Cerita di Dalam Novel

110 comments
Sekitar tahun 2012.

Ketika sedang seru membaca novel, tiba-tiba handphone gue berbunyi. Gue memilih untuk mengabaikannya dan tetap lanjut membaca. Gue memang termasuk orang yang malas diganggu saat fokus membaca. Hape itu berdering terus-menerus, tanda ada panggilan masuk. Sebuah panggilan dari Agus Purnama, teman SMK.

Gue segera mengangkatnya.

“Halo, Yog...,” kata Agus. “Gue boleh minta tolong?” Suaranya terdengar begitu panik.
“Boleh aja. Kenapa deh?” tanya gue.

“Lu lagi sibuk gak?” tanya Agus. “Kalo lagi sibuk, mending nggak usah. Ntar ngerepotin.”

Gue bisa saja menjawab, “Duh, sibuk banget nih. Lagi nyari duit buat ngeberangkatin Mak Ijah ke Mekkah. Sorry, ya.”

Namun, gue tidak bisa begitu. Gue berusaha mengatakan, “Gak, kok. Santai.” Meskipun dia sudah mengganggu waktu santai gue. Gue mencoba ada di saat teman sedang membutuhkan bantuan.

“Jadi gini....” Agus mulai bercerita mengenai masalahnya.

***

“Nih, Gus,” kata gue menyerahkan sebuah flashdisk  kepada Agus di suatu warnet daerah Jakarta.
Kini, Agus bercerita lebih detail.

Jadi, Agus baru saja kehilangan flashdisk-nya. Ia sedang mengerjakan tugas di warnet karena belum memiliki komputer atau laptop pribadi. Tapi karena warnet itu ternyata printer-nya sedang rusak, maka Agus pun memilih untuk main online games saja.
Ya, bermain online games memang lebih menyenangkan ketimbang mengerjakan tugas. Begitu jam sewanya habis, Agus pun buru-buru mencari warnet lain untuk melanjutkan dan nge-print tugasnya. Bodohnya, flashdisk miliknya masih tertinggal di CPU.

Agus segera kembali ke warnet itu. Tapi sayang, flashdisk itu telah lenyap. Ia langsung bertanya kepada orang yang menempati bilik nomor 6—bilik yang Agus sewa tadi. Tapi orang itu menjawab tidak tahu. Agus juga menanyakan flashdisk  ke operator warnet, tapi operator itu pun bilang tidak tahu.

Setelah itu, Agus menelepon gue untuk meminjam flashdisk .

***

“Parah! Padahal itu cuma flashdisk, Yog.”
“Cuma?” tanya gue. “Bukannya itu lumayan harganya kalo dijual?”
Saat itu, harga flashdisk memang tidak semurah sekarang. Kalau tidak salah masih sekitar 100-200 ribu. Nilai yang lumayan bagi seorang murid SMK.

“Iya, sih. Itu senilai uang jajan gue dua minggu.”
“Ya udahlah. Ikhlasin aja,” kata gue sok nasihatin.

Agus terdiam sebentar.

“Tapi banyak file bokepnya, Yog. Kan, capek gue dowload-nya.”

BODO AMAT SETAN!

“Zaman sekarang, orang baik dan jujur udah jarang, ya,” ujar Agus menyimpulkan sesuatu setelah kejadian barusan.

Gue hanya tersenyum dan segera pulang.

***
Februari 2016.

Saat ini, gue semakin gila membaca novel. Hampir setiap hari rasanya haus akan bacaan. Namun, berhubung keuangan gue pas-pasan, gue hanya bisa membaca novel-novel lama. Udah jarang banget gue membeli novel baru. Itu pun kalo beli nunggu diskonan dulu. Ehehe. 

Bagusnya, gue tidak sengaja melihat sebuah tweet yang berisi gambar novel. Ia sedang menjual novel bekas.

Wah, banyak buku-buku lama. Asyik nih! Batin gue.

Itu ialah akun Twitter Kak Sarah Puspita, istrinya Bang Roy Saputra. Karena memang berniat membeli, gue langsung follow dan menanyakan tentang novel itu. Kak Sarah membalas mention gue. Ia memberikan kontak WhatsApp, supaya tanya-tanyanya via chat saja. Tapi sayang, beberapa novel yang gue pengin telah terjual. Alhasil, gue hanya memilih dua novel.

