Kemarin itu katanya Hari Guru. Bener emang, ya?

Anjir. Udah lama nggak sekolah, gue jadi nggak inget tanggal gini. Biasanya kalo di sekolah, kan, ada upacara gitu. Kemudian setelah upacara nggak perlu belajar. Nah, ini favorit banget buat para siswa-siswi. Biasanya sekolah juga mengadakan perlombaan atau olahraga: guru melawan murid-murid.

Pokoknya di Hari Guru ini, sekolah membebaskan para siswanya untuk melakukan apa saja: murid boleh mainan hape di kelas; murid boleh ngobrol dan ketawa kenceng-kenceng; murid boleh jadi guru.
Oke, yang terakhir kayaknya nggak mungkin.

Karena sudah lama lulus sekolah, gue cuma bisa memeriahkan Hari Guru ini di Twitter dan blog. Namun, kemarin gue nggak sempet nulis apa-apa di blog. Di Twitter juga twit gue nggak jelas. Huft. Barangkali ada yang mau follow, @ketikyoga

***
Read More
“Terus kenapa kalo jomblo?”



Bentar, sebenernya yang bener itu jomblo apa jomlo, ya?

Kita dari dulu terbiasa dengan kata jomblo dengan huruf “B”. Namun, beberapa penerbit mulai menggunakan ‘jomlo’ tanpa “B” agar sesuai KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).  Ah, apa pun itu... yang penting minumnya es teh manis warkop (karena lebih murah dan kalo teh botol sosro takut disangka iklan).

Iya, emang nggak nyambung. Bodo amat lah. Huwahaha. Btw, sekarang gue tulisnya ‘jomlo’ aja, yak.

Lanjut.

Itu adalah pertanyaan temen gue, Agus, beberapa tahun yang lalu saat gue menanyakan “Nggak pengin punya pacar? Kenapa jomlo terus?” Dan dia malah menjawab seperti itu dengan pertanyaan lagi.

Gue langsung flashback ke masa tersebut.

Read More
Ada yang pernah nemenin ceweknya belanja? (buat cowok-cowok). Kalo bagi yang jomlo, pernah nemenin saudara perempuan atau ibunya belanja? Sedangkan yang cewek, ada yang hobi belanja? Nah, kalo yang cewek nggak suka belanja, pernah nemenin temennya belanja?

Bentar-bentar, emang ada cewek nggak suka belanja?

Oh, ini tidak mungkin. Belanja itu biasanya membuat mood seorang cewek seketika membaik. Bener, nggak? Ngomong-ngomong soal nemenin cewek belanja, gue sendiri pernah melakukan itu. Baik itu bersama nyokap, pacar, ataupun nyokapnya pacar (oke, yang terakhir boong).

***

Gue masih ingat betul, kala itu habis makan di restoran ayam cepat saji sama Pacar karena kelaparan setelah menonton film Captain America. Selanjutnya, ia minta ditemani ke toko jam untuk mengganti baterai jam tangannya. Setelah urusan jam tangan kelar, ia tidak sengaja melihat kerumunan orang-orang dan tulisan diskon 70% pada sebuah toko sepatu.
Read More
UDAH MEPET DEADLINE BELOM KELAR JUGA. ASTAGFIRULLAH. Jerit gue dalam hati.

Seandainya itu deadline untuk novel, pastinya gue akan bahagia dan semangat sekali. Tawarin aku nulis novel dong, kakak penerbit (maaf ngarep).

Namun sayangnya, itu hanyalah deadline tugas kuliah. Iya, gue lagi ngerjain makalah nih. Eh, gue malah mencuri-curi waktu untuk ngetik tulisan ini. Mana besok pagi wajib dikumpul. Nggak wajib, sih, sebenernya. Nggak ngumpulin juga gapapa. Bebas! Asalkan pas dikasih nilai E sama dosen jangan protes.

Tugas aja dikerjain terus, tapi ibadah ditinggalin. Nggak ngerjain tugas hukumannya paling nilai jelek atau dosen ngomel-ngomel. Coba kalo ibadah nggak dikerjain, hukumannya apa tuh?

