Perkumpulan Gak Jelas di TMII

Gue kaget bukan main ketika nama dan kontak gue tercantum di poster sebuah acara kumpul-kumpul. Tenang, bukan acara kumpul untuk mesum, kok. Tapi ini acara kumpul blogger regional Jabodetabek. Sumpah, gue sebenernya cuma takut kalo nomor hape gue jadi tersebar ke mana-mana. Bisa aja ada yang iseng nulis nomor hape gue di tembok WC umum.

Cewek bispak cakep, 085710002000

Kan nggak lucu kalo tiba-tiba ada om-om nakal yang nelepon gue dan ngajak ke hotel.

Atau, bisa aja ditempel di tiang listrik, lalu ditulis jadi tukang sedot WC. Ini gue dari tadi ngapain bahasnya nggak jauh-jauh dari WC mulu, sih? Oke, maaf. Ngetik ide pembukaan ini emang pas lagi boker, sih. Hehe.

Ketika gue lagi santai di rumah, tiba-tiba ada panggilan dari nomor yang tidak dikenal.

“Halo,” kata gue.
“Halo, Pak. Saya mau sedot WC nih. Sudah dua hari ini mampet....”

Baguslah hal itu tidak terjadi.

Terus cerita kopdarnya mana woy?! Gue close tab juga nih!


Baiklah, ini udah saatnya untuk mulai bercerita.

Acara ini berlangsung pada hari Minggu, tanggal 21 Februari 2016. Sebenernya acaranya nggak cuma buat blogger. Ini acara silaturahmi terbuka bagi siapa aja. Buat yang emang pengin dateng meskipun bukan blogger nggak jadi masalah. Entah itu dia seorang hakim, badut sulap, bahkan baby sitter juga boleh.

Walaupun lebih fokusnya ke regional Jabodetabek, namun acara ini tidak membatasi regional lainnya. Seperti temen gue, Hawadis (blogger asal Pontianak yang kebetulan lagi main ke Bogor), dia ikut dalam kumpul-kumpul ini.

Minggu pagi itu, gue bangun lebih cepat dari biasanya. Gue sudah siap-siap untuk menjemput Haw di Stasiun Tanah Abang. Ya, kami sepakat janjian di sana. Ketika Haw mengatakan sudah sampai di Manggarai, gue—yang memang sudah siap—langsung bergegas ke stasiun. Tapi sesampainya di sana, ternyata Haw malah belum sampai. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya ada seorang laki-laki berkacamata mengenakan kemeja kotak-kotak menghampiri gue.

“Pak, sedekahnya, Pak. Belum makan seminggu.”

Eh, nggak gitu deng. Laki-laki itu adalah Haw. Gue pun segera memboncengnya menuju Taman Mini Indonesia Indah—yang biasa disingkat TMII.

***

“Yog,” kata Haw. “Ini kita lagi di deket Kotu (Kota Tua, Museum Fatahillah), ya?”
“Hah?” tanya gue heran, sambil berusaha fokus mengendarai motor.
“Iya, itu gedungnya kayak Museum Bank Indonesia deket Kotu.”

Gue bingung harus merespons apa. Mau ketawa, tapi kasihan karena Haw memang baru pertama kali ke Jakarta. Mau nahan ketawa, tapi lucu banget.

FYI, Kami berdua lagi di daerah Permata Hijau yang jaraknya lumayan jauh dari Kota Tua. Jadi kayaknya nggak mungkin banget kalo gedung itu pindah. Gue pun hanya bisa menjawab, “Bukan. Kotu mah agak jauh dari sini. Emang banyak gedung-gedung yang mirip di Jakarta mah.”
“Oh, gitu.”

Melihat kepolosan Haw, gue jadi mikir suatu saat ketika gantian main ke tempatnya, Pontianak (semoga ada rezeki banyak dan bisa keliling Indonesia. Aamiin).

“Haw, garis Khatulistiwa-nya mana, sih?” tanya gue. “Gue mau lihat.”

Ah, semoga saja gue juga tidak sepolos (dibaca: sebodoh) itu.

Hari itu kondisi lalu lintas lancar sekali. Gue pun bisa mengendarai motor dengan ngebut. Sekitar 30 menit berselang, kami sudah sampai di kawasan Jakarta Timur. Namun, karena gue udah lama banget nggak main ke TMII (terakhir pas SMP kalo nggak salah), gue pun mendadak lupa jalurnya.

