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gokil malahan bisa sampai 7 tahun. Keren, Mbak! :D Iya yak, kenapa giliran udah ada penggantinya, masa awetnya nggak seperti yang lama. :(

      Ehehe. Terima kasih udah rajin buka blog saya. :) Iya, ini tetep blogwalking dari ponsel, kok. Cuma kadang nggak semuanya dikomentarin aja. :D

      Delete
  16. Gak nyala sama sekali bang? Udah dicoba pake baterainya belum? Coba colokin di rumah siapa dulu gitu siapa tau tegangan listriknya.

    Semoga asri dapat bangun lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Charger yang bermasalah. Sudah pinjem charger temen, lalu bisa. :)

      Delete
  17. Yogaaa, baru baca postingan ini yaampun saya turut berduka cita. Sekarang udah bisa belum? Itu sekilas saya baca di balasan komentar terakhir udah bisa nyala? Gimana?

    Kalau untuk laptop, kita sama. Punya saya juga Acer Aspire seri 4736 malah. Belinya sejak 2009 dan alhamdulillah sampai sekarang masih baik-baik saja (meskipun sudah pernah ganti hampir semua onderdilnya seperti baterai, harddisk, RAM, charger, dll). 8 tahun saya dibersamai Acer. Padahal mitosnya kan Acer singkatan dari pAncen CEpet Rusak (memang cepat rusak). Kalau melihat Asri yang umurnya udah 4 tahun sejak 2013 sih wajar. Dia butuh istirahat mungkin. Hehe.

    Acer saya juga harusnya ganti, udah 8 tahun, udah ganti spareparts banyak banget lantaran dipakai main dota dan game berat rpg lainnya. Tapi saya kayaknya tipe orang yang sama kayak kamu. Kalau masih berfungsi dan bisa diperbaiki, akan tetap saya gunakan sampai doi benar-benar koit nantinya.

    Well, semoga ada pencerahan tentang kabar Asri ke depannya. Dan semoga ada rejeki untuk membeli adiknya Asri juga. Amin.

    PS: JANGAN VAKUM BANGKE.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, masalah charger ternyata, May. Tinggal saya beliin charger ori, beres~ Ehe. Saya baru tahu soal mitos itu. Wqwq.

      Mungkin karena waktu, mungkin karena pemakaian saya yang kurang baik. Setelah ini sepertinya mau ngurangin buat permainan gitu. Ini bukan laptop gaming. Kasihan. :(

      Udah telanjur vakum sementara nih, Mbak. :)

      Delete
  18. Semoga cepet sembuh ya, Mas..
    Aku juga baru dua hari kemarin sempet sedih karena OS laptopnya nggak kedetek, harus dibongkar dan dibenerin, dampak gara-gara sering tiba-tiba mati lampu. Karena laptopku sendiri udah nggak bisa jauh dari coloan :(

    Setiap barang memang ada waktunya dia istirahat sih ya, Mas. Tapi apapun itu, semoga selalu ada jalan ya, Mas. Entah itu laptop baru, atau nggak jalan untuk terus ngeblog..

    Doakan yang terbaik pokoknya :)
    Jangan sampai vakum ya, Mas. Mangatzz..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mas~ Kurang paham saya kalau masalah OS itu. Tapi, emang males juga ya kalau sedikit-sedikit nge-charge. :(

      Yap, selalu ada jalan keluarnya. :D Wqwq, yah udah keburu vakum nih 2 minggu. XD

      Delete

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.