“Gak beli tiga aja? Kalo beli tiga, nanti aku gratisin ongkirnya (ongkos kirim). Hehe.”

***

“Jadi ini totalnya berapa, Kak?” tanya gue di WA.
“Enam puluh ribu.”

Gokil. Jarang banget gue bisa beli tiga buah novel semurah itu. Ya, meskipun bekas, tapi gue yakin kondisinya masih bagus.

“Eh, ini beneran gratis ongkir, kan?” tanya gue memastikan.
“Iya.”

Wah, Kak Sarah baik banget.

***

Tiga hari kemudian, saat gue baru pulang dari rumah temen habis ngomongin bisnis (halah sok bisnis, padahal mah ngerjain tugas kuliah), Bokap menyerahkan sebuah bingkisan berbungkus koran.

“Nih, ada kiriman.”
“Kiriman apaan?” tanya gue.
“Gatau. Cek aja sendiri.”

Setelah mengingat-ingat sesuatu, gue pun menjerit-jerit dalam hati. Yeaaah. Bukunya sampe juga. Gue langsung mengecek isi bingkisan itu, siapa tau isinya malah bom. Oke, ngaco. Isinya adalah tiga buah novel sesuai pesanan gue yang keadaannya masih sangat bagus. Dengan penuh nafsu, gue segera membaca salah satu novelnya.

Namun, ada yang tidak beres di sini. Gue kaget bukan main. Gue pun mengambil hape dan mengontak Kak Sarah. “Kak, bukunya udah sampe nih. Makasih, ya.”
“Oke, sama-sama, ya.”
“Iya, Kak. Btw, ada yang salah nih.”

Gue menjelaskan sebuah kesalahan yang terjadi.

“Hah? Seriusan? Di mana?” tanya Kak Sarah.
“Serius,” jawab gue.
“Duh, salahku nih. Aku pasti nggak ngecek. Suamiku deh pasti yang nyelipin. Maafkan, ya. Jadi merepotkan kamu.”
“Gapapa, kok. Santai aja.”

***

Sekitar lima menit sebelumnya, gue menemukan uang yang terselip di salah satu novel. Dan... jumlahnya lumayan banget.

 
Duit coy!

Yap, dua ratus ribu. Gilaaa. Rezeki banget ini mah. Bisa buat makan dan jajan semingguan lebih untuk mahasiswa seperti gue. Beruntung banget ini rasanya. Beli novel murah, eh malah ada duit lagi di dalamnya.

Namun, di hari itu, entah kenapa ada suara di hati kecil gue untuk berbuat kebaikan. Hal yang sungguh tidak biasa, karena biasanya mah, “Ayo maksiat, Yog!”

Anyway, gue masih bimbang.

Dua ratus ribu loh, Yog. Lumayan banget. Lu bisa makan nasi padang selama seminggu. Perbaikan gizi.
Hati kecil gue masih menyuruh untuk berbuat kebaikan, yaitu mengembalikannya.
Orangnya kagak tahu ini. Santai, Yog!

Lagi-lagi, hati kecil gue menolak untuk berbohong.

Yaudah, balikin aja yang cepe. Cepenya lagi buat lu. Jadinya fifty-fifty.

Diri gue sudah sepenuhnya tersadar. Ini duit bukan hak gue. Itu milik Kak Sarah. Gue yakin Kak Sarah orang yang baik. Tidak sepantasnya dia mendapatkan balasan yang tidak baik. Gue pun mengatakan hal ini ke Kak Sarah sejujur-jujurnya.

***

“Udah saya transfer ya, Kak.” Gue mengirimkan pesan itu berikut bukti transfernya.

“Terima kasih banyak, ya. Nuhun sangat. Maaf merepotkan sekali lagi,” balas Kak Sarah.

Ngomong-ngomong, ini cerita asli. Sungguh. Bukan cerita di dalam novel ataupun cerita fiksi. Jika kalian tidak percaya cerita ini (sebenernya percaya ama gue musryik juga, sih), boleh lihat screenshot berikut ini.







Gue tersenyum membaca pesannya. Lega sekali bisa berbuat baik.

“Ini aku lagi ngasih tau dia, dia malah kaget. We’re glad ditemuinnya sama orang baik.”
 “Udah sewajarnya, Kak. Oke, nanti saya mention ya.”

“Ditunggu, ya. Semoga karma baiknya selalu menyertai kamu :D.”
“Aamiin.”

