Komik Baladeva

72 comments
Hangout pukul 4 atau 5 sore saat weekday (hari Senin-Jumat) ialah menyia-nyiakan hidup. Begitulah pikiran gue sebagai orang Jakarta.

Ya, macet. Gak perlu ditanya lagi.

Namun, pada tanggal 2 Februari 2016 yang jatuh pada hari Selasa, gue menghiraukan kemacetan itu. Gue tetap nekat pergi karena diundang ke acara launching sebuah komik di FX Sudirman, Senayan.

Sehingga, gue pun terjebak macet di Jalan Asia Afrika, Senayan. Untuk menghindari macet, gue memilih memotong jalan lewat kawasan Gelora Bung Karno.

Begitu di pintu masuknya, petugas memberhentikan gue dan bilang, “Lima ribu, Bang.”
Buseh. Mahal amat. Terakhir ke sini perasaan cuma 2.000 deh.

Mau tidak mau gue segera menyerahkan selembar uang bergambar Tuanku Imam Bonjol.

Gapapalah bayar goceng daripada stres kejebak macet. Batin gue.

Gue langsung bergegas menuju FX Sudirman. Berasa orang tajir, ya, numpang lewat doang terus bayar goceng.

***

Sesampainya di sana, gue mengecek HP untuk bertanya ke beberapa teman yang juga mengikuti acara ini.
“Udah pada di mana, Gaes?”

“Di The Wendy’s, Yog,” respons Feby di grup chat.

Ternyata Feby sudah sampai terlebih dahulu. Ia pun memberikan informasi letak Wendy’s yang tidak begitu jauh dari pintu masuk.

Gue segera mencari tempat itu. Kampretnya, sudah muter-muter berulang kali, The Wendy’s tetap tidak ketemu juga. Emang, sih, ini pertama kalinya gue ke FX Sudirman, tapi gak gini juga kali. Memalukan.

Masa main ke mal aja nyasar gini. Noraq banget gue. Iya, sengaja pake “Q” biar tambah norak. Ahaha.

Saking keselnya, gue pun bertanya lagi ke Feby. Dan ternyata... The Wendy’s ada di F1 alias lantai satu, sedangkan gue satu lantai di bawahnya. Pantesan gak ketemu. Bodoh memang.

Gue sudah duduk berdua dengan Feby di The Wendy’s, sambil menunggu yang lain. Kami pun ngobrol-ngobrol banyak hal. Feby bahkan bercerita kalau dirinya tidak begitu menyukai komik.
Gue hanya tersenyum.
TERUS KENAPE LU IKUTAN DATENG KAMBING?! Teriak gue dalam hati.

“Sebenernya aku mah dateng cuma pengin ketemu kalian-kalian aja. Kangen sama temen-temen blogger udah lama nggak berjumpa.”

Seketika itu juga gue langsung terharu. So sweet.

Setelah itu Darma datang. Kami masih menunggu Imas dan Vira yang sedang di perjalanan. Jam sudah menunjukkan pukul 18.00, waktunya untuk hadir ke acara launching komik.

“Emang Tjap Toean itu di sebelah mana, sih?” tanya gue.
Mereka berdua menjawab tidak tahu.
Kami bertiga emang kacau. Kami pun masih duduk-duduk di The Wendy’s.

“Eh, itu bukan, sih?” tanya Feby sambil menunjuk ke salah satu restoran yang tidak jauh dari tempat kami.
“Iya, bener,” jawab gue, lalu beranjak menuju Tjap Toean.
“Lah, tempatnya dari tadi di belakang kita, ya,” ujar Darma.

Kami bertiga pun masuk ke restoran itu dan bertanya kepada waiters mengenai meja yang dipesan atas nama Fauzi. Waiters itu pun mengantarkan kami bertiga ke meja paling belakang. Kami segera bertemu dan bersalaman dengan beberapa orang (peserta lain dan penyelenggara acara).

Kami disuruh memesan makanan oleh penyelanggara acara, lalu gue pun memesan kwetiau rebus dan es teh manis.

Bentar-bentar, ini es teh manis harganya dua belas ribu segelas? Gokil! Oiya, di restoran mah namanya sweet iced tea, wajar deh mahal.

Sekitar 15 menit berselang, Imas dan Vira pun datang bersamaan dengan pesanan gue.



Sambil makan, gue mendengarkan si Abang Lingga (yang baju kotak-kotak) berbicara tentang Komik Baladeva. Karena makanannya agak hambar, gue pun menyudahinya dan segera fokus menyimak pembahasan Komik Baladeva tersebut.

