Dari segala pertanyaan, pasti ada juga yang namanya jawaban. Maka dari itu, gue pengen nanya sama diri sendiri, dan buat para pembaca, ( syukur-syukur ada yang baca dan ninggalin komentar )

Bahagia itu apa sih?


Bahagia menurut  wikipedia adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan atau kegembiraan.



Sedangkan menurut orang-orang bahagia itu pasti berbeda-beda..

Ada yang bilang,
  • Bahagia itu kalo gue bisa terbang, nggak perlu macet-macetan lagi pas di jalan, kemana-mana tinggal terbang, itu rasanya bahagia banget. -anonim
  • Bahagia itu punya rumah mewah, mobil mewah, uang banyak, istri cantik dll -anonim
  • Bahagia itu ketika gue membuka mata di pagi hari, dan ternyata gue masih hidup. -anonim

Dan kebetulan gue iseng survey nanya sama temen-temen gue yang kebetulan nongol di RU BBM, jadi gue tanyain aja, :) , inilah bahagia menurut mereka yang bersedia jawab pertanyaan sesat gue :
  • Bahagia itu ketika gue bebas melakukan apa saja, tanpa ada yang ngatur-ngatur. -Devi Novitasari
  • Bahagia itu ketika orang yang gue sayang, dan yang sayang sama gue selalu ada di saat gue sedih maupun senang -Moch Fahmi
  • Bahagia itu simple aja ya, selalu ada waktu sama orang-orang terdekat, nggak perlu materi yang penting kebersamaan, pokoknya solidarity above everything. -Vindy
  • Bahagia itu 7 huruf yang mempunyai makna yang sangat indah untuk sebuah kehidupan yang diinginkan semua manusia. -Rifqi Azufar
  • Bahagia itu adalah ketika semua orang merasakan manfaat dari adanya kita di tengah-tengah mereka, dan selalu tersenyum. -Buana


Read More
Saat gue masih semester 1, gue dapet tugas kelompok dari dosen pkn.. tugasnya sih biasa aja kayak mahasiswa pada umumnya, yaitu suruh bikin ketupat makalah, yang judulnya Identitas Nasional.
Mungkin gue cuma bermaksud untuk berbagi sama yang lagi googling tentang matkul pkn ini.
Nah ini makalah gue..
Sorry misalnya jelek, gue juga awalnya copy dari blog orang dan hasil googling yang di satuin terus di edit-edit.

Tapi biarpun jelek yang namanya berbagi itu adalah sebuah hal yang baik, tentunya berbagi untuk kebaikan

BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
Situasi dan kondisi masyarakat kita dewasa ini menghadapkan kita pada suatu keprihatinan dan sekaligus juga mengundang kita untuk ikut bertanggung jawab atas mosaik Indonesia yang retak bukan sebagai ukiran melainkan membelah dan meretas jahitan busana tanah air, tercabik-cabik dalam kerusakan yang menghilangkan keindahannya. Untaian kata-kata dalam pengantar sebagaimana tersebut merupakan tamsilan bahwasannya Bangsa Indonesia yang dahulu dikenal sebagai “het zachste volk ter aarde” dalam pergaulan antar bangsa, kini sedang mengalami tidak saja krisis identitas melainkan juga krisis dalam berbagai dimensi kehidupan yang melahirkan instabilitas yang berkepanjangan semenjak reformasi digulirkan pada tahun 1998. (Koento W, 2005)
Krisis moneter yang kemudian disusul krisis ekonomi dan politik yang akar-akarnya tertanam dalam krisis moral dan menjalar ke dalam krisis budaya, menjadikan masyarakat kita kehilangan orientasi nilai, hancur dan kasar, gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spritual. “Societal terorism” muncul dan berkembang di sana sini dalam fenomena pergolakan fisik, pembakaran dan penjarahan disertasi pembunuhan sebagaimana terjadi di Poso, Ambon, dan bom bunuh diri di berbagai tempat yang disiarkan secara luas baik oleh media massa di dalam maupun di luar negeri. Semenjak peristiwa pergolakan antar etnis di Kalimantan Barat, bangsa Indonesia di forum internasional dilecehkan sebagai bangsa yang telah kehilangan peradabannya.
Kehalusan budi, sopan santun dalam sikap dan perbuatan, kerukunan, toleransi dan solidaritas sosial, idealisme dan sebagainya telah hilang hanyut dilanda oleh derasnya arus modernisasi dan globalisasi yang penuh paradoks. Berbagai lembaga kocar-kacir semuanya dalam malfungsi dan disfungsi. Trust atau kepercayaan antar sesama baik vertikal maupun horisontal telah lenyap dalam kehidupan bermasyarakat. Identitas nasional kita dilecehkan dan dipertanyakan eksistensinya.
Krisis multidimensi yang sedang melanda masyarakat kita menyadarkan kita semua bahwa pelestarian budaya sebagai upaya untuk mengembangkan Identitas Nasional kita telah ditegaskan sebagai komitmen konstitusional sebagaimana dirumuskan oleh para pendiri negara kita dalam Pembukaan UUD 1945 yang intinya adalah memajukan kebudayaan Indonesia.Dengan demikian secara konstitusional pengembangan kebudayaan untuk membina dan mengembangkan Identitas Nasional kita telah diberi dasar dan arahnya.
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home