5 Blog yang Menyenangkan Sekaligus Menyebalkan

38 comments
“Kenapa blog isinya jadi tulisan iklan mulu, ya?” tanya seorang bloger kepada bloger lainnya. 

Dari keresahan itulah lahir beberapa tulisan blog yang mempermasalahkan para bloger yang mulai berubah haluan menjadi pengiklan. Baik yang hanya promosi di blognya, maupun yang telah merambah ke media sosialnya. Sebenarnya, gue juga pernah meresahkan hal itu. Namun, gue juga nggak bisa protes begitu aja, ketika diri gue masih menjadi bagiannya. Bagi pegawai lepas seperti gue, pemasukan tambahan dari iklan blog begitu lumayan. Jadi, gue pikir protes semacam itu bukanlah solusi buat gue. Nanti gue juga dikatain munafik lagi.

Nah, yang menarik dari permasalahan itu ialah kenapa para bloger kurang kreatif ketika mengiklankan produk dari klien. Yang gue perhatikan dan simak dari tulisan protes itu, tulisan iklan para bloger di blognya itu kurang menarik untuk dibaca. Atau, disebut kurang menarik pun belum pantas? Entahlah, nilai saja sendiri.

Katanya, kebanyakan bloger hanya menyalin press release itu ke dalam blognya tanpa diolah menjadi gayanya sendiri. Lalu cara promosinya dalam tulisan itu juga terlalu kasar. Mereka yang dimaksud itu belum menerapkan soft selling. Gue, sih, langsung tertawa membaca bagian itu. Sebab, yang dituliskan memang benar.

Namun, masih ada kok beberapa bloger yang tulisan liputannya menarik dibaca. Dan, gue sebisa mungkin nggak pengin menertawakan diri sendiri seperti yang dimaksud dalam tulisan protes tersebut. Sejauh ini ketika menulis tulisan yang berbayar, gue pasti berusaha sehalus mungkin dan menggunakan gaya sendiri. Gue sebenarnya juga menyadari kalau tulisan iklan gue itu masih terbilang cemen. Gue butuh belajar lebih banyak lagi. Lagian, gue termasuk orang yang milih-milih dalam menerima tawaran kerja sama.

Ya, setidaknya gue masih memegang idealis. Ketika temanya sesuai, terus harga cocok, barulah gue ambil. Gue nggak mau dibayar terlalu murah untuk hal yang kurang gue suka. Masa gue udah mengorbankan blog yang isinya buat curhat, lalu diisi iklan yang nggak sesuai sama konten blog gue, tapi tetep dibayar murah? Di situlah ada pertimbangan untuk menentukan harga atau menolak tawaran kerja sama.

Beda persoalan kalau gue suka sama tema dan acaranya, bisa masuk gratis dan mendapatkan makanan aja udah seneng. Ketika menuliskan liputan acaranya juga santai dan mengalir karena gue menikmatinya. Kalau temanya nggak sesuai diri gue, barulah itu jadi problem. Nanti ribet pas menuliskannya. Rasa di dalam tulisan itu juga takut nggak dapet.

Maka, sebisa mungkin gue ngambil tawaran kerja sama yang cocok dan halal. Situs judi dan togel pernah tuh menawarkan kerja sama, lalu dengan tegas langsung gue tolak. Jadi meskipun harganya lumayan atau malah tinggi, tapi kalo nggak sreg sama diri gue buat apa? Biarlah dibilang sombong dan milih-milih atau entah apalah itu. Sebab, bagi gue integritas itu penting.

***

Permasalahan soal iklan itu pun pernah gue lempar ke grup WIRDY. Rupanya, mereka juga merasa risih. Kemudian salah satu dari mereka ada yang menjawab, “Mungkin yang protes itu blogwalking-nya kurang jauh.” Berbicara soal blogwalking yang kurang jauh, gue sendiri mulai ngerasa kalau main ke blog orang kayaknya kok itu-itu aja. Kami pun diskusi blog siapa aja yang kira-kira perlu ditambah ke “Daftar Bacaan”.

