Mengulas Kisah Ibu

50 comments


Menurut gue, mengulas itu nggak segampang mengeles. Um, maksud gue bukan ngeles yang pelajaran tambahan gitu, ya. Bukan. Tapi, ngeles yang menghindar dari kesalahan. Gue nggak ngerti, sih, sama orang yang udah jelas-jelas salah, eh tetep aja ngeles dan gak mau mengakui kesalahannya. Apa susahnya, sih? Ngaku salah itu keren, kok! Ya, daripada merasa dirinya paling benar.

Halah. Pembukaan macam apa ini? Gak nyambung banget asli sama isinya.

Oke, sesuai janji kalau gue bakalan mengumumkan pemenang give away ibu di tanggal 10 Januari 2017. Gue berusaha menepatinya. Ya, walaupun telat sedikit dan udah mepet banget tengah malem. Namun, sebelum mengumumkannya, gue mencoba untuk mengulas kisah ibu para temen-temen yang udah ikutan GA ini.

***

1. Seperti biasa, setiap membaca tulisan Fandhy gue terpukau karena pemilihan katanya yang bagus. Tulisannya tentang permintaan maaf dari si anak karena belum bisa membahagiakan ibunya. Salah duanya ialah karena belum dapat pekerjaan dan belum memiliki calon istri. Ya, pacar aja gak dapet-dapet. Sedih juga, ya, rasanya jadi si Ibu. Anaknya belum laku-laku begitu. Emaap.

2. Sedangkan Adibah membuka tulisannya dengan sebuah foto seorang ibu dan bayinya. Kemudian, dia menjelaskan tentang pose si anak yang mengepalkan tangan dengan erat seolah-olah ingin memukul. Oh ternyata, dari kecil si Adibah ini emang udah macho dan sangar abis.

Namun, biarpun rada kecowok-cowokan begitu, Adibah ini suka banget bantuin ibunya masak atau bikin kue. Ya, meskipun setiap kali kue itu gagal atau gak enak, pasti Adibah yang selalu kena omelan. Begitu pun dalam urusan ibadah, padahal masjid atau musala baru azan, tapi ibunya langsung menegurnya agar si Dibah cepat melaksanakan kewajibannya itu. Kesal karena dimarah-marahi melulu, Adibah pun jengkel. Tapi, Adibah akhirnya sadar kalo hal itu adalah bentuk perhatian dan kasih sayang seorang ibu. So sweet.

3. Gue belajar banyak dari cerita Shela. Tentang seorang ibu yang sungguh memperhatikan anaknya, tetapi si anak malah cuek. Di saat teman-teman yang lain iri melihat perlakuan ibu ke anaknya yang begitu romantis, Shela malah agak risih. Itu pun terjadi sama gue. Kadang, gue juga merasa kalau Nyokap suka lebay. Apalagi gue kan cowok. Aneh aja gitu rasanya sering ditanyain, baik di chat ataupun SMS, “Lagi di mana?”; “Udah tengah malem kok belum pulang?”; dan “Udah pejwan belum?”

Akhirnya, Shela mulai bersyukur akan hal itu. Kemudian, dia menceritakan bagaimana dirinya yang telah mengecewakan ibunya. Saat itu, Shela keterima kerja di Jakarta, tetapi kondisinya tidak memungkinkan. Pertama, dia sedang sakit pencernaan. Kedua, karena agak ragu harus kerja yang jauh dari rumahnya, yaitu Bandung. Ibunya pun menangis akan keputusan Shela itu. Kemudian, Shela menutup tulisannya dengan berbagai permintaan maaf yang belum bisa membahagiakan ibunya. Duh, semoga rezekinya bisa tergantikan dan impiannya segera tercapai ya, Shel! Aamiin.

