Menikmati Hari Minggu

71 comments
Dari malam Minggu sepulang kuliah, gue mulai merencanakan untuk CFD (Car Free Day) ke Bunderan HI pada hari Minggunya. Iya, sudah berbulan-bulan gue tidak melakukan aktivitas olahraga seperti yang pernah gue ceritakan di Catatan Hari Minggu.

Meskipun nggak ada temen yang bisa diajak CFD, bagi gue tidak jadi masalah. Karena niat gue ialah berolahraga supaya badan sehat. Siapa tahu kalo olahraga sendirian nanti malah ketemu jodoh. Ihiyyy. Ini mulai berharap dan berkhayal yang bukan-bukan.

***

Minggu pagi sekitar pukul 5 gue terbangun dan segera Subuhan. Setelah itu, langsung berganti pakaian. Iya, gue nggak mandi (maaf terlalu jujur). Gue mengenakan kaos hitam polos, celana pendek hitam, dan jaket Manchester United warna hitam pula. Sumpah, gue tidak berniat untuk menghadiri pemakaman. Namun, itu karena salah satu mantan gue pernah ada yang bilang, “Yog, kamu kalo pake baju item ganteng, deh.”

Walaupun gue nggak begitu percaya omongan mantan, karena omongan dan janji manis mantan itu basi banget. Halah. At least, gue setiap pake kaos item jadi percaya diri kalo gue itu beneran ganteng. Bukan sok ganteng. Muahaha. Kalo kalian nggak terima, salahin noh mantan gue (Yoga jahat banget, mantan gak salah apa-apa disalahin).

Gue pun mulai membersihkan debu-debu yang ada di sepeda fixie putih. Yoi, gue berniat CFD dengan gowes, bukan jogging. Saat membuka pintu rumah, ternyata cuacanya agak mendung. Udara pagi itu membuat gue memilih balik lagi ke kamar untuk segera selimutan.

Well, gue emang balik lagi ke kamar, tapi untuk memakai sepatu. Saat berniat mengenakan sepatu, tiba-tiba hape gue berdering. Ada sebuah pesan masuk dari seorang teman yang mengajak gue hangout nanti siang.

“Gue mau CFD dulu tapi nih, paling sampe jam 10-an. Tapi kalo habis Zuhur insya Allah gue bisa asalkan nggak hujan,” balas gue di WA.

Setelah itu, dia malah curhat beberapa hal mengenai gebetannya. Gue malah tidak jadi memakai sepatu dan menjatuhkan diri ke kasur untuk menemaninya chatting.

***

Seperti biasa, gue masuk ke kawasan CFD dari Senayan di dekat FX Sudirman. Suasana CFD hari itu agak sepi dari biasanya. Mungkin hawa dingin dan cuaca mendung membuat banyak orang lebih memilih kasur daripada berolahraga.

Gue segera menuju ke bunderan HI dengan gowes santai. Sesampainya di HI, gue pun langsung cuci mata sepuasnya. Cewek-ceweknya banyak yang bening. Hoho. Gue hanya bermain-main di sekitaran situ. Lalu, ketika sedang menuju arah Jalan Sudirman untuk duduk di pinggiran jalannya, tiba-tiba pandangan gue teralihkan oleh seorang cewek yang wajahnya lucu-lucu menggemaskan. Gue menduga ia masih SMA.

Dia sedang duduk di pinggiran jalan sambil mendengarkan musik. Dia juga CFD menggunakan sepeda karena di sebelah terdapat fixie warna merah. Entah kenapa, gue mencoba mendekatinya. 

Gue bermaksud mengajak cewek ini berkenalan.

Namun, karena dasarnya gue udah lama banget nggak kenalan sama cewek secara langsung, gue malah ingin mengabaikannya. Anehnya, kata hati gue berbicara, “Kapan lagi lu bisa kenalan sama cewek cakep, Yog? Mumpung lagi sendirian tuh!”

Tanpa berpikir panjang, gue turun dari sepeda. Gue berjalan mendekati cewek ini sambil menuntun fixie. Kampretnya, saat sudah semakin dekat langkah gue menjadi semakin berat. Jantung gue berdebar lebih kencang dari biasanya. Gue grogi mampus. Gue pengin puter balik.

