Es Krim Spesial

82 comments
Orang bilang, “Es krim adalah obat terbaik ketika hati sedang sedih atau terluka.”

sumber: pixabay.com

Namun, Agus nggak pernah mengerti kenapa Selvi tak pernah mau diajak menikmati es krim ketika ia sedang bersedih. Padahal mereka telah menjalin hubungan itu hampir 6 bulan. Agus merasa Selvi tidak ada romantis-romantisnya sebagai pacar. Berbeda sekali dengan Rani yang hanya berstatus teman dekat. Setiap dua minggu sekali, biasanya Rani dan Agus akan menghabiskan waktu bersama untuk menikmati es krim.

Mungkin Selvi memang tidak suka es krim. Entahlah. Atau mungkin saja ia punya penyakit diabetes, alergi, atau takut gendut. Hal itu berbanding terbalik dengan Agus yang benar-benar pecinta es krim. Dari mulai es krim jenis batangan, cup, dan cone pun hampir semua sudah pernah ia coba. 


***

Pada Rabu siang sepulang ngampus, Agus dan Selvi mampir ke minimarket terlebih dahulu sebelum menuju indekos Selvi. Karena hari itu cuaca memang sedang panas-panasnya. Mereka membeli 2 botol teh pucuk dan sebuah es krim batangan rasa cokelat.

Sesampainya di indekos Selvi, Selvi langsung membuka kancing kemeja flannel-nya, sehingga tank top hitamnya pun terlihat jelas. Setiap lelaki yang memandangnya pasti akan menelan ludah kalau melihat Selvi seperti itu. Ya, tentu saja karena dadanya yang cukup besar. Melihat Selvi yang kegerahan seperti itu, Agus segera menyalakan kipas angin.

Selvi juga tampak begitu kehausan akibat cuaca panas itu. Terlihat dengan jelas dari botol minumannya yang tersisa setengah (yang masih berisi setengah jika kamu termasuk orang yang optimis).

“Kamu bener gak mau coba es krim punyaku?” tanya Agus kepada Selvi.

“APA, SIH?” bentak Selvi. “AKU MESTI BILANG BERAPA KALI LAGI KE KAMU? GAK MAU, YA GAK MAU!” Kali ini, Selvi benar-benar marah dengan pertanyaan Agus. Selvi bosan dengan Agus yang selalu menawarkannya es krim. Entahlah ini yang sudah berapa kalinya karena saking banyaknya.

“Gak usah bentak gitu, dong,” keluh Agus. “Aku cuma nawarin, kan. Siapa tau kamu sekarang berubah pikiran dan penasaran.”

Mendengar perkataan Agus yang masih berusaha merayunya, Selvi pun langsung mengusir Agus. “Kamu mending pulang aja deh! Aku bete!”

Agus langsung menyelonong pergi dengan penuh amarah. Ia tidak meminta maaf terlebih dahulu, bahkan tanpa berkata apa-apa. Setelah memacu sepeda motornya dan menjauh dari indekos Selvi, Agus kemudian memarkirkan motornya di sebuah taman. Kemudian menelepon Rani.

Awalnya, telepon itu tidak ada jawaban. Setelah menelepon beberapa kali dan menunggu agak lama, akhirnya terdengar suara lembut seorang perempuan, “Kenapa, Gus? Berantem lagi sama cewek lu?”

Sepertinya, Rani sudah hafal betul dengan hal itu. Agus pun ngedumel nggak jelas seperti biasanya. Menumpahkan keluh kesahnya ke teman baiknya itu.

“Ya udah, ke kosan gue aja sini,” ajak Rani. “Kita makan es krim spesial.”

Tanpa berpikir panjang, Agus pun bergegas menuju indekos Rani dan melakukan perselingkuhan.