4. Tulisan Siti Faridah ini tentang mengenang masa kecilnya. Yang mana, ibunya harus mengayuh sepeda dengan jarak 3 kilometer (kurang lebih) agar dapat membelikan busana untuk anaknya. Sehingga anaknya bisa tampil menarik di perayaan Hari Kartini. Kemudian, dia bercerita tentang ibunya yang harus berjuang menghidupi anak-anaknya seorang diri setelah kepergian sang suami. Setelah itu, ibunya juga sempat sakit dan semakin parah sepulang dari rumah sakit. Syukurnya, sekarang ini ibunya sudah kembali sehat. Semoga beliau selalu diberi kesehatan, ya! Dan semoga bisa tersenyum bahagia ketika melihat Faridah menikah. Aamiin.

5. Saptian Putri sebenarnya adalah cowok. Eh, bukan-bukan. Maksud gue, dia curhat kalau sebenarnya dulu orangtuanya menginginkan anak cowok karena telah memiliki dua anak cewek. Sayangnya, takdir berkata lain. Ya, Saptian lahir sebagai cewek (yang namanya agak cowok). Dia masih tertolong akan nama Putri. Setelah itu, dia bercerita kalau seorang ibu memiliki kekuasan paling tinggi di rumah. Misal, ketika ada pakaian kotor jangan digantung sembarangan. Keluarlah ocehan-ocehan sang ibu. Namun, hal itu tidak berlaku untuk ibunya. Ketika dia mengingatkan ibunya agar tidak menggantung pakaian kotor sembarangan, ibunya tidak merasa salah dan tetap memarahi dirinya.

Seolah-olah seperti ada peraturan:

Pasal 1. Ibu selalu benar.
Pasal 2. Jika ibu salah, lihat pasal 1.

6. Agak berbeda dengan yang lainnya, Ahmad Rosyid bercerita tentang hubungan ibunya yang kurang harmonis dengan nenek (mertua ibunya). Setelah itu, dia sangat bersyukur memiliki ibu yang selalu menanyakan kondisi keuangannya. Baru pertengahan bulan, uang Ahmad mulai menipis. Seketika itu pula ibunya bagaikan memiliki hubungan batin yang benar-benar kuat dan menanyakan keuangannya, “Apakah uang bulanan masih cukup?”

Dia pun merasa sedih dan malu karena dirinya kesulitan mengatur keuangan. Oleh karena itu, dia tidak mau lagi ditransfer ibunya di pertengahan bulan. Dia lebih memilih meminjam kepada teman daripada harus menambah repot orang tua. Hm... semoga ke depannya bisa menggunakan uang dengan lebih bijak, ya!

7. Lalu, si @Pilaa5SOS yang paling berbeda sendiri karena curhat di Wattpad ini bercerita tentang ibunya yang cerdas, kuat, dan unik. Bagian uniknya ini karena menyukai boyband seperti Westlife, New Kids On The Block, dan Backstreet Boys. Gokil! Di mana kebanyakan orangtua menyukai musik-musik dangdut, tetapi ibu Pila ini berbeda. Anjaaay seleranya boleh juga.

8. Cerita dengan dua sudut pandang ini membuat mata gue berkaca-kaca. Mommy Gadget menceritakan bagaimana rasanya menjadi anak dan pengalaman menjadi seorang ibu. Ternyata menjadi seorang ibu tuh gak gampang. Dia juga menjelaskan mengapa seorang ibu tuh sering ngomel-ngomel. Ya, karena itu ialah cara yang paling efektif untuk mengungkapkan rasa sayang kepada anaknya. Itu semua karena perempuan lebih menggunakan hati atau perasaannya, bukan logika. Kalau seorang ibu lebih sering pakai logika, entah deh tuh bakal gimana.

Kemudian tulisannya ditutup dengan sebuah kutipan yang kece:

“Toh, bukankah cinta ibu pada anaknya juga merupakan sebuah cinta paling buta di dunia? Tanpa syarat. Tanpa alasan.”