Tinggal sedikit lagi, kok. Kalo lu puter balik, berarti Yoga cemen!

Ini suara dalam kepala gue sialan juga.

Tak lama setelah itu, ternyata gue sudah duduk di dekatnya—hanya berjarak sekitar 1 meter. Dia tidak melihat gue yang duduk di sebelahnya. Setelah gue perhatikan, ternyata dia sedang memejamkan mata sambil mendengarkan musik.

Dia lucu banget.

Ya, kata itu yang bisa gue ucapkan dalam hati. Gue ingin sekali berkenalan, tapi lidah gue terasa kelu. Gue pun menghela napas panjang, lalu bilang, “Dengerin lagu apa, sih? Kok, sampe merem-merem gitu?”

Dia membuka matanya, menoleh ke gue dan bilang, “Desember. Lagunya Efek Rumah Kaca.”
“Oh, gue juga suka banget band itu,” respons gue jujur.

Dia tersenyum.

Gue menggeser pantat agar bisa duduk lebih dekat dengan dia. Dia masih menikmati lagunya.
“Yoga,” kata gue sambil mengulurkan tangan bermaksud kenalan.
Dia menoleh lagi. Tak lama setelah itu, menjabat tangan gue, “Rani.”

Gue pun langsung bertanya-tanya mengenai beberapa hal tentang dirinya.

“Sering CFD-an?”
“Kuliah di mana?”
“Ukurannya berapa? Lumayan gede juga.”

Sumpah, itu maksudnya ukuran sepatu. Bukan... ah, sudahlah.

Ternyata dia sering banget CFD-an. Dia ternyata juga sudah semester 3 di sebuah universitas swasta di Jakarta. Dan ternyata yang terakhir... ukurannya 38 B. Oalah, pantes lumayan gede. Eh, ini kita lagi ngomongin sepatu, ya. Bukan yang lain. Ukuran sepatu 38 mah kecil. Njir.

“Gowes lagi, yuk,”

Dia tidak menjawab, tetapi langsung menaiki sepedanya. Kami berdua muter-muter sekitaran HI, ke Monas, lalu berakhir di Senayan. Setelah 45 menitan kami gowes, kami pun istirahat lagi di pinggiran jalan.

Lalu, gue berniat untuk membelikannya sebotol air mineral. Namun, keuangan gue sedang kurang baik, sehingga gue hanya membeli satu. Gue meminumnya beberapa teguk. Gue ingin menawarinya, tetapi malu. Dia melihati gue yang minum dengan tatapan agak aneh.

“Bagi, dong,” ucap Rani pelan sambil mencolek gue.

Gue tersedak, kemudian terbatuk-batuk.

“Eh, sori-sori,” kata Rani minta maaf.

“Ah, lu mau?” tanya gue
Dia mengangguk. “Dompet gue ketinggalan soalnya, cuma bawa hape aja. Jadi nggak bisa beli deh.”
Gue pun segera memberikannya. Tanpa gengsi, Rani langsung meminumnya karena terlihat sangat kehausan.

“Udah gue bacain mantra pelet tuh,” kata gue bercanda.
Lalu, dia gantian tersedak dan terbatuk-batuk. Dia melototi gue.
Gue langsung tertawa lepas. “AHAHAHAHA. Bercanda-bercanda, kok.”

“Sialan lu!”

Gue cengegesan.

Rani kemudian mengeluarkan HP-nya, mencolokkan headset ke telinganya. Dia mendengarkan musik lagi. Gue nggak pengin dicuekin gitu aja, maka gue berkata, “Gue mau dengerin juga dong, Ran!”

Dia memberikan sebelah earphone-nya ke gue.

Saat gue mendengarkan, lagu yang dimainkan ialah Payung Teduh, Untuk Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan. Kami berdua bernyanyi bersama. Entah kenapa hari ini sedang indah-indahnya, Rani tiba-tiba senderan ke bahu gue. Gue merasa nyaman.

