Review Tomyam Kelapa

93 comments
Gue termasuk tipe orang yang suka memerhatikan makanan yang namanya aneh-aneh. Namun, gue hanya sekadar memerhatikan, tapi tidak berani mencicipinya.

Seperti saat syukuran ulang tahun keempat Warung Blogger (Mei 2015), ketika Uni Dzalika menawari gue makanan, “Yoga cobain Tomyam Kelapa, yaaa.”

Hah? Tomyam? Apaan coba tuh? Pake ada kelapanya lagi.

Gue menggelengkan kepala.

Gue awalnya memang tidak tau apa-apa tentang tomyam. Gue pikir, tomyam itu singkatan dari tompel ayam. Oke, ngaco. Gue pikir, gabungan antara tomat dan ayam. Jadi sebuah makanan berupa ayam yang bumbunya saos tomat. Ehehe.

Tapi ternyata bukan, Gaes.

Menurut Wikipedia, tomyam adalah sup yang berasal dari Thailand. Sup ini biasanya dibuat dengan campuran udang, ayam, cumi, dan makanan laut yang dicampur.

“Beneran nggak mau?” tanya Uni memastikan.

“Enggak, Un. Hehehe. Makasih. Gue kadang suka alergi sama sea food,” jawab gue ngasal.
“Ya udah, gak usah pake sea food kalo gitu. Mau, ya?” kata Uni coba merayu gue.

“Masih kenyang, kok.” Padahal gue mah takut nyobain makanan yang namanya aneh.

“Oke deh.”


***

Para blogger yang hadir mulai terlihat beringas begitu Tomyam Kelapa disajikan di meja. Setelah itu acara makan-makan pun berlangsung. Mereka semua sibuk dengan makanannya, sedangkan gue hanya melihat mereka dengan tampang kelaparan plus dongo.

Taik. Gue kepengin juga.

Karena tadi sudah menolak, gue pun malu untuk meminta.

Huft. Terpaksa deh gengsi.

Lalu, tiba-tiba Mas Agus—blogger yang duduk di sebelah gue—berkata, ”Lu kenapa gak makan? Cobain aja nih, makan barengan. Gue takut nggak habis.”

“Masih kenyang, Mas.”

Kampret. Gue masih aja gengsi. Muahaha.

“Beneran nih nggak mau? Cobain aja, enak tau,” tawar Mas Agus sekali lagi.

Dan tanpa pikir-pikir lagi, gue langsung menyendok kuah Tomyam Kelapa tersebut.

Wow. Gila. Ternyata. Enak.

Gue menyendok lagi, kali ini dengan udangnya.

Rasanya mantap.

Inilah penampakan Tomyam Kelapa yang gue maksud.



Sumber: Warung Blogger

Menurut gue, rasanya agak nano-nano. Iya, pedesnya sesuai. Asemnya juga pas. Dan ada manis-manisnya gitu. Pokoknya lezat deh. Apalagi dimakan pake nasi. Cocok!

Karena ini makan berdua, buat gue porsinya sangat kurang.

Boleh minta lagi buat porsi sendiri nggak, ya?
Tadi ditawarin nggak mau. Dasar Yoga munafvck!

Ah, sayangnya acara juga sudah mau berakhir. Dengan berat hati, gue harus menunda makanan lezat ini lain waktu.

Kami pun foto-foto untuk mengakhiri acara syukuran ini.

Sumber: Warung Blogger


Gapapa deh cuma nyobain Tomyam Kelapa sedikit, yang penting gue dapet dua novel Muahaha.

Hore

Kapan-kapan gue harus ke sini lagi!

***

Hingga di suatu siang, tiba-tiba gue pengin makan pake Tomyam Kelapa. Namun, cuaca sedang panas-panasnya, sehingga membuat gue mager ke luar rumah. Apalagi jaraknya jauh. Iya, lokasinya agak jauh nih dari rumah gue. Rumah gue di Palmerah, sedangkan Tomyam Kelapa di daerah Ciputat. Satu jam lebih pasti. Keburu pingsan di jalan karena nahan laper.

