Mengenai Project WIDY

81 comments
Sebelum mulai membaca tulisan ini, kalian boleh membaca bagian yang WIDY terlebih dahulu. Itu pun jika kalian bersedia, kalau tidak... ya gapapa. Santai. Nggak dosa, kok. Paling gue cuma bete aja.
Halah.

Di antara kalian mungkin udah ada yang nungguin (oke, ini gue ngetiknya pede banget, kayak beneran ada yang nungguin aja), gimana jalan cerita atau kelanjutan dari proyek menulis cerita bersambung WIDY ini.



Alhamdulillah. Akhirnya bagian pertama sudah dipublikasikan di blog Wulan: Sepotong Hati di Segelas Milkshake Cokelat.

Sebelum mengunjungi link itu, gue ingin menjelaskan ke kalian kalau project ini dalam setiap ceritanya dikerjakan secara bersama-sama. Bukan per bagian.

Hm... kalian ngerti maksud gue nggak?

Just in case ada yang belum ngerti. Jadi, maksudnya tuh begini....

Itu cerita di blog Wulan bukan hanya Wulan yang menulis, melainkan kami berempat. Iya, kami menulisnya secara keroyokan.

Misalnya yang pertama mulai cerita itu si Wulan, “Setelah mata perkuliahan usai, Agus seperti biasanya langsung mampir ke cafe di dekat kampus... blablabla....”, itu Wulan ketik di Line sampai beberapa kalimat atau satu paragraf.

Lalu, gantian si Icha yang melanjutkan, “Namun, mulai hari ini Agus berniat memberanikan diri mendekati perempuan itu. Karena hari ini wanita itu sedang cantik-cantiknya... blablabla....”

Kemudian gantian Darma, “Kemudian menghembuskannya perlahan-lahan, dan berkata, "Lu sering ke sini, ya?" tanya Agus ke gadis cantik itu... blablabla.....”

Dan terakhir gue, “Mei,” jawabnya, ditutup dengan senyum yang menghiasi wajah pualamnya. Agus hanya bisa terpaku. Tangannya membeku... blablabla....”

Nah, kami mengetiknya seperti itu.

Jadi, tidak selalu tentu bagian-bagiannya. Ini semua tergantung mood atau ide kami masing-masing. Di saat Wulan lagi krisis ide, mungkin ia hanya mengetik satu sampai dua kalimat saja. Lalu misalkan si Icha sedang mood sekali untuk menulis, sehingga ia bisa mengetik panjang sampai satu paragraf, atau lebih. Oiya, kayaknya Icha ini emang suka yang panjang-panjang, Gaes (plis, ini kita lagi bahas tulisan, bukan celana atau kacang).

Selanjutnya Darma atau gue yang juga tidak menentu panjangnya seberapa. Tapi, kalo punya gue, sih, nggak terlalu panjang. Ya, palingan lebih dari 11 cm lah (ini apa coba?)

Oiya, penjelasan itu hanya sebagian contoh saja. Sumpah, kami berempat justru sudah lupa menulis kalimat yang mana saja. Karena draft awalnya pun juga sudah diedit—supaya lebih enak dibaca.

Jadi, kami tidak full menulis satu cerita per orang. Sekali lagi, kami menulisnya rame-rame atau keroyokan. Begitulah.

***

Selanjutnya urusan cerpen pun beres, kini kami berempat mulai bingung menentukan judul yang menarik.
Semua berawal dari gue yang mengatakan kalau cerpen bagian pertama sudah selesai gue edit. Dan gue baru sadar kalau kami ternyata belum menemukan judul dari cerpen tersebut.

Gue langsung panik. Keringet dingin juga mulai bercucuran. MAMPUS.

Maaf, gue panik bukan karena judul, tapi karena kebelet boker di sebuah warkop yang tidak menyediakan wc umum.

FYI, kadang gue memang suka pergi ke warkop untuk mendapatkan inspirasi ketika bermain project WIDY ini. Gue pun langsung menutup aplikasi Line dan segera pulang ke rumah untuk boker (sumpah, ini nggak penting banget untuk diketik, apalagi kalian baca).

Saat urusan perut sudah kelar, gue melihat kembali grup WIDY. Darma mulai mengusulkan sebuah judul “Kasih Tak Sampai”.
Icha sendiri bilang, “Wah, iyaaa. Aku juga belum kepikiran sama sekali. Tapi kalo ‘Ketika Hai menjadi Mei’ gimana?”.

Wulan kala itu sedang buntu ide dan sakit, sehingga tidak dapat berpikir dengan jernih.