“Haw, gue lupa nih. Ini naik ke fly over apa lewat bawah, ya?” tanya gue saking paniknya.
“Aku nggak tau, Yog,” jawab Haw jujur.

Yaiyalah dia nggak tau. Dia baru pertama kali lewat sini. Emang bego yak gue kalo lagi panik. Lagi nggak panik juga kadang bloon, sih.

Melihat petunjuk jalan yang menginformasikan kalau lewat fly over itu ke arah Depok, maka gue pun mengambil jalur bawah. Kampretnya, jalur bawah itu malah untuk puter balik. Yak, gue salah jalan. Mau tidak mau, kami berdua kudu cari puteran untuk kembali ke jalan yang tadi. Naasnya lagi, puterannya jauh banget. Kira-kira, ada kali 5-10 menit untuk balik lagi ke fly over yang tadi.

***

Kami berdua sudah sampai di TMII sekitar pukul 9 lewat. Dengan membayar pintu masuk seharga Rp 26.000, yang 10.000 untuk per orangnya, dan 6.000 untuk motor. Setelah itu kami segera menuju parkiran untuk....

Ya, parkir motorlah. Masa ngajakin Boy sama Reva balapan. Dikira sinetron Anak Jalanan!

Gue mengecek grup WhatsApp, menanyakan siapa saja yang sudah sampai di sini. Nggak disangka udah ada Darma, Dika, Rizal, Lulu, dan tiga orang temen SMA-nya yang sudah kumpul di tugu yang mirip Monas (atau kita sebut saja Mini Monas). Ada juga Robby yang bilang lagi duduk sendirian deket tukang mainan gelembung.

Gue dan Haw berusaha mencari-cari di mana mereka ini. Sambil mencari mereka, kami berdua (sebenernya gue sendiri, Haw hanya menemani) memotret Mini Monas. Puas dengan beberapa hasil fotonya, barulah kami mencari mereka.

Saat sedang fokus mencari tukang gelembung sabun, dari jauh gue melihat di dekat situ ada cowok memakai sweater biru duduk sendirian seperti sedang merenung. Gue kayaknya mengenali cowok ini. Oleh karena itu, gue langsung bilang ke Haw, “Eh, itu salah satu anak yang ikut kopdar bukan, sih? Kayak Robby deh.”

“Emang lu udah pernah ketemu sebelumnya?”
“Belum, sih. Tapi itu kayaknya emang Robby deh,” jelas gue.

“Bukan kayaknya, Yog. Itu mah tukangnya lagi bete. Dari pagi dagangannya belum laku,” ujar Haw.

Setelah asyik muter-muter, tapi nggak ketemu mereka satu pun, gue langsung bertanya lagi di grup WhatsApp. Darma mengirimkan foto Lulu dan ketiga temannya yang sedang duduk. Melihat gambar itu, gue dan Haw segera ke sana.

Kami berdua sudah melihat mereka, tapi gue mengusulkan kepada Haw seolah-olah nggak kenal biar mereka aja yang manggil. Hohoho. Baru mau melancarkan aksi, tiba-tiba Dika sudah lebih dulu melihat kami. Rencana pun gagal.

Gue dan Haw menyalami mereka satu-satu. Sambil menunggu yang lain, kami semua berkenalan (untuk yang belum saling mengenal) sekaligus berdiskusi “Kopdarnya mau ngapain aja?”

Tak lama setelah itu, tukang gelembung sabun yang tadi gue dan Haw lihat datang menghampiri kami. Lalu, Darma menjabat tangannya dan berbicara sesuatu kepadanya. Yang ternyata dia adalah... emang tukang gelembung sabun. Eh, bukan-bukan. Dia adalah Robby.

Kemudian, Aziz dan Adibah pun datang bersamaan. Selanjutnya yang datang berikutnya adalah Salam.

***

Karena teman-teman yang lain katanya akan menyusul agak siangan, kami semua mulai jalan menuju Museum Penerangan sekalian meneduh karena langit tiba-tiba menangis. Begitu langit mulai cerah kembali, kami pun melanjutkan perjalanan sembari mencari tempat yang asyik untuk ngobrol-ngobrol.

Sebelum itu, kami pun foto-foto di depan museum.