Bersyukur sekarang udah ada aplikasi ojek online. Dan Tomyam Kelapa kebetulan bisa dipesan menggunakan Go-food.

Dengan hanya sentuhan tombol, gue bisa makan Tomyam Kelapa tanpa repot-repot datang ke tempatnya. Yuhuu. Gue tinggal duduk santai di rumah sambil menunggu Tomyam Kelapa itu datang.

Begitu Tomyam Kelapa datang, gue yang memang sudah kelaparan ini dengan penuh nafsu langsung segera...


memfotonya. Ehehe.

Biasalah, anak Instagram sebelum makan difoto dulu. Sekalian bikin ngiler followers. Hahaha.

Tomyam Kelapa



Setelah itu, gue pun langsung makan Tomyam Kelapa ini dengan lahap. Sepiring nasi dan Tomyam Kelapa pun menjadi menu makan siang itu. Dan kurang malah porsinya. Gue masih laper. Mau nambah, tapi mesennya nanti jauh lagi. Hahaha. Akhirnya, gue harus siap menahan kenikmatan Tomyam Kelapa ini di lain hari.

Oiya, untuk harganya sekitar 25-30 ribu. Harga yang cukup bersahabat.

Ke sana sama aku, yuk?

Catatan: disajikan dengan wadah buah kelapa ini yang bikin rasanya semakin unik. Ah, pokoknya bikin nagih.
Foto kiriman Yoga Akbar Sholihin (@yoggaas) pada

Bagi yang di daerah Jabodetabek dan pengin merasakan kenikmatan Tomyam Kelapa, berikut kontaknya,


Alamat: Jalan Sulawesi Raya RT/RW 08/011 (Area parkir lapangan tennis Villa Bintaro Indah) Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan Banten 15414
Telepon: 082322231446 / 085777072226

Selain Tomyam Kelapa, ada juga jenis-jenis makanan lainnya: seperti Kwetiau Kungpao, Mie Aceh, Mie Ayam Bakso Tomyam, dll.

Atau bisa juga cek di website-nya: Tomyam Kelapa.


Gara-gara Tomyam Kelapa, gue jadi tidak takut lagi mencoba makanan yang namanya aneh-aneh. Well, nama yang aneh memang jadi keunikan. Kalo kata Bondan Winarno, "Pokoke, maknyus!"

***

Sesuai yang gue bilang waktu itu tentang tulisan mengenai “Makanan”, boleh itu berupa curhatan, fiksi, puisi, flash fiction, ataupun review. Yuk-yuk ramaikan. Buatlah tanggal 14 Februari tidak lagi menjadi penuh cinta, melainkan penuh makanan. Hohoho.

Nah, yang barusan kalian baca itu adalah review campur curhat. Muahaha.

Yang pada mau ikutan, gue tunggu ya tulisannya. Komen aja ke blog ini, “Yog, gue udah ikutan. Cek aja blog gue.”

Dan gue akan segera mampir ke blog kalian.

PS: Ngomong-ngomong, setelah terlalu sering curhat di blog, akhirnya sekarang gue mulai belajar me-review sesuatu. Ya, kali ini makanan. Mungkin ke depannya gue juga akan me-review hal-hal lainnya: musik, film, buku, de el el.

Jadi, blog ini akan semakin bervariasi. Tidak melulu curhatan ngenes diri gue. Semoga makin pada suka dan betah, ya.