Gue sendiri sebenernya punya beberapa pilihan judul:
Satu. Kamu Pilih Siapa?
Dua. Cafe Cinta
Tiga. Sebuah Mahakarya yang Sedikit Mesum

Namun, ide judul gue kayaknya terlalu basi dan nggak ada yang bener.

Sembari menunggu ide untuk judul, kami berempat kembali melanjutkan cerita bersambung itu.

Di tengah-tengah menyambung cerita, Darma mengusulkan kembali kalau judulnya “Agustus di bulan Mei”
Woy, Dar. Agus dan Mei itu hanyalah nama orang, nggak ada hubungannya sama bulan. Batin gue.
Lagi-lagi Darma memberi saran, “Untitled saja”.

Tidak ada respons.

Yang lain—Icha dan Wulan—mulai menghilang dari grup, sepertinya sudah pada tidur.

Gue sendiri memilih untuk bergeming.

***

Gue berniat untuk tidur, barangkali besok pagi akan mendapatkan pencerahan akan sebuah judul cerita itu. Namun, kebiasaan gue membaca buku-buku lama (dibaca: belum mampu beli buku baru) suka muncul di tengah malam. Malam itu, gue membaca novel Raditya Dika, Manusia Setengah Salmon. Di sebuah bab terdapat cerita yang menurut gue sangat menarik. Gue mengecek judulnya, “Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat”.

Wih, keren banget nih, pikir gue.

Gue mulai membaca cerita yang kami berempat buat itu dari awal sampai akhir. Kebetulan sekali di cerita itu, tokoh Agus saat di cafe membeli minuman milkshake cokelat (yang rencananya akan menjadi minuman favoritnya).

Gue pun mencoba memodifikasi judul di salah satu cerita Radit, dan mengusulkan sebuah judul: “Sepotong Hati di Segelas Milkshake Cokelat”.
Kami berempat setuju

Asoy!

Begitulah gambaran singkat mengenai proyek menulis WIDY ini.

Nah, bagi kalian yang sudah membaca bagian pertamanya, menurut kalian ceritanya bagaimana? Mohon kritik dan saran. Bisa sampaikan ke gue, ataupun anggota WIDY yang lainnya. Semoga itu bisa jadi penyemangat ataupun motivasi untuk kami berempat. Terima kasih sebelumnya.

PS: Bagian kedua atau lanjutan cerita dari blog Wulan, selanjutnya akan di-posting di blog Icha pada hari Minggu (jika tidak ada kendala).


Sekali lagi, terima kasih.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

81 comments

  1. O jadi tulisan itu per babnya gotong royong toh ,. kirain per episode dikerjakan 1 orang2, kek cerbung secara berkala gitu ,.
    hmmm .. judulnya juga terinspirasi dari novelnya Radit ..
    kalo saran nggak ada yog, keren lah ,. tapi kalo komentar tentang tulisannya udah gue comment di post nya Wulan .. hehehe ...

    Ask : setelah proyek WiDY selesai, ada rencana buat dicetak menjadi novel kah yog ?? jadi penulisnya 4 orang gtu ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalo cerpen proyek kami ini keroyokan, Ka. :D
      Oke, makasih yaaaaa.

      Novel, ya? Hm... bisa juga nih dikembangin. Didoakan saja ya. :)

      Delete
  2. Hahahaaa 11 cm doang?
    Darma aja 1 meter lebih. Badannya.

    Asoy dah keren. :))
    Eh tapi itu kok gue nggak tau ya kalian diskusi judul buat cerpen? Atau gue yg nggak nge-scroll ya. Hahahaa itu apa banget Darma nyaranin ''Untitled '' :'D

    Yoih. Insyaallah berjalan lancar sesuai rencana.
    Bagian dua di blog Icha. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bodo!
      Oiya, waktu itu hape lu eror nggak bisa lihat notes grup, ya?

      Aamiin.

      Delete
  3. kirain nulisnya keroyokan saling berebut lepi buat ngetik

    ReplyDelete
  4. Yoh yang 11 cm itu ukuran apa ya??????

    Kayaknya nggak ngasih saran atau kritik dulu deh soalnya aku belum baca postingan itu di blognya wulan yog hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ukuran pensil mungkin, Wid. :|

      Baca dong. :p

      Delete
  5. "Ya, palingan lebih dari 11 cm lah (ini apa coba?)"
    Fix gue nyesel baca bagian ini -____-

    sukses buat projek WIDY nya. Siapa tau dibikin pelem :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan nyesel dong. :(

      Aamiin. Makasih, Dik.

