Terus Kenapa Kalo Jomblo?

105 comments
“Terus kenapa kalo jomblo?”



Bentar, sebenernya yang bener itu jomblo apa jomlo, ya?

Kita dari dulu terbiasa dengan kata jomblo dengan huruf “B”. Namun, beberapa penerbit mulai menggunakan ‘jomlo’ tanpa “B” agar sesuai KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).  Ah, apa pun itu... yang penting minumnya es teh manis warkop (karena lebih murah dan kalo teh botol sosro takut disangka iklan).

Iya, emang nggak nyambung. Bodo amat lah. Huwahaha. Btw, sekarang gue tulisnya ‘jomlo’ aja, yak.

Lanjut.

Itu adalah pertanyaan temen gue, Agus, beberapa tahun yang lalu saat gue menanyakan “Nggak pengin punya pacar? Kenapa jomlo terus?” Dan dia malah menjawab seperti itu dengan pertanyaan lagi.

Gue langsung flashback ke masa tersebut.


***

Waktu itu gue masih kelas 11. Di saat jam kosong—tidak ada guru—gue sedang asyik SMS-an sama pacar gue, Rani. Sedangkan si Agus hanya bermain game Tower Block di hape Nokia miliknya. Gue mulai menanyakan soal asmara kepadanya. Ya, habisnya gue takut kalau Agus—temen sebangku gue selama 2 tahun—ini homo karena tidak pernah membicarakan wanita.

Gue masih ingat betul saat diri gue ini bilang, “Gapapa, sih, jomlo. Tapi kalo punya pacar, kan, nanti nambah semangat dalam belajar. Bisa jadi motivasi gitu.”

“Itu karena lu niat pacarannya ke hal yang positif. Coba orang lain, pasti ada yang niatnya buruk,” kata Agus. “Lagian lu baru 2 bulan pacaran. Maklum, masih manis-manisnya. Nanti kalo udah 4 bulan lebih lu juga tau sendiri,” lanjutnya.

Gue tidak mengacuhkan perkataannya. Well, gue memang lagi bahagia banget menjalani pacaran. Kemudian, gue masih mencari tahu mengapa si Agus ini tak kunjung punya pacar. Setelah menemukan beberapa informasi yang cukup, gue menyimpulkan kalau si Agus tipe orang yang minderan. Soalnya dia pernah bilang ke gue, “Lu mah enak, Yog. Pinter, cakep, udah gitu pede orangnya. Dapet cewek nggak susah. Kalo gue mah bukan apa-apa. Gue masih pengin perbaikin diri dulu.”

Alhamdulillah Agus nggak homo. Dia cuma kurang percaya diri dan pengin sendiri aja. Jadi gue nggak perlu pindah tempat duduk.

Gue nggak tau kenapa Agus bisa bilang demikian. Padahal sebenernya mah dulu gue juga pemalu dan minderan. Rani-lah yang awalnya mendekati gue duluan. Lebih tepatnya, dia memang yang naksir sama gue. Makanya gue bisa pacaran. Sejujurnya, gue sangat bahagia bisa pacaran dengan Rani, ya siapa yang tidak senang saat punya pacar yang berkulit putih, cantik, pintar, baik, perhatian, suaranya lemah lembut, dan dadanya lumayan besar.

Umm, kayaknya yang terakhir ngaco deh. Sorry, ya.

Namun, setelah 4 bulan lebih, semua hal yang tadinya terlihat baik di mata gue, kemudian menjadi mimpi buruk. Ternyata semua sifat dan karakter Rani yang asli baru muncul. Dia sangat egois, banyak gengsi, matre (secara gue masih anak sekolah), terlalu cemburuan, dan terlalu nafsuan.

Umm, kayaknya yang terakhir ngaco lagi deh. Sekali lagi, sorry banget, ya.

Di usia hubungan yang ke 6 bulan, kami sempat break. Gue udah nggak kuat sama drama-drama tokhay yang dibuatnya. Nggak langsung bales SMS, dia menuduh gue SMS-an sama cewek lain. Astagfirullah. Padahal gue SMS Nyokap. Cewek lain, sih... tapi gak nyokap gue juga!

Apa yang Agus pernah bilang saat itu benar adanya. Kalau sudah 4 bulan lebih mulai banyak konflik.
Kami berdua sepakat tidak saling menghubungi dalam seminggu untuk introspeksi diri masing-masing. Namun, baru 2 hari tidak ada kabar, si Rani menelepon gue dan menangis-nangis minta balikan. Gue sebenernya biasa saja tanpa kehadirannya. Tapi entah kenapa, gue nggak tega dan mengiyakan ajakannya untuk balikan.