Terima kasih.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

93 comments

  1. ah payah lu mah yog ada tawaran mkanan pake gengsi gengsian segala
    coba kalo gw
    gw embat terus yog
    jdi intinya gengsi itu g bisa buat knyang yog
    itu udangnya engga ada yg lurus yog?
    orang mah pake udang yg lurus yog tomyamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sekarang gak gengsi lagi kok, Nik. :D

      Mana ada udang lurus. :(

      Delete
  2. Gue penasaran mau dibawa kemana tulisan bertema makanan di tanggal 14 Februari ini, gue pikir akan di fiksi in, e teryata lu malah review yang bikin perut keroncongan -_-"

    Yah, kalo urusan makanan, sebagai anak kos, kalo gue ditawarin makanan ya srobot aja yog, urusan alergi atau takut keracunan, urusan belakangan. setelah kenyang terlebih dahulu ..
    kita (anak kos) lebih mentingin Kwantitas daripada kualitas ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kliatan banget kalau anak kost ngomongin makanan, maen nyontok aja deh ih.
      sabar...sabar...mang

      Delete
    2. Azka: Buahaha. Cobain sini, main ke Jakarta, Ka! Hmm, jadi kuantitas lebih penting dari kualitas, ya. Leh ugha u~

      Cilembu: Bahaha.

      Delete
  3. --
    Wow takay ayam. Hahahhaha.

    Btw gue nggak yakin nama blogger di samping lu itu Mas Agus. Jangan jangan itu Agus yang Sepotong Hati di Segelas Milkshake Cokelat.

    Iya Tomyamnya enak. Menurut gue lebih enak disajikan dan dilahap ketika masih panas.
    Kalau sudah dingin agak kurang. Gue nggak habis tuh makan satu porsi. Rada parno juga makan seafood ada tentakel cuminya, gue makan udangnya doang.

    Btw,reviewnya cantumkan harganya juga dong.

    Hmm. Di sana kan ada gue, gue-nya nggak disebut, Yog? :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue lupa namanya. Ya udah samarin aja. :D

      Ho'oh. Kalo anget pasti mantep. Kalo dingin, ya nggak tau deh. Belum pernah. Gue biasa nyoba anget. :D
      Udah gue edit nih. Sorry kelupaan. Hehehe. :D

      Gausah. :p

      Delete
  4. wah baru nie.. tom yam kelapa, gw juga demen tom yam, kalo lagi kangen gw coba makan yg mie rasa tomyum keluaran indomie.. lumayan menghilangkan rasa kangen lho.. #JadiIklan wakakak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang ada indomi rasa tomyam? Wah, gue baru tahu. :(

      Delete
  5. "Ke sana sama aku, yuk." Taeeeeeeeeeeeeekk. Jijik. Muahahaha. Ampun yog!

    ReplyDelete
  6. sama makanan aja kok takut?! :p

    Kebanyakan gengsi hahaha..

    Hemmm... kayaknya enak tom yam kelapa itu.. mau pesen kejauhan banget ya.. keburu basi.. ckckk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ng... nggak kok sekarang mah.

      Main makanya sini!

      Delete
  7. Ini blog post tentang Tomyam Kelapa yang entah kesekian dibaca dan bikin ngiler

    ReplyDelete
  8. wah bang yoga,enak bgt tuh makanannya.Aku jg pernah namanya gengsi tp kalo gengsi soal makanan mending jangan karna keren enggak laper iya hahaha.Eh tomyam itu isinya cuma udang doang apa gimana,soalnya kurang suka sm udang.Lumayan recomended nih menu.Thx yaw tulisannya:).Maap yak bang saya malah posting komentar diartikel yg lain hihi:p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada tomyam yang isinya ayam, kok. Gak sea food aja. Mari cobain menu itu. :D
      Sama-sama. :)

      Gak apa-apa, Fin. Udah saya hapus yang itu. Makasih yaaa. :))

      Delete
  9. Daging klapa mudanya ikutan dikerok jugaaaa ??????