      Delete
  6. ini kenapa pada ngomongin 11 cm si ?
    atau mending lu ganti aja judul cerpenya jadi '11cm'. pasti laku keras yog..

    saran gue : kayaknya lu berpotensi jadi penulis blog mesum yog, blog ini pasti makin rame. gue dukung yog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm... 5cm nanti jadi kalah saing dong?

      MUAHAHAH BANGKHEEEE

      Delete
  7. Lanjut Yog, gue udah ga sabar pengen baca lanjutan cerpen dan progres grup WIDY ini. Gue mau mampir ke blog icha dulu, mau baca ceritqa yang pertama~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blog Icha juga udah ada tuh bagian keduanya. Makasih yaa. :D

      Delete
  8. Ini nulisnya macam musyawarah majelis aja deh
    Tapi seru juga nih, entar buatin index bro biar gampang ngerangkai timeline ceritanya sealigus promosiin blog kalian berempatlah jadi visitor nambah cerita makin update
    Sukses terus bro

    ReplyDelete
    Replies
    1. Okee. Nanti kalo udah lebih dari 4 tulisan, gue bikin halaman sendiri. Makasih, yaa. :))

      Delete
  9. wiiih jadi juga, meluncut ke tkp ah.. oh ya, sukses ya menemukan 11 cm nya

    wkakakakaak

    ReplyDelete
  10. "Sepotong hati di Segelas Milkshake Cokelat", a nice title. So, proyek Widy akhirnya mulai dipublish juga ya, congrats :)

    Udah meluncur ke blognya Wulan nih Yog. So far, cerpennya oke kok (atau lebih tepat disebut cerbung). Perbedaan pendapat itu pasti ada ya Yog, soalnya kan mesti nyatuin empat pemikiran tuh, empat ide blogger yang masing-masing pasti punya karakteristik tersendiri. Btw, aktivitas membaca langsung terbukti manfaatnya: lo bisa dapet ide tentang judul cerbungnya hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, Bay. Alhamdulillah mulai berjalan.
      Makasih yaaa. Ada kritik atau saran nggak nih?

      Yoeehhh. Itulah pentingnya membaca. :)

      Delete
  11. Wooow akhirnya rilis juga si "widy" anak kalian berempat heheh :)

    Yang konsisten yah ngejalanin projeknya biar terus eksis :D

    Eh yog 11cm itu sebelum atau sesudah disunat? #eh
    *melipir ke blognya wulan*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah nih. Dukung kami berempat yaa.
      Vir... frontal deh! XD

      Delete
  12. Semoga pengarsipannya bisa dibikin bagus ya Yog. Jadi nanti ketika ada yang 'baru' baca bisa dengan mudah dan mengikuti alurnya.

    ReplyDelete
  13. Sialaaaaaan. Sebuah Mahakarya yang Sedikit Mesum :D Yang ngusulin itu padahal skala air terjunnya 999. Berarti kan mesumnya ban.... *keyboard mendadak rusak*

    Yog, kamu tau aja sih aku suka yang panjang-panjang. Wulan juga suka tuh. Soalnya lebih nyaman. Enak. Apalagi kalau dipake tiap hari, trus pas lagi jalan. Ya, kami berdua suka baju lengan panjang.

    Dan aku baru tau kalau judul itu terinspirasi dari bab di novel Manusia Setengah Salmon. Bagus judulnya. Ada manis-manisnya gitu. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ban apa, Cha? Bandung? Gue jadi inget lu ngomong Bindung. Muahaha. XD
      Oh, baju lengan panjang. Kirain mah rambut panjang. Rambut kemaluan. Emaap.

      Iya. Gue terinspirasi. :)

      Delete
  14. judul lu yang ini yog "Sebuah Mahakarya yang Sedikit Mesum" gue inget tulisan si ica yang air terjun itu kalau ga salah, maniak haha
    sukses ah buat widy \w/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woyyyy gue kagak maniak, Er! :(

      Aamiin. Thankyou.

      Delete
  15. Yuhuy... akhirnya sudah selesai project pertama.. Alhamdulillah ya..

    Akhirnya dapet judul juga Terinspirasi dari buku bang Dika.. gak perlu panas dingin lagi dong, yang anget lebih enak.. eeh apa apaan ini..

    Semoga semakin lancar project selanjutnya.. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. :D
      Apaan yang anget? Pelukan dari seseorang? Eaakkk.

      Aamiin. Makasih ya, Rum. :D

      Delete
  16. Ide bagus nih buat suatu karya berantai. Jadi, mendatangkan banyak inspirasi dari banyak kepala. kepala apa gausah diperjelas lah ya (?)