Museum Penerangan. Untuk menerangi hatiku yang mulai gelap sejak ditinggal kamu
 
Kelar foto-foto gue mengecek HP, ternyata ada notifikasi di grup WA, Dian bilang kalo dia udah sampe di pintu masuk. Beberapa di antara kami menjemputnya, sebagian lainnya pun menunggu di depan museum. Cukup lama menunggu Dian dan teman yang menjemputnya, kami pun hanya ngobrol-ngobrol random. Begitu Dian sampai, kami semua segera melanjutkan perjalanan menuju ke danau.

Di jalan menuju danau, kami melewati Anjungan Sumatera Barat. Karena kami anaknya ini lumayan narsis, maka berhenti dahulu dan mengabadikan momen. Kebetulan banget Rizal memang membawa DSLR. Niat abis nih dia. Ehehe. Kapan lagi, yekan? Manfaatkan kesempatan ini.


***



Sesampainya di pinggiran danau, kami langsung mengeluarkan aneka macam jajanan yang sengaja dibawa dari rumah. Sambil makan camilan, kami mulai mengenalkan diri satu per satu. Setelah itu, kami membahas beberapa topik mengenai permasalahan yang terjadi di komunitas. Selain itu, gue juga mendapatkan titipan dari Dara Agusti untuk menyampaikan Proyek Indonesia Menulis (untuk lebih jelasnya, bisa langsung klik).

Keren banget nih dia. Menjalankan proyek untuk tujuan yang sangat mulia. Hasil penjualan dari buku itu akan didonasikan untuk peningkatan kesehatan dan pendidikan Anak Bumi Sebalo, Kab. Bengkayang, Kalimantan Barat.

Lelah ngobrol-ngobrol, kami memilih untuk break salat Zuhur di masjid atau musala yang ada di Anjungan Sumatera Barat. Di sini, Dicky datang secara tiba-tiba. Yang kemudian Reza juga datang menyusul. Setelah semuanya kelar salat, kami langsung menuju ke Istana Anak-Anak. Biarpun kami sudah tak pantas lagi disebut anak-anak, tapi kami hanya ingin menyesuaikan acara ini dengan poster yang telah dibuat. Karena di poster itu gambarnya memang Istana Anak-Anak. Ya, masa kami nggak ke situ, sih. FYI, untuk tiket masuknya seharga Rp 10.000.

Di sana, kami langsung menuju ke sebuah tempat untuk makan-makan. Lucunya, di dekat situ sedang ada panggung yang menampilkan beberapa penyanyi cantik.

Ini dia biduannya.

Digoyang
Uhuy. Sambil makan bisa puas mendengarkan suara merdu si Mbak sambil memandangi wajahnya yang adem. Seadem ubin supermarket.

Atas (dari kiri ke kanan): Reza, Dika, Robby, Dicky, Haw, Salam, Temen Lulu 1 (gue lupa namanya sebut aja gitu), Lulu, Adibah, Dian, Temen Lulu 2 dan 3.
Bawah: Azis, Darma, Yoga, dan Rizal
 
Setelah kenyang, kami memilih untuk foto-foto lagi. Di Istana Anak-Anak ini, kami pun hanya ngobrol-ngobrol nggak jelas lagi. Saking nggak jelasnya, tiga teman SMA-nya Lulu memilih untuk pulang entah karena apa. Sepertinya mereka sudah nggak kuat lama-lama bersama orang-orang absurd ini.

Padahal gue sudah usaha mengusulkan untuk bermain sebuah game biar seru, namun karena bingung hukumannya yang kalah kudu ngapain, maka game itu pun nggak jadi dimainkan.

Kampret banget emang mereka!

Selanjutnya, kami duduk-duduk di dekat musala yang berada di dalam Istana Anak-Anak sekalian nanti salat Asar dan ngobrolin suatu hal penting yang tidak bisa diceritakan di blog ini. Karena kesel sama obrolan ini yang nggak menemukan titik cerahnya, gue mengusulkan untuk main game lagi. Beberapa di antara mereka bertanya, “Emang game apaan? Cara mainnya gimana?”

Gue pun menjawab, “Tapi yang kalah ngapain nih?”

Mereka langsung nyuekin gue lagi. Bangkhe.

Gue sudah tidak begitu peduli dengan obrolan itu. Apalagi Dicky yang paling nggak jelas tiap ngasih ide. Konyolnya, beberapa anak-anak yang lain ada yang setuju. Heran gue. Ya udah, kalo emang pada ngaco, gue pun ikutan ngaco. Gue mulai nyerocos dengan beberapa usul yang tidak ada serius-seriusnya, bahkan sarkas.

