Perihal Kaos Polos

10 comments
“Kak, menurut aku lebih bagus kalo kaosnya polos. Lebih keren lagi yang warnanya item,” kata Indri di Line sekitar empat tahun silam. Ia mengomentari foto profil saya yang menggunakan kaos ungu bergambar bison yang dilapisi jaket denim tanpa dikancingkan.

Saya pun membalas, “Emang kaos itu kenapa, Ndri?”

“Kayak anak kecil. Haha. Kalo polos, kan, kamu jadi terlihat dewasa.”

Waktu itu Indri adalah adik tingkat di kampus sekaligus gebetan saya. Entah kenapa saya percaya dan manut saja sama omongannya. Walaupun kedekatan kami tidak berlanjut sampai pacaran dan ia belum tentu menganggap saya gebetan (ini penting: ngomong aku-kamu bukan berarti orang itu suka atau punya rasa), seenggaknya saya jadi mendapat sedikit gambaran bahwa ada sebagian perempuan yang sangat menilai penampilan orang-orang di sekitarnya. Saya masih tetap berprinsip untuk berpakaian yang penting nyaman bagi diri sendiri, tapi paling tidak saya belajar dari hal itu. Saya mesti mengubah sedikit penampilan supaya menjadi lebih ciamik ketika mendekati lawan jenis.

Lantaran komentar Indri itu, saya jadi teringat pula dengan ucapan seorang mantan, “Kamu terlihat lebih ganteng pake kaos item polos.” Saya pun merespons dengan cengengesan dan mengamininya dalam hati.

Namun, jauh sebelum perempuan-perempuan itu menilai saya cocok mengenakan kaos hitam polos, saya memang sudah sreg berpenampilan seperti itu sejak SMK. Semua ini berawal dari menyukai band-band hardcore luar negeri, misalnya Alesana, Attack Attack!, dan Asking Alexandria. Saya kerap melihat para personelnya baik di foto maupun video musiknya memakai kaos hitam polos. Sebagaimana para penggemar memuja idolanya, saya lantas mengikuti gaya mereka yang menurut saya keren. 

sumber: https://wallpapercave.com/alesana-wallpapers

Sebelum gandrung mengenakan kaos hitam polos, adakalanya saya pernah bingung di mana membelinya. Kala itu saya cuma tahu baju dalaman yang berwarna putih. Barangkali karena saya sempat menjadi korban majalah anak gaul yang terbiasa membeli kaos di distro. Kaos-kaos yang dijual di sana tentu saja semuanya bergambar atau bertuliskan. Distro tidak menjual kaos polos.

Dua minggu dari hari itu, salah seorang kawan saya, Agus, memakai kaos hitam polos sebagai dalaman seragam sekolah. Saya langsung bertanya, dan ia pun memberi tahu saya bahwa di Tanah Abang dan Blok M banyak yang jual. Berusaha terlalu gaul membuat saya lupa sama pasar-pasar tradisional di dekat rumah. Memalukan sekali.

Kini, saya sudah tidak sebodoh dan sememalukan itu. Apalagi ini sudah era digital. Internet memudahkan saya dalam mencari toko yang menjual kaos polos. Saya bahkan enggak usah jauh-jauh ke tokonya. Saya hanya tinggal membuka laptop atau ponsel untuk membeli kaos polos lewat internet. Saat ini toko-toko online sudah semakin marak. Jangankan cuma kaos polos, tuyul pun ada yang menjualnya. 



Mungkin beberapa dari kita termasuk cuek saat membeli kaos polos. Lagian, itu hanya kaos, kan? Tapi menurut saya, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan sebelum membelinya lewat internet. Inilah kiat-kiat agar belanja kaos polos online tetap aman dan nyaman. 


sumber: Pixabay

Pahami Kebijakan Toko 

Ini merupakan faktor yang sebetulnya sangat penting, tapi entah mengapa jarang sekali diperhatikan oleh mayoritas pembeli. Mungkin karena sebagian manusia sudah terbiasa melewatkan syarat dan ketentuan saat mengunduh dan memasang aplikasi. Memang, tulisannya yang amat banyak dan kadang tersembunyi itu bikin pembeli malas membacanya. Padahal, sewaktu kaos polos yang kita beli cacat atau tidak sesuai, kita pasti ingin menukar atau mengembalikannya. Jadi, baca dan pahami terlebih dahulu kebijakan toko itu sebelum membelinya. Jangan sampai kamu protes dan marah-marah, lalu nanti malu sendiri ketika disodorkan kebijakan toko yang tertulis: barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan.


Pilihlah Alamat ‘https’ 

Keamanan internet masih merupakan ilmu yang jarang diketahui orang awam. Membeli kaos polos dari internet artinya menyerahkan data pribadi seperti nama, alamat, dan kartu debit/kredit. Bila memasukkan informasi tersebut ke domain yang tidak aman, data kamu bisa saja akan disalahgunakan. Untuk itu, kita perlu memilih situs dengan URL berawalan https ketimbang http. Situs yang aman terdapat lambang gembok berwarna hijau.


Bandingkan Harga dengan Tekun 

Kemudahan lain dari internet adalah memberi kita kesempatan untuk membandingkan harga dengan cepat tanpa capek. Jangan malas untuk melihat harga di beberapa toko online. Tak sedikit toko yang menjual produk dengan diskon besar. Namun, ada juga yang melakukan mark-up price tidak logis. Oleh sebab itu, kita tak perlu buru-buru membeli. Tekunlah melakukan perbandingan untuk mendapatkan produk terbaik dengan harga miring.


