Memikirkan Sajak Sebelum Nyenyak

0

Di antara gelap dan cahaya, di antara Soffel dan nyamuk, di antara kangen dan ngantuk, kau akan diberikan hati yang tangguh, yang sanggup menetralkan mimpi-mimpi buruk dan sedih.

Tapi duka maupun luka tetap gemar meninggalkan jejaknya sendiri. Ia mendatangimu setiap hari lewat sisi lain hidup, dan kau akan meneteskan tangisan tak kasat mata, yang perlahan kauminum sambil memandangi gerak jarum jam.

“Dan dunia rupanya masih saja kejam,” bisik si alter ego jahanam itu.


Konon, di dalam hidup ini terkadang ada kekosongan yang tak pernah bisa diisi oleh apa pun meski mata kita telah terpejam.


Seperti
baris puisi ini,
yang tadinya kosong,
dan kini terisi oleh racauan,
 lalu membentuk piramida bacot kosong.





1

Pada malam yang semakin tenang, aku mendapati diriku tenggelam dalam kenang. Terdapat kerinduan akan kehadiran seseorang yang kini cuma terwakilkan oleh lisan maupun tulisan virtual. Kangen ini ternyata bagaikan daun yang sedang terbawa angin, terbang tak tentu arah, dan aku ingin membisikkan rahasia yang hanya bisa didengar ataupun dilihat oleh mata hatimu.

Ketidakhadiranmu bergema di setiap sudut kamarku, meninggalkan kesepian yang hanya bisa dihapus oleh senyuman magismu.

Menit-menit berlalu sangat lambat seperti pengiriman paket gratis ongkos kirim yang datang terlambat, dan aku di sini masih merindukan hari Minggu kemarin: cerahnya parasmu, hangatnya senyumanmu, serta manisnya warna busanamu.






Di galeri ponselku, kau hanya berjarak satu embusan napas, tapi sebetulnya kita telah terpisah lebih dari seratus jam, dan itu sungguh meninggalkan kerinduan yang mendalam di lubuk hatiku.

Pada setiap momen yang telah berlalu, semakin dikenangnya suatu memori, ia entah mengapa selalu asyik untuk diputar ulang kembali.

Barangkali dalam jarak dan ketiadaan itulah perasaan rindu ini tak akan pernah hilang dan justru kian bertambah. Maka, aku akan menyimpan fragmen-fragmen yang telah kita lalui bersama itu sampai kita berjumpa lagi. Baik-baiklah di sana, Sayangku, sebab dalam kerinduan ini, aku akan selalu memelukmu dengan doa.





2

Awalnya kupikir sajak mesti selalu berima, kudu berpakaian cantik sekaligus elegan, atau memakai kata-kata rumit yang membuatku harus mengecek KBBI. Namun, sejak sajak mulai didefinisikan oleh kisah cinta kami yang aduhai, yang aku pedulikan sekarang hanyalah dia mampu memahami makna dari setiap untaian kata itu. Aku bahkan tak peduli jika coraknya terlihat norak.

Sebagaimana tulisan di gelas suvenir pernikahan bahwa “cinta” konon hanyalah sebuah kata, sampai seseorang memberinya sebuah makna, aku kira kehadiran dia memang telah berhasil mengubah duka menjadi suka, gelap menjadi gemerlap, suram menjadi tenteram, dan derita menjadi cerita.

4 Comments

  1. Aisssh sedang LDR kah Yog?

    Dia pasti seneng sih baca tulisan ini, udahlah isinya indah, menggambarkan perasaanmu banget, tapi ga berkesan norak 👍.

    Semoga kalian cepet ketemu lagi yaa, saling percaya aja ☺️. Dari sini ntr kliatan sekuat apa hubungan yg kalian punya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Kami beda planet atau galaksi (masih aja lelucon ini dipakai). Masih Jabodetabek kok. Haha. Cuma lama enggak ketemu aja karena lagi sama-sama sibuk urusan masing-masing.

      Bagi penulisnya, setiap ungkapan cinta terasa norak. xD

      Nuhun. Semoga aja kami bisa cepat ketemu. Aamiin.

      Delete

—Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap sudah blogwalking.