Dompet Kertas

50 comments
Gue pernah beberapa kali mendengar pertanyaan, “Lebih baik ketinggalan ponsel atau dompet?”

Mungkin kamu juga pernah mendengarnya, lalu mana kira-kira yang akan kamu pilih? Gue sendiri, tentunya lebih baik ketinggalan ponsel. Gue masih ingat betul, kala gue merasa nggak bawa dompet di perjalanan saat mau berangkat ke kampus. Waktu sadar kalau dompet gue nggak ada di kantong celana, awalnya gue berpikir kalau dompet itu ketinggalan di rumah.

Nah, ketika itu entah kenapa gue langsung balik lagi ke rumah untuk mengambilnya. Gue memang cukup panik kalau nggak bawa dompet waktu bepergian. Belakangan diketahui, ternyata dompet gue nggak ketinggalan di rumah. Gue menebak kalau dompet itu terjatuh di jalan. Gue bukan lagi mengalami ketinggalan dompet, tapi kehilangan dompet. Gue pun galau bukan main. Gue entah kenapa mendadak alim pada hari itu dengan banyak berdoa. Pas kena musibah baru tobat. Hadeh. Sorenya, ternyata ada orang baik yang mengembalikan dompet tersebut. Alhamdulillah. Masih rezeki gue.

Gue pun pernah ketinggalan ponsel ketika diajak nongkrong sama temen ke suatu kafe. Bagusnya, gue bukan tipe orang yang kecanduan gadget. Yang saat main ke kafe harus update location, InstaStory, atau apa pun itulah yang bikin tangan selalu memegang erat ponsel. Main ke kafe ini niatnya mau ngobrol atau mau pamer?

Berdasarkan pengalaman itu, gue menyimpulkan kalau dompet buat gue lebih penting daripada ponsel. Selain uang, di dalam dompet pastinya ada KTP, SIM, STNK, kartu ATM, dan beberapa kartu lainnya. Kalau lagi bepergian mengendarai motor, terus nggak bawa dompet, gue langsung merasa was-was. Takut kalau ada razia kendaraan bermotor. Kemudian, misalnya pergi ke suatu tempat makan, gue butuh dompet untuk membayarnya (baik dengan bayar uang tunai atau debit). Apalagi untuk bayar parkir. Masa pakai debit? Gue selalu menaruh uang di dompet, soalnya kalau dikantongin nanti uangnya lecek.

Jadi, jawaban dari pertanyaan pada paragraf pembuka itu masih tetap sama sampai sekarang: gue lebih memilih ketinggalan ponsel daripada dompet. Sebab, banyak yang lebih gue butuhkan di dompet daripada di ponsel. Kalau urusan menulis atau kerjaan, sepertinya masih bisa menggunakan laptop. Lagian, untuk komunikasi masih bisa menggunakan email. Bahkan, chatting-an seperti WhatsApp atau Line juga sudah bisa menggunakan laptop, kan?

Berbicara tentang ketinggalan dompet atau ponsel ini, gue jadi inget kejadian beberapa minggu lalu.

*

Pada suatu sore, gue, Agus, dan Salsa sedang kumpul di restoran cepat saji yang letaknya dekat dari rumah gue, yakni Kemanggisan. Ketika itu, gue dan Agus yang kebagian tugas buat memesan makanan di lantai 1, sedangkan Salsa menunggu di lantai 2 sekalian menjaga tas kami. Kala sudah menentukan pesanan dan kasirnya menyebutkan harga yang harus dibayar, Agus tiba-tiba bilang kepada gue, “Pakai duit lu dulu ya, Yog. Nanti gue ganti.”

Gue udah bosan sama teman yang mendadak ketinggalan dompet kalau mau bayar sesuatu. Maka, gue pun langsung menatap Agus yang kira-kira berarti: “Beneran lu ganti nggak nih?”

Agus yang sepertinya mengerti maksud gue itu segera merespons, “Tenang, dompet gue di tas, kok. Pas di atas langsung gue bayar.”