Tak lama setelah itu, gue pun mention Bang Roy.



Oiya, gue tidak berharap apa-apa akan kejadian barusan. Gue hanya memenuhi permintaan Kak Sarah untuk mention Bang Roy. Gue juga tidak berharap dinilai baik di mata pembaca blog ini. Tidak. Gue hanya ingin berbagi cerita ini. Karena passion gue memang bercerita. Barangkali ada manfaat yang bisa kita ambil.

***

Seandainya gue bisa bertemu lagi dengan Agus yang saat itu bilang, “Zaman sekarang, orang baik dan jujur udah jarang, ya.”


Gue ingin sekali berkata kepadanya, “Kalau memang udah jarang, kenapa kita nggak mencoba jadi salah satunya?”
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

110 comments

  1. gak jadi buat maksiat ya jadinya.. bagus juga kalimatnya.. "kenapa kita nggak mencoba jadi salah satunya?”

    ReplyDelete
  2. Kamu adalah anak baik, Yog. Beruntung saya bisa baca blog ini. Semoga makin banyak yang terinspirasi untuk jadi baik seperti kamu. :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kurasa semua orang itu anak yang baik. Sejahat-jahatnya, pasti ada kebaikan di dalamnya. Halah.

      Aamiin. Semoga, ya. :)

      Delete
  3. Ya Tuhan itu kenapa si Agus lebih sayang bokepnya.. eehh..

    Subhanallah.. masih ada aja orang baik di muka bumi ini ya Allah.. sebagai orang yang agak ceroboh aku seneng punya temen yang begini hehehe

    Semoga Allah mengganti rizkimu yang lebih banyak dengan cara yang halal ya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena Agus gak punya pacar. Jadi dia sayangnya ama bokep. :(
      Aamiin. Makasih doanya. Semoga rezekimu juga, ya. :)

      Delete
  4. Agus bhangkaaay, masih aje sempat mikirin bokep di flashdisk.

    Wah keren lu, Yog. Salut. Nggak tau mau komen apa lagi :'D
    Semoga dimurahkan rezekinya ya :)) Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. #PrayForAgus :(

      Aamiin. Semoga lu juga, Lan. :))

      Delete
  5. Yaaap bener yog, kalau sudah jarang ada orang baik di dunia ini ya kenapa nggak kita aja yang mencoba menjadi orang baik dan mungkin orang baik di dunia ini nggak punah-punah banget. (y)

    ReplyDelete
  6. Gua takjub masi ada orang jujur fi jaman yg serba susah kek sekarang,

    Yaampun yg nemuin tu plashdisk bisa girang ni klo yg nonton sejenis anggota widy akakaaa

    Tapi klo yg nemuin kayak dara, ma si agus langsung diruqyah kalik yam haha

    E tapi masalah keilangan, gue dong pekan lalu, ketinggalan dompet yg idinya 1 jeti, beserta atmnya di warung bebek...panik lah, lantaran jarak yu warung ke rumah gue lumayan jauhhh, tp untunhlah pemilik warung jujur n dompet gue kembali dg aman beserta kelengkapan isinya

    #emaap curhat
    Novelnya judulnya apaa yog, murah beud 3 biji dpt segitu mahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh, kok jadi WIDY yang kena, Mbak? Kami berempat polos, kok. :(
      Dara juga dibawa-bawa. Muahaha.

      Alhamdulillah ya, Mbak. Masih rezeki itu. :D

      Delete
  7. Luvv Deq Yoga Akbar Sholihin Pake H. Khusus luv nya ditulisan ini aja. Sisanya ih ogah anjir!

    Yang aku percaya mah, setiap kebaikan kita selain jadi catatan malaikat, akan ada balasan nya entah kapan kita gaktau.

    Aku punya kalimat bagus tentang kebaikan, tapi tulisannya digambar. Nanti ku share di chat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Luv bukannya merek sabun ya, Teh? (eh itu Lux, ya?) :(
      Yaps. Semua perbuatan pasti ada balasannya. :D

      Makasih atas gambarnya. :D

      Delete
  8. Seandainya aja waktu itu gw yg nemuin flasdisknya si agus
    Bersyukur banget gw, jadi engga usah repot2 ngudud
    .
    Papah bangga padamu nak
    Kau berani jujur dengan mengembalikan uang milik orang lain nak

    ReplyDelete
  9. Seneng banget baca ginian.

