Sejujurnya, gue itu benci sama hari Sabtu. Apalagi kalau waktunya istirahat di rumah, eh tapi masih disuruh masuk kantor karena ada lemburan. Selain itu, gue juga benci sama malam harinya, ya malam Minggu. Malam yang penuh maksiat. Lalu lintas di Jakarta ini begitu macet karena banyak banget orang pacaran saat malam Minggu.

BAKAR SAJA ITU PASANGAN YANG MAKSIAT DI MALAM MINGGU!

Bukan. Gue kesel kayak gitu bukan karena gue jomlo. Lagian, gue juga nggak pernah iri kepada para pasangan yang memadu kasih di Sabtu malam ini kalaupun seandainya gue itu jomlo. Tentu saja saat ini gue punya pacar. Ehehe. Namun, gue sama pacar sudah sepakat kalau kencan itu jangan di malam Minggu. Pergi makan atau nonton, kan bisa di hari lainnya (dibaca: berhemat karena nonton pas weekend itu mahal). Lebih baik malam Minggu itu waktunya dipakai untuk menulis atau membaca. Membaca Alquran misal. Allahu Akbar. Tumben gue ngetik gini.

Ngomong-ngomong soal hari Sabtu atau malam Minggu, rasa benci gue terhadap hari Sabtu mulai berkurang atau malahan sudah mulai menyukai hari Sabtu. Itu semua karena gue terpilih untuk mengikuti acara "Jakarta Night Journey" bersama teman-teman bloger Indonesia Corners.

Read More
Di dalam hidup ini, kadang gue suka merasa hari-hari gue tuh gitu-gitu aja. Dari mulai bangun pagi, terus mandi dan salat, lalu sarapan (itu juga kadang-kadang, soalnya habis sarapan suka boker jadi bikin males), baru deh berangkat ke kantor. Sesampainya di kantor, gue langsung kerja sampai waktunya makan siang. Begitu kelar makan, mau nggak mau ya lanjut kerja lagi hingga waktunya balik ngantor. Mirisnya, pas pulang ngantor pasti kudu macet-macetan, akhirnya gue pun telat sampe rumah. Barulah habis gitu makan malem, dan ditutup dengan tidur.

Tapi, gue bisa tidur itu cuma kalo pas capek banget. Iya, gue harus nunggu ketiduran (ini hal yang langka dalam hidup gue). Kalau lagi susah tidur, biasanya gue iseng cek Twitter (ini bisa khilaf sampe pukul 2 dini hari), terus baru deh mencoba tidur. Terus kembali lagi ke pagi hari, tentu saja dengan muka ngantuk karena kurang tidur. Ya, kemudian aktivitasnya diulang-ulang begitu lagi.

Flat abis.

Temen bilang, itu karena gue kurang hiburan. Hm... iya juga, sih. Akhir-akhir ini, gue mulai jarang baca buku ataupun main games untuk menghilangkan jenuh.

Padahal, dulunya gue termasuk anak yang hampir kecanduan main games. Dari SD gue udah suka main Playstation—yang biasa disingkat PS. Gue masih ingat betul, ketika orang tua membelikan gue PS1 karena waktu itu gue berani dan mau disunat. Demi sebuah PS, gue harus merelakan ujung titit itu. Kemudian SMP-SMK pun gue masih suka main PS. Ya, walaupun bukan PS1 lagi, melainkan PS2, PSP, dan PS3. Maaf, kalo PSK itu tidak termasuk dalam daftar permainan. Namun pas SMK, gue main games-nya lebih sering menggunakan PC di warnet (warung internet, bukan warung net... ah sudahlah).
Read More
Tak ada akhir yang tak berawal.

Iya. Betul sekali. Semua hal di dunia ini pasti ada awalnya. Tidak mungkin bumi terbentuk begitu saja tanpa ada penciptanya. Indonesia saja bisa menjadi negara yang keren (meski agak kacau) seperti sekarang ini, pasti juga ada asal mulanya.

Dulunya, Indonesia belum menjadi negara yang merdeka. Indonesia sempat dijajah oleh Belanda selama 3,5 abad, juga oleh Jepang selama 3,5 tahun. Setelah Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Sekutu, barulah Jepang menyerah tanpa syarat dan pergi meninggalkan Indonesia. Akhirnya, Indonesia pun merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Di hari itu, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta resmi menjadi presiden dan wakil presiden yang pertama.