Baca Deskripsi Produk 

Baca baik-baik penjelasan tentang kualitas, bahan pembuat, dan informasi lain terkait produk kaos polos. Jangan sampai kamu membeli kaos seperti kucing di dalam karung. Penjual yang baik akan menjelaskan beberapa keterangan terkait produknya. Bila toko itu tidak punya bagian deskripsi produk, kita bisa tanyakan langsung kepada penjualnya.


Perhatikan Lokasi 

Walaupun dibeli secara online, lokasi produsen kaos polos juga tetap penting. Bukannya meragukan produsen yang lokasinya jauh, tapi toko online yang lokasinya dekat dengan tempat tujuan pengiriman akan memberi keuntungan tersendiri. Misalnya, ongkos kirim yang lebih murah dan barang jadi lebih cepat sampai ke tangan pembeli. 


Lakukan Pembayaran Lewat Metode Teraman 

Banyak cara membayar produk dagangan toko online termasuk di produsen kaos polos. Biasanya yang paling umum adalah lewat transfer bank atau via minimarket. Keduanya sama-sama aman. Yang terpenting adalah menyimpan baik-baik bukti pembayaran. Sebaiknya serahkan juga bukti pembayaran dengan mengirim fotonya ke penjual. Bila membeli dari produsen besar, biasanya mereka juga meminta kalian memasukkan nomor referensi. 

Teliti Cara Pengemasan dan Pengiriman 

Perhatikan mode pengiriman yang digunakan penjual. Meski kaos polos adalah produk yang tergolong fleksibel dan tidak mudah rusak, pengemasan yang salah bisa-bisa akan merusaknya. Pastikan kamu sudah mengetahui cara penjual mengemas produk-produknya. Selain itu, pilih juga penjual yang menggunakan perusahaan kargo dengan kualitas yang tidak diragukan. 

Toko yang Punya Garansi 

Seperti yang sudah disebutkan di kiat pertama, kebijakan toko adalah hal yang penting. Selain itu, ada lagi yang tak kalah penting, yakni garansi toko untuk kaos polos yang kamu beli. Garansi ini akan membuatmu merasa lebih aman ketika membeli kaos. Tidak harus selalu garansi internasional atau nasional. Banyak juga kok penjual yang memberikan garansi toko dengan pelayanan terbaik. 


Jika sudah menerapkan kiat-kiat itu, kamu pun bisa segera berbelanja, lalu pakai barangnya saat sudah diterima, dan pamerkan kaos polosmu di media sosial. Mari kita buktikan kalau kaos polos itu memiliki daya tariknya tersendiri. Sayangnya, saya sendiri malah jarang sekali dipotret ketika memakai kaos hitam polos. Saya sudah mengubek-ubek folder di laptop, eh cuma ketemu satu foto pada tahun 2015. Itu pun menggunakan kamera ponsel dan hasilnya rada blur. Terlepas dari wajahnya yang tidak kentara jelas, apakah betul saya tampak lebih keren?


Previous PostOlder Post Home

10 comments

  1. Pas pake kaus polos, kamu jadi keliatan lebih jelas Yog. yang lainnya ngeblur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wqwq. Kalo itu emang sengaja buat nutupin wajah temen, Haw.

      Delete
  2. Padahal orang-orang yang komunikasinya pakai Bahasa Jawa, sehari-harinya juga kalau ngobrol pakai aku-koe (kamu) . Dan itu biasa aja. Beda respon ternyata kalau di daerah Jakarta sana, ya. Hahaha. Misal nih, misal kalian (kamu aja ding, Yog) komunikasi sama orang lain dan itu pakai aku-kamu, responnya biasa aja, apa annoying gitu? *pengen tau ini*

    Saya sebener e nggak terlalu ambil pusing masalah kaos polos atau kaos bersablon, yang penting kaos, gitu aja. Baru kalau disuruh milih, kaos apa kemeja, nah...tentu saya bakal milih kaos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Bandung juga "aku-kamu", Wis. Di Jakarta karena terbiasa "gue-lu" kayaknya. Sekalinya beda ketika ngobrol sama lawan jenis, dikira ada perasaan kali. Haha. Sekarang-sekarang ini bagusnya, sih, saya udah menyesuaikan lawan bicara. Pernah coba "saya-kamu" ke temen cewek, mereka oke-oke aja. Malah ada yang nyuruh, daripada pakai "saya", mending "aku" biar enggak baku banget.

      Iya, mana Jakarta panas gini. Kemeja cocoknya pas lagi kerja di ruangan ber-AC.

      Delete
  3. Kaus polos hitam memang memberi kesan elegan, Yog, apalagi kalau dipakai remaja. Dibanding kaus "ngejreng" warna-warni yang tampak heboh.

    Balik lagi ke selera memang. Kalau ada yang suka warna-warni, ya, enggak tampak bocah juga. Cuma terlihat heboh aja. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sering liat orang dewasa pakai kaos hitam polos dilapisi jas juga. Keren-keren aja.

      Heboh kayak iklan WimCycle, Gip.

      Delete
  4. lebih bagus kalo lo pake kaos polos putih yog, celana item.

    biar keliatan lagi ngelamar kerja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa iya ngelamar kerja pake kaos, Yan? Kalo ngelamar kerja di rumah makan padang mungkin, sih.

      Delete
  5. iya bagus memang kaos polos daripada ada gambarnya tapi gak jelas. Jadi kelihatan gak elegan.

    Enaknya pake kaos hitam itu kelihatan lebih langsing. Aku suka pake warna hitam karena itu salah satu alasannya. Ehehee.

    Iya, kalo beli online kita harus cari tau betul tentang produknya, apalagi baju harus tau jenis kainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gambar bison itu sebetulnya jelas menurut saya. Kan terlihat sangar, anehnya dibilang kayak anak kecil. Hahaha. Itu berlaku kalo bawahannya hitam juga kan, Rum?

      Delete

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.