Ketika salat, gue pernah beberapa kali mules. Iya, secara mendadak perut terasa sakit, dan kalo ditahan malah semakin nggak karuan. Mau nggak mau, gue pun mundur dari barisan salat. Hmm, tentu saja untuk kentut. Ya, gue lebih milih batalin salat dan segera kentut daripada tetep salat sambil nahan kentut. Karena itu memang nggak baik, Gaes. Salat kita jadi nggak khusyuk.

Sok alim amat gue. Taik dah.

Emang, sih, malu sama orang di sekitar kalo tau-tau mundur dari barisan salat. Namun, itu lebih baik daripada nahan-nahan kentut, eh malah kentut pas lagi rukuk atau sujud. Nggak lucu aja gitu, misal gue lagi rukuk atau sujud, terus tau-tau bunyi “Preeettt.” Atau “Duuutttt.”

Dan bisa saja orang yang di belakang gue langsung kesal karena dikentutin. Kalo orang itu mendadak marah gimana?
Read More
Ketika Agustus 2014, gue pernah menggelisahkan sebuah pose atau gaya cowok-cowok ketika mereka difoto. Gue berpikir, Kenapa, sih, cowok-cowok fotonya selalu gitu-gitu aja? Kalo berlebihan nanti dikatain alay, banci, homo, atau apalah.

Maka, gue pun mencatat beberapa pose yang itu-itu saja. Akhirnya, jadilah tulisan pose cowok ketika foto.

Gue nggak nyangka banget, tulisan itu bisa jadi tulisan yang paling sering dibaca oleh para pengunjung. Coba aja kalian ketik Pose Cowok Ketika Foto. Iya, itu tulisan gue paling populer yang bisa page one di Google. Entah karena mereka emang pengin mencari gaya foto cowok yang keren, penasaran sama tulisan terpopuler gue, atau emang nyasar.

alhamdulillah sudah 18.000-an penayangan.

Read More
Setiap tempat selalu punya kenangan tersendiri. Begitu pun cerita tentang tempat yang satu ini: Ragunan.

Ngomong-ngomong soal Ragunan, kalian pasti pernah baca cerita gue dengan seorang pacar—yang sekarang udah mantan. Iya, sekarang udah mantan. Gue perjelas itu. Huwahaha.

Sebenarnya, sudah ada beberapa mantan juga yang pernah gue ajak ke kebun binatang di daerah Jakarta Selatan ini. Sampai pada suatu ketika, temen gue bilang, “Jangan ngajak pacar ke Ragunan lagi, Yog. Nanti ujung-ujungnya putus.”

Iya, temen gue terlalu percaya mitos. Sayangnya, gue enggak percaya. Sampai mantan terakhir yang pernah gue ajak ke Ragunan, gue masih tetep nggak percaya. Lagian, ke Ragunan itu hemat banget buat pacaran. Tiket masuknya aja per orang hanya Rp.4.500,-. Ini mah emang dasar gue aja yang pacaran ngirit.

Oke, abaikan kalimat pembuka di atas. Gue akan bercerita tentang Kumpul Keblog ke-4 bersama teman-teman Jabodetabek. Untuk melihat cerita kopdar sebelumnya, kalian bisa klik label kopdar atau klik INI.
Read More
Mahasiswa Bajingan Calon Sarjana dan Calon Penulis. Itu adalah deskripsi blog gue.

Bajingan.

Apa menurut kalian gue bajingan? HAHAHA.
Read More


Melihat gambar di atas, gue mencoba merangkai sebuah cerita dari beberapa gambar tersebut.
Gue hanya mengambil beberapa gambar: burung, layangan, gitar, bulan, bintang, toga, nenek-nenek, ikan lele, cumi-cumi, motor, dan terakhir keset bertuliskan welcome.

Beginilah cerita berdasarkan imajinasi gue.

Sebelumnya, perkenalkan, nama gue Agus Hendrawan. Gue adalah mahasiswa tingkat akhir yang galau akan skripsi. Iya, skripsi gue nggak kelar-kelar. Ini semua karena gue salah ngambil jurusan. 

Gue mengambil jurusan Teknik Informatika sesuai wasiat nenek yang sudah meninggal. Sebelum meninggal, nenek gue pernah bilang, “Cu, nenek cuma mau pesen sama kamu. Kalo kuliah nanti, kamu harus ngambil jurusan Teknik Informatika, ya. Karena di masa depan nanti, jurusan itu akan sangat dibutuhkan dan dicari oleh perusahaan-perusahaan.”

Padahal, gue nggak ngerti sama sekali tentang kode-kode HTML. Bikin pusing. Gue lebih suka merangkai kata, dulu gue niatnya pengin masuk sastra. Tapi karena itu wasiat, ya gue harus nurut. 
Read More
Minggu, 4 Januari 2015.

Suatu hari di Minggu siang, Agus dan Yoga sedang bermain PES 2013 di kamar Yoga. Tiba-tiba, Agus berkata,  “Gue pengin ganti motor, deh.”
“Lah, kenapa?” tanya Yoga, bingung.
“Gue nggak pede deketin Rani—cewek yang Agus suka—tapi cuma naik motor Sepra X, Yog.”

Mereka berdua mengobrol, tetapi matanya tetap fokus menatap layar laptop.

“Rani yang mana, sih? Emang dia naksir sama cowok harus lihat dari motornya?” tanya Yoga.
Read More
Seperti biasa, gue mencari inspirasi dengan sepedaan malem-malem. Lagi asyik gowes, gue melihat nenek-nenek berumur 50-60 duduk di pinggiran jalan. Nenek itu tubuhnya lebih kurus dari gue. Yang gue salut, ternyata nenek itu duduk lagi berjualan es krim. Ya, walaupun udah malem-malem gini.

Gue yang awalnya nggak pengin es krim, mendadak jadi pengin beli. "Nek, es krimnya satu," kata gue. Nenek itu diem aja. Mungkin pendengarannya sudah kurang baik. "Nek?" panggil gue sekali lagi.

Nenek itu pun akhirnya menengok dan bilang, "Beli es krim, Dek?"

sumber: Pixabay


Gue tersenyum dan mengangguk.

Setelah es krim jadi, gue serahkan uang 20.000-an. Oiya, es krimnya seharga 3.000.

"Nggak ada uang kecil, Dek?" tanya nenek itu.
"Yah, nggak ada."

Read More
Bagi kalian yang udah baca tulisan gue yang Menjadi Pengangguran dan Proses Mencari Kerja, tentunya tidak asing lagi dengan status gue sekarang: Pengangguran.

Gue cuma mau curhat lagi aja, karena blog gue ini memang 70% curhatan semua. Temen gue ada yang pernah bilang, “Yog, nggak tau kenapa, gue kalo baca tulisan lu yang curhatan itu selalu keren. Padahal itu hanya curhat biasa, tapi lu bisa keren gitu nulisnya.”
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home