Lalu, di pertengahan lagu tiba-tiba musiknya berubah menjadi azan. Gue kaget. Mencium hal yang tidak beres di sini.

Gue melihat jam yang jarum panjangnya menunjukkan angka 2 dan jarum pendeknya di angka 9. Berarti masih pukul 9-an, tetapi kenapa bunyi azan?

Akhirnya, gue sadar. Kalau kejadian ini semua hanya mimpi.

Sialan!

Anehnya, gue masih bisa menikmati mimpi berdua bersama Rani. Oh, kebahagiaan itu tidak ingin gue akhiri dengan bangun tidur. Gue jadi inget film Inception, di mana kita tidak sadar kapan asalnya kita bermimpi. Karena tiba-tiba gue sudah CFD-an, padahal kalau diingat-ingat lagi, gue sepertinya ketiduran sehabis chatting.

Gue merangkul bahu Rani, kemudian memeluknya. Ya, untuk melanjutkan mimpi ini agar semakin indah. Namun, gue pun tersadar, seindah-indahnya mimpi masih lebih baik gue bangun dan menerima kenyataan. Gue segera bangun dan membuka mata.

Sudah pukul 12.00 rupanya. Kok gue tidur lama banget? Ini agak aneh, ya? Biasanya mah tidur hanya beberapa jam, tapi di mimpi bisa berhari-hari. Ini malah terbalik.

Ketika sudah benar-benar nyawa terkumpul, gue beranjak dari kasur untuk melihat keluar rumah. Dan gue baru sadar kalau dari tadi hujan deras. Makanya gue bisa tidur sangat pulas.

Gue pun mengecek handphone, terdapat pesan dari teman gue yang bilang tidak jadi hangout karena hujan.

Hari Minggu ini, berarti gue tidak ke mana-mana. Iya, hanya di rumah saja. Tidak ingin hari Minggu gue biasa-biasa saja, gue langsung merebus air untuk mandi air hangat.


Gue pun segera berendam air hangat di ember besar. Mencoba memanjakan diri di rumah. Menikmati waktu santai di hari Minggu. Gue memejamkan mata. Rileks sekali rasanya. Lalu, gue inget kenangan indah bersama Rani di mimpi tadi. Bahagia sekali meskipun cuma mimpi. Mungkin suatu hari, gue beneran bisa ngajak cewek kenalan saat CFD. Aamiin.

Setelah sudah cukup bahagia dengan mandi air hangat dan mengingat tentang mimpi itu, gue menyudahi kegiatan mandi. Gue segera berpakaian, salat Zuhur, kemudian membuka laptop dan menuliskan cerita ini.

Bagaimanapun keadaan hari Minggu ini, gue akan mencoba bersyukur dan menikmati hari Minggu. Nggak nyangka, ternyata malah jadi tulisan sepanjang ini.

Selamat weekend teman-teman. Minggu kalian bagaimana?

PS: Ditulis pada hari Minggu di akhir November bulan ini. Maaf baru kelar ngeditnya, makanya publish-nya sekarang. Ehehe.

Terima kasih.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

71 comments

  1. Aaaah, tokaaay. Gue kira beneran CFD :(

    Tadinya gue mau bilang, "gue juga tadi ke CFD loh. Nyari dana. Kok nggak ketemu lu, bang?" Eh, malah mimpi doang. Huuuuu...

    Btw, Rani itu mantan lu kan, bang? Masih dimimpiin aja hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahaha, maaf-maaf. Kapan-kapan kalo CFD kabarin gue aja. Nanti ketemuan. :D

      Bukan, Rani itu hanya nama-nama samaran yang biasa gue pake.