Gue entah kenapa jadi heran, kenapa keresahan iklan itu malah melebar ke persoalan blogwalking? Terus kami mulai saling curhat satu per satu seputar dunia blog. Sejujurnya, sejak awal tahun 2017, kami kadang bingung mau main ke blog mana lagi. Kami merasa, kok setiap buka “Daftar Bacaan” mulai jarang yang update.

Apalagi sekarang ini, kala jenuh sama tulisan iklan, lalu teman-teman yang biasa cerita keseharian pada ke mana lagi nih? Kami akhirnya menceritakan tentang kerinduan tulisan bloger ini dan itu. Sebelum membahas lebih jauh, terus gue tiba-tiba usul, “Kalau dijadiin proyek tulisan aja gimana?”

Gue menjelaskan untuk bikin rekomendasi blog yang menarik untuk dibaca beserta alasannya. Mereka—personel WIRDY—pun kompak menjawab iya, lalu kami sepakat membuat daftar blog favorit. Awalnya kami cuma pengin bikin daftar 5 blog, tapi ada juga yang bertanya kalau 7 boleh atau nggak? Setelah itu, gue jawab bebaslah, bahkan lebih dari itu pun boleh. Kemudian gue bertanya lagi, kalau ada daftar blog yang sama gimana dong? Jawabannya, anggap saja itu rezeki si bloger. Kami cuma pengin jujur akan kesukaan blog itu. Kalau ada daftar yang sama, berarti selera kami sama.

sumber gambar: Pixabay yang kemudian gue tambahin teks


Jadi, inilah daftar blog yang gue suka:

1. howhaw.com

Sehabis membaca tulisan Haw, respons gue langsung pengin membalik namanya menjadi: “Wah”. Ya, begitu kelar baca tulisannya—yang berbumbu fisika dan bisa-bisanya disangkutpautkan ke hal lain apalagi percintaan itu, entah kenapa pengin bilang, “Wah, anjing! Kok keren, sih?”; “Wah, bangke. Kepikiran aja ini anak buat nulisnya.”; “Wah, dibalik Haw!”

Selain suka dengan tulisan yang fisika, cerita pendek yang dilabeli “fiksingkat” itu juga mantap. Tulisan fiksi Haw sering mengejutkan gue dan bikin kesal bercampur gemas. Contohnya yang ini: Terapi Hipnotis Tidur.


2. keriba-keribo.com

Pernah ngerasa minder buat curhat dan takut nggak ada yang baca? Belajarlah dari Kresnoadi. Setiap kali baca curhatannya yang diracik dengan komedi, gue sering merasa kalau pengin curhat, ya curhat ajalah, Yog. Ngapain kebanyakan mikir segala? Gue belajar untuk mengiklan dengan halus pun dari blog Adi. Dia pernah beberapa kali memenangkan lomba blog berhadiah jutaan dengan gaya berceritanya sendiri. Karena itulah, secara nggak langsung dia telah mengajarkan gue untuk lebih percaya diri dalam curhat ataupun mengikuti lomba.

Terus kalau boleh berpendapat jujur, dari sekian banyak tulisannya yang humor, gue justru paling suka tulisannya yang serius-serius dan bikin termenung. Inilah yang gue maksud: In The Middle of The Night ... and Suddenly Thinking About Life


3. bayurohmantika.com

Setiap membaca tulisan Bayu, gue sering mendapatkan pandangan baru akan sesuatu hal. Tulisan-tulisannya itu juga seolah mengajak gue berpikir ulang tentang dunia menulis. Misalnya, di tulisan yang Menulis Kebutuhan atau Tuntutan?

Bisa dibilang Bayu nggak seperti bloger lain yang mengharuskan dirinya rajin blogwalking biar blognya ramai. Dia main ke blog orang lain pas lagi pengin aja. Yang penting kan bisa tetap menulis. Anggep aja tulisannya nanti nggak ada yang baca. Entah ramai dikunjungi atau nggak, ada yang komentar apa nggak. Bayu sesantai itu dalam ngeblog. Yang gue salut, Bayu selalu memberikan komentar yang panjang dan bukan basa-basi. Tanda kalau dia benar-benar mengapresiasi bloger itu.