9. Mbak Gustyanita menceritakan masa kecilnya yang sering dititipkan ke tetangga. Sebab, ibunya ialah seorang PNS yang sering dinas ke luar kabupaten. Gue gak bisa bayangin gimana rasanya jika waktu bersama ibu itu hanya sedikit karena beliau sibuk bekerja. Bersyukurlah gue karena di saat kecil, ibu gue seorang ibu rumah tangga. Namun, itu semua ibu lakukan demi biaya hidup anaknya.

Dari tulisannya, gue juga baru tau kalau perut sakit (entah yang dimaksud itu sakit perut biasa, mules, atau maag), bisa sembuh dengan cara mengguling-gulingkan botol kaca yang berisi air hangat di atas dan area perut yang sakit. Itu katanya manjur banget di setiap sakit perut. Kalian harus cobain, Gaes! 

10. Menurut gue, Hawadis ini adalah seorang bloger yang memiliki ciri khas tersendiri. Dalam tulisannya, dia selalu bisa membuat gue mengumpat, “Berengsek ini anak tiap hari makannya apaan, sih? Selalu ada aja hal-hal yang sederhana, tapi gak kepikiran sama gue.”

Apalagi teori-teori fisikanya yang kampret abis. Itu pun muncul ketika dia membahas ibu-ibu naek motor matic. Setelah itu, dia bercerita tentang ibunya yang mengajarkan sesuatu. Secara gak langsung juga mengajari gue untuk tidak takut dalam memulai sesuatu. Seorang ibu meskipun juga ketakutan, beliau akan berusaha melindungi dan menenangkan anaknya. Membuat anaknya yakin kalau semua akan baik-baik saja, meskipun dalam setiap hal pasti ada risikonya.

11. Gue masih gak nyangka kalau Teh Fasya Aulia ini begitu akrab dengan mamanya (karena Fasya memanggil ibunya itu dengan sebutan mama, halah segala dijelasin, Yog!) bagaikan seorang sahabat atau teman main. Fasya menceritakan bagaimana keanehan mamanya yang bikin gue ketawa. Jujur, gue juga gak habis pikir kalau ibunya ternyata narsis dan gaul abesss. Sebuah kisah ibu dan anak perempuannya yang cukup menghibur!

12. Awalnya, gue bingung sama cerita Karin (bukan Awkarin alias Karin Novilda, tapi Karina Rahmania) yang curhat tentang pengalaman dia mencari kerja. Perasaan ini temanya tentang “ibu” deh, bukan “pekerjaan”. Setelah gue baca lebih lanjut, ternyata tulisan itu tentang ibunya yang selalu memberi semangat ketika dia lelah karena gagal mendapatkan pekerjaan. Ibunya juga pasti membuatkannya sarapan agar nanti kuat dalam mencari kerja dan fokus menjawab pertanyaan saat psikotes maupun interviu. Sampai akhirnya, Karin pun mendapatkan pekerjaan dan bisa membiayai kuliahnya sendiri. Itu semua terjadi karena ada sosok ibu yang selalu mendukung dan mendoakan anaknya.

13. Berbeda dengan yang lainnya—tulisan berupa curhatan—, si Robby ini membuat cerita fiksi. Tulisannya berbentuk cerpen yang menceritakan tentang seorang anak yang ditinggal orangtuanya. Si tokoh utama ini harus hidup berdua dengan adiknya yang masih bayi. Di umur 16 tahun, ia sudah mengalami beban hidup yang berat. Namun, menurut gue ceritanya agak maksa dan gak begitu kuat. Dan gue juga merasa itu terlalu sinetron. Kayaknya kurang relate gitu, sih, sama keadaan di sekitar. Namun, biar bagaimanapun bikin tulisan fiksi itu gak gampang. Gue mengapresiasi itu. Gue cukup terhibur sama selipan jokes-nya. Gue pun ketipu sama ending-nya.