Sharing mengenai Komik Baladeva
Beberapa peserta memberikan kritik dan masukan terhadap Komik Baladeva ini. Kalo gue mah, cuma diem aja. Ehehe.
Iya, gue diem aja. Itu karena belum baca komiknya.

Setelah membaca sampel yang memang telah disediakan, gue baru lumayan paham.

Komik Baladeva ini mengangkat cerita nusantara tentang sebuah legenda kuno Jawa/Bali dari abad ke-12 berlatar belakang masa kekuasaan Raja Airlangga pada abad yang ke-11.
Komik volume pertama itu menceritakan seorang pemuda bernama Kebo Parang yang sedang melatih dirinya untuk menjadi kuat dan perkasa.

Di sebuah hutan, Kebo Parang pun bertemu dengan seekor macan putih sakti. Lalu, macan putih itu menantang Kebo Parang untuk bertarung. Mereka bertarung habis-habisan selama berhari-hari sampai akhirnya berakhir imbang. Setelah itu Kebo Parang berpisah sementara dengan macan putih untuk istirahat dan berlatih. Kebo Parang berniat untuk bertarung kembali dengan macan putih. Namun, Kebo Parang malah bertemu dengan seorang perempuan cantik.

***

Komik Baladeva ini terdapat dua versi: pertama versi dewasa, tapi adegan mesumnya nggak ada kok; yang kedua versi anak-anak.

versi dewasa, sumber: Koko Giovani

versi anak-anak

Kalau berbicara tentang komik, pasti itu menyangkut soal ilustrasinya. Nah, Tantraz Comic Bali ini menurut gue memberikan ilustrasi yang sangat keren. Penggambarannya cukup detail juga. Menurut gue, tidak mudah menggambar seperti ini. Kualitasnya nggak kalah keren sama komik-komik luar negeri deh.

Namun, gue merasa lebih menyukai yang versi anak-anak. Entah kenapa, lebih lucu aja gitu ilustrasinya dibandingkan dengan komik yang dewasa. Ini selera gue aneh, ya? Tapi serius, karena yang komik untuk versi anak-anak lebih terlihat ciri khasnya yang lucu-lucu menggemaskan. Sedangkan yang dewasa terlalu elegan. Halah.

Tema yang dipilih ini nampaknya bagus. Penulisnya sangat berani. Beda dengan komik-komik yang sedang menjamur saat ini. Tapi karena berbeda, mungkin masih sangat sedikit peminatnya.

Nah, bagi yang penasaran, boleh langsung mampir ke: Tantraz Comic Bali

At least, dengan membaca komik ini, gue sedikit-sedikit jadi lebih mengenal sejarah dan kebudayaan di Indonesia. Merasa bersyukur jadinya bisa diundang ke acara ini.

Kemudian acara ini berakhir dengan foto-foto bersama. Yuhuuu. 

Yang pake kacamata jangan sampe lolos

Btw, acara ini disponsori oleh Indosat. Maka dari itu, kami diberikan voucher Indosat masing-masing senilai: 100.000. Kebetulan banget, provider gue itu Indosat. Hohohoho. Setelah lebih dari 5 tahun memakai Indosat, akhirnya gue dapet juga gratisan seperti ini. Terima kasih Indosat. Oiya, sekarang udah ganti nama jadi Indosat Ooredoo (dibaca: u-rid-u) Kalo gitu, ralat.

Terima kasih IndosatOoredoo. Ehehe.


Lumayan buat kuota 2 bulan

Karena gue, Darma, Feby, Imas, dan Vira masih pengin kangen-kangenan, kami pun keliling-keliling mal sekalian mencari tempat untuk foto-foto.


Dari kiri: Agoy, Imas, Vira, Feby, dan Darma.


Dan untuk mengakhiri tulisan ini, gue hanya ingin bilang, "Terima kasih Tim ICITY Indosat Ooredoo dan Tantraz Komik Bali sudah mengundang Yoga. Terima kasih juga untuk pembaca yang sudah membaca tulisan ini sampai habis. Kalian ketjeh abeeess!"


PS: Yang nanti mau ikutan tulisan bertema "makanan", jadinya tanggal 14 Februari, ya. Ubah cinta-cintaan jadi makanan. Buahaha. Anti-mainstream. :p
Terus yang mau ikutan GA bisa cek tulisan ini: Campur Berhadiah
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

72 comments

  1. Si mas baju kotak-kotak namanya Lingga, yog...

    ReplyDelete
  2. Kalian datang paling pagi yaaa. Btw ini Yoga yang waktu itu mau ikutan ntn festival film Korea juga bukan sih. Dr kmrn mo tanya tapi lupa. Hehehe.