***

Sebelum perselingkuhan itu terjadi, awalnya Agus dan Rani hanyalah teman satu kelompok dalam sebuah tugas kuliah. Namun, karena itulah mereka akhirnya bisa menjadi begitu dekat seperti sekarang. Waktu itu, deadline tugas sudah tinggal sehari lagi, tetapi kelompok Agus dan Rani belum juga menyelesaikan tugasnya. Apalagi teman-teman yang lain: Budi, Chika, Doni, dan Erwin adalah mahasiswa pemalas. Mereka hanya mau terima jadi dan patungan biaya print atau fotocopy tanpa mau bekerja. Oleh karena itu, Agus dan Rani yang harus bertanggung jawab akan tugas itu.

Mereka awalnya mengerjakan tugas biadab itu di perpustakaan kampus, tapi karena sebentar lagi mau tutup, maka mereka pindah ke indekos Rani. Sudah 4 jam lebih mereka berkutat dengan tugas itu, tapi apa daya tak kunjung selesai. Kekurangan personil, sulitnya tugas, dan deadline benar-benar membuat Agus stres. Rani dari tadi hanya memperhatikan raut wajah Agus yang tidak enak dipandang itu. Maka itu, Rani pun keluar sebentar untuk membeli es krim agar menyenangkan dan menenangkan hati Agus. Ya, karena es krim adalah makanan favorit Agus.

Lima menit berlalu, Rani kembali ke indekosnya.

“Nih, biar rileks,” ujar Rani sambil memberikan es krim batangan rasa cokelat.

“Thanks, Ran,” kata Agus sambil menerima es krim itu dan langsung memakannya.

Es krim mereka telah habis. Kini mereka kembali mengejarkan tugas terkutuk itu. Lucunya, nggak ada 10 menit melihat layar laptop, wajah Agus kembali tegang.

Rani pun berkata, “Mau es krim lagi?”

“Hahaha. Nggak, usah. Ngerepotin aja,” kata Agus menolaknya.

“Spesial loh yang ini. Yakin nggak mau?” tanya Rani sambil memperlihatkan sebuah es krim yang begitu menggoda.

Agus terkejut dengan es krim yang baru pertama kali ia lihat secara langsung. Tak perlu menunggu lama, Agus segera melahapnya.

“Gimana? Enak kan, Gus?” tanya Rani.

Agus tidak menjawab. Ia begitu menikmati rasa es krim yang baru dicobanya itu. Agus menjilatinya dengan rasa bahagia. Saking enaknya, kemudian ia langsung mengemut choco cip-nya yang menggoda itu.

Rani pun tertawa akan kelakuan Agus yang seperti anak kecil itu saat melahap es krim.

“Hmm... enak banget, Ran,” kata Agus sambil tertawa. “Rasanya mau nambah. Boleh bagi satu lagi?”

Rani mengangguk. Cukup lama Agus menikmati es krim tersebut. Lalu tiba-tiba Rani bilang, “Gue juga mau cobain es krim spesial punya lu dong!”

“Hah?” Agus begitu terkejut. Agus mulai berhenti menjilati es krim spesial itu dan memandang Rani heran.

Tanpa menunggu jawaban dari Agus, Rani langsung membuka bungkus es krim itu dan mulai menjilatinya. Kini, giliran Rani yang merasakan nikmatnya sebuah es krim. Rani menjilatinya dengan penuh makna. Matanya terpejam saat memasukkan es krim batangan itu ke mulutnya. Ia juga mengulumnya dengan lembut.

Sejak malam itu, Agus dan Rani akhirnya menjadi teman dekat. Setiap ada kesempatan mereka pasti menikmati es krim itu bersamaan. Ya, es krim spesial kesukaan Rani adalah kemaluan Agus. Dan es krim spesial kesukaan Agus adalah payudara Rani.

Agus pun semakin mencintai es krim. Dari es krim yang biasa menjadi es krim spesial. Dan tentu saja Selvi tidak pernah mau diajak menikmati es krim. Bukan karena Selvi tidak suka es krim, tapi es krim yang dimaksud Agus konotasinya ialah seperti itu.