“Terus yang kalah ngapain nih?” tanya gue. Berharap mereka berubah pikiran dan ada yang mau diajak main game.

Beberapa di antara mereka tertawa, kemudian lanjut membahas topik itu lagi. Gue pun bete. Saat  mereka sedang serius-seriusnya mikir, gue tiba-tiba bilang, “Terus yang kalah ngapain nih?”

“Hahahaha”

“Udah apa, Yog. Masih aja lu. Callback mulu lagi.”

Gue nggak lagi stand up sialan! Gue serius banget ini. Astagfirullah.

Jam sudah hampir menunjukkan pukul 17.00, tetapi topik obrolan belum juga mendapatkan benang merahnya. Kami udah pada capek dan memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang, kami menyempatkan duduk sejenak untuk kumpul lagi di Mini Monas untuk berterima kasih kepada teman-teman yang rela meluangkan waktunya untuk datang ke TMII, lebih tepatnya datang ke acara nggak jelas ini.

Yeah, thank you, Gaes. Kalian memang luar biasa!

***

PS: Untuk Dara, maaf ya baru sempet nulis kopdar ini sekarang. Jadi promosi mengenai proyek lu di blog ini telat deh. Well, semoga tetep banyak yang ikutan proyek itu, ya! Aamiin.

Maaf juga buat temen-temen yang udah ikutan kopdar, tapi merasa acaranya biasa aja. Jangan pada kapok buat dateng. Oiya, untuk foto-fotonya dari kamera Rizal.

Terima kasih.

99 Comments

  1. Banyak juga ya temennya Lulu.

    Wah, jadi pengen ikut ngumpul nih. Tapi yang kalah hukumannya apa, Yog?

    ReplyDelete
  2. Seru kumpul-kumpul begitu^^ Haw itu yang punya blog how-haw ya? Aku kalo diajak ke Jakarta juga pasti seudik kak Haw ((sumpahgananya))

    Jahat banget tuh ngirain pedagang balon xD untung dianya ga tau xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yang punya blog itu. Coba sini ke Jakarta, Nis. Biar gahul.
      Dia belum baca tulisan ini. Ehehe.

      Delete
  3. Wah seru ya kumpul2nya
    Emang si robby beneran jadi tukang gelembung sabun?
    Anek jajanan yg dibawa dari rumah apa j yog?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba tanya Robby langsung. Lihat aja, Nik. Itu ada di gambar.

      Delete
  4. Haduuuuh mupeng tiap ada kopdar ginian. Ini blogger blogger nya hampir sebagian besar gue kenal nih. Ini si Haw, emang sengaja dateng buat acara kopdar ini??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Iya. Keren banget emang, Haw. Jauh-jauh dari Kalimantan. :D

      Delete
  5. Jadi yang kalah diapain?

    Hahaha gak ngerti lagi, segitunya Robby disangka akang jualan gelembung sabun. :')
    Eh, gua dateng nomer dua terakhir ya, gak bareng bang Aziz. maap-maap nih..
    Ini kurang ilmu silat saat menyelamatkan kamera nih...
    Hahaha
    next time meetup-meetup lagi yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bodo, Bah. Bodo!
      Ah, nggak perlu deh kayaknya. Kan gue cerita lewat sudut pandang gue aja. :p

      Hayuk! Bulan ini adain nggak?

      Delete
    2. Infoin ke gueeeeee kalo ada lagi. xD

      Delete
  6. Ini pas ada gambar posternya nongol di Twitter, aku mupeng, Yog. Huhuu. Pengen juga ketemu para blogger :(

    Bahahahahaha. Haw anaknya polos ya ternyata. Gemesin. Kalau aku ke Jakarta gimana ya, mungkin lebih polos daripada Haw. Ya, lebih-polos dalam artian bego-banget-sih-Icha :(

    Itu Robby kasihan bener dikira tukang gelembung sabun :D

    Walaupun nggak ada main games, tapi tetap bikin iri itu kopdarnya. Huhuhu. Yog, kalau beneran ke Kalbar, jangan lupa mampir ke Kaltim! Yuhuuu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Main dong sini ke Jakarta. :D
      Wuahaha. Dasar Icha merendah aja nih.

      Iya, yang penting bisa kopdaran udah bersyukur. Insya Allah kalo beneran ada rezeki banyak, Cha. Aamiin. :)

      Delete
  7. wih ramenya... pada bisa kompak gitu sih, beberapa kn baru pada kenal.. tapi.. mantaaaap

    ReplyDelete
  8. Terus yang kalah ngapain nih?