    Makasih ya dah datang n bikin reviewnya. Komiknya emang keren abiesss.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ng... kayaknya bukan deh. Apa gue lupa, ya? Hahaha.

      Okee. Sama-sama. :D

      Delete
    2. Yoga? Festival Korea? Yog sekarang ngido juga lo?
      Bhahahahak

      Delete
    3. Dara dan Wahyu: Dia salah orang. Bukan Yoga gue. :(

      Delete
  3. Wah keren nih komik nya, jadi penegen baca. eh adek aja deh yang baca ntar minta ceritain. Gua suka keder kalo baca komik. :D
    Lebih penasaran sama ilustrasi komiknya si sebenernya. :D

    Itu yang "jangan sampe lolos" yang pake kaca mata yang mana? ada enem buset.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kedernya kenapa? Hahaha.

      Gue dong. Yang paling depan. :p

      Delete
  4. Kalau diperhatikan, tiap foto, Yoga deket-deket sama yang namanya Imas mulu nih. Awas, baper, Yog. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo diperhatiin Imas mukanya lucu yah, bang.

      Delete
    2. Iya, yah. Kenapa gue deket-deket dia, ya? Ehehe. Iya lucu, kayak Komeng.

      Delete
  5. yang komik dewasanya, keker gitu ya badannya *kok malah fokus ke situ*

    Kirain komik baladeva, komiknya si Deva itu hmm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ng... kenapa malah pada mikir si Deva. Ckck.

      Delete
  6. komiknya antimainstream ya, kan sekarang kayanya yang rame yang komedi-komedi gitu ya (gak ngerti komik juga sih). tapi tetep keren sih ngangkat lagi sejarah dan budaya bangsa di jaman sekarang.

    wah dapet makan gratis, dapet voucher pulsa gratis, gak ngajak2 :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe. Yoih. Anti-mainstream. :D

      Gue juga diajak temen. :(

      Delete
  7. Seneng dong pastinya bisa di undang ke acara launching Komik Baladeva.

    Cie headernya baru nih cieeee

    ReplyDelete
  8. pas macet, lu motong jalan yog? wih hebat jalan bisa lu potong
    potongnya pake apaan yog?
    es teh manisnya mahal banget ya 12rb, mending bawa ja yog dari rumah
    kebo parang ketemu sama cewek cantik, siapa namanya? dy minta pin bb nya engga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Potong pake pisau.

      Zaman dulu belum ada BB, Nik. :(

      Delete
  9. komik baru ya
    sepertinya bagus tuh
    bikinan anak negeri

    ReplyDelete
  10. Cuma beda nama aja bisa mahah yah Yog kalo di resto :D

    Gak nyangka ternyata lo kaum GLBT, ngincer cowo yang pake kacamata :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gitu deh, Ki. Parah. Bahaha.
      Itu yang gue maksud kacamata diri gue sendiri. :(

      Delete
  11. wah asyik kak kumpul kumpul gitu...kalau mau ikutan gimana ya kak?

    ReplyDelete
  12. Gue pikir lainching gini biasanya ada jurnalis yog #mantan anak pers
    Ternyata cuma blogger ya hehe

    Itu di foto kok darma kurusan ya?

    Yg disebutin di atas blognya feby ni yg blum kukunjungin

    Komik yg versi anak2 emang lucu ya karakternya, klo yg dewasa kyk yg di game2 gituh

    Macan nya tp kok kyk boneka gitu ya unyuk bgt hahas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehe, tapi kan blogger-nya ngeliput juga. :)

      Iya. Gue lebih suka yang versi anak-anak. Ahaha. Anjir boneka. XD

      Delete
  13. Kayaknya komiknya keren tuh, BALADEVA. Berasa kayak komik2 India gitu.

    Eh, Yoh, bdw, si Imas itu cantik juga. Maap, naluri~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aslinya, sih, Baladewa apa. Ehehe. Entahlah.

      Iya, Imas cantik. Kenalan, gih. :)

      Delete
  14. Alhamdulilah yah yog bisa ketemuan sekaligus disponsorin sama indosat hheheh (=^ ^=)

    Yuk aah cari sponsor lain biar kita bisa ketemuan hhehe

    ReplyDelete
  15. Ini nggak ada adegan lo nyasar lagi yog ?? tumben ??
    Baladeva yang aku tau sih karakter pewayangan, dia adiknya Khrisna kalo versi wayang jawa, pernah gue ceritain di blog juga, hehe ..