    Gue juga pernah sekali, nih. Waktu itu lagi Pkl pas SMK, disuruh transfer uang sekian juta. Pas di hitung, eh ternyata lebih sejuta. Sempet mikir macam macam, sih. Tapi gue juga kepikiran, jangan jangan ini jebakan, biar gak lulus. Yaudah deh balikin aja daripada ribet.

    Langsung di polbek gak tuh sama si bang Roy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi itu mikirnya karena lu lagi dites, ya? Waduh. Kalo di tempat PKL emang suka ada tes-tes jebakan gitu?

      Tadi pagi, tau-tau di-polbek. Hehe. :D

      Delete
  10. Setan-setan pun pada bilang "GAGAL MANING, GAGAL MANING BOS!"
    Haha betul yog, jaman sekarang mencari orang jujur itu susah. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan gue bacanya pake nada Pampam ngomong ke Samson di pilem Tuyul dan Mbak Yul. :(

      Delete
  11. Ahk, gue kesel sama si Agus. Flashdisk yang harganya 100-200, malah dibilangnya "cuma". Malah dia lebih sedih file bokepnya hilang. HAhahaha.

    Paling juga 3gp. Judulnya, "ngintip ank SMK mesum di warnet". Hahahaha.

    Inikenapa gue tahu banyak masalah bokep beginian, yak?

    Keren banget tulisan lo yang ini, Yog. Salut.
    Gue juga suka sama cara penulisannya. Rapi. Kelihatan banget udah Pro dalam dunia tulis menulis. Ajarin dong.

    Kata-kata diakhir postingannya juga keren. Nyambung sama pernyataan si Agus tentang orang jujur. Keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Berarti buat dia, data bokep lebih mahal. XD
      Mungkin pengalaman lu tentang bokep sudah banyak. :p

      Ah, bisa aja. Gue juga masih belajar, kok. Sering-sering baca dan nulis aja. :D

      Delete
  12. kali aja itu uang sengaja disembunyiin suaminya, abis dapat thr, biar ga diminta mbak sarahnya, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ng... nggak gitu deh kayaknya. Itu mungkin emang lupa naro. Atau nabung di buku. :D

      Delete
  13. Hasekk.. salut sama Yoga.. :)
    Untung kejadiannya di elu yog kalau kejadiannya sama org ngk baek. Behh udah di sikat habis tuh 200 rb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu masih rezeki Kak Sarah dan Bang Roy. Dan Tuhan ingin mengembalikannya lewat perantara gue. :))

      Delete
  14. Wah, keren, Yog. Walaupun langkah kecil, yang intinya adalah niatnya untuk mengembalikan uangnya. Gue yang baca judulnya aja bingung,"Lah, kan emang novel pasti cerita"

    Tapi pas baca, ternyata..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sejujurnya gue emang bingung mau ngasih judul apa. :(

      Delete
  15. Ih ih ih nggak nyangka dibalik kemesumannya, ternyata Yoga nak baek !! Cakep Yog !!

    Makanya gue males kalo ngewarnet, pasti ada aja yang kelupaan. mending minjem laptop temen aja kall lgi nggak ada laptop.
    Iya keilangan disk itu nyeseknya bukan di harga tapi di data. tapi Kampret juga kalo datanya Bokep. Njirrr ..

    60 K tiga novel, murah juga .. 60 K kalo beli novelnya Fredy S bisa dapet 15 tuh Yog, coba aja cari ..
    Harganya disini 4000-5000 an ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw, punya Novel Fredy S, Ka? Pinjem dongs..

      Delete
    2. punya nggo, punya nyokap sih. Kalo beneran mo minjem, email ajah~~

      Delete
    3. ((di balik kemesuman))

      Iya, gue juga udah jarang ke warnet. Emang sering ketinggalan.
      Btw, kalian kok pada tau-tauan Fredy S? :(

      Delete
  16. Yoga jadi salah satu dari sedikit orang baik 2016, nih.
    Kalo gue di posisi elu, bakal balikin juga gak ya? *bayangin*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Mas Renggo juga orang baik, kok. Pasti balikin, kan? :D

      Delete
  17. Percayalah! Orang yang sering ngomong mesum itu baik-baik semua. O_O Dia ngomong mesum agar kebaikannya gak keliatan secara langsung.

    Semoga rejekimu ditambah, Nak.

