Sajak Tahun Baru

20 comments
Kembang Api

Aku ingin menjadi kembang api terdahsyat di tahun barumu.
Agar kelak kau selalu mengingatku.
Bagaimana tubuhku
meledak dan memusnahkan semua manusia,
kecuali engkau.

Hingga setelahnya kau akan kesepian
dan berusaha menyimpan warna-warni kebencian
terhadapku.




Resolusi

Seumpama resolusi,
kau adalah hasrat yang terbakar
pada Januari hingga April.

Lalu Mei datang,
membawa segenggam sungai
untuk memadamkanmu.
Juni dan Juli belum sempat mengajarkanmu berenang.

Sampai akhirnya Agustus membiarkanmu tenggelam.
Sampai kau pun mati, kemudian menjadi tertawaan September dan Oktober.
Kau bahkan tidak dikenal oleh November dan Desember.

Arti Tahun Baru

Apa artinya tahun baru,
jika kau masih mengenakan celana model lama?
Kau hanya akan mengantongi kesedihan yang sama.

Apakah kehidupan tidak bosan memetik buah karma?
Lalu mengupasnya
dan buah itu masih berisi kegagalan
yang tak dapat kauterima.

--

Gambar saya ambil dari Pixabay, kemudian diedit sesuka hati.

Sajak iseng-iseng ini saya buat pada 31 Desember 2017 – 1 Januari 2018.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

20 comments

  1. Kembang api itu bagus, indah, cantik. Tapi di kepala saya malah tergambar uang yang dibakar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, beda-beda tiap orang, sih. Saya juga udah lama nggak pernah beli kembang api.

      Delete
  2. Eh tapi kalau celananya masih bagus, masih kupakai kok, wlw bertahun-tahun, hehe..

    Nice puisinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi ini bukan celana secara harfiah. :(

      Delete
  3. Puisinya gilaak, keren.

    Saya paling suka puisinya tentang Resolusi itu. Kata-katanya itu loh ngena banget. Yang awalnya masih ngejar-ngejar resolusi, akhirnya jadi bosan, akhirnya mau lagi tapi pikirannya "kayaknya ini gabisa deh", akhirnya "yasudahlah".

    Terus juga arti dari tahun baru. Sip, gilak.
    Kalo kata blogger biasanya "Nais gan"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nuhun, Andika~

      Loh, saya bikin yang resolusi asal tulis aja padahal. Nggak menciptakan rima juga. Tapi ya tiap orang punya kesukaan masing-masing. :D

      Delete
  4. Wah bagus-bagus nih. Ada beberapa yang suka banget. Tapi rahasia dongs. Muahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wqwq, sok misterius betul segala rahasia~

      Delete
  5. Keren-keren, Mas. Andai dibuat seperti video pendek untuk di IG mungkin, Mas.
    Sepertinya bagus..he

    Btw, gimana kabar laptopnya, Mas Yoga?
    Udah sehat lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mas~ Sayangnya, saya nggak jago ngedit video. Biarlah jadi tulisan saja. Alhamdulillah sudah beli charger dan nyala seperti biasa. :D

      Delete
  6. meledak dan memusnahkan semua manusia,
    kecuali engkau.

    apa yah artinya kira2 kan bukan bom -___- hem

    ReplyDelete
  7. "Kemudian Mei datang, mengajakmu berinvestasi di Meikarta."
    Saya kira tadinya mau dibengkokin begitu. Tapi ternyata kamu gemini yang cukup serius ya, Yas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe, saya tidak sedang melucu kala bikin sajak ini.

      Delete
  8. kalo aku gak sampe mei
    awal februari udah ilang euforianya

    ReplyDelete
  9. Mon maap bang, mau nanya. Buah karma sodaranya buah kurma bukan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan, Mbak. Kurma dan karma biarpun mirip, tapi mereka tidak saling mengenal.

      Delete
  10. Entah kenapa setelah aku banyak menjumpai org yg terkena dampak kembang api, aku tu jd takut kl ada yg main kembang api.. Parnoan bgt kan, hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dampak buruknya apaan? Emang diledakinnya bukan ke langit? Tembak ke orang gitu? Haha.

      Delete

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.