***

Pesan moral: Romantis nggak harus kayak gitu, kok. Itu mah mesum. Ingat, jangan berbuat seperti itu kalo belum nikah. Dosa woy!

Maaf es krim ini mesum. :(
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

82 comments

  1. Yog, keknya di percakapan ini "Rani pun langsung mengusir Agus. “Kamu mending pulang aja deh! Aku bete!” Rani harusnya Selvi. Soalnya gak mungkin Rani tiba-tiba ada di Indiekos bareng Selvi dan Agus. Bener gak? :D

    Dari percakapan paragraf pertama, gue udah ngerasa jalan ceritanya akan twist banget Yog. Soalnya ada kata-kata 18+ yang terucap begitu saja. Waduh... bahaya kalo yg baca masih anak-anak, nih. :D

    Suka sama ceritanya, Yog. Ngalir... Kayak Rani mencoba Eskrim spesial dari Agus. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah diedit, Her. Makasih koreksinya. Bener kok. Aturan Selvi. Dikejar deadline tadi. Muahaha. XD
      Woahaha. Efek baca buku Haruki nih. Ada adegan begitu saja. :(

      Wakakakak.

      Delete
  2. (((CHOCO CHIP)))

    Padahal aku udah berpositif mikir awalnya. ngeyakinin diri kalo ceritanya gak ngarah ke sana. eh... xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehehe. Efek baca tulisan lu juga nih woy!

      Delete
  3. Eek nih yoga -____- aku terkontaminasi ya Allah TT . . Gue mikir loh yog, es krim mana yg ada choco chipnya -____- amoe gue mikir es krim mcd kalik yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, maaf~ Es krim mekdi enak. Ah, pengin! :(

      Delete
  4. BAJINGUUUUUK! Kamu sama Haw kayak sekongkol bikin ngakak gini. Hahahaha. Ini ngakak nggak berhenti-henti. Bajinguk bajingak bajingdul amat dah Yogaaaaaaaa!!!!!! Choco chop apaan anjir. Cornetto Taylor Swift kali ya ada itunya. Eh nggak tau sih. Bahahaha.

    Yog, tokoh Rani sama Selvi ini kok malah ngingatin aku sama dua cewek yang itu ya. You know kan itu. Pertama dan kedua. Apa kamu terinsipirasi dari kehadiran mereka di hidup kamu? Please jawab. Hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bajinguk dan bajingdul apaan? Bajingan? Muahahaha.

      Hmm, inspirasi kan memang bisa datang dari mana saja, Cha. Termasuk perempuan yang hadir di hidupku. :D

      Delete
  5. Bangkek! Ujungnya ternyata lagi ngews. Twist-nya mantep, sih. Nggak ada yang duga, lho. :D

    Sudah melekat cirinya. Aduuuh, tetep bangkek lah. Mana baca begini subuh-subuh. Apakah pahala salat subuhku luntur, Ya Allah? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakakak. Nggak sampe ngews, kok. Cuma petting. :p
      Ya, Allah. Semoga saja tidak. :(

      Delete
  6. bangkee pagi-pagi gini habis sholat baca bahasan es krim, udah dingin jadi nambah dingin.
    Agus Aguuuss..

    ReplyDelete
  7. YAARABB HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA ini postingan... Huh... Capek terpingkal-pingkal. Heu
    Pinter amet bikin cerita fiksinya. Entah mengapa aku udah ngira dari awal kalo ini cerita "dewasa" tapi ya aku pengen mikir positif, takutnya pikiranku aja yang mesum :((( eh ternyata. Ngajak ribut.
    Hikmah terselubung: Berarti kalo aku ditawarin mau es krim sama cowo kudu nanya dulu es krim yang mana. Ok :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ide gue terlalu gila, sih. Bukan pinter bikin fiksi. :D MUAHAHAHA. Iya, tanya dulu es krim asli apa spesial? :p

      Delete
  8. Hadeuhhh..... ini bocah!
    Beli sabun sana!!!