    Yang jadi pertanyaan, itu mas Roy, nyelipin uang di buku sebagai pembatas bacaan, apa sengaja nyembunyiin biar gak ketahuan istrinya, ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, Haw bisa aja. Itu karena lu juga sering ngomong mesum ya, Haw? XP
      Aamiin. Semoga rezekimu juga. :)

      Itu buku lama, sih. Hm... sepertinya kejadian nyimpen uangnya sebelum menikah. Coba tanya Bang Roy. Tapi, dia pun lupa. :D

      Delete
  18. Flashdisknya ilang takut karena koleksi filmnya :D
    temen lo emg keren,
    kalau situasi yang u alamin, emg ada beberapa orang yang suka selipin uang di buku dan itu menjadi kebiasaan yang terusnya menjadi lupa, tpi lu termasuk jujur banget yog,
    jadi lah seperti yoga, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren di bagian mananya? Masa takut kehilangan koleksi film begitu. :(

      Duh, kok jadilah seperti gue? Jadilah orang baik aja dengan cara masing-masing. :D

      Delete
  19. Dasar Agus mesum! Sempet aja nyayangin bokepnya yang hilang. Bahahahahahahaha. RIP buat video bokepnya Agus :D

    Soal kamu ngembaliin uang itu, aku nggak tau mau komen apa lagi, Yog. Udah puas kaget dan komen di chat. Pokoknya kagum deh sama kamu yang jujur itu. Yoga naq baiq. Yoga naq soleh. Yoga kapan dapat wanita solehah yang dihalalin? Eh :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. RIP film birunya Agus. :(

      Duh, kalo bicara soleh kayaknya belum. Tapi semoga bisa! SMK BISA!

      Pada waktu yang ditentukan nanti juga dapat. :))

      Delete
  20. Anjay si agus nyimpen bokep. Hahaha, pantesan doi panik :v. Awalnya sih setelah gue baca bagian si agus bilang zaman sekarang orang baik gak ada lagi, terus gue baca lagi kebawahnya, eh kok agus ini ilang? Ternyata setelah ngebaca abis postingan ini baru gue faham :D

    Wah keren nih bang yog, dan jarang banget mah orang yang kek gini. Bener juga kata si agus. Kebaikan akan dibalas juga dengan kebaikan~ Sungguh mulia hatimu banggg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah kalo paham. :D

      Mari berbuat baik! :)

      Delete
  21. Weeyyyy, taeeee. Gila nih dalem banget pesannya. Astagfirullah, kasar banget kata-kata gue.

    Sebenernya, gue juga pernah beli buku dapet duit di dalemnya. Waktu itu, gue beli buku Kevin Anggara, di dalemnya ada satu amplop putih. Eh iya, gue baru inget waktu beli online ada kembaliannya. Jadi di dalem amplop itu duit kembalian gue. 2 ribu.

    Jangan salah. Bukan sekedar curhat, ada pesan juga di komentar gue ini. "Nggak semua toko online penipu. Bahkan ada juga yang mulangin kembalian, walau cuma 2 ribu."

    Malah bikin post sendiri di blog orang :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoihhh. Keren banget itu toko buku online! Berarti, masih lumayan banyak orang baik di dunia ini, ya. Yuk, lebih perbanyak. :D

      Delete
  22. Cakep ih si Yoga. Gue jg pernah nemu hape di kantor kemarin, kebetulan bgt lg gk punya duit hati terus bergejolak tp akhirnya gue balikin tuh hape punya klien bos gue.

    ReplyDelete
  23. Pernah juga pas naik motor ke Jatibarang, ada pengemudi motor juga yang nggak kerasa dompetnya jatuh. Saya pungut saya kejar. Terus dibalikin. Sebenarnya, kalo berbuat hal baik selalu jadi momen heroik. Dan efeknya lebih kekepuasan aja. Batin kita juga perlu dikasih kepuasan yang fitrah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Adin baik banget sampe ngejar pengemudi itu. :D

      Iya, rasanya lega gitu, ya. Bahagia itu sederhana. :))

      Delete
  24. #YogaAnakBaikMasaKini
    #MasihJomblo
    #HausKMasihSayangJuga


    lo nggak Tanya yog sama bang roy?
    emmm, motifnya apa gitu nyelipin uang dibuku?
    kalau buat efek jaga-jaga sih bias kali kalau ditiru, jeleknya tapi pasti ada waktunya kita lupa naruhnya wkwkwwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. #Bodoamat

      Entah deh motifnya apa.