      Delete
  2. Apa-apaan. Padahal pengen ngomong kalo kenalannya berjalan mulus abis. Tapi cuma mimpi. Well yaa seenggaknya lo seneng kak. Hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, seneng amat ya padahal cuma mimpi. XD

      Delete
  3. Aih, sepeda fixie. Oke banget tuh untuk gowes. Gua dari dulu kepengen punya, belom sempet mulu untuk beli, masih setia pake MTB. Jadi, chatting sama temen lo emang berapa lama sampe ketiduran begitu? Hehe. Bunyi azan yang lo denger itu kemungkinan artinya lo bener-bener diingetin untuk bangun. Ngga apa-apa Yog, semoga di CFD berikutnya (harus direalisasikan), lo beneran bisa kenalan sama cewek :D

    "Bagaimana minggu kalian?" Well, hari minggu gua alhamdulillah menyenangkan, soalnya akhirnya bisa gowes bareng bokap, yang udah lama banget ga dilakuin (sebenernya terinspirasi dari tulisan lo "Catatan di Hari Minggu" hehe).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, asyik banget buat gue. :) Waduh, anak MTB nih yeee. :p

      Aamiin. Semoga bener-bener terjadi di kehidupan nyata. Halah!

      Gowes ke mana tuh, Bay?

      Delete
    2. Mantap lah ya sepeda fixie. Ah, gua bukan "the real anak MTB" kok hehe.

      Sip. Semoga terjadi lah di kehidupan nyata. Come on semangat :D

      Gowes ke daerah sekitaran rumah aja sih Yog, at least bisa dapet quality time bareng bokap hehe.

      Delete
    3. Itu yang utama, sih. Bisa quality time bersama bokap lu. :D

      Delete
  4. Bah, bangke. Kirain beneran kenalan sama cewek cantik. hahaha
    Tapi, nih ya. Gua juga mulai mengalami fenomena di mana gua gak berani untuk sekedar kenalan sama cewek. Tapi, kalau di mimpi sih berani. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik, gue menipu pembaca. :D
      Hahaha, sama aja berarti lu kayak gue, Man. :p

      Delete
  5. hahaaa... jangkrik kirain beneran ternyata hanya mimpi.

    ReplyDelete
  6. Shit! Aku udah seneng sendiri, udah baper, ternyata Rani itu orang beneran. Ternyata hanya sebatas mimpi... Tapi gila, serius, serasa nyata banget. Semoga ketemu "Rani" beneran. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyek, berarti karakter dalam mimpi gue serasa nyata, ya? :D

      Aamiin.

      Delete
  7. duh kayak pelem pelem jaman dulu, plottwistnya mimpi gitu

    lu masih sempet niat buat CFD-an ya, gue sih bangun dari tempat tidur dengan cuaca kayak gini aja berat banget. Kaki tangan kayak dirante

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Tapi gue juga nggak nyangka itu mimpi. Mana udah seneng banget. Siaaaalll.

      Kalo nggak dipaksain untuk olahraga mah takutnya kebiasaan, Jeh. :))

      Delete
  8. ah sudah kuduga ini hanya mimpi.
    Btw, itu cewek bening, cewek apa akuarium ikan cupang?

    ReplyDelete
  9. ooow mengingat kenangan rani di mimpi... kirain udah bersama rani di bak mandi :D

    ReplyDelete
  10. TERNYATA CUMA MIMPI

    Jangan kebanyakan mimpi dong, buktiin kalau kamu bisa kenalan ama cewek di CFD atau dimana aja dan hadirnya bumbu-bumbu cinta ahayyyy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaaayy. Tunggu cerita aslinya ya, Wid. :p

      Delete
  11. Penonton kecewa bung..

    Ternyata cuma mimpi, tapi gakpapa lah kan semua berawal dari mimpi. Siapa tau habis mimpi ketemu Rani besoknya mimpi yang lain lagi kek mimpi ba... sah habis hujan-hujanan bareng Rani gitu.

    Yah semoga mimpinya jadi nyata deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kamu mesum ya, Ki! Ketularan siapa, sih? :D

      Aamiin.

      Delete
  12. Gue kira beneran sama Rani. Itu cewek cool abiszzzz. Eh, mimpi pemirsa.

    Sama euy, Mingguan di kostan mulu. Tapi sempet ada tamu, temennya temen yang kebetulan habis pulang dari Bandung, sempet mampir buat regangin otot setelah menempuh perjalanan via Kereta Api.