14. Selain Robby, ada lagi yang membuat cerpen. Dialah Anggi, saudara kembar Ingga sekaligus adik dari Raditya Dika. Buahaha. Yekali adiknya Radit ikutan GA ini. Oke, serius. Cerpen Anggi membuat gue merenung akan seorang ibu yang juga ingin mendapatkan perhatian dari anaknya. Karena sering gak ngabarin ibunya, Jani (nama tokoh di cerpen itu) ditegur lewat mimpi buruk yang membuat gue terbawa suasana. Dan akhirnya menghasilkan kejutan. Bangke! Cerpen Anggi ini bagus euy! Padat, singkat, dan jelas.

15. Tulisan Tari menjelaskan bagaimana caranya membuat seorang ibu bahagia. Kalau menurut dia, salah satunya dengan cara lulus kuliah dan menjadi sarjana. Lalu, di balik sebuah cerita wisudanya itu, ibunya begitu repot dan sangat antusias mempersiapkan pakaian untuk anaknya. Betapa ibunya itu benar-benar bersemangat demi menyaksikan anaknya memakai toga. Oleh karena itu, Tari pun memberikan sebuah hadiah kepadanya ibunya berupa nilai-nilai yang bagus.

***

Setelah memikirkan masak-masak, maka pemenangnya adalah...



...jangan ke mana-mana, tetap baca terus akbaryoga(dot)com. Wqwq.

Oke, kelamaan basa-basi nih. Jadi, pemenangnya:

1. Mommy Gadget

2. Hawadis

3. Faranggi

4. Robby

Pemenang bonus: Adibah, hadiah berupa buku Unforgettable Baper Moments (karya antologi Haris Firmansyah, dkk) yang kondisinya masih sangat bagus karena baru dua kali gue baca sampai tamat.

Selamat kepada para pemenang!

Buat yang merasa menang, tolong kirim email ke ketikyoga@gmail.com (atau dm Twitter atau chat Line) berupa:

Nama lengkap, alamat rumah lengkap, dan nomor telepon. Nah, tapi kalau yang domisilinya di luar Jakarta atau pulau Jawa, kalian kirimnya nomor rekeningjenis bank, dan atas nama pemilik rekening, ya!

Bagi yang belum menang, itu mungkin belum rezeki. Dan bukan berarti tulisan kalian nggak bagus. Nggak begitu. Karena tentu saja tulisan itu merupakan selera. Kalau menurut A, "Ah, biasa aja!", bisa aja kan menurut B, "Bagus nih!" Betul begitu?

Tulisan kalian tentang ibu itu semuanya menarik, kok. Gue suka banget bacain kisah kalian.

Ya udah, menangin semua dong, Yog!

Maaf, gak bisa gitu. Kan udah sesuai ketentuan, pemenangnya cuma ada empat. Dan ya, pemenang bonus itu karena kebetulan rak gue mulai penuh terus bingung mau nyimpen satu buku itu di mana. Jadi, secara dadakan gue buatlah pemenang bonus.

Jujur, gue sebenarnya pengin juga kasih semuanya hadiah buat yang udah meluangkan waktunya buat ikut GA ini. Sayangnya, gue tetap gak bisa memberikan hadiah kepada semuanya. Gue masih karyawan freelance (dibaca: kerja serabutan) yang penghasilannya gitu deh. Nanti deh, ya, kalau udah kerja tetap dan penghasilan gue mulai receh yang berbentuk dolar. Wqwq.

Intinya, makasih banget buat kalian semua yang udah mau ikutan dan memeriahkan give away 4 tahunan blog gue. Semoga nggak kapok buat ikutan kalau gue ngadain lagi di kemudian hari. Ehehe. Sukses buat kita semua. Aamiin.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

50 comments

  1. alhamdulillaahi, terimakasih banyak ya buat yoga dan semua peserta.
    eventnya bikin saya makin kaya referensi tentang hubungan ibu dan anak.
    kalian semua keren!

    eh, soal botol berisi air panas utk sakit perut itu betul banget. itu resep bundaku. apakah bunda kita sama, mbak gustyanita? hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, makasih juga udah ikutan! :D

      Wahaha. Jangan-jangan kalian adik-kakak. :p

      Delete
  2. "Sedih juga jadi emak punya anak nggak laku-laku gitu."
    Ngakak Yog! Hahaha.