    Adu enak nget dapet vocher gratisan, di kotaku minim banget nih acara yang nglibatin blogger.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyasar di mal karena muter-muter cari tempatnya aja paling. Hahaha.
      Iya, bener tuh, Ka. :))

      Semoga ke depannya bisa terlibat, ya. :D

      Delete
  16. Yog... Aku juga lebih suka versi anak-anak deh kayaknya kalau liat dari cover...
    Yang versi dewasa agak nyeremin, wkwk.

    Ini mirip-mirip sama Nusantara Ranger gak sih?
    Alhamdulillah ya, dunia per-komik-an Indonesia makin kece sekarang. Coba kecenya dari dulu, kan aku gak bakal khatamin komik Shinchan :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti selera kita sama, Dar. Ahaha. :))

      Oiya, Nusantara Ranger, ya. Keren juga tuh komik. :D
      Hm... iya, sekarang mulai banyak perkembangan. Alhamdulillah deh.

      Delete
  17. Kok gue nggak diundang sih, Yog :(

    Asique banget header blog lo sekarang, cuman agak kurang proporsi tuh vector lu. Jadi kelihatan gepeng, deh :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Ke Jakarta makanya. :p
      Thanks, Ki. Duh, gapapalah gepeng. Gue emang kurus gini. XD

      Delete
  18. Yeees komik indonesia lagi trend nih kayaknyam buat covernya yang versi dewasa, ntah perasaan gue aja, berasa ini hercules versi indonesia. Terus yang versi anak anak, mirip aladin gitu covernya. Tapi cukup buat penasaran nih isinya. Udah nyebar di gramedia belum?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjirrr, Hercules. Gak sekalian Samson Betawi? XD

      Aladin, hmm iya yak. Sedikit mirip. Kurang tahu soal itu deh.

      Delete
  19. Waw komiknya kereen Mas, saya suka yang versi dewasa sebab suka gambar yg detail dan bikin mata bersemangat bacanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, iya keren emang. Ya, soal selera itu, Bang. :D

      Delete
  20. gue setuju nih penggambarannya, keren yog, gue suka penggambaran karakter Kebo Parang, Sakuntala sama Dewi Akasa, kampret bener serasa komik luar, bisa nyaingin marvel nih. :Dhahaha

    Nih yog ada juga komik asal indonesia yang gak kalah seru, namanya Nusantaranger, baca deh, gak kalah keren ini komik \m/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa. Penggambarannya bisa saingan ama Marvel. \o/

      Oh, tau-tau, kok. :D

      Delete
  21. Duh dapat pocher 100K, :((

    btw, gue juga sering nyasar kok yog kalau jalan ke mall, berasa asing di kehidupan mall. Di jogja ada mall yang ada lantai 1-nya, ada yang enggak. Jadi bingung. Btw, itu komik baladeva udah lounching?

    Kayaknya keren...
    eh tapi ada deva-devanya nih, Konspirasi bidadari magang pasti ini ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau juga, ya? :((
      Iya, kayaknya gue gak pantes jadi anak mal. Pantesnya anak warkop aja. Wahaha.

      Ini ngapa Deva yang onoh. Anjeeer.

      Delete
  22. Itu si Feby so sweet banget. Datang ke acara itu cuma demi ketemu kamu dan teman-teman lain. :')

    Komiknya berdasarkan cerita nusantara gitu ya, Yog. Bagus buat anak-anak nih. Daripada mereka baca komik manga cinta-cintaan gitu. Huhu. Jadi penasaran sama gambar wanita cantik yang disukai Kebo Parang deh :D

    Btw itu aku juga suka yang versi anak-anak. Lucu aja. Si tokohnya kelihatan ngegemesin dengan badannya yang kekar dan rambut panjangnya yang terurai. Menurutku kalau yang versi dewasa, kelihatan nyata gitu gambarnya, udah kayak majalah dewasa. Huhu. *ini apa dah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Feby memang so swit. :))
      Ada kok di web-nya. Cek aja. :D

      Majalah dewasa gue malah belum pernah baca. Huhu.

      Delete
  23. Bang kalo ke FX Sudirman jangan lupa mampir ke lantai 4 ya, ada yang lucu-lucu disana :3

    Jadi komik ini ambil latar jaman kerajaan gitu ya, keren sih. Terus isinya sama nggak kayak buku dongeng bergambar gitu nggak?

    Baru tau kalo ada komik versi dewasa sama anak-anaknya, kalo aku sih beli 2-2nya aja kadang suka bingung aku ini dewasa bukan anak-anak juga bukan.


    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, Jeketi? Hahahaha. Gue kurang suka Jeketi, Ki. :(
      Hahaha. Gitu deh. Jadi kamu ini anak-anak yang pikirannya dewasa? Hm.