    Cian deh yoga di acuhin gitu haha, eh seru juga ya kamu udah biasa kopdar bareng temen-temen blog lah aku malah belum sama sekali ini, pengen juga deh ketemu temen-temen blog kayanya seru juga. Eh btw, bukan yoga namanya kalau tiap mau kopdar atau main nggak nyasar-nyasar dulu, duh yog x__x

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang kalah menangis. :(

      Coba cari temen-temen yang berdekatan, Wid. :D Enggak nyasar kok itu. Cuma lupa jalan dikit. *ngeles* :p

      Delete
    2. Adanya orang bandung euy lumayan juga sih dari tasik ke bandung huhu

      Delete
  9. Terus yang kalah diapain nih?

    Bhahahaaa kok gue ngakak lihat kepolosan bang Haw. Yawlooohh hahahaaa
    Hmm sepertinya tampang Robby yg bete kayak penjual gelembung sabun keliatan banget ya, Yog. Bhahaa.
    Maap By. *sungkem

    Gue turut bahagia. Akhirnya lu nggak nyasar lagi, setelah beberapa kali nyasar saat pergi kopdar. Mungkin karena berkat bang Haw yg lu bonceng, Yog. Bang Haw si penunjuk jalan.

    Lah terus nggak jadi nge game, Yog?

    Trus yang kalah diapain nih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan kamu ulang-ulang lan. sesungguhnya itu sangat lucu.

      Delete
    2. Rob, parah banget nih Wulan, Rob. Dia jujur banget ngatain elunya. Emaap. :(

      BODO AMAT, LAN! YANG KALAH KAYANG SELAMA 5 MENIT!

      Delete
    3. Dibah: Hahahaa yhaa aku penasaran soalnya, Dib.

      Delete
  10. Huuuuuuu gue sebel ah ngga bisa ikutan. :"(((( pokoknya kapan kapan lagi ya, kak!

    Dan alangkah baiknya kakak memikirkan masak-masak apaan hukuman untuk gamesnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bil. Nanti ajak temen-temen lu juga biar banyak yang dateng.
      Yang kalah nyanyi aja kali, ya. :(

      Delete
  11. Waparaaah si robby dikatain kang sabun hahaah

    Si haw hebat euy, maen ke bogor nyempetin silaturahmi, ya ampun permata hijau ama kota tua apalagi BI yg deket monas kan jauh hahaa
    Mang yg diliat gedung apaan?
    Bisa aje nih ide dateng2 pas lg berak, kreatif kamu yog
    Klo ke pontianak berarti lu siap ngunjungin how juga dara yak, dia kan kalimantan juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi cocok gak, sih, Robby jadi tukang sabun? Ahahaha.
      Mungkin Haw lelah, Mbak. XD

      Kreatif tapi jorok. Huhu. :(
      Iya, Dara juga.

      Delete
  12. Maksa amat itu yang kalah ngapain -___- untung gak ditoyor berjamaah kamu Yog.

    Lama juga ya sampe sore di TMII. Tapi untuk ngelilingin TMII dan dapet foto-foto kece kayanya boleh juga kesana hahaha *fasya mengabaikan perihal kopdar*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Habisnya, kan, pengin maenan saya, Teh. :(
      Yuk, sini ke Jakarta lagi. :D

      Delete
  13. Kadang ngiri kalo ada yg meetup. Saya mah malu kalo mau ikutan kumpul komunitas tuh. Hahaha. Jd selama ini masih jd blogger tertutup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi yang terbuka dong, Din. Terbuka pikirannya gitu. Jangan bajunya. :D

      Delete
  14. Astagfirulloh mencemarkan nama gue yang tidak terlalu baik nih....

    Anak SMA itu emang persis kayak penjual balon di kawasan puncak, pis sob...

    Ah foto gue dikit nih. enggak asik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha. Emang nggak baik, kan? :p Terus mau banyak? Bikin tulisan sendiri, Bhaaang. :(

      Delete
  15. Waw muantappp tuh bisa kumpul kumpul.