Tidak ingin berlama-lama di depan kasir dan takut membuat kesal kasir tersebut ataupun orang yang mengantre di belakang, gue pun mengeluarkan dompet dan membayarnya. Sembari membawa makanan itu ke lantai 2, Agus malah meledek dompet gue yang katanya udah kuno dan gembel. Gue tidak menanggapinya dan terus menuju ke meja—di mana Salsa menunggu. Saat gue sudah duduk dan hendak makan, Agus kemudian membuka tasnya seraya mengeluarkan dompet bergambar kamera. Ia menyerahkan uang kepada gue. Agus menepati janjinya. Nanti gue ganti bukan lagi omong kosong kayak kejadian yang lazimnya terjadi ketika teman meminjam uang.

“Itu dompet?” tanya gue heran.

Sontak, Salsa menoleh dan berujar, “Ih, unyu! Beli di mana?”

Agus merespons sekenanya pertanyaan gue dan Salsa. Katanya, lebih baik kami memutuskan untuk menyantap makanan terlebih dahulu. Sebab, ngobrolnya, kan, bisa entar seusai makan. Benar juga yang Agus bilang. Aroma ayam goreng yang khas ini juga sudah menusuk hidung gue dari tadi. Potongan sayap itu sungguh menggoda, seolah meminta untuk segera ditelan.

Sehabis melahap makanan di meja, kami tentu saja mengobrol. Dari mulai bertukar cerita selama 3 bulan belakangan ini, karena itulah waktu terakhir kami berjumpa sebelum pertemuan ini. Hingga Salsa kembali bertanya soal dompet lucu milik Agus.

Kini, gue dan Salsa sedang memperhatikan dompet Agus yang begitu dipegang rupanya terbuat dari kertas. Saat kami tanya-tanya, Agus awalnya hanya menjelaskan secara singkat dan menyuruh kami membuka Instagram @littlebigpaper untuk melihat-lihat koleksinya. Salsa mudah sekali tergoda dengan barang yang lucu-lucu, maka ia pun sekarang sedang menunduk dan menatap ponselnya. Gue pikir, ia pasti mengecek akun Instagram yang Agus bilang tadi.

Karena ponsel gue ketinggalan, gue jadinya tetap minta penjelasan lebih sama Agus. Nggak lama, Agus meneteskan minumannya ke dompet kertas miliknya itu dengan sedotan. Tahan air dan tidak mudah sobek, ujarnya penuh rasa percaya diri.

Pertemuan itu pun berakhir ketika Agus tiba-tiba mendapatkan telepon dari pacarnya. Agus lupa kalau ada janji nonton bioskop pada malam itu. Ia buru-buru pamit kepada gue dan Salsa. Akhirnya, Salsa juga memilih pulang karena ada kerjaan kantor yang belum beres. Gue mau nggak mau jadi ikutan balik ke rumah.

*

Sesampainya di rumah, barulah gue mengambil ponsel yang tumben banget bisa ketinggalan saat keluar rumah. Lalu, gue coba melihat-lihat koleksi dompet kertas itu. Gue sejujurnya suka sama dompet berdesain kamera seperti kepunyaan Agus. Namun, aneh kalau harus samaan begitu. Oleh karena itu, pilihan gue jatuh ke dompet bermotif kaset.


Sumber: Pixabay

Entah kenapa, kaset berbentuk persegi panjang itu bisa membuat gue bernostalgia. Gue jadi inget sewaktu kecil sekitar berumur 5 tahun, masa di mana Bokap memiliki banyak kaset musik. Untuk memutar musiknya itu, Bokap menggunakan radio. Gue jadi sering mendengarkan lagu-lagu lawas bersama beliau. Kalau nggak salah kaset Bokap di antaranya: Rita Sugiarto, Doel Sumbang, Nike Ardila, dan seterusnya.