    Macem-macem ya cerita sama ibunya. Setiap nomer di postingan ini kayaknya ada di semua ibu-ibu kita deh. Kasih sayangnya tuh adaaa aja bentuknya. Meskipun ibu nggak mau disalahin kalo dia salah, tetep aja rasa sayangnya lebih gede daripada rasa ngeselinnya. Galau lagi kan. Ah elah.

    Btw, itu nempelin botol air anget di perut, manjur banget lhoh. Gue juga sering. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh, parah lu. Gue kan bercanda itu. Wqwq.
      Iya, macem-macem. Ah, elah. Farih galau mulu nih. :p

      Berarti gue emang norak karena baru tau. :(

      Delete
  3. Wah slamatbkepada pemenang, iya setuju si anggi klo gue maen ke blognya selau tercengang. Dia keren banget klo uda bikin cerpen, pilihan diksinya tuh uda sekelas pro deh keknya ahhahah

    Sama gue juga ketipu ama ending cerpennya robby wakkakak

    Haaha alesan yang paling bawah ma santai aja yog, uda ngramaikan giveaway tubrasanya tantangan banget karena cerita bertema, gue menang ga menang yang penting isi blog gue yang sebelah ada updatenya wkkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Iya, Mbak. Saya suka cerpennya. :)

      Robby emang gitu, kan. Suka menipu anaknya padahal masih SMA. Apalagi menipu para janda muda, Mbak. Parah tuh anak. Wqwqwq.

      Oke, sip!

      Delete
    2. Pemuda SMA berwajah mahasiswa semester lima, gituuu...

      Delete
  4. "mengguling-gulingkan botol kaca yang berisi air hangat di atas dan area perut yang sakit" sumpah! aku juga pernah dikasih tau kaya gini sama ibuk, dan Alhamdulillah emang mendingan kok, berkurang rasa sakitnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata banyak ibu yang memberi tahu hal ini, ya. Apa karena gue jarang sakit perut? Seringnya sakit hati. Huwaaaah. :')

      Delete
  5. Kemaren pengen ikut, tapi udah ketinggalan hahaha.

    ReplyDelete
  6. Yawlaaa pertanyaan 'udah pejwan belum?'itu bangke banget anjiirrr hahahhaa

    Woooaaah dedek roby dan bang Haw menang. Selamat yaa buat para pemenang semuanya.
    Oh ya yog, nanti aku kirmin no rekeningku ya.
    Okesip
    Tq

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyokap udah mulai ngerti blog setelah gue jelasin, Lan. Jadi, beliau selalu nanya udah pejwan belum. Wqwq. :p

      Iya, no rekening lu sini cepet kirimin. Biar saldonya gue kuras. Muahaha.

      Delete
  7. Alhamdulillah, setelah ikutan give away sana-sini akhirnya bisa menang. :')

    Saya mah cuma bisa doain blog ini makin rame dan sering menghasilkan duit. Duit tetaplah duit.

    Btw, give away ini yang ikut ada juga yang dari kalangan artis ya. Kak Awkarina ikutan juga setelah capek jadi selebgram. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat!
      Aamiin ya, Rabb. Begitu juga dengan blog lu, yak! :D

      Mungkin dia mulai tertarik dunia tulis-menulis. :)

      Delete
  8. Mama ku panutan ku. Wqwq.

    Selamat buat yang menaaaang! Aku juga seneng udah ikutan soalnya jadi ada konten buat ngisi blog hahaha. Btw, Maret ini blog ku ulangtaun ke-5. Apakah Yoga mau jadi sponsor? (lah siape elu kampret) hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha. Asyeklah. Kapan-kapan bolehlah ketemu mamanya, minta dimasakin makanan yang enak. :p

      Okeee, kalo gitu Teh. Hmm, nanti deh ya kalau ada rezeki berlebih bisa jadi sponsor. :D

      Delete
  9. Wow wow selamat buat yang udah ikutan, dan selamat juga buat para pemenang.