Dari tulisan Bayu itu, gue juga belajar untuk nggak usah terlalu dibawa beban dalam berkarya harus begini dan begitu. Bagi Bayu, dia pengin kalau menulis itu karena kebutuhan dia buat menyampaikan keresahannya. Bukan menulis karena tuntutan. Mungkin dia nggak mau dituntut untuk terus konsisten, sedangkan dia sendiri nggak suka sama hasil tulisannya. Bayu seakan-akan mengingatkan gue kalau kualitas itu yang terutama daripada kuantitas. Lalu di akhir tulisan, biasanya Bayu juga menambahkan lagu yang menemaninya menulis. Lumayan, gue jadi dapet referensi musik baru. Makasih, Bay!


4. agrariafolks.wordpress.com

Sebelum gue membaca novel 24 Jam Bersama Gaspar buatan Mas Dio yang terbit Mei 2017 ini, gue sudah jauh lebih dulu membaca blognya pada tahun 2015. Gue lupa waktu itu mengenal tulisannya dari mana. Kalau nggak salah karena dipromosiin sama Bernard Batubara atau Aan Mansyur. 

Awalnya, sih, gue sempat bingung dan merasa nggak sampai sama tulisan-tulisan absurditas atau surealis yang dia tulis. Namun, saat gue membaca tulisannya yang berjudul Hansen, lama-kelamaan menarik juga untuk diikuti. Tulisan Mas Dio sepertinya cocok untuk pelarian gue dari dunia nyata dan masuk ke dalam dunia absurdnya. Komedi satire dalam cerpennya pun sering bikin gue tertawa seraya mengucapkan kata-kata yang kotor sebagai pujian. Sebab itulah gue memutuskan untuk membeli novel debutnya: Kamu Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya dan, akhirnya jadi menyukai gaya berceritanya.

Sayangnya, sekarang dia mulai jarang menyuguhkan cerpen di blognya. Untuk melihat cerpennya yang keren, mau nggak mau gue kudu membuka arsipnya pada tahun 2014-2016.


5. ardiwilda.com

Gue sebetulnya nggak kenal siapa Ardi Wilda—yang biasa disapa Awe di media sosialnya. Gue pun nggak mengikuti akun medsosnya. Gue pertama mengetahuinya itu, waktu nggak sengaja membaca mention-an dia dengan Mas Dio sekitar dua tahun silam. Terus, gue entah kenapa iseng melihat profil Twitter-nya. Karena tercantum alamat blognya, gue pun lanjut membaca blognya. Ternyata, tulisannya bagus!

Tulisan dia itu sering mengajak gue berkontemplasi. Contohnya, Dua Puluh Senti di Atas Bahu. Hal-hal yang sering gue lewatkan di kehidupan sehari-hari, berhasil dia ingatkan untuk gue renungkan. Tentunya dengan teknik bercerita yang ciamik. Gue jadi mendapatkan kesegaran baru setiap main ke blognya. Karena gue nggak kenal, gue pun sadar kalau setiap blogwalking ke blognya selama ini begitu tulus. Gue main hanya ingin baca tanpa perlu berkomentar. Seolah-olah gue telah menyalahi aturan yang dilakukan para bloger untuk bersilaturahmi. Tapi gue nggak peduli. Sampai sekarang, kayaknya gue nggak pernah berkomentar di blognya. Gue jadi pembaca bisu di blognya dan pengin seterusnya begitu.

*

Itulah 5 blog yang menyenangkan sekaligus menyebalkan buat gue. Menyenangkan karena blog mereka isinya bukan iklan seperti yang diresahkan beberapa bloger. Mereka berlima juga menyajikan kesegaran yang berbeda-beda. Unik dengan gayanya masing-masing. Lalu kalau soal menyebalkan, sebab gue jadi nggak bisa keseringan leyeh-leyeh lagi saat luang. Gue nggak bisa terus males-malesan, berdiam diri, dan menunda menulis. Merekalah yang menjadikan gue lebih bersemangat untuk banyak menulis dan membaca lagi. Supaya tulisan gue bisa lebih baik dari waktu ke waktu.