Karena melihat anaknya suka tidur-tiduran di samping radio lagi asyik mendengarkan lagu, akhirnya suatu hari Bokap juga membelikan gue kaset yang berisi lagu-lagu anak. Bodohnya, gue malah suka memutar-mutar lubangnya menggunakan jari kelingking hingga pitanya keluar semua dan kusut. Setelahnya, gue bakal diomelin. Bokap pun capek membetulkan pita itu. Sungguh, bikin nostalgia.

Sehari setelah gue pesan, dompet kertas bermotif kaset itu pun sampai di rumah.



Dompet yang gue pesan seharga Rp100.000 ini namanya little wallet dan berukuran 20x10cm (dalam keadaan terbuka). Meskipun terbuat dari kertas, menurut gue materialnya sungguh kuat. Apalagi susah robek dan tahan air. Dompet ini terdapat satu slot tempat uang yang mampu menampung kira-kira 20 lembar. Lalu ada juga 4 slot tempat kartu; 2 di bagian dalam, 2 di bagian samping atau luar, yang kalau ditotal mungkin dapat menampung hingga 10-15 kartu (bisa perhatikan yang ada di foto).

Kelebihan

Bentuknya yang tipis ini tidak mengganggu gue ketika duduk atau jongkok. Saat sudah terisi uang dan kartu pun masih lebih tipis daripada dompet pada umumnya. Pokoknya nyaman ditaruh di kantong. Lalu, seperti yang sudah gue jelaskan sebelumnya, dompet ini kuat dan anti air. Dan tentunya, dompet ini memiliki motif yang unik, lucu, dan keren.



Kekurangan

Slot di bagian samping atau luar nggak ada pengamannya. Kalau naruhnya terlalu minggir, kartu-kartu itu bisa jatuh. Slot tempat uangnya betul-betul pas-pasan. Apalagi bagi orang yang suka bawa uang tunai daripada ATM, pasti merasa 20 lembar uang itu akan kurang. Ya, kecuali uang per lembarnya Rp100.000 atau Rp50.000. Namun, kalau ada kejadian seperti menerima uang kembalian yang recehan berupa seribu dan dua ribuan semua, itu jelas nggak akan muat ditaruh dompet.



*

Setelah gue simpulkan, rasanya dompet ini kurang cocok untuk dibawa jauh-jauh dan bepergian lama seperti traveling ke luar kota. Ini lebih cocok untuk kelayapan bareng temen-temen yang jaraknya nggak terlalu jauh. Nongkrong ke kafe, main ke mal, atau wisata ke museum yang lokasinya masih satu domisili dengan tempat tinggal. Atau, ya kayak cerita gue bersama Agus dan Salsa, yaitu pergi ke restoran cepat saji beberapa minggu lalu itu. Pokoknya yang cukup bawa uang beberapa lembar aja.

Ngomong-ngomong soal Agus dan Salsa, gue jadi pengin ketemu bareng mereka lagi. Kira-kira Salsa ikutan beli dompet itu atau nggak, ya? Nah, nanti Agus nggak akan bisa ngeledek dompet gue kuno lagi. Mungkin dompet gue yang sekarang juga kuno karena motifnya itu kaset, tapi kali ini tampilannya elegan. Yuhu!
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

50 comments

  1. Eh serius anti air? Kan dari kertas, kok anti air. Jadi penasaran pengen megang.

    ReplyDelete
  2. Btw iya juga ya kalo ketinggalan hp, tapi bawa laptop fine-fine aja karena line, wa, ig bisa dibuka lewat laptop. Tapi kalo gak bawa laptop, gak bawa hp, gak ada wifi, dan dalam posisi nunggu sesuatu, bakal galau banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jawaban soal anti airnya gue jawab di kolom sini aja, ya? Kertas khusus gitu, Rih. Gue lupa apa namanya. Hahaha. Penasaran pengin megang sekaligus beli gak nih? :D

      Berarti di tas kudu sediain novel, Rih. :p

      Delete
    2. Iya lucu-lucu juga ye kan gambarnya. Hahaha, give away dong Yog. :D

      Atau buku bacaan kuliah. :|

      Delete
  3. Ih lucu banget. Responku kayak Salsa nih. Kebetulan lagi nyari dompet. Terus baca ini dan mampir ke IG-nya. Ternyata ada yang ukuran panjangnya ya, Yogs. Ih jadi naksir anjir. Lucuk-lucuk.