    ReplyDelete
  9. Dari awal adegan ke kost gue udah duga kalo ini mesum nih. :))

    Oiya, yog. Kayaknya kata2 yg terlalu formal kurang sreg dibaca kalo lagi di percakapan biasa. Kayak 'lezat' tuh. Kan jarang orang bilang lezat, biasa juga 'ena'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman ya, Yog? XD Iya, Yog. Gue udah edit. Makasih ya koreksinya. Lupa gue pake bahasa slang. :D

      Delete
  10. Dasar mesum! :(

    Btw yang pas Agus di taman mau nelpon Rani kayaknya gak usah disebut lagi deh "seorang teman dekat"-nya. Soalnya kan di awal udah dijelasin ada temen deketnya yang sama-sama suka menikmati es krim, namanya Rani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dasar penikmat bacaan mesum! Wah iya baru engeh, itu mubazir. Thanks, yak! Dikejar deadline semalem, lupa edit dan baca-baca lagi.

      Delete
  11. Pas baca tengtopnya, gue bingung, apa ya hubungan tengtop sama eskrim, *gue polos bet ya Allah~ gak nyangka aja yog, km bisa nulis kayak gini πŸ˜‚ Pas baca sampe akhir ternyata anu rokok, 18+

    Blowjoblah. Eh good job!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya nggak ada hubungannya, Rul Muahahaha.

      Makin kotor udah blog ini ditambahin blowjob.

      Delete
  12. HETDAH YOGA!

    Udah siap ngiler aja dibilang es krim spesial, ternyata............... -________-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ampun, Kak. Ide gue terlalu liar semalem. :(

      Delete
  13. Dari awal udah Gue udah nebak nih pasti ceritanya menjurus ke situ huhu kirian mau dibelokin lagi ke arah yang bener, eh malah makin-makin. Apalagi Itu Choco Chips Ya Allah :( kenapa haru disebut chco chips Yog tolong jelaskaaan.

    Yang jadi masalah lagi, kenapa nama gue jadi contoh orang males ngerjain tugas woi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadinya mau dibenerin, tapi sesekali ngawurlah. :( Karena cokelat dan bulet gitu. Ehhhh.

      WAHAHA. Asli itu gue asal aja. Maaf-maaf. Apa yang terlintas di otak gue langsung ketulis tanpa mikir. XD

      Delete
  14. Malah cerita dewasa ....

    Pantes selvi nggak mau, panas2 diajak ena2, terua modal kipas angin doang, mana mempan. Pake ac dong, huuu

    ReplyDelete
  15. Bedebah!

    Kamu udah bisa bikin buku kayak Djenar Maesa Ayu, Yog. Saya sampe menggelinjang baca ini. Sukses terus lah buat Yoga the next Freddy S.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Djaenar mah lebih keren, Ris. Gue apaan? :( Taeeekkk, tau-tauan Freddy S. Udah lama gak baca buku dia.

      Delete
  16. Hampir setuju ama komentar Doni. Kirain bakal dibelokin lagi jadi yang harfiah.

    Ceritanya bagus,cees.

    BTW,kirain udah gak ada anak muda yang tahu Fredy S, eh taunya ini komentar Haris muncul. Haha. Fredy S ini salah satu penulis Indonesia favorit saya. Baca deh, kalo mau mendalami tulisan kayak gini. Dia paling jago bikin pembaca terbawa suasana. Tulisannya dalem banget (walaupun banyak unsur 18+).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, cees. :D

      Wakakak. Haris ketahuan tuanya tuh. :p Gak kuat ah, baca-baca gitu. Dua tahun lalu masih suka baca. Iya, bikin gue berimajinasi liar tulisannya. :)

      Delete
  17. Es krim special rasa ter-ena' pasti si Agus doyan banget ini.