    ReplyDelete
  10. Yogaaa itu kuku panjang banget! Potong oy! Potong!
    *salah fokus*

    Apa lah dayaku yang alergi udang ini~
    Eh tapi kalau disini ada bakso kelapa. Jadi penyajiannya mirip sama tomyam kelapa itu. Baksonya dimasukin ke dalam kelapa muda. Trus isi kelapanya juga bisa ikut dimakan... Trus... Ah sudahlah. Jadi lapar~~~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu tangan adek gue. Gue mah rajin gunting kuku. Haha. :D

      Bahaha. Kan ada menu yang ayam. Gak pake udang. :D Ogitu, ya. Sama, ini daging kelapanya juga ada. :)

      Delete
    2. Oalah... Adekmu toh...

      Eh aku mau ikutan dong bikin postingan makanan. Masih bisa kagak?

      Delete
  11. Kalau gak pake kelapa, sama aja kayanya ya? Itu kelapa nya pengganti mangkuk aja atau begimana? Ku kepo mau coba! Traktir!

    Traktir PP sama makan. HAHA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pengganti mangkuk, tapi ada daging kelapanya. :D

      Tapi pas aku ke Bandung traktir PP juga sama makan, gimana? :p

      Delete
    2. IKUT DONGG!!!

      #pengenbangetdiajak

      Delete
  12. gue pernah juga nih makan tom yam, yang versi indomie.......
    dan rasanya.. aneh :|

    emang lidah gue gak cocok sama makanan-makanan keren deh :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, sama! Aku jg nybain tomyam versi indomi. dan itu ga enak:(

      Delete
    2. Bahaha. Gue malah nggak tahu ada rasa tomyam di indomi. :(

      Delete
  13. Persis sama. Saya juga rada gimana gitu kalo mau nyobain makanan dengan nama yang nggak pernah dicoba. Enggak mau ambil resiko sih kalo sampe enggak enak.

    Pernah diajak temen makan kwetiaw. Dan sampe sekarang tetep nggak suka. Milih mie ayamnya aja dah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Banyak yang gak mau ambil risiko untuk nama makanan yang aneh, ya. Ckck.
      Kwetiau enak tau. Apalagi yang goreng! :D

      Delete
  14. Iya Yog, gua juga kalo denger yang nama makanannya aneh-aneh, takut rasanya aneh. Beda ceritanya kalo foto makanannya ada (kayak Tomyam Kelapa di atas), biasanya malah bikin ngiler hehe. Belom lagi kalo lihat orang lain yang lagi makan, bawaannya langsung laper :p

    Itu di semua foto Tomyam, udangnya bikin ngiler banget :D unik ya, penempatannya pake wadah kelapa. Go-food untuk Tomyam Kelapa. Hari gini semua semakin dimudahkan lah ya haha.

    "Mungkin ke depannya gue juga akan me-review hal-hal lainnya: musik, film, buku, de el el" --> Wah, ditunggu Yog :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Tulisan gue berhasil bikin pembaca ngiler nih? :D
      Udang memang menggoda sekali. Buahaha. Yoeh, pesen makanan pake ojek. Mantaplah.

      Sip. Gue kumpulin dulu hal-hal yang mau di-review. :))

      Delete
  15. Yog gue udah ikutan, main kesini ya, mumupng masih anget kaya tai ayam (emang tai ayam anget ya? mohon dijawab) http://www.welblog.com/2016/02/puisi-untuk-indomie.html

    ReplyDelete
  16. Samaaaaaaa. Aku juga agak gimana gitu kalau sama makanan yang namanya aneh. Belum lagi sama harganya yang juga ikutan aneh, alias mahal. Huhuhu.

    Tapi ternyata itu enak ya, Yog. Kamunya memang doyan sama udang. Aku kalau doyan udang kayaknya juga bakalan pengen. Tampilannya cantik gitu. Uuuuh~

    Eh ciye ciyeeeee. Makan seporsi berdua sama Mas Agus. So sweet. Makan seporsi berdua sama cewek kapan, Yog? Buahahahahaa. *kabur naik buraq*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaha. Nah, harga itu memang kudu diperhatikan terlebih dahulu. :D

      Emang lu gak suka udang, Cha? Hm... cantik kayak kamu. Kayak Nanda juga (masih aja Nanda, Yog!)