O iya, gue sengaja memasukkan yang seumuran atau umurnya nggak jauh-jauh amat, biar mereka jadi motivasi dan patokan buat gue dalam berkarya. Bahwa, mulailah berkreasi sejak muda. Nggak usah menunda-nunda lagi untuk menciptakan sesuatu. Yuhu!

Nah, kalau kamu siapa nih bloger favoritnya?

--

PS: Tulisan personel WIRDY lainnya menyusul, ya. Nomor dalam daftar itu gue buat secara acak, bukan berdasarkan peringkat. Bukan karena beberapa dari mereka teman gue juga. Ini murni pendapat gue seandainya nggak kenal sama mereka. Kalau gue mau promosiin temen, mending sekalian gue buat daftar personel WIRDY di tulisan ini. Titik dua kurung tutup.

Mungkin ada yang mau ikutan bikin daftar kayak tulisan ini. Ya, silakan. Mari kita ramaikan dunia blog kembali. Kalau cuma protes sama dunia blog mah gampang, tapi menurut gue itu bukanlah solusi. Mending tunjukkan kalau blog isinya nggak cuma iklan aja dengan merekomendasikan blog favoritmu. Halah!
Previous PostOlder Post Home

38 comments

  1. saya sepaket dengan pendapat mas akbar nih, kebanyakan blogger sekarang kalau nulis review cuman terima jadi aja, jadi tulisannya gak ada menariknya sama sekali. Kekhasan dia ngeblog berasa hilang kalau udah iklanin produk, duh gusti. Padahal kalau pake bahasa sendiri kayaknya bakal lebih memikat pengunjung deh jadi kesannya dia bercerita sambil ngendorse. Istilahnya nyelip-nyelip gitu.

    Dari 5 blogger yang disebutin, saya kenalnya cuman howhaw doang. asli parah tuh tulisannya kadang saya sampe nangis sambil ketawa baca tulisannya. Kok bisa hal absurd ini digandengin sama fisika dan ujung-ujungnya kembali ke masalah cinta. Ini apaan coba? tapi saya salut deh dengan idenya, kayaknya gak ada blogger selain dia yang bisa bikin alur kayak gini. Kayak tumbelensi pesawat yang menghasilkan getaran teratur yang sama halnya kayak pdkt tapi cuman buat dimainin doang, bikin geregetan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yang membedakan satu bloger dengan bloger lainnya adalah gaya bercerita mereka. Meskipun tulisan iklan berbayar begitu, kalau pakai gaya sendiri, kan, yang baca jadi tidak risih. :)

      Ehehe. Selama blogwalking, gue juga taunya cuma Haw yang spesialis menulis hal seperti itu. :D

      Delete
  2. Bener banget masalah sekarang 'daftar bacaan' yang jarang update.
    padahal udah banyak banget masukin blog ke daftar bacaan, tapi tiap hari update barunya paling satu dua, entah gue yg terlalu berharap lebih atau gimana deh...

    btw, thankyou rekomendasi blognya. Mayan buat menambah isi daftar bacaan, semoga semakin ramai tiap harinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pada beralih ke vlog, atau emang vakum, ya? Kalau saya, sih, memang berharap lebih. Pengin dunia blog ramai lagi kayak era sebelum vlog seheboh saat ini. Haha.

      Sama-sama, Mbak. :)

      Delete
  3. Kirain bakal masukin blog penghasil receh terbanyak versi Reflek Tawa. Sudah ada jagoan di sana.

    Sepanjang menyandang predikat blogger, metode begini yang paling sering efektif. Ada blog yang tulisannya bagus, masuk daftar rekomendasi, makin banyak pilihan dan makin seru ngeblognya. Uhuy! Yang nomor 5 baru tahu hari ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti suatu waktu kalau gue bikin daftar blog penghasil receh deh, ya. :)
      Selamat menjelajahi blog nomor 5~

      Delete
  4. Ah di lis nggak ada narablog yang selalu publikasiin tulisan berbayar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan di awal tulisan resah sama hal begitu, kok malah masukin bloger yang menghasilkan receh? Anehlah, Bang.