Setelah itu, Ir. Soekarno digantikan oleh Suharto yang terkenal dengan kalimat, “Piye kabare? Masih enak jamanku to?” Lalu, pada masa pemerintahannya itu pernah terjadi kerusuhan besar-besaran pada tahun 1998.

Kemudian Suharto dilengserkan secara paksa dari jabatannya karena para masyarakat dan mahasiswa yang terus berdemo menuntut keadilan. Indonesia juga pernah memiliki presiden dalam waktu yang begitu singkat. Ya, siapa lagi kalau bukan B. J. Habibie?

Hingga saat ini, Indonesia telah mengalami beberapa kali pergantian presiden. Dan pemimpin Indonesia sekarang ini ialah Ir. H. Joko Widodo. 

Bentar, ini ngapa gue jadi cerita sejarah, ya?

Baiklah, mending kita skip saja.

Semua memang ada awalnya. Begitu juga dengan diri gue ini. Tidak mungkin kalau gue langsung hidup dan berusia 21 tahun secara tiba-tiba. Pasti gue pernah mengalami masa-masa puber di umur yang ke-17. Sebelum itu pula, gue pernah mengalami yang namanya disunat pada umur 10 tahun. Kemudian, mundur lagi jauh ke belakang ketika seorang perempuan melahirkan gue. Iya, tentunya gue menjadi bayi terlebih dahulu.
Read More
Kata orang-orang, hari Kiamat datangnya sebentar lagi. Itu tandanya bumi gonjang-ganjing. Kemudian Dajjal akan muncul dan menyebarkan fitnah yang paling sadis. Tapi di lain sisi, hadirlah Imam Mahdi sang pembela umat muslim. Dan Nabi Isa a.s juga diturunkan dari langit untuk membantu Imam Mahdi mengalahkan Dajjal.

Pokoknya kejadian itu bakalan kacau sekali.

Namun sebelum hal itu terjadi, saat ini akan ada sebuah kebangkitan yang menggemparkan dunia.

Kalian tau apa itu?

Tidak?

Ah, payah!

Baiklah, gue akan memberitahu kalian mengenai hal ini.
Read More
GAJI.

sumber: GAJI


Gagal Haji. Ng... kayaknya bukan itu deh. Maaf-maaf.

Oke serius, gaji itu adalah gangguan jin. Astagfirullah. Makin gak nyambung.

Di dalam KBBI, gaji adalah singkatan dari garuk biji. Bentar, KBBI yang gue baca ternyata bukan Kamus Besar Bahasa Indonesia, melainkan Kamus Bokep Bahasa Indehoi. Wakakakak.

Dalam arti sebenarnya, gaji ialah upah kerja yang dibayar dalam waktu yang tetap. Dalam arti lain, sebuah balas jasa yang diterima pekerja dalam bentuk uang berdasarkan waktu tertentu; -- bersih gaji yang diterima oleh pekerja (pegawai) setelah dikurangi potongan; gaji yang dibayar (tunai) setelah dikurangi dengan semua potongan.
Read More
Gimana, sih, dua orang bisa bertemu dan saling jatuh cinta?

Kalau di FTV atau sinetron mah udah jelas. Gak sengaja tabrakan di area kampus, lalu buku-buku si cewek terjatuh ke lantai. Di saat itulah si cowok langsung berpikir untuk membantunya. Kemudian tangan mereka tidak sengaja bersentuhan, yang dilanjutkan dengan saling tatap-tatapan, setelah itu mereka kenalan. Dan beberapa hari kemudian mereka akhirnya jadian.

Bangkhe.

Segampang itu, kah? Ini mah lebay, njir! Di kehidupan nyata, kemungkinannya nyaris gak mungkin.

Nah, tentu saja ketika gue bertemu dengan seseorang nggak akan mungkin seperti itu. Kalaupun hal itu terjadi, gue yakin si cewek bukannya berujung dengan kenalan sama gue, tapi malah bilang, “EH, GOBLOK! KALO JALAN PAKE MATA DONG!

Yang kemudian akan gue jawab, “Jalan pake kaki, Mbak.”

Saat itulah gue bakalan digampar, bukannya jadian. Huhuhu.

Entah bagaimana proses pertemuan itu terjadi, gue punya satu cerita pertemuan dengan seorang perempuan yang rasanya begitu menyenangkan sekaligus membahagiakan untuk diingat-ingat.
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home