    Udah baca ceritanya semalem. Menarik. Bikin penasaran. Digantungin soalnya huft.

    Ohiya salam kenal ya. Sukses terus untuk project WIDY-nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih. Tapi ada nggak enaknya juga kalo lagi debat pendapat. :p
      Waduhhh... digantungin sakit, ya?

      Salam kenal juga yaaa. Sering mampir sini yooo. \:D/

      Delete
  17. 11 cm. Edan. :)

    Oke, saya baca dulu ya yang episode pertama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan fokus ke situ. :(
      Sip, Ris. :D Makasih udah baca.

      Delete
  18. Yah, cuma 11 cm. Mana bisa bikin puas. Tulisannya maksudnya.

    Mungkin post ini bentuk klarifikasi. Hmmm, gue sempet baca di komentar blognya Kak Wulan ada yang bilang, "Tulisan lo bagus, lan." (kalo gak salah liat)

    yah, gue mah tetep nungguin kelanjutannya aja deh. Judulnya apa? Agus yang menjadi penjual Milkshake? Ah, bodo amat lah. Yang penting ceritanya ehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, barusan gue juga abis cek ke blog si Wulan tuh. Ada yang salah sangka ternyata. Ehehe. :D

      Makasih, Rob. Pantau terus blog kami, yaa. :)

      Delete
  19. Yog, itu yang komen pada fokus ke 11 cm masaaa. Ampun dah haha.

    Alhamdulillah, akhirnya karya yang ditunggu-tunggu rilis juga. Meluncur ke blog Wulan~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tau tuh. :(
      Widih, beneran ada yang nunggu. Selamat membaca. :D

      Delete
  20. aku mah nunggu lanjutanya aja yog.

    ReplyDelete
  21. Barusan baru dari blognya si Wulan, sempet nanya lanjutannya di posting di blog siapa, pas kesini ternyata udah di jawab sama Yoga. Hahah

    Lagi nunggu lanjutannya nih hohoh \:D/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoih. Yoga mah gitu anaknya, suka memberikan informasi. Meskipun tidak penting-penting amat.

      Wohoho. Makasih udah baca. :D

      Delete
  22. Oh, jadi gitu. Ngerti kok ngerti. Tadi udah baca di blognya wulan dan itu awal yang bagus. Yeayyy. Gak sabar nungguin lanjutannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya, Riz. :D
      Sip. Tunggu kelanjutannya yaa.

      Delete
  23. Gak kebayang gimana repotnya nulis begitu. Gue nulis sendiri aja udah susah.
    Tapi btw judulnya kok kurang enak didenger ya? Kurang enak di kata "segelas"nya. Apa perasaan gue aja kali ya.. Entahlah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Justru seru, sih. Dapet kejutan menarik dari isi kepala masing-masing orang.
      Hm... rada kepanjangan juga, sih, kayaknya. Ahaha. XD

      Delete
  24. Judulnya 11 cm aja (?)

    Wah boleh juga nih idenya, aku pikir gantian kayak si A nulis cerita pertama besoknya si B nulis cerita kedua. Berarti ini kayak marathon dong ya.

    Meluncur kesana ah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa ikut-ikutan ke 11 cm? :(
      Karena kalo gantian per cerita itu udah biasa. Kami mau yang lebih beda. Halah!

      Selamat membaca. :)

      Delete
  25. Wah kirain ini lanjutan dari blognya Wulan. Ternyata bikinnya berempat ya. Hmmm.. *manggut-manggut sambil kayang*

    Gue udah baca cerita si Agus ketemu Mei di blog Wulan. Tumben bukan Rani lagi nama ceweknya, Yog :v

    Hahahah itu si Darma malah hubung-hubungin soal bulan. Kacos :'v

    Seru nih project WIDY-nya. Gue pantengin terus ah di blog Icha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak pegel kayang, Dev? Sayang aja gimana? Emaap.
      Mereka protes, Dev. Nggak suka nama Rani. Jadi yaa, apa boleh buat. Apalah arti nama di tokoh fiksi. Eaak. Kan itu cerita berempat, bukan cerita gue sendiri. :D

      Selamat pantengin.

      Delete
  26. Sumpah yog! aku malah fokusnya ke 11 cm. Itu apa yang 11 cm? hahahaha

    Kalian emang keren, bisa ya bisa cerita keroyokan bersambung pula, tunggu lanjutannya yog. Eh btw minta link blognya Icha dong, kirim via twitter ya haha thank you! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalian kenapa pada fokus ke situ, sih? Jahat! :(

      Ehehe. Itu juga awalnya iseng kayak maen games aja, Fan. Lama-lama seru juga buat diseriusin. :D
      Udah gue mensyen ya.