    Iya juga sih. Ketinggalan dompet lebih nganu daripada ketinggalan hape. Tapi kalau aku jalan sendirian, bakal gelisah kalau ketinggalan hape juga. Soalnya 'harus' asik sendiri buat dengerin lagu dan dengerinnya dari situ. :(

    Tapi alhamdulillah kalau jalan dari rumah, jarang sih ketinggalan dua-duanya. Nah kalau hape ketinggalan di tempat makan, sering HAHAHAAHHAHAAHA. Waktu itu di KFC bareng Dita. Hapeku ketinggalan di meja tempat pesan makannya. Mas KFC-nya nelpon ke nomor yang terakhir dihubungi, dan itu nomor Dita. Pas banget hahaha. Terus pernah ketinggalan di warung makan mie ayam dekat rumah juga. Untung pas balik ke sana lagi, disimpanin sama penjualnya. Ceroboh abis :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang ukuran panjang namanya big wallet, Cha. :D

      Pencinta musik banget memanglah~ Kalau nggak ada mp3, mau nggak mau dengerinnya di ponsel, ya.

      Buseh, teledor amat sampai beberapa kali ketinggalan gitu. Syukur masih rezeki dan ditemukan sama orang baik. :)

      Gue nggak pernah ketinggalan di luar alhamdulillah. Selalu ngecek sebelum pulang dari suatu tempat. Tapi kalau kelayapan sendirian buat nulis di kafe atau jajan ke warkop, entah kenapa pernah beberapa kali ponsel ketinggalan di rumah. Atau malah sengaja gue tinggal. XD

      Delete
  4. Mending hape rusak atau laptop rusak bang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan sampai dua-duanya, sih. Tapi apa pun boleh, asal moral tidak rusak~

      Delete
  5. CEWEK EMANG GAMPANG TERGODA BENDA-BENDA LUCU.

    Baca post ini jadi inget wacana mau beli dompet yang padahal udah masuk mall tapi kelupaan mulu huahaha. Dompet gue udah dari kelas 1 SMA sampai sekarang buluk belum gue ganti-ganti. Lebih takut kartu2 penting kayak KTP, SIM, ATM hilang sih soalnya plastik tempat kartu2 itu sudah sobek setengah :))

    kayaknya emang musti disegerakan wacana beli dompet ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakar tentang perempuan, ya?

      Punya gue juga dari SMK, Yog. Makanya dikatain kuno dan gembel sama Agus. :( Segerakan kalau begitu~

      Delete
  6. unik yah, cuma yg beginain sering banget nantinya kembali lagi ke basic, dompet yg modelnya seprti biasa yang dipakai. Tahan air keren yahh..

    btw tu duit jadul minta dirampok dah wkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu duit jadul koleksi dari dulu. Hahaha. Paling nggak dompet selalu terisi uang, meskipun lagi bokek. :p

      Delete
  7. dompet justru mengganggu bagiku, tapi dompet kertas yang tipis boleh juga. soal ketinggalan aku lebih pilih ketinggalan dompet, soalnya lebih sering gak ada duitnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok sedih, sih, lebih sering nggak ada duitnya itu dompet. Isi duit monopoli aja kalau boleh saran. :(