      Tapi gue juga dulu sering nyimpen duit di buku. Asyik aja pas lagi baca, tau-tau nemu harta karun. Haha. Soalnya gue tipe orang yang jarang minjemin novel ke temen. Jadi buat gue nggak ada jeleknya. :p

      Delete
  25. Kejujuran lu ternyata harganya jauh lebih mahal dari dua ratus ribu yog, alhamdulilah masih nyisa segelintir orang macam elu didunia,semoga Allah kalkuliasiin jadi ibdah jariyah ya yog :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm... biarpun itu lebih dari dua ratus ribu, semoga gue juga tetep balikin. Karena mengambil hak orang lain itu nggak ada bahagianya.

      Aamiin, Vir. Makasih. :D

      Delete
  26. wkwkw gokil .. ternyata bukan cuma cabe aja yang bisa nyelip-nyelip gitu. uang juga ternyata bisa.

    liat judul postingan sama gambarnya kirain emang mas yoga dapet uang itu beneran sebagai santunan buat mahasiswa ditanggal tua, taunya faktor ketidaksengajaan doang.

    btw ditempatku malah ada toko buku yang emang jual novel-novel bekas, harganya cuma 20k perbiji, malah kalo cuma teenlit , cuma 10k doang .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cabe-cabean juga bisa nyelip gak?

      Wih, murah! Mau dong. :D

      Delete
  27. Mulia sekali hatimu, nak.
    Lagian ngapain duit di selipin di dalem novel?
    Bingung sayah... :'))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena nyelitin duit di beha gak mungkin. :(

      Delete
  28. flashdisk emang dulu harga nya lumayan mahal. gue aja susah banget kumpulin uang buat beli itu. tapi isi flashdisk agus boleh juga #EH

    wih mantap bang. gue suka gaya lo ... menjadi di antara salah satu nya~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa malah fokus sama isi flash disk Agus? :(

      Delete
  29. widiiiww kereen saluutt.. yok kita berusaha buat jadi salah satu orang yang baik n jujuur

    ReplyDelete
  30. Kalimat terakhirnya.... tak kasi jempol 10 ka! wedeeeh
    Ya kadang emang kita terlalu mikirin 'orang lain kenapa ga begini, ga begitu' padahal, diri sendiri juga suka lupa buat ikut ngaca. huaa jadi mellow kieu euy! wkwk


    Dapet pelajaran berharga dari postingan ini. Terimakasih sudah menulis ka Yog! Tabik!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu minjem jempol siapa aja? Apa emang jari tangan kamu jempol semua? :|

      Terima kasih sudah membaca, Nur! :)

      Delete
  31. Wih... peristiwa langka ya. Ada selipan dua lembar "merah".

    Btw, saya suka alur penulisan postingan ini. Pembaca bisa mengcompare peristiwa masa lalu dan masa sekarang. Lalu endingnya sebuah pesan yang kena banget buat pembaca. Keren !

    ReplyDelete
  32. Waaah. Gue suka kalimat penutupnya. Beneerr. Beneeeeerrrr! Setuju!

    ReplyDelete
  33. Kenapa orang-orang pada bilang lu anak baik, sih, Yog? Bukannya itu wajar, ya? Biasa aja? *lalu dihajar massa*

    Inti yang aku tangkap dari cerita ini, sebuah hal yang sebenernya wajar dan merupakan keharusan untuk dilakukan (ngembaliin yang bukan hak kita, red) sudah dianggap jadi hal yang luar biasa karena begitu jarangnya orang yang melakukan hal ini.
    Terima kasih Tuhan, masih ada orang seperti Yoga dan lainnya yang masih jujur dan jadi naq baiq :D

    Itu, Mas Roy, pembatas bukunya mahal amat. Sampai ratusan ribu...

    Oh iya, Yog. Aku barusan bikin tulisan dengan tema makanan. Maafin kelamaan haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, seharusnya itu hal yang biasa. Mengembalikan hak orang lain yang bukan milik gue.

      Tapi, ya... melihat keadaan perekonomian bangsa kita sekarang, terus juga banyak orang yang gila uang. Bisa dilihat dari "Uang mah gak kenal saudara". Berebut harta warisan, misalnya. Terus juga banyak korupsi. Jadi gue perhatikan udah jarang manusia yang jujur. Gitu, sih.

