Sajak Seorang Pecundang

21 comments
Kau begitu suka menebar kebencian.
Di sisi lain, kau menganggap dirimu sumber kesucian.
Sedangkan aku ialah sosok yang membenci kebencian.
Mungkin aku adalah kebencian itu sendiri.
Jadi, untuk apa kau tabur benih-benih tubuhku?


Aku tidak perlu jawabanmu. Aku justru ingin memberitahumu.
Walau aku terlihat seperti iblis, tapi aku tetaplah pecundang. 
Aku sering merasa kalah dan mudah menyerah.
Berbeda denganmu yang pandai mencari celah.
Sewaktu kau mulai menyadari kelemahanku, kala itulah kau mencuri sajak-sajakku. 

Kau memang terkenal licik dan suka berkilah.
Aku sesungguhnya sangat marah, tapi aku tak mau ada pertumpahan darah.
Saat ini kau boleh merasa menang. 
Namun, kau harus ingat kalau ini bukan pertarungan dan aku masih sanggup berjuang. 

Kini, aku memilih untuk melawan arah.
Pergi dari satu kota busuk menuju kota yang lebih khusyuk. 
Barangkali nasibku akan lebih cerah begitu memutuskan untuk bertirah. 
Dan sebelum pamit, aku punya satu pesan untukmu:
“Mungkin leluconmu bisa membuat orang lain tertawa. Tapi bukankah melukai orang lain juga dapat menghilangkan nyawa?”

--

Gambar saya comot dari Pixabay kemudian ditambahkan teks.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

21 comments

  1. Mantaps, bang Yoga.
    Terutama pertanyaan di baris akhir. Asoy.
    Saya suka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asoy dibalik yosa. Kalau agoy dibalik Yoga~

      Delete
  2. Mantap, Shol...
    entah cuma bait buatan yang terarah
    atau mungkin ungkapan benar hati yang tercurah
    Namun, ketika memabacanya bisa bikin ikutan marah
    Dan mau memaki kalo meleluconi org itu keseringan salah
    begitulah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pembaca boleh menilainya dengan terserah~

      Delete
  3. Dunia memang sudah kalah sejak lama
    Jemari marah dan tulisannya tak terarah
    Aku tidak akan menjawab untukmu, aku menjawab untukku sendiri
    Dan pertanyaanmu, benar, lelucon satir mampu membuat nyawa terasa getir

    ---

    *now playing Imagine Dragons - Demons*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa yang mengalahkan dunia? Tapi tenang saja, masih ada nirwana~

      Delete
  4. Kau memang terkenal licik dan suka berkilah.
    Aku sesungguhnya sangat marah, tapi aku tak mau ada pertumpahan darah.
    #deep man

    ReplyDelete
  5. "Aku tidak perlu jawabanmu, aku justru ingin memberitahumu" hmmm...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memberitahuku kalau sedang gatal tenggorokannya? Hmm.

      Delete
  6. Sadap bait terakhir....

    Aku ngerasa jadi pengen ngasih sajak ini ke orang yang bikin aku kesel akhir-akhir ini. Eh.. Jangan deng, aku akan pergi membuktikan yang terbaik.

    ReplyDelete
  7. Mantab, terus berkarya bang...
    salam sukses, salam blogger

    ReplyDelete
  8. Wah bait awal, jadi merasa tersindir. Menuduh orang menebar kebencian dan merasa paling suci padahal diri inilah sumber kebencian tersebut.

    :(

    ReplyDelete
  9. kalian semua suci aku penuh dosa
    (aku gagal fokus kan)


    mau hijrah ke mana bang??

    ReplyDelete
  10. "Pergi dari satu kota busuk menuju kota yang lebih khusyuk."

    Suka sekali sama bait yang ini. Seperti balada seorang pria mencari jati diri..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.