Asoy.
Read More
Di tulisan Yang Kedua kemarin, saat baru membaca judulnya, mungkin di antara kalian ada yang mencoba menebak-nebak apa isi tulisannya. Entah itu menganggap tulisan tentang gue jadi orang yang kedua (selingkuhan). Atau tentang bunyi Pancasila yang kedua: “kemanusiaan yang adil dan beradab” (ini nggak mungkin, Yog!)  Namun, bukan itu. Maksudnya adalah ulang tahun yang kedua sekaligus kepergian adik gue dua tahun lalu.

Barangkali ada yang belum membacanya. Boleh baca dulu (tetep promosi).

Selain menuliskan cerita, bagian yang paling seru dari ngeblog ialah membaca dan merespons komentar-komentarnya. Lihat tanggapan pembaca yang berbeda-beda itu seru aja. Gue salut kalo ada yang tiba-tiba ikutan curhat di kolom komentar. Mungkin sebagian tulisan gue ada yang mewakili perasaannya. Seneng saat diberikan pujian atau apresiasi, tapi lebih seneng lagi kalo ada yang berani kritik. Sehingga gue tau di mana letak kekurangan tulisan itu. Apalagi kalo ada komentar yang nggak nyambung, itu malah jadi kelucuan tersendiri buat gue.

Namun, saat baca-baca komentar kemarin, gue sendiri bingung mau respons apa. Tumben banget. Jadi misalkan ada yang kecewa sama balesan komentar gue yang singkat-singkat itu, gue minta maaf.  Eniwei, makasih banyak ya, Gaes.

Jujur aja, gue awalnya ragu untuk mem-publish tulisan itu. Penginnya cuma gue simpan di draft untuk dibaca-baca sendiri. Tadinya tulisan itu juga tidak ingin gue tambahkan komedi. Gue biarkan saja mellow. Namun, emang dasarnya gue yang kebiasaan memberi bumbu komedi, maka begitulah tulisan gue.
Read More
Sudah 2 tahun berlalu, semenjak gue kehilangan seorang adik. Enggak. Adik gue nggak nyasar, kok.  Dia juga nggak diculik. Apalagi menghilang saat memakai cincin seperti di film The Lord of The Rings.

Halah.

Baiklah, gue akan memulai cerita ini.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 21 Oktober 2015, Agus (nama seorang temen yang disamarkan) berulang tahun. Setahun sebelumnya di tanggal yang sama, (21 Oktober 2014) Agus mengajak gue dan teman-teman lainnya untuk makan-makan di sebuah restoran—yang gue lupa namanya.

Tanggal segitu seharusnya lagi hemat-hematnya, tetapi di hari itu gue bisa makan enak. Alhamdulillah. Gue sangat gembira karena bisa makan gratis di saat uang tiris. Mantap!
Sampai akhirnya, di jalan mau pulang, memori di tahun sebelumnya (21 Oktober 2013) mengubah mood gue seketika. Rasa gembira itu kemudian sirna.

Read More
Udah lama banget gue nggak pernah ketiduran. Namun, Senin kemarin, begitu pulang kerja freelance, gue mengalaminya. Nggak inget mimpi apa, dan tiba-tiba kebangun sudah di hari berikutnya. Sungguh pencapaian yang sangat luar biasa! Biasanya, gue beranjak tidur, lalu terbangun masih pada hari yang sama. Begitulah manusia nokturnal yang tidur selalu di atas jam 12 malam.

Ketiduran. Oh. Nikmatnya.

Bagi sebagian orang yang sulit tidur, ketiduran itu memang jauh lebih nikmat daripada menidurkan seseorang (ini gue belum pernah ngelakuin, tapi sotoy!).

Kembali ke soal ketiduran. Begitu pulang dari kantor, sampe rumah gue nggak sempet buka blog, nggak sempet nulis buat posting-an baru, dan nggak sempet baca doa tidur juga. Sumpah yang terakhir itu penting banget.

Masya Allah. Allahu Akbar!
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home