    Kemarin aku sempet baca beberapa tulisan mereka (yang tertera di postingan sebelum ini). Dan memang keren-keren. Sangat menyentuh. Wajar sih kalau Yoga bingung nentuin pemenangnya.

    Oiya, coba di give away selanjutnya kasih hadiah password blog ini cees. Atau kasih foto legendaris Icha yang pas SMP itu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bingung banget, Kang Agia. Tadinya sempet mau nyewa juri gitu macam Mas Anang atau Agnezmo. Ehe. Tapi, dia ngertinya soal nyanyi bukan tulisan. :(

      Password blog ini buat apaan woy?! Icha, tolong baca ini. XD

      Delete
  10. tuh kan udah ada pemenangnya.
    Yaampun barusan gue komen panjang lebar di postingan sebelah gak mikir mikir.
    Jadi malu wkwwk

    btw selamat deh buat yang menang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makanya baca dulu yang terbaru, Da. :p Gak usah malu. Kan udah biasa malu-maluin. Wqwqwq.

      Delete
  11. Cerita tentang ibu gak pernah bikin bosen. Apalagi jaman sekarang, banyak ibu-ibu gaul. Ehehee

    Cinta ibu pada anaknya itu bukannya cinta buta, tapi naluri. Gak semua ibu punya naluri keibuan. Gitu sih..

    Cerita kak Nita, mirip sama aku. Waktu kecil dititipin tetangga dan juga dikasih ASI tetangga. Setuju sama tips kak Nita!

    Bener bener terharu baca perjuangan mamanya Siti Faridah.. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Ibu-ibu semakin gaul ya. Kudu update sama teknologi. :D
      Sebenarnya iya. Bukan buta maksudnya. Intinya gitu deh. :))

      Itu berarti kamu saudara persusuan sama tetangga dong?

      Delete
    2. Iya nih. Apalagi ibu-ibu muda. Gaul bangeet dah!

      iya, paham dah :)

      Iya, makanya kadang dipojokin gak boleh nikah sama si ini.. si itu.. Malah bagus. Ada alasan gak mau nikah sama tetangga ehehee

      Delete
  12. Yoga jahattttt

    kugak dimenangin
    raisa mau ngambek pokoknya! :))

    Btw, Selamat buat semua pemenang.
    Kalian luar biasa *ngomong kayak ariel*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awkarina kan udah banyak endorse-an. :(

      Ariel Tatum? Eh.

      Delete
  13. Hahaha akhirnya kelar juga penilaian akhirnya, soal kalah menang mah aku biasa. Seperti kata Inul Daratista ":yang lalu biarlah berlalu" Aku rapopo, begitulah kata jupe pas ditanya hasil klasemen akhir ISC. Kok jadi ngaco gini?

    Intinya, selamat buat para pemenang, buat yang selamat kapan bisa bersenang-senang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Iya, kalah menang soal biasa. Yang penting gak berantem kayak supporter sepak bola, ya. :')

      Biarkan waktu yang menjawab. :D

      Delete
  14. Wahhhh gue lama nggak nengok anak-anak blogger, nggak pernah BW juga, ternyata yoga bikin GA, pas mampir tau-tau udah pengumuman pemenang aja. Udah kaya sayang-sayangan sama temen pas lulus SMA, begitu balik sehabis kuliah eh dia udah gendong cucu. Pedih :(

    btw selamat buat yang udah menang, uhuy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Analogimu itu loh. Duh, terlalu kejauhan mikirnya. :(
      Lu ke mana aja, San? Ikut senam jari, ya? Biar nggak typo lagi. Ehehe.

