Dilupakan.
Seperti apa, sih, rasanya dilupakan?

Mungkin itu adalah sebuah kalimat pembuka aja. Gue sendiri masih belum begitu mengerti rasanya dilupakan. Gue pernah menulis tentang tiga kata yang dilupakan. Kalian boleh baca di SINI. Kasian, kan, sebuah 'kata' aja, kalo dilupain pasti nggak enak banget. Gimana kalo kamu yang dilupain? Pasti rasanya udah asdfghjkl banget. Yang jelas pasti kecewa, sedih, sakit, de el el. Misal, dilupain sama temen SMP ketika kita sudah SMA, dilupain sama mantan, dilupain ketika meninggal.

Dilupain sama temen SMP ketika kita udah SMA itu kayaknya agak gimana gitu. Padahal, baru beberapa tahun yang lalu. Tapi banyak juga teman yang melupakan teman SMP-nya ketika sudah SMA. Nggak usah jauh-jauh, gue sendiri contohnya.
Read More
JARAK.

Jarak yang gue maksud bukan nama daun. Nggak tau daun jarak? Coba aja ketik jarak di google images. Nah, begitulah bentuk daun jarak. Tapi jarak yang gue bahas ialah distance.



Bagi sebagian orang, jarak adalah hal yang paling menyebalkan. Apalagi untuk manusia yang memilih hubungan jarak jauh, biasa dikenal dengan sebutan LDR ( Long Distance Relationship )
Read More
Di suatu pagi, Kancil, Kambing,dan Sapi mendapatkan tugas dari Pak Tani. Tugasnya adalah mencari jeruk ajaib. Pak Tani membutuhkan jeruk ajaib itu untuk mengobati sariawan. Buah jeruk ajaib hanya tumbuh di kebun milik Bu Tina. Pak Tani dan Bu Tina dahulu adalah tetangga yang berteman sejak balita, mereka sering bersama-sama. Tapi sekarang, Bu Tina pindah ke desa Suka Maju, sedangkan Pak Tani masih menetap di desa Tetap Mundur. Namun, sampai sekarang mereka masih berteman baik.
Jarak antara desa Suka Maju dan desa Tetap Mundur memang lumayan jauh. Untuk menuju ke desa Suka Maju harus mendaki gunung, melewati lembah, menyeberangi sungai, dan menerobos hutan. Sayangnya, di dekat hutan, ada sebuah tempat yang dihuni oleh Singa. Sehingga Pak Tani harus meminta tolong kepada Kancil, Kambing, dan Sapi. Karena sesama hewan diperbolehkan untuk melintas di habitat Singa, sedangkan untuk manusia ada beberapa syarat khusus.
Read More
Punya sifat pelupa itu nggak enak. Susah melupakan kejadian buruk juga nggak enak. Dan dilupakan itu paling nggak enak.

Yang enak itu, malem-malem makan nasi goreng. Gratis lagi. Beeehhh.
Yang enak itu, siang-siang minum es teh manis di bulan puasa.  Enak dengkulmu melocot. Dosa!

Abaikan saja kalimat pembuka barusan.

Entah kenapa, gue mulai kepikiran sama hal ini.

Jadi, ada 3 kata yang sering banget dilupakan. Maksud dilupakan di sini, orang sudah males atau sudah jarang yang mengucapkan kata tersebut.
Langsung saja, check it out!

1.Maaf
Read More
Cerita ini bukan tentang orang yang bakar telepon genggamnya karena frustrasi ditolak gebetan. 

Nggak percaya? Bagus. Percaya ama gue musryik. Emang, sih, ada hubungannya bakar dan telepon. Tapi gue saranin jangan lanjut membaca, nanti nyesel. Ini cuma curhatan nggak jelas doang. Kalo kamu tetep mau baca, silahkan. Gue nggak akan memaksa. Selamat menikmati.

“Kamu malam mingguan ke mana?”
“Nggak ke mana-mana, kamu?” balas si Pacar di SMS.
“Bakar-bakar di rumah temen. Nanti jam 8 sibuk nggak?” tanya gue.
“Dalam rangka apa? Tahun baru udah lewat kayaknya. Jam 8, ya? Nggak tau. Kenapa?”
Read More
Hujan-hujan pergilah, datang lagi lain hari.

Bacanya jangan sambil nyanyi, ya.

Mengingat lagu itu, gue mendadak kesel. Iya, sama Dora. Kampret emang si Dora! Gue dibohongin mulu. Pas gue nyanyi lagu itu, masa hujan nggak pergi. Di film kartun anak kecil dengan rambut berponi yang biasa ditemenin sama monyet, cara mengusir hujan gampang banget.  Pas gue praktekin di kehidupan nyata, sama sekali nggak berpengaruh. Justru tambah deres. Sekali lagi, Dora emang ngeselin!
Udah ah, kasihan Dora. Sekarang Dora ke mana, ya? :(
Read More
"Gus, nanti malem ketemuan, yuk!" Sebuah pesan dari Rani di BBM.
Gue nggak ngerti. Tumben banget Rani ngajak ketemuan. Sebagai mantan yang baik, gue masih menjalin silaturahmi terhadap mantan-mantan gue. Tetapi, Rani adalah tipikal orang yang sulit berteman dengan mantannya. Apalagi waktu itu, gue lah yang memutuskan Rani, dengan keputusan sepihak.


Gue masih bingung harus merespons pesan ini atau tidak. Tetapi, gue tetaplah gue, yang tidak pernah memusuhi mantan.

“Mau ketemuan di mana?” balas gue.

Read More
Karena akhir-akhir ini gue sedang sibuk melamar pekerjaan, dan giat mengikuti tes wawancara kerja. Gue iseng bikin hal-hal tentang melamar dan wawancara kerja. Ternyata banyak juga, ada 69.

Kenapa dengan angka itu? Gue nggak tau kenapa angkanya bisa segitu. Yang kepikiran di otak hanya ini saja. Sumpah, gue nggak semesum itu. Jangan kalian pikir angka 69 itu seperti di bokep-bokep, ya. Nggak ada hubungannya melamar pekerjaan sama sex.

Oke, langsung saja. Cekidot!

1.Siapkan berkas-berkas surat lamaran sehari sebelum melamar kerja.
2.Ingat, surat lamaran kerja. Bukan lamaran nikah.
3.Tidurlah yang cukup agar badan tetap fit.
4.Pasang alarm untuk bangun pagi.
5.Setelah bangun, jangan lupa mandi.
Read More
Sejak gue menulis menjadi pengangguran. Sampai saat ini, gue tetaplah seorang pengangguran. Yoih! Ini keren. Harus diapresiasi. Halah. Nganggur malah bangga. Kacau. Gue memang harus mengakui, kalo proses mencari kerja itu tidaklah sulit. Ini serius. Nggak sulit, kok. Namun, SULIT BUANGEEETTT BANGSYAAATTT.

Gimana nggak sulit banget. Gue yang dibantuin sama temen untuk mengisi lowongan pekerjaan di kantor kliennya aja gagal. Jadi, waktu itu temen gue menginformasikan kepada gue lewat BBM.

“PING!!!”

Gue bales, “Kenapa?”

“Udah dapet kerja?”
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home