      Delete
  5. eh cuma pakai provider XXX lho gue harus naik ke loteng buat nyari sinyal
    heuheu, maaf ngejleb
    pemikiranku sudah disampaikan, trims

    btw, blogku mulai beriklan, harap maklum kakak :)
    menurutku juga masih ada sih blog yg asyik, terutama yg suka ngasih motovasi cuma gak ngegurui
    beberapa daftar itu juga aku baca
    dan blog ini favorit juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu apaan XXX? Filmnya Vin Diesel? :))

      Blog ini juga beberapa kali ngiklan, sih. Hahaha. Santai aja, asal bisa mengimbangi yang berbayar dan yang ditulis dengan kemauan sendiri. Wih, makasih sudah memfavoritkan blog ini. :D

      Delete
  6. Keresahan yang sama. Malah sekarang, ada yg cuma modal beli buku kumcer, lalu nulis ulang kumcernya, jadi pos. Dua keresaha sekaligus, dari seorang penulis blog, dan dari seorang penulis buku. Kasian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksud lu gimana deh? Isi kumcer dijadiin blog? Buat apaan? Kayak gitu melanggar hak cipta gak, sih? :|

      Delete
  7. Jadi keinget kapan dulu pernah deg-degan baca obrolan kamu sama haw di twitter. Monetisasi blog. Sedih juga melihat banyak teman blogger jaman dulu yg berubah haluan jd blogger pengiklan. Apalagi spt yg kamu bilang kalau ngiklannya nggak alus. Bahkan sekelas blog shitlicious dan benakribo skrg jarang banget update lepas. Bahkan komunitas yg aku ikutin skrg juga hampir nggak bernafas. *sorry curhat*

    Bener-bener tulisan yg patut direnungi. "kamu ngeblog buat siapa? diri sendiri atau orang lain?". Tulisan berbayar sah sah aja asal nggak sampai taraf annoying spt tulisan asal pasang dr hasil field report tanpa olahan.

    Makasih rekomendasi blognya, Yog. Nambah dua yg bawah untuk lokasi jalan-jalan nanti malam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Jangan sampai uang membuat kesenangan ngeblog luntur, May. :p Pada lebih fokus ke vlog mereka, kan? Hm, life happens :)

      Kalau kata Eka Kurniawan, sebenarnya tujuan kita menulis itu ingin mencatat atau dicatat? Sama-sama, May! :D

      Delete
    2. SETUJA SAMA KAMU, YOGS!

      Duh bang Eka panutanque. Quote-nya selalu tepat sasaran.

      Delete
  8. Mungkin yang menyebalkan itu. Suatu saat bisa menenangkan. Blogger itu tumbuh. Ada yang berhasil sampai berbuah. Tapi ada juga yang mati sebelum berbunga. Keep fight

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lalu kira-kira kita ini berhasil sampai berbuah nggak? :)

      Delete
  9. Sebenernya ada apa sih? Kayanya lagi heboh sama iklan, apa karna iklan meikarta yang booming?

    Aduh kudet banget saya ya :D

    Blog yang menyenangkan, mungkin kalo saya memilih blognya bang febri dwi cahya wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak ada apa-apa. Cuma beberapa bloger bosen melihat tulisan iklan yang kurang, atau tidak kreatif. :)

      Gak apa-apa, justru seru kudet sama permasalahan bloger. Kan jadi bisa ngeblog tanpa mikirin ini-itu.

      Wqwq. Febri memang menyenangkan dengan self deprecation-nya. :D

      Delete
  10. Berharap nama blog sang junjungan tertera di postingan ini, ternyata enggak ada. Pengabdi macam apa kau ini? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, Bang. Nanti di tulisan selanjutnya deh.