    ReplyDelete
  16. Iya, kebanyakan emang saling kenal di blog. Main dong ke Jakarta. :D

    ReplyDelete
  17. Wuiih ramee! Ini yang kemaren yaa. Ah sayang banget nggak bisa ikut gue. Mudah-mudahan ikut main dong gue! \:D/ *ngikut Fasya mengacuhkan isi kopdar*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, yang kemaren. Gue kira lu ikut. Selanjutnya ikut dong, Di. \:D/

      Delete
  18. Lengkap kap kap. Kalo baca cerita kopdar di sini tuh kayak bener-bener dari awal banget sampe akhir. Gak ada yang kelewat. Kereeen. Kalo nanti gue ngikut kopdar, masih diterima gak ya? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, Rizka bisa aja~ Diterima. Hayuk dong pada dateng dan ramein lagi. :D

      Delete
  19. Yawla... kebegoan gue terpampang di sini. hahahaha....
    Nggak apa, yang penting gue masuk di postingan kumpul-kumpul...

    Yang menjadi penasaran gue nih ya...di antara kita selain Lulu, nggak ada satu pun kah yang tau nama temen-temennye lulu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hohoho. Maaf yak, terlalu jujur saya. :(
      Buahaha. Iya juga, ya. Lu aja nggak inget, kan? Coba tanya Lulu lagi kalo gitu.

      Delete
    2. Wahahaa. Ngakak bacanya XD

      Nnti aku sebutin nama mrka satu2 di postinganku yah. Haha

      Delete
  20. Huaaaa, udah lama gak ikut gathering blogger! Kangen! Dan kemaren gak dateng >< Nyeseeeel! Btw.. ngiri banget sumpah hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kangen, nanti pas ada kopdar lagi ikutan dong, Mif. :D

      Delete
  21. kasian banget robby dikira tukang bete haha. lulu bawa geng kayaknya tuh. biar gak di anggap jomblo aja haha. kopdar se-jabodetabek lho ini seru abiss. mudahan bisa ikut kopdar sama blogger2 seperti kalian hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar nggak dianggep jomblo tapi kok banyaknya cewek juga? Lesbi gitu? Terus ceweknya banyak? Emaap. :(

      Aamiin. Gue tunggu ceritanya! :D

      Delete
  22. Silaturahmi blogger jabodetabek cihuy juga ya :D rame pula :D Ada Haw si blogger fisika kece itu :D wkwkwk Seru banget :D

    Aku di Jogja nggak ada temen bloggernya :' culik aku ke tempatmu. CULIIIIK AKUUU :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak seru-seru amat ah, Feb. Hahaha. XD
      Loh, blogger Jogja bukannya banyak? :|

      Delete
    2. -_- buat orang kurang hiburan kayak aku sih seru banget itu Yog :D

      banyaaaaak ._. tapi aku kurang begitu kenaaal wkwk lah, mampirnya aja lebih sering ke blogger jabodetabek kayak kalian ini :D

      Delete
  23. Hallo, yog. Seru juga kopdar bareng temen-temen blogger yang emang kenalnya cuman via BW. Gue sih, dulu zaman baru ngeblog kalo baca beginian, pengen banget bisa diajak. Tapi, kadang gitu. Guekan gak ada yg kenal, yang ngajak juga gak ada. "Oke! Ini curhat. Hahah"

    Jujur, gue juga pengen banget keliling Indonesia, tapi bukan buat foto-foto di Gunung gitu.. Bukan.. Tapi, bisa kumpul bareng temen-temen blogger. Ya, mudah-mudahan gue punya rezeki yang bisa membuat gue jalan-jalan ke Jawa. Semoga, ya..

    Btw, gue cuman kasihan sama Robby, tapi emang mirip, sih. Hahahah.

    Oh, ya yog. Yang kalah diapain jadinya yog?? Hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih. Bisa ketemu temen maya di dunia nyata rasanya asoy! :D

      Hooh. Nggak perlu naek gunung juga, kok. Wisata nggak cuma gunung. :)) Aamiin ya, Rabb. o:)
      Robby, lu dikatain lagi nih!

      Belum tahu nih. Ada ide?

      Delete
  24. "yang kalah diapain nih??" <-- kata2 pamungkasnya ka yoga banget dah ini. Wkwk.
    Gamenya aja gatau mau kyak gimana udh mikirin kalahnya aja._.

    Wahaha, nyasar mulu da ah ka yoga :p nyasar di daerah jkarta, tp nanya sm org yg blm prnah tinggal di jakarta. Itu prtnyaan yg sngat briliant kak! :'D

    Seruu pdhal yaak kopdarnya. Seru2 gak jelas. Wkwk tp seru sih :D Tenangg.. Gak bakal kapok ikut kopdar lg kok :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Game-nya itu... akan gue kasih tau di kopdar selanjutnya. :D
      Gue emang kalo panik begitu, Lu. Huhu.