    Ada ngobrolnya dikitlah, biar enggak ngejedog nontonin drama korea, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik ada tamu. :D

      Drama korea apa menariknya, sih? Asli masih belum suka gue. :/

      Delete
  13. Semoga mimpinya bisa ketemu ya mas.

    Jangan banyak melamun ya bisa kemasukan nanti.

    Beraniin diri mas biar jadi nyata kalau mimpi-mimpi terus kan, ga enak. Jadi cinta dalam khayalan.

    ReplyDelete
  14. Samaan Yog, Gue juga kebanyakan pakian warna'a hitam
    biar kesan'a lebih cool & kalem :D

    Wkwkwk ternyata cuma mimpi Yog :v

    Ekh jangan bilang lo sambil berendam, trus ngebayain Rani sambil ... Ah sudahlah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoih. Berarti Yoga cool dan calm.

      Sambil apa? Sambil boker? Iya.

      Delete
  15. Tapi emang sih yog,, kalau diliat - liat kamu emang ganteng,,, mantan kamu gak salah,,,, (duh entar dikira maho) wkwkakakak..
    kalau olahraga biasa saya sambil cuci mata,, terus caper2 dikit pas lari depan cewek *malah curhat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Astagfirullah. Dibilang ganteng cowok kok serem. :(
      Emang biasanya gitu. :D

      Delete
  16. Ini perasaan gue doang apa emang tiap nyeritain soal, cewek baik nyata ataupun fiksi, lu selalu make nama "Rani"(?)
    Hmm~
    Awalnya gue fikir emang beneran kejadian, tapi makin kesini jadi ragu. Seorang Yoga yang pemalu agak diragukan sih soal ngajak-ngajakin cewek kenalan :v Bhahahahk.
    Yah, semoga suatu saat bisa beneran ngalamin kayak gitu ya. Sekalian ditaarufin kalau perlu :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Deva: Itu nama favorit gue. Udah melekat banget nama itu. Hahaha.
      Deva jangan sotoy deh! Yoga yang dulu bukanlah yang sekarang. Sekarang gue udah nggak pemalu, tapi malu-maluin. XD
      Aamiin. Wodoh, taaruf? Oiya, kan projomblo. :))

      Renggo: Bgst!
      Wulan: Neng
      Rima: Mbak

      Delete
  17. gue langsung bingugn.. tadi katanya balasan chat sama teman di kasur, eh tau2 sudah di jalan mau CFD. ketemu cantik lagi . terus mau aja sandaran sama bang yoga (yg belum mandi) haha

    eh tau2 mimpi. hebbat deh postingan ini. bikin yg baca penasaran terus kaget juga hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu teknik. Langsung loncat adegan atau alurnya biar penasaran.

      Terima kasih Febrian. Hahaha.

      Delete
  18. Mimpinya jomblo gitu ya.. bisa sampe bikin behagia.
    Eh, udah gak jaman ya bully jomblo? Duh, dasar bukan jomblo, nih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung mimpinya, kalo mimpi buruk kayaknya nggak bahagia. :p
      Udah basi ah bully jomlo. :D

      Delete
  19. Jaaah gue kira awalnya beneran. Agak ragu juga sih, yakali seorang Yoga mau ngajak cewek kenalan langsung. HAHAHAAA

    Sedih amat cuma mimpi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woyyy gue berani tauk!

      Buat gue seneng-seneng aja, kok. :))

      Delete
  20. HAHAHAA Bangke! aku pikir ini cerita sungguhan yog, ah ternyata cuma mimpi hahaha tapi baguslah, mimpi itu kadang sebuah pertanda, semoga mimpimu pertanda bagus yog. Bentar lagi mungkin akan kenalan sama cewek bernama rani juga...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeeeaayyy ketipu. :p
      Aamiin. Semoga emang pertanda baik ya, Fan. :))

      Delete
  21. Idiiiiiiih yogaaaaa(‘▽′)Ψ
    Gue pikir lu bakal dapet gebetan baru!!
    Ternyata cuma mimpi o(><;)o

    Yaaah semoga aja, lu bakal ketemu rani . . . Rani lain didunia nyata yes!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, cerita gue kayak asli, ya? :p

      Aamiin. Thanks, Vir!