    Ya Allah ujungnya mereka malah ena-ena, kasian selvi-nya. Coba Agus ngasihnya es krim special ke selvi, pasti nanti dia dikasih yang es krim special juga. Ini pikiran ai ikut kebawa kotor, nambah dosa aja :( muahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha. XD Justru Selvi gak mau es krim spesial, Nad. Dia cewek baik-baik. :)

      Delete
  18. Waduh! Saat baca dari awal sampe di tengah cerita, aku berusaha mikir positif walaupun ada yang ngengganggu dikit di pikiran, eh pas udah deket ending-endingnya langsung clear semua, es krim macam itu. Astgafirullah. wkwk~

    ReplyDelete
  19. Selvi nggak suka es krimnya bang, tapi suka batang es krimnya. Dikoleksi siapa tau menang ipad

    Ini baca cerpen gini jadi kek baca cerita ena-ena, dari awal udah nggak bener pakai nyebutin tank top hitam segala. Dan endignya udah bisa ketebak.

    Tapi yang jadi pertanyaan dosa nggak sih anak 17 tahun baca ginian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjir iPad. :)) Yhaaaa, tapi nggak semua orang peka, kan? :)
      Soal dosa mah gak usah dibicarakan. Tiap hari juga manusia pasti berbuat dosa.

      Delete
  20. Weleh, gue kira es krim beneran bang..
    #Ehh taunya bukan. haha.

    ReplyDelete
  21. wkwkwkwkw, jujurnya dr awal aku rada curiga ini bakal ke mesum... kan beneeer ;p.. hahahaha.. yoga makin pinter deh skr ;p

    ReplyDelete
  22. Waparah, ini masih edisi ngampus kok uda coba coba es krim hhhhahhahahahahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha. Realitanya mah SMP udah coba juga. :)

      Delete
  23. Postingan ini masuk popular post nomor 4. Keren!

    ReplyDelete
  24. BAJINGUUUK...!! XD XD Gara-gara tulisan ini, tiap lihat eskrim di indomart langsung konak. FAK FAK FAK FAK!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mantep kan, Ham. Sering-sering aja beli es krim.

      Delete
  25. BANGKEEEEH KUADRAT!!

    Gue baru buka line. Baru tau ada postingan ini wkwkwk
    ((CHOCO CHIP))

    Awalnya gue nggak mikir macem-macem tentang tulisan lu, Yog. Gue malah ingetnya tentang nenek-nenek penjual eskrim yg pernah lu tulis itu. Jadi gue bener-bener santai bacanya.
    Ternyata ada bau-bau mesum huahahahaa
    Tapi keren twistnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muahaha. Telat lu, Lan. :p

      Itu mah cerita motivasi, ini cerita rusak. Ehehe. Makasih yaaa~

      Delete
  26. tulisan fiksi nya puitis bnget yog, gw sampe tersentuh pngen meneteskan air mata. Knapa cinta agus dan selvi hrus dihambat dngan hobi mereka memakn es krim. Tragis amat kisah cinta mereka berdua.

    Hahahh, gila ini cerita. Mulai dari wktu agus sama selvi ke indekos gw lngsung brpikiran ksana, apalagi ditambah selvi membuka kemeja flanel lalu memakai tnk top wrna hitam, lalu djelasin lagi, pria mana yg tdak trgoda sama selvi klo make baju gtu, bejat bnget nih si agus darmono.

    Twist g trlalu nendang sih, gw cuma ketipu, kirain si selvi sama agus ini pake gaya 69, eh trnyata pake 95 hahahh.

    ES KRIM SPESIAL, MANA ES KRIM SPESIAL.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puitis dari mana? :( Emang lu kalo ngelihat baju ketat gak tergoda, Mz? Namanya Agus Suragus, ya. :p

      Ini apaan ada 69 segala, sih? Makin rusak udah blog gue.