      Taaaeekkkkk!

      Delete
  17. Aku tadi abis ke tempat makan, Yog. Niatnya mau sekalian nulis review pas di sana karena hujan pasti nongkrong lama tapi wifi limited mulu jadi ga nulis deh, hahaha. Besok baru aku ngedraft, moga 2 hari kelar, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Wifi-nya bapuk tuh. :p
      Okaaay, nanti tulis yaaa. :D

      Delete
  18. Wah, ada acara apaan nih kak ngmongin makanan mulu? Deadline nya ampe kapan? Klo deadlinenya msh lama Ikutan dongg. Huehee.

    Ngmongin soal Tomyam, sama kayak mas Aji, aku lgsg trbayang tomyam versi indomi. Sumpah, gaenak banget dah itu rasanya! :( Asem asem kecut aneh lah pokoknya. Rasa tomyam aslinya beneran enak? Klo blm nyobain sndri sih blm prcya. Aku jg tkut nyobain makanan yg namanya gak kenal soalnya. Tkut gak cocok sama lidah. Haha

    Hrga seporsinya brp kak? Enak itu pake gojek, deket jg lumayan. Lah kalo aku beli pake gojek dri jtibening ke bintaro kan jauh bener, bsa2 mahalan gojeknya drpda makanannya :'D Btw, itu bungkus tomyamnya gmn yak? Emg kelapanya ada tutupnya? Gak tumpah apa itu isinya? Apa ada plastiknya di dlm kelapa? Ah, gak ngerti._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha. Nggak ada deadline, Lu. Ini sebenernya buat ngeramein palentin aja. Mencoba out of the box. Tidak lagi menulis cinta-cintaan, tapi makanan. Yuhu. :D

      Enak, kok. Tapi soal makanan sepertinya selera. :))
      Harganya sekitar 25-30 ribu kalo gak salah. Maaf, tadi lupa cantumin harga. Dibungkus gitu. Di wrap apa namanya. Entahlah. Hahaha.

      Delete
  19. wah.. ketinggalan info kopdarnya Warung Blogger... juga belum pernah ngerasain tom yam yg lagi ngehits saat ini... ngiler uy,,, ngeliat gambarnya.. #piring mana piring...

    ReplyDelete
  20. Tomyamnya keknya enak tapi pake udang. Yaudah cukup sekian dan terima kasih deh. Darippda gue malamnya nangis sambil gitaran, paginya merah-merah seluruh badan.

    Ini kuis apa gimana sih?? asik yoga udah mulai review-review makin banyak job yahh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain yang gak pake udang, Cup. Yang ayam ada, kok. :D

      Enggak, ini murni tulisan gue jujur atas rasa yang enak terus coba review. :))

      Delete
  21. Pas baca Tomyam, gue keinget sama salah satu varian mi instan. Rasa Tomyam gitu. Mirip lagi. Hahaha

    Keliatannya enak banget. Kuahnya udah kebayang deh kayak kuah gulai (padahal gak pernah makan gulai). Nyesel banget gak kepengen dari awal, baru mau setelah kesekian kalinya ditawarin. Orang Jawa banget hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Pada bilang indomi semua, ya. Gue malah gak tahu. :(

      Iya, aku emang Jawa tulen.

      Delete
  22. Dari fotonya aja udah enak, gimana cita rasanya tuh?
    ((o(^_ ^)o))*langsung laper*
    Hayuuuk yuuuk ajakin gue makan tomyam itu kapan-kapan heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cita rasanya lebih enak. :D

      Ayok! Sama Uni dan anak Muhasabah ya. :)

      Delete
  23. Baru kali ini baca review makanan tapi gak ngiler, yeeeeess. Gue hebat. Bangga. Soalnya gue alergi udang, jadi gak ngiler buahahahahha!!!