***

Hubungan kami mulai membaik. Gue sedikit-sedikit juga sudah bisa menerima segala kekurangannya, terutama sifat over protektifnya. Semua mantan dan cewek yang sempat deket sama gue di-block. Iya, gue dulu sempet alay dan tuker-tukeran password Pesbuk. Tertawalah kalian! HAHAHA.

Saat 10 bulan lebih berhubungan dan hampir mendekati setahun, segala masalah datang bertubi-tubi dan keraguan itu mulai muncul. Rasa sayang gue ke dia pun semakin berkurang. Gue pacaran, tapi tidak bahagia.

Setelah hubungan setahunan lebih, kami lulus dari SMK. Kemudian status pelajar kami itu juga berubah menjadi karyawan. Tapi, dunia kerja itu ternyata malah membuat hubungan kami semakin tidak jelas. Jarang berkabar. Komunikasi hanya SMS singkat-singkat, tak pernah lagi teleponan. Gue mulai suka sama cewek lain, tetapi hanya sebatas suka. Dia juga sepertinya melakukan hal yang sama. Tapi sayangnya... dia kelewat batas.

Iya, dia malah selingkuh dengan teman kantornya.

Belakangan gue ketahui, cowok itu supervisor di kantornya yang berumur 25 tahun. Gilaaa. Kala itu gue dan si Pacar masih berusia 17 atau 18 tahun. Perbedaan umur yang cukup jauh. Itu pertama kali gue merasakan sakitnya dikhianati. Hati gue pecah belah. Gue stres. Kerjaan gue di kantor kacau. Gue terpuruk.

Lalu sebulan setelah dia selingkuh, dia kembali ke gue dan mengemis-ngemis minta maaf. Sejujurnya gue memang masih sayang, tapi pengkhianatannya itu tak akan pernah gue lupakan sampai kapan pun. Bodohnya, gue masih memberikan maaf dan menerimanya kembali. Singkat kata, kami balikan. Namun, semua terasa hambar. Tidak ada lagi manis-manisnya. Kami berdua terpaksa menjalani hubungan karena sama-sama takut untuk sendiri lagi.

Dua bulan setelah itu, dia malah mengulangi kesalahannya; selingkuh lagi. Dia tidak merasa bersalah, dia pamerkan foto bersama selingkuhannya di DP (display picture atau foto BBM), intinya dia sangat menikmati masa-masa indah dengan selingkuhannya.

Gue langsung mati rasa.

Gue berniat bunuh diri dengan mengendarai motor dengan kecepatan 80-100 km/h. Gue hampir saja tabrakan dengan truk besar. Alhamdulillah, Allah memberikan gue hidayah. Gue tersadar dan banting setir. Bahwa, hidup bukan hanya untuk pacaran. Masih banyak hal yang bisa gue lakukan. Jangan frustrasi karena putus cinta.

Hubungan gue pun berakhir di 1,5 tahun. Gue hanya bisa mendoakan semoga rasa sakit hati gue ini bisa mereka (mantan pacar dan selingkuhannya) rasakan juga. Tak lama setelah itu, Rani ditinggal oleh selingkuhannya yang ternyata sudah punya kekasih. Lalu, selingkuhannya si Rani juga mendapatkan balasan yang lebih parah: hubungan mereka tidak direstui dan kekasihnya dijodohkan oleh pria lain.

Karma does exist.

Gue tersenyum bahagia dan telah mengikhlaskan Rani. Berjanji untuk tidak akan memberikan dia kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan yang dulunya sempat terjalin indah. Setelah putus sama Rani, gue jomlo setahun lebih untuk memulihkan hati gue. Setelah sembuh, barulah gue berani untuk membuka hati.

Namun, berulang kali pacaran, semuanya gagal. Gue sudah dekat dengan keluarganya si pacar, ah, pokoknya orangtuanya juga merestui, eh tetap saja kandas. Gue juga sempat LDR, itu malah lebih gagal. Setelah itu, gue tidak pengin pacaran lagi. Gue sudah cukup dewasa untuk memahami kalau pacaran memang lebih banyak negatifnya dan bisa mendekati maksiat.

Gue mulai fokus menulis dan ngeblog, gue mulai menyukai fotografi, gue juga mempelajari desain. Ah, pokoknya pas jomlo gue jadi lebih produktif berkarya. Ternyata jomlo itu nggak selamanya menyedihkan.