      Delete
  22. Udah mulai janggal, sih, di bagian nemenin chattingan itu. Ahhaaaa. Kirain beneraaaan. :))
    boleh juga twist-nya~

    ReplyDelete
  23. Jomblo mah emang kerjaannya mimpi mulu. Huuuuh

    ReplyDelete
  24. Boleh juga mimpinya, Yog. Ada manis-manisnya gitu. Untung bukan mimpi digebukin orang ya. Kan nggak enak. Pas mandi air hangat, badan terasa perih :(

    Si Rani selucu apa di mimpi kamu, Yog? Selucu Olsen? Atau Ellen Page? Atau Eli Sugigi? Huahahaha aaaaakk ampuuuuuuuuuuuuun. *kabur pake buraq*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak iklan Minerale dong?
      Tapi pernah gue, mimpi digebukin orang bener-bener terasa pas bangun. Sakit semua. :')

      Selucu Isyana kawe. :p

      Delete
  25. Jangan bangunkan yoga dari mimpi indahnya Ya Allah..!

    jadi ceritanya olahraganya di tempat tidur doank.

    ReplyDelete
  26. jadi.. semua ini hanya mimpi...
    emang sedikit nggak enak kalau mimpi indah2 colk-colokan hedset tiba-tiba kebangun. gue kira awalnya lo beneran cfd sendirian... dalam hati gue berbisik... ini orang jones juga yak.. eh ternyata.. cfd nya bukan di bundaran hi, tapi di bundaran mimpi. hiks

    ReplyDelete
  27. Udah ku duga.!!

    Ah sudahlah wkwkwkwk

    ReplyDelete
  28. Taik... gue kirain beneran :v
    selamatlah rani dari manusia zalim amcam yoga. syukur deh...

    wkwkw...

    ReplyDelete
  29. Gue pikir doi lagi dengerin EDM. Ah sial kan nggak jadi kesana mikirnya. Haha...

    Widih, itu 38 seriusan ukurannya? Imut amat dah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Terkecoh. :p

      Buat komedi aja, sih. :))

      Delete
  30. Yaelah Yog...Yog... efek kelamaan jomblo nih kayaknya :D.. kirain td beneran CFD dan ngajak kenalan ce ;p Dan sempet mikir beneran naik sepeda dari rumahmu ke sudirman?? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga nggak nyangka itu mimpi. Padahal udah seneng. :(
      Kalo naek sepeda dari rumah ke Sudirman mah sering, Mbak. :D

      Delete
  31. Sekalinya mau CFD, mendung. Entah memang kebetulan atau memang... ah lupakan.

    Pas baca sampe kakak ngajak si Rani gowes, aku mikirnya 'wah hoki amat nih gampang gitu ngajak kenalan cewek, kayak di ftv' *korbanftv* Dan masih muji begitu sampai adegan berbagi minuman.

    Akhirnya sampe dengerin lagu sama-sama, hati kecilku menyangkal 'GAK MUNGKIN!!' dengan keras dan ternyata.... tadaaaa cuma mimpi. HAHA ya mana mungkin lah ka Yoga sehoki itu. Impossible ._.

    Tapi semoga nanti bener-bener segampang itu deh ngajak kenalan cewek. Kasian soalnya kayanya karena saking ngenesnya sampe kebawa mimpi ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. :D
      Tapi mimpinya emang gitu, sih. Iya ya, nggak mungkin gue sehoki itu di realita. :(

      Huhuhu. Padahal gue nggak merasa ngenes. :(

      Delete
  32. 'Inisial rani lagi' sebenere itu nama fiktif bukan dih yog, gw juga duka payung teduh.
    Lagunya ngingetin dejavu tentang sesuatu gitu dah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, itu fiktif, Mbak. Sudah dijawab di tulisan baru, ya. :D
      Ehehe. Emang asyik lagunya. :)

      Delete
  33. mimpi sampe segitu lengkapnya broo hahaha

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.