    ReplyDelete
  24. Alamak! saya baca ini tengah malam jadi laper. Padahal abs nulis yang bikin baper.

    ReplyDelete
  25. duh review makanan, berarti gue harus nyedian makanan dulu sebelum mampir ke blog lu. takutnya lu bakalan ngereview makanan yang bikin iler gue menjuntai bak ingus. :D

    Yoga beneran gue lapar liat tomyam nya.. jadi penasaran sama rasanya ah. Pedas, asam, manis variasi rasa yang paling gue suka #iler

    Sayangyah di Manado ngak ada, kalau ada udah gue sikat. boleh ngak lu kirim tomyamnya ke gue via JNE ? Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Akhirnya sekarang gue bisa bikin orang laper lewat tulisan. :p

      Via JNE? Sampe sana basi atuh, Yan. :(

      Delete
  26. Gue salah satu orang yang doyan makan tomyam. Dan baru tahu kalo ada tomyam kelapa.
    Oke, terima kasih, Ga... berhasil bikin gue ngiler tengah dalu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain dong, Ju! Main sini ke Ciputat. Hahaha. :D

      Delete
  27. Nganu, out of topic dikit ya. Keknya header lo baru nih Yog? Cie cie haha...

    Kok kelihatannya enak banget ya tomyam tsb. Boleh icip-icip gak nih? *duh laper*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Rif. Lagi iseng desain-desain gitu, eh kepikiran buat bikin header baru. Hahaha. Tapi kayaknya masih belum bagus. :(

      Iciplah sini ke Ciputat. :D

      Delete
  28. Ajiyeee header baru. Uhuuk
    Gue udah baca ini dari Minggu pagi. Hahaa baru komen sekarang, nggak papa ya.

    Gue baru tau ada tomyam kelapa. Penyajiannya juga di dalam kelapa. Unik ya. Kereeen. Pengen nyoba. Hahaa

    So sweet euy makan berdua sama mas Agus. Suap-suapan. Saling pandang. Elap-elapan kuah tomyam di sudut bibir. Aihh sedap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak apa-apa, Lan. Yoga mah anaknya santai. Ada yang komen apa enggak bakal terus menulis. Halah.

      Sini main ke Jakarta. Ajak Darma, ajak Icha juga. :p

      Taaeeekk. Gak gitu woy!

      Delete
  29. Tomyaaam. :9
    Gua lumayan sering makan tomyam, karna dikeluarga gua doyan banget. Tapi kalo tomyam kelapa belom pernah. Musti Nyoba nih. MUSTI!!

    ReplyDelete
  30. Laah aku juga sama yog suka memperhatikan makanan-makanan yang aneh-aneh tapi terlalu cemen untuk mencobanya (gak berani) pernah nyobain udang tapi di lidah rasanya nggak enak mungkin nggak cocok nih di mulut.

    Tomyan lebih suka dalam kemasan mie hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal udang enak loh. :)

      Yeeeh, dasar pecinta MSG! :p

      Delete
  31. gimana tuh rasanya
    jadi ngiler hehe

    ReplyDelete
  32. Itu.. di dalem kelapanya masih ada daging kelapanya nggak? Terus apa asal-usulnya sampe ditaro di dalem kelapa tapi air kelapa atau dagingnya malah nggak menjadi bahan-bahan tomyamnya? Membingungkan memang thailand.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm... udah dikerok, tapi daging kelapanya dipakein sedikit-sedikit setahu gue. :D

      Delete
  33. Waduh hampir mirip kita, kalo gua bukan takutnya nyobain makanan yang namanya aneh, tapi yang wujudnya aneh. Gua kalo makan, makanannya harus punya visual yang sreg di mata, kalo kaga gua takut. Bhahaha...