      Banyak nggak jelasnya, sih. Mudah-mudahan kopdar selanjutnya lebih berfaedah. Halah.

      Delete
  25. Ok, jadi yang kalah diapain nih?
    Yang kalah dapet apa?
    Entar yang kalah diapain?
    Gitu aja terus sampe Taman Mini berubah jadi Taman Gede. Belum main kok udah mikir kalah duluan..

    Wah seru nih jalan-jalan bareng blogger lain, eh kalau blogger ketemu blogger bakal ngomongin apaan sih? Apa cuma ngomongin masalah blog doang gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaha. Gue anaknya pesimis gitu, Ki. Jadi mikir kalahnya dulu. Ehehe.
      Nggak cuma blog doang, kok. Banyak macemnya. :D

      Delete
  26. Eeh kalo ada acara kayak gini di infoinya dimana ya ? (2)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang suka disebar lewat Twitter brosurnya. :D

      Delete
  27. Aaaaak padahal pengen ikutan, cuma waktu itu bentrok sama yang lain, mau juga iiiyh berjabat tangan sama ciwi-ciwi itu O(∩_∩)O semoga next bisa aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ajak temennya yang cantik dong, Vir. Biar yang cowok pada semangat. Muahaha. Aamiin.

      Delete
  28. jadi keinget jaman pertama ikut kopdar masih pada canggung buat kenalan. sampai akhirnya sekarang udah pada ilang dengan kseibukan masing-masing.

    semoga dengan kopdar begini bisa bikin kalian tambah semangat nulis.
    gak cuma rame di awalnya aja..

    keep writing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Iya, pertama kali kopdar gue juga absurd abis. :D
      Dari 2015 saya emang mulai semangat nulis, Bang. Ada atau nggak adanya kopdar. Ehehe. :))

      Eniwei, makasih.

      Delete
  29. intinya kumpul2 ajalah yak :D.. walo ga nemu point yang yang mau dibicarain ;p ..tapi seru juga kalian srg kumpul2 gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah anak-anaknya emang masih pada bisa diajak seru-seruan dan kumpul. Hehe.

      Delete
  30. Aaaak, pertama-tama aku mau ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya sama Yoga yang udah bantuin buat promoin tentang Proyek Indonesia Menulis :)

    Trus kalau mau ke Pontianak, feel free buat ngontak aku, Yog *udah biasa jadi tour guide buat bule* haha.

    Itu, obrolan yang gak bisa diceritain di blog, apa yang waktu itu kita bahas di line, Yog?

    Jadi, yang menang diapain? (kebanyakan nanya yang kalah, ah)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama. Gak perlu besar-besar, kan, saya kurus, Dar. Ahaha.
      Hooh, Dar. Yang itu. Tapi kayaknya nggak berlanjut itu obrolan. :(

      Yang menang masuk surga! Halah.

      Delete
  31. yawla seru banget yawla, pengen juga kaliii kopdar rame-rame,gituu, hiks. kemaren ketemu masyoga itu kayanya blogger pertama yg aku temuin, selain temen sendiri hmm. moga aja bisa ikutan kopdar kek gitu suatu saat nanti..amiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ajak para blogger regionalnya dong.
      Aamiin. :))

      Delete
  32. wahahaha, itu asik abis kalau beneran ada om2 nakal yang ngira itu nomor bispak.
    gue rasa relasi blogger lu luas banget yak, sering banget kopdar sama acara blogger lainnya. ah, TMII. coba kalau ke GI... ke olivier, minum kopi. kan lebih asik tuh kopdarnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak juga, kok. Gue emang anaknya gak ada kerjaan aja. Main-main doang ama temen. Buahaha.

      Mahal, Jev. Kami ini para mahasiswa dan masih ada juga yang sekolah. Duitnya terbatas. :(

      Delete
  33. Yang ini gua gak ikut -_- mana rame banget.. Huvt.
    Next time bikin lagi di Jakarta aja yog. Elang gua belom sembuh, jadi ke mana-mana masih naik busway. Hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooh, lumayan rame. Oke-oke, Ta. Tar gue infoin kalo ada lagi, yaaa. :)

      Delete
  34. Sayang banget gak bisa ikut. Rame gitu. Nanti kalo ada lagi kabarin ya Yoggg...