      Delete
  15. Kok gue gak menang Yog? Hadiah hiburan kek ato apa kek??
    Hmmm berarti bener yah kalo cewe selalu benar. Soal'a cewe itu calon ibu.
    Pasal 1. Ibu selalu benar.
    Pasal 2. Jika ibu salah, lihat pasal 1.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hadiah hiburannya, blog lu sudah gue kunjungi! :D
      Pasal 3 apaan?

      Delete
    2. Kunjungan balik itu bukan hadiah hiburan Yog.
      Pasal 3 jika cewe salah Kembali ke Pasal 2

      Delete
  16. Ibunya Shela kayak Mamaku. Ngahahaha. Trus si @Pilaa5SOS gokil banget ibunya. Kira-kira gimana tanggapan beliau ngeliat boyband Korea dan boyband-boyband Indonesia yang dulu sempat ngehits ya? Udah kayak kritikus musik pasti. Huahaha.

    Selamat ya buat para pemenang! Anjir ini banyak yang ikutan. Bagus deh ternyata saran untuk memperpanjang masa giveaway itu, Yogs. Btw Yoga suka gitu ya. Ada pemenang tak terduganya, pemenang bonus. Itu nggak direncanain ya sebelumnya? Waktu giveaway foto juga ada begitunya ya. Yoga murah hati dan spontan~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciyee sama kayak Shela. Huwahaha.
      Bisa jadi tuh. Semoga dia gak kaget sama boyband dari Indonesia. :)

      Wqwqwq. Iya, gak direncanain sebelumnya. Itu emang di luar dugaan, sih. Kenapa malah banyak yang ikut. Karena spontan adalah nama tengahku. XD

      Delete
  17. kok aku baru tahu iniii kok aku ga ada namanya di siniiiiii

    ReplyDelete
  18. tulisan mereka emang keren-keren ya, apa lagi ini temanya tentang ibu.

    jangan bilang adibah jadi pemenang bonus karena kamu takut ditonjok kalau dibah nggak dimenangin, setelah liat foto bayinya dibah? hayo ngaku..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha. Nggaklah. Dia menang karena tulisannya beda gitu. Yang lain sedih-sedihan, dia ada lucunya. :D

      Delete
  19. Bener juga tulisannya Mommy Gadget itu ya? Rasanya memang tersentuh..

    “Toh, bukankah cinta ibu pada anaknya juga merupakan sebuah cinta paling buta di dunia? Tanpa syarat. Tanpa alasan.”

    Memang tulisan - tulisan tentang ibu gini kalau bukan buat merenung, buat sedih, nggak tau kenapa sampai sekarang belum pernah baca tulisan tentang ibu dan tiba - tiba nyayi lagunya Awkarin - Candu. XD

    Ohiya, btw itu pasalnya kampret banget kalo diterapkan di mos - mos SMA
    1. Senior selalu benar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Iya. Makanya dia layak jadi pemenang. :D

      Gak ngerti lagu candu maksudnya itu apa. Sekalian aja lagu Yangleks O Aza Yakan lu dengerin biar makin gak relevan. :(

      Wqwq. Senioritas harus dihapuskan!

      Delete
  20. Jadi ini sebenernya Adibah menang karena pengin ngerapiin rak aja? :(
    Aih parah ini si Yoga. Ckckck. *Geleng-geleng dewasa*

    ReplyDelete
  21. Keren Banget Ceritannya.. Inspiratif


    Sukses Selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sukses juga jualan medali wisudanya, Kak! :D

      Delete
  22. selamat ya buat yg udh menang... :) jd pengen bacain tulisan2 yg menang deh yog... kayaknya menarik... ga dikasih link nya yaaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada kok di tulisan yang "Surga di Telapak Kakimu", Mbak. Daftar yang pada ikutan. :D

      Delete
  23. Selamaaat buat pemenang :D hihihihi :D

    Anjaaaay, disela-selaaaa review. Sempet-sempetnya ngeroasting bang Fandhy wkwkw nggak laku-laku sih ya dia :( sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjir malah ditambahin ini ledekannya. Jahat. :(

      Delete

Terima kasih sudah membaca. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.