    Boleh juga nih Tomyam Kelapa, gua jadi kepikiran bikin menu makanan yang keren. Hmm... Kwetiaw Helm Abri. Kwetiaw yang diwadahi pake helm abri. Makannya sedap-sedap ngeri digaplok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buahaha. Anjir segala punya visual yang sreg. Bebas, Ta! :D

      Gak sekalian aja lu nasi goreng helm proyek (helm yang kuning tuh). XD

      Delete
  34. Jadi, tomyam itu enak ya ._. aku belum pernah ngerasain yang asli, pernahnya yang dalam kemasan indomie -_- dan rasanyaa itu asem -_- ampun deh

    Wuhuuuuy, bakal ada tulisan-tulisan review nih disini :D asooooy :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue malah belum nyoba yang indomi. Gue norak. :(

      Asoy!

      Delete
  35. Eh yog kayaknya ada yang baru sama blogmu ya ? Eh iya header nya baru tuh ya ? haha
    wah enak benar tuh, tomyam kelapa. Kira-kira bisa enggak ya order dari purwokerto? -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Iya. :D

      Purwokerto. Hm. Tar tunggu buka cabang di sana, ya! :p

      Delete
  36. Jiaaahhhh kita kebalikan bgt. Aku malah sukaaaa nyicipin makanan yg aneh, unik, ga jelas cuma krn penasaran :D

    Tomyam kelapa ini udh sering baca reviewnya.. Tp blm prnh coba yog, jauuuhhh dr rawamangun -_-. Ntr deh kalo lg main k selatan sana.. Pd dasarnya sih aku suka ama tomyam.. Asem segar gitu yak.. Apalagi yg seafood, wuuhhh... Untungnya di mall fav ada resto thailand gitu, jd tomyamnya udh mndekati otentik lah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh. Kebalikannya ini. :D
      Ajak-ajak aku kalo maen ke sana, Mbak. Iyak, asem-asem pedes, pokoknya enak gitu deh. :))

      Delete
  37. Tar gw buru tuh makanan. Gw kebetulan pencinta tomyam. Ahaideeeee

    ReplyDelete
  38. Aku belum pernah makan ini, kaya'nya enak deh.

    ReplyDelete
  39. Jadi ngiler, hahaha sekalian aja kelapanya jadiin es kelapa Ga... :-D

    ReplyDelete
  40. Gue juga pernah ditawarin sama nurri nih.
    Anjirrr fotonya minta banget dicobain :3

    ReplyDelete
  41. gue bahkan baru tau ada makanan kayak bnegini. gile, mantep tuh pasti ya. nano-nanonya kebayang banget, tom yam ala thailand versi indonesia dicampur ke dalam kelapa. pedes - manis gitu kah tuh.. coba itu kelapanya yang berair, makin nano-nano itu pasti :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjir, kalo pake air kelapa itu mah absurd banget rasanya.

      Delete
  42. Jadi pengin nyoibain indomi* rasa tomyam :))

    ReplyDelete
  43. Baru kali ini Yog, gue tau ada orang ditawarin makan sampe 2x, malah tetep aja gak mau. "Lu terima gengsi banget, ya." Gue mah, kalo yang lain makan, gue ikutan. Soal enak atau enggak, itu No.2. Seng penting nyoba dulu.

    Kopdarnya kenapa bisa rame banget yog? "Yaiyalah, Regionalnya itu lho.."

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gue emang gengsian. Huft. :(

      Buahaha. Jabodetabek emang paling rame. :D

      Delete
  44. Uwaaaaw baru denger yang beginian.. MAUU NYOBAIIIN. MAU KUMPUL KUMPUL KAYA BEGITUUU hahaha

    ReplyDelete
  45. waah.. Tomyam, ini sih makanan favoritku. tapi di Medan belum ada sepertinya Tomyam kelapa, jadi belum pernah nyobain huhuhuuu..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.