      Delete
  27. Madafaka!
    Gue baca serius2 pas endingnya.
    Bajilakkkkkkkk.
    Es krim spesialll.
    Cokocipsssssssa.
    Bodo amaaaattt

    ReplyDelete
  28. es krim ternyata konotasi. padahal ilustrasinya lezat sekali. hix hix yoga mah bisa ajaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Bisa gila dan dibakar masa kalo saya nulis begini terus.

      Delete
  29. Yog...gue tadi udah sampe ngebayangin McFlurry milo nya McD lah. Eh, taunya..... -_-
    Sa ae lu ah, hahahaha keren keren! Lanjutkan~
    Maksudnya lanjutkan nulisnya, bukan bokepnya yak wahahahaha xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf, Ran. Wakakak. Apalagi tokoh gue ini pake nama lu. XD
      Whahahanjerrr. Iyalah.

      Delete
  30. Fak. Tolong Yog. Jangan Kotori pikiranku yang polos ini. Tolong.Tapi, enak ya kayaknya eskrim dijilatjilat gitu sama cewek. Ah, TOLONG. YOG, TOLONG :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tolong apaan nih? Tolong cariin cewek yang mau jilat kamu, Feb?

      Delete
  31. wkekeke lemessshhh gue lemesshhhh,,, < cuma bisa ngetik itu doang dah wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wekekek. Cuma bisa bales ini doang juga dah.

      Delete
  32. BUSET iki opo yog -_-
    wkwkwkw
    Kok endingnya begitu hahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iki cerita, Da. Cerita yang tak pantas dibaca. Huhu. :(

      Delete
  33. Bangkeee yog. Bangke bet. Nemu tulisan ini di Katanium terus gue buka dan baca gegara penasaran dan berujung bangkeeee... Ah! /startchaos sajalah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakaka. Semoga lu gak nyesel baca ini, Rif. Oke /join ajalah~

      Delete
  34. Gue pgn komentar ala2 kaget gtu tdnya "Gila, kirain eskrim bneran, gataunyaa..."
    Tp spertinya mainstream, komen2 diatas jg udh mewakili. Haha.

    Pdhal gak kaget2 amat jg sih... Gatau knp pas dibagian eskrim dan 'choco chip' itu lgsg kebayang bkan eskrim bneran. Yg paling jelas sih eskrim 'batangan'. Cuma smpet mikir jg, "masaiya gtuan sih? tp apa hubgannya sm eskrim?" soalnya eskrim dingin, klo ini kan.... Panas. Trnyata... emg bener anu. Wkakak
    Jd ini sbnernya gue udh trlalu peka sm beginian apa gmn yah? Kok cpet amat pahamnya?:'(

    Nanti bkin yg lebih hot lg dong bang yog. Bhahaha *lah malah demen :'D*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohiyak, mstinya dikasih peringatan bacaan 18+ dong bang, biar ketauan.. Ksian ntr yg msh dibawah umur jd trjebak baca ginian:( kyak diriku, kan msh 15 thn qaqaaa :(( wkwkwk *boleh lempar sendal skeg jg :D*

      Delete
    2. Lulu ternyata ngerti, ya. Kamu nakal~

      Oke, nanti kalo ada inspirasi dan ide gila gue bakalan bikin yang lebih hot. Muahahaha. Hm, kalo dikasih peringatan nanti tulisan ini udah kayak iklan rokok dong? :p

      Lu 15 tahun? Sisanya? XP

      Delete
  35. Gue udah menduga dari awal soalnya kan agus bilangnya "gausah beli, ngerepotin aja" entah kenapa kata" choco chip itu makin menguatkan... bnerankan jadinya.. gilaaa, gue langsung geleng" kepala sambil ketawa... hhaha

    ReplyDelete
  36. Jadi ice cream nya agus di isep rani gitu ????

    ReplyDelete
  37. Anjrut bener dah ini cerpen. Bikin orang berfantasi liar. Makin nakal aja lu sekarang, Yog

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.