      Terima kasih udah ikutan, yaaa. :D

      Delete
  34. ditraktri nasi padang gak waktu balikin duitnya?

    ReplyDelete
  35. anjir lebih menting filem bokepnya dari pada flashdisknya eh tapi emang rugi sih apa lagi kalau film bokepnya HD semua wahh rugi banget tuh si Agus ish... ish.. ishh...

    weh keren lu bang, salut ane sama lu. mana quote penutupnya keren lagi (y)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Film bokep HD itu kualitasnya bagus-bagus, ya. Eh, astagfirullah. :(

      Lu juga keren udah baca! :D

      Delete
  36. gue merinding baca kalimat terakhir. proud of you, yog...

    mangat terus berkarya, semoga selalu barokah apa yang dikerjakan dunia akhirat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Ucup. Begitu juga dengan elu, ya. Aamiin. :D

      Delete
  37. Uwuwuwuwwuwu sangar kamu Yog :D Alhamdulillah kamu nggak kebawa nafsu buat 'ngambi' aja itu duitnya ya :D

    Daaaaaan. Yap. Tulisan ini diakhiri dengan kalimat yang manis banget :) keren :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah lagi bener nih. Dan gue pun belajar banyak atas pengalaman ini. :))

      Makasih yaaa, Feb. :D

      Delete
  38. Subhanallah~
    rejeki anak sholeh itu sebnernya. Rejeki nya bukan berupa duit, tapi Pahala. Allahu Akbar!

    ReplyDelete
  39. ah, gue takkan mengomentari aksi agus karena yang namanya cowok memang selalu begitu. keren bro, aksi heroik. jarang jug asih ada fenomena alam berupa 200.000 terselip di buku, orang mah biasa jadiin pembatas bukunya semacam kertas panjang atau apalah itu, ini malah menjadikan 200.000 sebagai pembatas. tapi, emang keren bro karena udah mau membalikkan. pantes aja dompet lo yang waktu itu sempet ilang bisa kembali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, gue belajar dari pengalaman itu juga. Bersyukur banget deh sama pengalaman-pengalaman ini. :D

      Delete
  40. ciyee yogaa. closingnya ntaps banget!
    eh yoga butuh no rekeningku sekalian? biar jadi orang baik? *HAHAHAHA DI TABOK KEMUDIAN*

    btw apa yang terjadi sama kita, katanya sih reflek dari apa yang kita lakukan ke orang lain. jadi suatu saat kalau duitmu ilang yog. semoga ada yg ikhlas ngembaliin:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, hukum alam, sih. Baik ataupun buruk selalu ada balesannya. :))

      Delete
    2. eh nanya lagi nih gue. Butuh nomor rekening aku nggak ? hahah *gak tau malu*

      Delete
  41. Wih. Anak baik elu Yog. Kalau gua..ahh entahlah. Mungkin uangnya bakal gua pake untuk beliin flashdisk dan gua kasih ke temen lo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan kasih Agus, nanti diisi bokep lagi. :(

      Delete
  42. Ceritanya bagus ga, berbuat baik banyak bisikannya ya buat nggak jadi? Tapi akhirnya lo jadi juga kan buat balikin uangnya ke yang punya, good job.

    Oh iya, gue udah follow blog lo yog, mane sama follow balik ya. Thanks

    Salam Kenal
    Agung Kharisma
    Daily Blogger Pro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, selalu ada bisikan gaib untuk bertindak buruk. :))

      Salam kenal!

      Delete
  43. Dunia butuh banyak orang-orang seperti mu,
    yang tahu mana yang hak dan mana yang bukan :)

    coba setidaknya pejabat2 di negara kita punya sifat jujur ky km, hehe insyaAllah Indonesia makin tentram dan damai :D

    btw, novel yg dibeli judulnya apaan ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga makin banyak orang baik, terutama bagian pemerintahan. Aamiin. :D

      The Not So Amazing Life of aMrazing. :)

      Delete
  44. Mungkin orang yang ngambil flashdisknya Agus kemotivasi gara-gara banyak filmnya di flashdisknya makanya diambil, tapi bisa aja diambil sama op warnetnya sih. Ada banyak teori dibalik hilangnya flashdisknya Agus.