      Delete
  27. Itu judul per-episode atau juduh cerbungnya, Yog?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Judul cerbung, nggak ada judul per episode. Nanti tinggal bagian kedua, ketiga, dst. Iya, gue males. Hahaha.

      Delete
  28. Usul gue, dalam satu baris judul, piliih satu aja yog kata 'sebuah-nya'
    Bakal keliatan lebih catchy dehh :p

    Yog apa ga terlalu aneh, satu karakter pendiem, tiba tiba ngajak kenalan dengan sapaan elu gue ?? Hihii

    Mungkin bisa lebih diperdalamm lagi karaktr tiap tokohnya...
    Eh berhubung ciri khas elu itu ada scene scene mes*m nya, gw agak berfirasat kalo di akhir cerita antara tokoh agus dan mei berakhir di hotel (ini apa daaaaaa)
    Hahahahh

    Lanjutkan yog, ceritakan seperti gaya menulis kalian..
    Yang bagian wulan, dari awal kalimat ampe akhir tumben ni anak serius kabeh ya kata katanya...,


    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksud gw sepotong ame segelasnya pilih satu aja di judul he

      Delete
    2. Oh gitu ya, Mbak? Waduh, udah terlanjur pada suka nih. Yowis, semoga di cerpen berikutnya (barangkali beneran berjalan terus) kami berempat bisa lebih baik dalam memilih judul.

      Soal sapaan "elu-gue" kayaknya mah wajar aja, Mbak. Gue termasuk orang pendiem juga "lu-gue" kalo kenalan. :p
      WADUHHHH. Nggak hotel juga, Mbak. Mana mampu si Agus. Palingan di kosan. Ehhhhh.

      Ehehe. Thanks sudah membaca. :D

      Delete
  29. nng pantesan ya, pas gua baca rasa-rasanya ini bukan karakter asli pemilik blogf nya deh, ternyata bener nulis nya keroyokan.
    Karna setiap tulisan punya jiwa penulisnya. inikan ber 4, gak nambah 5 lagi aja biar saingan ama kucing?.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, keroyokan. :)
      Nambah 5? Maksudnya 9? Waduh, udah kayak boyband campur girlband aja nanti. :(

      Delete
  30. Jadi kepikiran buat bikin project semacam ini deh :3 inspiring banget bang! bener-bener ya balesin komennya masih ngandelin bonus kuota malem *salahfokus*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo, buat aja. Langsung action. :D Huwahaha. Merhatiin aja. :)

      Delete
  31. Gila, kreatif abis lo berempat. Pasti seru banget bisa nulis cerita secara spontan gitu, berasa lagi main game sambung kalimat. Sukses Yoga dan teman-teman 11 cm-nya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Itu emang awalnya game sambung kalimat yang gue usulkan jadi cerpen. :D
      Aamiin. Thanks, Ham.

      Delete
  32. Waaaa mainan sambung kalimat. :)
    Udah baca. Penasaran sama ceritanya. Semangat buat WIDY. \^^/

    ReplyDelete
  33. Project nya kereenn, pengen ikut beginan juga, maaamaaaakk! Ahh.. Bodolah, minggu depan, buat cerpen juga lah sendiri.

    ReplyDelete
  34. Sambung kalimat, game yg bermanfaat :D

    ReplyDelete
  35. Yay akhirnya udah jadi ^^ Aku sempet liat di blognya ka wulan tapi belum baca. Judulnya asik sekali, btw. Gak sia-sia tuh baca buku malem-malem haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo dibaca, Nis. :))
      Iya, tak ada yang sia-sia. :D

      Delete
  36. Ya ampun jadi kayak kuis di radio ya hahaha. Moga makin cihuy project nya Yog!

    ReplyDelete
  37. Wuhuuuu..... akhirnya keluar juga projectnya bang....
    Makin cihuy deh yaaa :))
    Kira kira habisnya sampai kapan yaa?
    apa sampai mau jadi novel?

    wkwkwkwk pisss bang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih, Yu. Ah, novel? Muahaha. Boleh juga.

      Delete
  38. wih, sampe ada projectnya men. jadi kasihan sama itu artikel, digilir..
    tapi mantep juga, serasa main game sambung kata. terbitin disini kah kapan-kapan?
    semoga nggak selalu melenceng ke hal yang berbau 18 yak bro :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjir bahasa lu, digilir. :D
      Mungkin hari Minggu atau Senin kebagian di blog gue. :)

      Aamiin. Semoga. Dan diusahakan.

      Delete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.