    Itu fotonya kenapa banyak yang di-crop :|

    ReplyDelete
  35. Kasian banget si Robby dikatain tukang sabun gelembung
    Tapi lebih kasian lagi yang ngusulin game malah di kacangin :v

    Wow, itu muka'a Haw kaya Admin salah satu Fansub terkenal di Indonesia :v
    Apa jangan-jangan mereka kembar?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue maksudnya? :(

      Jangan-jangan emang dia. :O

      Delete
    2. Siapa lagi Yog :D

      Bukan kaya'a soalnya beda nama

      Delete
  36. Nimbrung komen aja bro...bw yaa
    Thx

    ReplyDelete
  37. Lagi lagi cerita tentang kopdar, kan jadi ngiri! -_#

    Yang kalah ngapain nih?

    Kayaknya si Yoga nih seneng banget ngeliat orang menderita di hukum. Eeh
    Dan mungkin nunggu mulutmu berbusa busa dulu baru mereka mau nanggepin. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngiri itu tidak baik wahai, Arum Kusuma.
      Bukan gitu. Kan seru aja kalo ada tantangan atau hukumannya. Biar pada semangat main.

      Delete
  38. Yang Kalah Diapain Nih ? :v
    Gak Papa Yog Mending Dikacangin Temen Dari Pada Dikacangin Gebetan *ciaelah Kampret Curhat*
    Kalo April Ada Kopdar Lagi Gue Ikut Ye Gog ?

    ReplyDelete
  39. Ajak gue yog, ajaaaaakk~
    Pengen ngikut nih kalau ada acara kayak gini, tapi abis itu lanjutin main ke tempat yang ada biduannya juga :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa malah fokus sama biduan? :(
      Etapi emang cakep, sih, bikin salah fokus.

      Delete
  40. Udah baca di Opera Mini hape, jadi pengen komen. Mumpung lagi online di warnet. Huahaha

    Terharu banyak yang nyebut nama dan mengkasihani gue di sini :')

    Kopdar selanjutnya kapan, nih? Mau ikut lagi biar makin banyak pengalaman hidup di Jakarta, termasuk dikira kang gelembung sabun dan nggak bawa e-ticket TJ.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin besok-besok nyamar jadi tukang gulali genjot, Rob.

      Delete
  41. Mantap ... Gue dikira bareng adibah padahal mah sendiri. Cuman kebetulan aja nyampenya bareng. Seneng bisa ketemu kalian semua. Ayo ramekan lagi kopdar berikutnya.

    ReplyDelete
  42. Haha. Ada-ada aja lo Yog, ngetik ide pembukannya pas lagi boker. Tapi kadang ide mah dateng pas kapan aja ya. Hmm, kalo emang beneran nomer hape lo terpampang di tembok WC umum, bisa rumit urusannya :D

    Selalu ada cerita tersendiri ya kalo lo lagi di jalan Yog hehe, at least sampe juga kan di TMII dengan selamat. Btw, yang jadi juru foto di semua frame siapa, Yog? Si Rizal yang lo bilang bawa DSLR itu?

    Saking bingung yang kalah mau diapain, sampe game-nya ngga jadi dimainin haha. Kalo topik obrolannya belum juga dapet benang merah, berarti yang dibahas random ya? Yang random justru lebih spontan Yog hehe, sepanjang yang laen juga pada nikmatin isi obrolannya aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan rumit lagi. Kacau. :(

      Iya, Rizal. Tapi kebanyakan diatur pake timer. :D Terus Aziz juga ada kayaknya, sih, pake hape. Ehehe.

      Iya, random emang. Itu mah selalu. Cuma ada satu topik yang difokusin, Bay. :)

      Delete
  43. TMII itu emang tempat yang kuang asik buat di kunungin tapi kalo berkumjungnya bareng temen-temen lain lagi ceritanya

    satujam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat gue, mau sendiri apa rame-rame mah seru aja. :)

      Delete
  44. Jadi kangen kumpul ama teman2 yang sekarang udah pada sibuk sama kegiatannya masing2 :(

    ReplyDelete
  45. Bentar mang sebelum komen oe goyang dulu asik mang lebih keras lagi goyangannya, ahi hi hi.

    ReplyDelete
  46. perkumpulan gak jelas yang penting tujuannya jelas, ya.
    peluang usaha

    ReplyDelete

—Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap sudah blogwalking.