      Delete
  24. wih! mantep nih ya job nya. gue kira baladeva versi dewasa dan anak-anak dibedakan oleh mesum dan tidaknya, tapi ternyata gue salah. ternyata.. lebih ke ilustrasinya ya. yasudahlah, lanjutkan terus bro! semoga bisa kerja sama dengan sponsor yang lebih keren lagi!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yekali dibedain mesum tidaknya. Ckck. Aamiin. Thank, Jev. :)

      Delete
  25. wah mantap mantap yog! bisa belajar sejarah dari komik, pas bener buat orang yang plg bosen namanya sejarah. kalau diilustrasikan kyk gitu bakalan banyak yang demen.

    kampret sweet iced tea 15 ribu padahal mah hanya es teh manis doank. Njir!!

    ReplyDelete
  26. Laris manis jadi blogger, diundang teroooos. Wkwkwkw

    ReplyDelete
  27. Asek asek asek asek. Dapet gratisan vocer pulsa dari Indosat. Tapi bakal sayang banget tuh kalo gak pake provider yang sama :D

    Biarpun gue nggak terlalu suka komik, tapi banggasa rasanya ada komik buatan anak negeri yang konsepnya cakep. Coba gue bisa begitu

    Oiya, header blog baru nih. Asyik lah ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah provider gue sama. :D
      Iya, Rob. Nah, lu bikin konsep yang keren juga dong. :))

      Asyeq

      Delete
  28. Waaa header baruu~ bagus bagus, tapi sayang agak gepeng gitu.

    Komik versi dewasanya kayak bukan komik, yaa. Lebih suka yang versi anak anak juga.

    Oiya, kalo boleh tau pake paket apaan 100 rb bisa buat paket internet 2 bulan?

    Itu si Darma lagi sibuk skripsian bisa sempet ke undangan Komik Baladeva juga ya. Keren keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah diedit. :)
      Paket yang 50 rebu. Kan sebulan-sebulan jadinya. Hahaha.

      Udah kelar kalo gak salah.

      Delete
  29. Bagi ih pulsanya! Ku juga pake indosat. *gak ada yang nanya*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciyee Indosat juga. Sini kubagi, tapi tar tunggu dapet voucer gratisan lagi. XD

      Delete
  30. Mantap lo Yog, diundang acara launching komik :D
    Jujur, mata gua pun lebih milih yang versi anak-anak ketimbang yang dewasa. Jadi kayak semacam versi "Disney"-nya si Baladeva. Entahlah, masalah selera aja kali ya. Apapun itu, hebat juga ada segmentasi pasar begitu. Mungkin sasarannya semua umur, karena ini kan budaya asli Indonesia. Harus didukung nih niat baik mengenalkan budaya Indonesia lewat komik. Luar biasa.

    Wah, pas banget ya Yog dapet voucher yang sesuai sama provider lo :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Berarti selera kita sama ya, Bay. Ehehe. :D

      Luar biasa sekali emang. Ngangkat tema begini kemungkinannya kurang dilirik, tapi mereka berani. :))

      Delete
  31. Ya ampuuun ternyata kalian rombongan yang mampir di wendys juga ya? Duhh tau gitu kan gabung *sok ikrib* :D

    ReplyDelete
  32. Oh jadi dari ini asal usul gue dan Icha dapat stiker line hahahaaa
    Sering sering aja kayak gini ya, Yog.

    Feby sosuit banget, terharu pas tau dia datang cuma karena kangen sama anak blogger.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doakan aja rezeki gue mengalir terus ya, Lan. Ngalir deras kayak air terjun 999 itu. Taek. XD

      Feby memang baik. :)

      Delete
  33. iya ih, akupun lbh suka yg versi anak2 gbrnya ;).. ga tau knapa, buatku komik itu ya yg gbrnya lucu2 gitu :D.. kalo yg versi dewasa kesannya serius bgt.. udh lama ga baca komik lg.. soalnya suka sebel sih yog, episodenya kdg suka kepanjangan.. mnding ya kalo kepanjangan tp bisa tamat... lah kalo kyk topeng kaca ato conan, hihhhhh, tau gitu ga aku baca dr awal -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Komik kalo terlalu detail malah aneh. Hidup komik versi anak-anak! :p

      Gue akhirnya stop baca Conan. Puyeng gak tamat-tamat. :(

      Delete
  34. ngeliat komentarnya iri kayak anak baru :( emang anak baru sih, salam kenal aja dulu ya .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada yang perlu diiriin. :D
      Salam kenal. :))

      Delete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.