      Delete
  8. setelah kejadian dompet gue di copet di mesir, gue jadi parno bawa dompet. duitnya lgsg dimasukin ke kantong aja. toh bawa duit juga sekedarnya doang. hahaha
    tapi bentuknya tipis ya. bener ga tuh? tapi gue masih ragu kalo itu beneran anti air deh.
    dan kayaknya gue jg ga bakalan beli sih, krena gue masih tipikal yang bawa uang tunai gitu kalo kemana-mana. dan pastinya bakalan lebih dari 15-20 lembar. hahaha

    gue juga lebih bingung plus panik kalo ga bawa uang, ktimbang bawa hape.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue takut lecek kalau dikantongin doang. Haha. Betulan anti air, Zi. Kertasnya ini terbuat dari material khusus gitu. :D

      Kalau lembarannya 100 ribuan semua mah cukup aja, Zi. :p

      Yeah, ada yang pilih mending ketinggalan ponsel~

      Delete
  9. enakan mana, ketinggalan kereta atau ketinggalan pacar?

    Ngomongin dompet dan hape, arhgg... sulit milih mana bro...
    intinya semua seperti kekasih...kudu nempel terusss...


    BTW, itu dompetnya anjritttt.... keren pisan....
    beliin dong!
    hikz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaan apa itu? Ketinggalan pacar maksudmu gimana? Nggak ngerti. :|

      Hm, emang kalau nggak nempel sama kekasih nanti kenapa-kenapa? Minta beliin kekasihnya dong~

      Delete
  10. Baru tau kalau Yoga tipe cowok yang beda tempat tujuan beda jenis dompet. Gue satu dompet ke mana pun, karena ngerasa ribet aja harus keluar-masukin kartu-kartu dan lainnya. Dan, lu emang nggak punya kontaknya Salsa? Kan bisa ditanyain aja daripada nunggu lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebetulnya tetep satu itu aja sih, Man. Berhubung ada dompet baru, tentu bisa dipakai buat gaya. :p

      Kartunya nggak usah dikeluarin dari dompet utama. Bawa uang tunai aja di dompet yang buat main deket-deket. Wq.

      Enakan ketemu langsung dong~ Kesannya nanti beda. Hoho.

      Delete
  11. lebih baek gak kehilangan keduanya mas
    iya eh asyik cuma kok ragu klo buat jauh2
    aq malah pengen dompet model rokok, biar belagu sok ngerokok gitu
    (ngayal)
    btw itu uang cilukbanya masih laku?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pertanyaannya, kan, ketinggalan. Ehehe. Dompet model rokok? Lalu uangnya gimana tuh? Dilipet-lipet, Mas?

      Nggak laku. Buat koleksi aja~

      Delete
  12. Kalau guru Ekonomi gue di SMA bilang mendingan dia ketinggalan dompet. Nanti dia bisa pake hape buat hubungi orang di rumahnya buat nganter dompet. Bangke memang. :')

    Kok menarik ya? Gue di rumah punya sekantong kresek gede isinya kertas bekas nggak pernah kepikiran mau dibuat apa. Eh ini ada kabarnya dompet berbahan kertas. Lumayan memacu keinginan bikin kayak gitu. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau di rumah nggak ada orang, gimana? Hm.

      Kertas khususnya punya, Rob? Itu kertas bukan sembarang kertas~

      Delete
  13. Mending ketinggalan hape daripada ketinggalan dompet
    Soalnya kalo perlu hape nanti tinggal beli lagi deh

    HAHAHAHAHAHAHAHAHAHHA
    HORANG KAYAH

    XD

    Nggak deh becanda wkwk

    Unik banget desain dompetnya
    Sayangnya dari kertas.
    Tetap ada kelemahannya huhu
    COba dari bahan yang lebih permanen dan lebih awet gitu yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tajir mampus ini yang komentar. Wahahaha.

      Kita lihat nanti, sampai berapa tahun lamanya ketahanan dompet kertas ini. :D

      Delete
  14. Wah, saya malah ga punyaa dompet sama sekali bang wkwk ketinggalan dompet ga masalah sih ketinggalan gadget pun ga masalah, yang penting jangan sampe ketinggalan duit sih hahaha.