    Itu lumayan juga 200ribu, tapi kalau kita pakai uang itu pasti ada rasa gak tenang soalnya bukan punya sendiri. Salut deh buat bang Yoga. Semoga dengan baca kisah ini banyak yang terinspirasi melakukan kebaikan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba tanya Conan nih. Misteri hilangnya flashdisk Agus.

      Aamiin. Semoga, ya. :D

      Delete
  45. Kirain setelah flasdisknya hilang si Agus sedih karna ada banyak file tugas kuliah di flashdisk taunya bokep. x_x

    Wih. Subhanallah, salut, hanya orang-orang baik & jujur yang bakal lakuin hal yg sama kayak yang kamu lakuin, Yog. Suka sama quotenya, bener tuh, kalau memang orang jujur dan baik itu jarang, kenapa kita gak menjadi salah satunya? Niceee :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu yang Agus pas tahun 2012, cerita zaman SMK, Nov. Belum kuliah. :)

      Nice, gak pake so. Nanti jadi sosis. :D

      Delete
  46. MasyaAllah, salut sama si Agus. Rela beli flashdisk yang harganya lumayan fantastis cuma buat diisiin bokep doang. Lu nggak minta apa, Yog?

    Yoga naq baeq. Semoga postingan kali ini bisa menjadi amal dan jalan dakwah fisabilillah. Demen gue ama quotes terakhirnya \:3/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru mau minta tadinya, Lam. Eh, udah keburu ilang. :(

      Aamiin ya, Rabb. o:)

      Delete
  47. Terlepas dari ceritanya yg menginspirasi. Gaya tulisan lu kali ini lebih oke! Rapi dan greget!
    Sering-sering nulis aja nulis begini.. Hahay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahay. Mungkin lagi bener-benernya ini pas nulis, Ta. Makasih, ya! :D

      Delete
  48. Untung cuma 200 ribu ya? Kalau 200 juta mah dijamin Iman tidak lagi bicara. :P
    Gua sih gitu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue rasa nggak mungkin nyelip di novel kalo 200 juta. Tapi kalo kayak duit sogokan, sepertinya gue tolak juga. Bukan hak gue. :))

      Delete
  49. 200rb? Angka yang lumayan banget emang.. Buat kopdar bisa buat tuh neraktir tuh. *halah..
    Tapi, yang namanya bukan hak milik ya gak boleh kita ambil.
    Bagus lu balikin, Yog. Hhah


    Btw, Semoga lu dipertemukan lagi dengan Agus, Yoga. :D

    ReplyDelete
  50. Kusuka sekaliiiiii.

    Ayok sana samperin si agus ngomong deh. Huehehe.

    ReplyDelete
  51. Ini Agus Purnama beneran nama belakangnya Purnama atau emang si "Agus" tokoh lo itu, Yog? Haha.

    Duh, commentnya udah panjang aja, maaf ya baru sempet mampir kemari lagi. Kehilangan flashdisk emang nyebelin banget. Untungnya sih gua belom pernah ngalamin, pernahnya "sempet" kehilangan. Waktu itu lagi nyari bahan untuk kuliah di warnet, terus ketinggalan, alhamdulillah petugasnya baik, masih mau nyimpenin. Mungkin flashdisk mesti dipasangin GPS kali ya, jadi next-nya kalo ilang bisa dipantau haha.

    Lagi haus membaca novel? Bagus Yog, "rasa haus" yang elegan haha. Tiga novel enam puluh ribu? Wow, lumayan tuh, abaikan masalah harga, yang penting dapet bahan bacaan untuk nambah wawasan, ya kan? Mantap.
    Ah, quote di akhir tulisannya keren banget :D Ngga perlu tuding sana-sini masih ada apa ngga kebaikan di dunia ini, kalo sejatinya kita sendirilah yang bisa mewujudkan hal itu. Semua dimulai dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tokoh gue. Dia asli, tapi nama gue samarin. :))

      Gapapa. Makasih udah komen, gue malah baru sempet bales. :D
      Masih rezeki lu, Bay. :)) Anjir. Yekali GPS. XD

      Hooh. Mulailah dari diri sendiri.

      Delete
  52. keren Yogaa ;).. Rezeki mu bakal melimpah dibalas Tuhan.. itu memang bukan hak kita.. untuk apa disimpen, cuma bikin jd penyakit juga kalo dipake... percaya deh...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.