      Delete
  11. sama haha, akhir2 ini jarang update juga tapi iklan jalan terus wkkw

    ReplyDelete
  12. Bahahak. Banyak yg bahas yak! Tapi emang sik kujugak kangen sama blog yg cerita cecurhatan. Gak papalah ngiklan asal soft selling. Asal jangan kebanyakan πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Eh, baru sadar Adi lumayan dah lama gak bikin postingan yak. Ke mana ya dia? ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salut sama Beby yang belum pernah ngiklan. :))

      Wah, kurang tahu juga. Coba saja tanya sendiri. Ehehe.

      Delete
  13. ah blog isinya iklan mulu.

    iya sih bener juga, giliran nulis yg bukan iklan malah dikira ngiklan. sungguh sedi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Perjalanan yang dibiayai sendiri padahal, ya~

      Delete
  14. Waaah howhaw memang blog favorit kita semua yak.

    Blog junjunganku kenapa tida ada masuk di tulisan ini? memangnya blog junjunganku tidak membuat menyenangkan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan-jangan Haw telah membayar kita? Apaan!

      Cukup menyenangkan, tapi tidak sekaligus menyebalkan, Lan.

      Delete
  15. Memang dasar yak. Yang punya ide soal proyekan ini lebih ngedalamin banget keresahannya. Ngena dibacanya. Penggagasku ini memang. :')

    Iya bener nih. Banyak yang samaan. Haw namanya udah nyebar jadi blogger favorit, nggak cuma di sini aja. Bener kata Wulan kalau Haw blogger favorit kita semua hohoho.

    Btw btw langsung ingat draaaaaf soal ini, Yogs. Belum kelarin huhuhuhuhuhuhu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaha. Udah sempet nunda, eh jadinya yang pertama posting pula. Habisan nulis karena resah asyik, sih~

      Ya, sesempetnya aja, Cha. Kalem. :)

      Delete
  16. Keriba keribo doang nih yg aku kenal dan srg baca, walo jrg komen :p. Yg lainnya jd pgn aku bacain 1-1 yog.. Aku jg agak males kalo baca blog yg memang sponsored, tp kok ya nulisnya kaku banget :p. Ga pake bhs dia sendiri :D. Lgs ga tertarik baca biasanya.. Kan enak ya yog, kalo baca sponsored post yg ditulis mengalir dan ga kaku. Kita jg jd lbh percaya kalo si penulis memang udah ngeradain produknya sendiri, bukan cm nulis based on press release :p

    KLo blog fav ku banyak bgt sbnrnya.. Jd kayaknya ditulis 1-1 pun , jd kepanjangan :p. Tp memang kebanyakan aku lbh rajin BW k blog traveling krn hobiku memang di sana :D.

    ReplyDelete
  17. Gue mau nambahin blog favoritku ah
    1. Blog johanes anggoro ruang sore tulisan jalan jalan tapi aslinya romantis parah, bahasanya rumanis, diksi en pilihan katanya anjirrrrr uda kayak pnulis pro
    2. Beby riscka, ga tau knapa dulu awalan ngeblog tau cerita2 gokil punya beby tu awalnya pas baca cerita di blognya febri, trus abis ngepoin blognya beby buat tulisan2 yg lain kok cubanget ni anak hahaaaaa. Beda sma blogger lain
    3. Icha hairunissa, meski ni snak suka nulis absurd gatau knapa klo uda ngebahas lagu ama film gayanya nulis kayak berasa ngajak diskusi beneran
    4. Rahayu wulan avocadodol, knapa sekarang jarang update ya lan? Dulu aku suka sampe ngakak2 gitu bacanya
    5. Yoga akbar sol, gaya curhat lu ga ada yg nyamain selalu gue klo lg ngedubberin cerita lu brasa pake suaranya woody woodpacker wkkkk soalnya kadang curhatan lu realistis bgt en sehari2 gitu jd sering jg gue alamin wkkkk. Knp woody woodpacker, memang bahasa tulis lu kliatan kyk cara ngomongnya si woody kdg nyebelin, kadang kocak, kadang jujur, kadang bikin ngakak so hard
    6. List blog yg jarang kutinggalin jejak tp bikin ngakak yg lain kauak punya mariska tracy, kata benjur, beberapa ada yg listnya ibu2 muda juga sik, lebih karena kepo en pingin tau kesehariannya ngapain aja soalnya kdg nulis sesuatu yg sesuai pengalaman trus bermanfaat buat orang lain juga