    Dompetnya keren, emang pas banget kalo dibawa buat hangout sama temen-temen biar lebih kekinian. Leh ugha. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat orang yang menaruh uang di dompet, pasti cemas ketinggalan dompet. :D

      Cocok untuk anak zaman sekarang?

      Delete
  15. Kalau ditanya kayak gitu, jawaban gue juga sama kayak guru ekonominya Robby, mending ketinggalan dompet daripada hp. Trus juga sekarang kan ada teknologi yang memungkinkan untuk narik uang tanpa perlu kartu ATM. Cuma modal hp dan aplikasi dari Bank. BCA sih udah punya, nggak tahu ya kalau bank lain.

    Sama nih.. dompet gue juga udah kuno banget. Di kasih sama abang sepupu dan itu bekas dia pake. Tapi gue suka, sih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang WA juga bisa dari laptop. Tapi kelemahannya hp harus dalam keadaan tersambung dengan jaringan internet. Kalau nggak terhubung, nggak bisa pake WA dari laptop. Kalau Line memang bisa karena sistemnya nggak kayak WA.

      Delete
  16. mending ketinggalan hp dari pada dompet
    dompet ketinggalan bisa malu anak saya ngerengek nggulung di jalan minta permen.
    dompetnya unyu sich tapi... buat ibu ibu kurang ship karena harus ada uang receh tiap saat. buat beli permen an jajan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat beberapa ibu-ibu dompet lebih penting, ya. Kasihan kalau anaknya nggak bisa jajan terus malah ngemut hape. Ngasih anak main hape juga kadang butuh pengawasan ekstra. :(

      Delete
  17. EH ITU LUCU BANGET GEMAS!!
    Iyahaha mending ketinggalan hape deh daripada dompet bisa amsyong. tapi kalo ketinggalan dua-duanya gapapa sih, pulang aja jalan kaki. :(
    Waaw membaca ini saya jadi ingat terakhir beli dompet waktu kelas 1 SMA, tapi saya bukan termasuk org yg suka pake dompet si sebenernya, lebih nyaman naro uang di kantong biar ga ribet. tapi semenjak menyadari pentingnya kekartuan penting jadi sering bawa dompet sii buat cari aman aja. haha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih lucu mana sama dedek-dedek gemas di Instagram dengan seragam SMA-nya? Atau, kalau buat lu mas-mas gondrong? Wqwq.

      Nah, bawa dompet emang penting. Misal buat tempat kartu kalau uang tunainya kurang misal ada kejadian apa-apa.

      Delete
  18. sejujurnya keduanya adalah pilihan sulit kak. hahaha
    jika ketinggalan handphone... repot.
    ketinggalan dompet... lebih repot.
    tapi sebagai penganut naruh uang di kantong, lebih repot kalau pergi tapi baju atau celana/rok nggak ada kantongnya! (beda pembahasan)hakakak.

    dompet kertas...
    awalnya saya mikir, ini bahas dompet yang dibikin pakai sobekan tengah-tengah buku tulis, apa gimana? hehe nggak tahunya dompetnya beneran xD
    btw itu lucu amat dah desain dompetnya, unik gitu.
    Sama kayak komenan di atas saya, lebih simple naro uang di kantong. hahaha. dompet nggak pernah keluar dari tas dan cuma buat dibawa-bawa aja, uang mah tetap ditaruh kantong xD
    tapi kayaknya sebentar lagi bakal sadar diri nih kalau dompet itu harus diperhatiin lebih. hem jadi kepikiran buat ganti dompet karena sudah jadoel xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sih. Cuma itu, kan, andai-andai saja suruh milih salah satu. :p

      Anjir, bikin pakai sobekan tengah buku. Udah kayak mau bikin pesawat-pesawatan aja. :)) Kok gue nggak bisa kayak gitu, ya? Selalu taruh di dompet. Kalau taruh kantong kadang suka lupa. Tau-tau nanti Nyokap pas cuci baju ngasihin duit yang ketinggalan di kantong itu. Wqwq.