    ReplyDelete
  18. Tadi dari blog Ulan, ada link ke sini. Proyekan yang sungguh untuk membangkitkan kembali ngeblog dengan bahagia walo nggak ada biaya. dan terima kasih sudah mempromosikan. hakhakhak.. padahal blog saya juga updatenya sesempetnya. tapi ya itu sih, ngeblognya untuk diri sendiri terutama dan untuk yang mau baca aja. Kalo kata adi, ngeblognya buat kerabat bukan ke robot.

    ReplyDelete
  19. Hai, Mas Yoga.
    Gimana kabarnya, lama tak maen kesini.

    Boleh masuk?

    Betul juga sih, sesekali jangan ngiklan mulu. Lebih baik cerita apa aja, kan kita jadi tahu oh, disana sedang gitu to. Termasuk ke-5 blog diatas, ada yang belum pernah aku kunjungi sih, dan ada juga yang pernah.
    Blog mas Haw memang ntapzz..

    Nanti coba maen ke blog diatas yang belum pernah aku kunjungi, pengen tahu juga, siapa tahu jadi list langganan kunjungan :)

    ReplyDelete
  20. Menulis sebagai pemenuhan tuntutan pihak lain atau menulis sebagai kebutuhan bagi diri sendiri, dua hal yang lumrah ditemuin. Saat udah ada tuntutan nambahin "suatu hal" ke dalam tulisan, khususnya memasarkan produk, di saat itulah kreatifitas tiap bloger dipertaruhkan. Mau nerima atau ngga, pilihan ada di tangan bloger.

    Gue termasuk payah kalo harus nulis artikel yang keluar dari style menulis sendiri, alias diminta ini itu. Susah ngembangin :(
    Meski gue nulis seadanya di blog, setidaknya bisa bebas ngeluarin ide di kepala. Itu udah satu bentuk kesenangan tersendiri. Toh setiap tulisan punya pembacanya masing-masing.

    Makasih Yog, ada nama gue di dalam daftar :)
    Gue jadi terharu bacanya. Beginilah gue kalo ngeblog :p

    Terkait berkomentar, gue punya prinsip sendiri. For me, berkomentar itu termasuk proses menulis juga, jadinya gue ga berani naro kalo ga kepengen. Ga nyaman kalo dipaksain. Gue lebih milih jadi silent reader setiap kali bingung mau berkomentar, meski tulisannya bagus. Ini jelas nyalahin aturan blogwalking, hehe... tapi bagi gue, ketulusan itu penting.

    Sekali lagi, makasih Yog. Lo juga udah ngingetin gue kalo menulis di blog masih sangat layak diterusin. Tanpa perlu gue tulis di blog pribadi, blog "akbaryoga.com" ini termasuk salah satu favorit gue kok :)

    ReplyDelete
  21. ada tiga blogger yang belum ku tahu dan salah satunya udh langsung aku kepoin, lumayan nambah dfatar buat blog walking. Padahal udh jarang bgt blogwalking wkwkwk

    pencitraan doang aku mah

    ReplyDelete
  22. dari kelima blog itu yang aku tau cuma tiga doang, yang sering aku kunjungin cuma dua doang.

    yang dua buat referensi daftar bacaan baru leh uga.

    lah kalau menyebalkannya malah bikin motivasi buat kamu, jadinya bagus dong.


    mmm blog favorite ya..
    banyak sih.
    Wahai Para Sohabat tentunya..
    blognya icha, blognya Pak Guru Niki, Blognya mas Tomi Azami, blognya Deva, blogmu juga termasuk, ah iya, blognya Icha, Dibah.. duuuh banyaaaaaaa....

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.