      Delete
  19. Entah kenapa, gye sama sekali ngga tertarik untuk pake dompet. Lebih asik taroh dikantong. πŸ˜‚

    ReplyDelete
  20. Bener sih, mndingan ktinggalan hp drpda dompet. Bkan duitnya aja, tp yg ada di dlm dompet brharga smua.. Kecuali struk2 belanjaan dri minimarket sih. Wkwk.

    Cakep yaa desain2nya. Langsung kubuka itu link insta nya. Yg kamera emg cakep bner bsa buat nipu org dr jauh. Wahaha. Roti jg lucu tuh:) msh ga ngrti deh itu yg fotonya bang yoga di atas yg di-grid dri smping bsa dibuka jg? Apa gmn? Sayangnya cuma muat uang lembar 20 doang ya.. Trs klo cuma dipake buat bepergian dket, hrs bolak balik mndahin isi dompet dri mulai duit, ktp, krtu atm dll... Hmm, gue tkut klupaan klo ksringan dipinda2in mlu. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bon belanjaan itu ngapain lu simpen?

      Iya, pertama kali melihat juga bakalan nggak nyangka itu dompet. :))

      Betul, bisa dibuka. Itu yang gue maksud untuk menyimpan kartu, Lu. Kalau mau yang lebih banyak menyimpan uang, mungkin bisa cek yang big wallet. :D

      Delete
  21. Aku pribadi sih lebih takut ketinggalan ktm, apalagi pas uas, bisa-bisa gak bisa ikut ujian dan malah ngulang di semester depan. btw dompetnya lucu, tapi baca kekurangan dari dompet tersebut, kurasa kurang cocok sama aku yg suka sekali menyimpan uang recehan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. KTM emangnya wajib dibawa, ya? Baru tahu gue. Di kampus gue dulu mah kalau pengin UAS yang penting udah mencicil bayaran semester ataupun melunasi UAS itu sendiri. :(

      Delete
  22. Setuju sama kamu, Yogs. Aku juga lebih milih ketinggalan gadget daripada dompet. Memang bener gadget penting buat komunikasi, tapi menurutku dompet isinya jauh lebih penting. Misalnya kita nyasar ke suatu tempat, meskipun nggak ada hape, kita masih bisa nanya ke orang sekitar (kalau bukan di hutan ya). Dan bayar ongkos kendaraan pake uang yang ada di dompet (kalau nggak bawa kendaraan sendiri). Orang kamu yang pakai gmaps di hp aja masih bisa nyasar, yekan?

    Jadi ya, dompet lebih penting daripada hp.

    Btw, aku udah cek juga IG-nya dan emang keren-keren anjay koleksi dompet kertasnya. Jadi pingin pesen satu, tapi dompet lama belum rusak. Ntar aja deh kalau udah butuh banget aku pesen juga.

    Btw, makin ngefans sama tulisan beginian punya kamu. Smooottthhhhhh af :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap, betul! Nanya sama orang lain pas tersesat masih bisa. Ngandelin GPS buktinya masih nyasar. Wqwq. Duh, memalukan emang si Yoga. :(

      Sejujurnya, saya ngerasa tulisan ini masih terpengaruh gaya saya pas jualan buku, May. Belum bisa lebih halus lagi. Eniwei, makasih untuk pujiannya. :D

      Delete
  23. Ihhh yooog, aku sampe follow IG nya td.. Lucu2 bangettt :D. Kyknya ini utk tempat naro budget2 operasional biaya rumah sih. Uang beli aqua galon, uang bensin, uang belanja harian :p. Tp berarti beli dompetnya jd banyak dong :p.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha, nggak usah banyak-banyak juga. :D Mungkin bisa beli yang big wallet, Mbak. :)

      Delete

Terima kasih sudah membaca. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.