Gue bosen sama pasangan yang suka menghina atau bully jomlo. Norak! Udah nggak zaman weeyyy. Gue buktikan ke kalian wahai orang-orang yang pacaran (terutama yang suka ngeledek jomlo), kalau jomlo itu tidak selamanya buruk.

Gue jomlo masih bisa bahagia. Gue bisa berkarya meskipun tanpa semangat dari seorang pacar. Oiya, ngomong-ngomong katanya baru-baru ini ada website projomblo.com. Nah, web ini pro banget terhadap jomlo. Jadi, kalian tidak perlu takut mendapatkan hujatan lagi. Karena para jomlo sudah ada wadahnya.

Kalian juga bisa intip Instagram-nya DI SINI.

Menjadi seorang jomlo juga banyak manfaatnya, gue pernah baca di artikel “20Manfaat Jomblo yang Menunjukan Bahagia Itu Gak Harus dengan Pacaran

Di antaranya:  jomlo punya banyak waktu ‘me time’; jomlo lebih hemat; jomlo tidak akan diselingkuhin; dan yang penting jomblo terhindar dari maksiat.

Yang penasaran, langsung mampir, gih.

Kembali ke pertanyaan “Terus Kenapa Kalo Jomlo?”

Jawabannya: kalian harus main ke www(dot)projomblo(dot)com.

Hidup jomlo!

PS: Tidak semua hubungan pacaran itu buruk, mungkin masih banyak pasangan bahagia yang pacarannya sehat dan positif. Pacaran sehat itu yang suka minum bareng pacar tiap hari bukan, sih?

Hm... ini hanya tulisan dari sudut pandang gue untuk mendukung pergerakan jomlo. Jika ada yang merasa tersinggung. Gue mohon maaf.

Pesan moral: Jika tujuanmu pacaran itu cenderung ke hal yang negatif, atau hubungan pacaranmu lebih banyak galaunya, lebih baik jomlo aja dan memilih berbahagia.

Pesan moral lagi: Semakin kita mengekang ataupun dikekang oleh pasangan, itu bukanlah jadi lebih saling mencintai, tetapi malah berkurangnya kepercayaan dan semakin memudarkan rasa sayang.

Pesan moral sekali lagi: Jika if adalah is, mengapa why tidak pernah never? Terkadang sometimes lebih baik better.


Terima kasih.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

105 comments

  1. Satu lagi bukti kalo balikan itu kayak baca buku dua kali; endingnya sama.
    Emang pacaran positif yang kayak gimana, sih? Kayaknya malah jadi repot kalo beneran positif. Ribet ngurusin gedung, nyebar undangan, atau.. nyari dokter aborsi. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti kalo udah putus... ya udah. :))
      WEEEYYYY BUKAN POSITIF HAMIL!

      Delete
    2. Positif menuju jenjang pernikahan, Mas. Tapi nggak mesti hamil duluan, kan. :))

      Delete
  2. Kenapa nasib u sama kaya temen w yaaa yog
    ngenes banget deh kalau w bacanya,,
    tapi pasti u dapet yang terbaik deh yog

    ReplyDelete
  3. Setuju. Setuju kalo jomlo gak semenyedihkan itu. Jomlo juga bisa bahagia. :))

    ReplyDelete
  4. Gue. Setuju. Banget. Hahaha jomlo = produktif besar-besaran. Tapi jomlonya jangan sampe keterusan sampe umur 30 juga ya Yog. :D

    Btw gue kok kurang nyampe sama kalimat terakhir ya Yog. -___-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya jangan sampe umur 30, lah. Kelamaan jomlo kasihan anunya. :(
      Kira-kira umur 24-26 lah. Aamiin. #YogaJugaPenginNikah

      Coba baca baik-baik lagi, Rih.

      Delete
  5. Huahahahahaha. Yoga lemah banget. Gara-gara cinta aja jadi bunuh diri dengan ngebut di jalan. Kalau aku, gak pernah ada niatan kayak gitu. Pernahnya ada niatan mau bunuh diri pake cutter. :(

    Iya sih, kadang kita tetap mau ngejalanin hubungan dengan orang yang salah cuma karena takut sendiri lagi. Tapi buat apa, seolah-olah kalau gak punya pacar dan jadi sendiri itu bakal jadi pertanda kiamat kubra. Padahal kan enggak.

    Break? Kamu pernah ngerasain break? Gimana rasanya, Yog? Aku suka bingung sama orang yang ngajuin break. Itu kayak putus yang tanggung. Putus yang entah mau di-cancel atau di-pending.

    Hahahaha. Pesan moral yang terakhir ngena sampe ke ulu hati. Btw, promosi yang bagus, Yog. Dan semangat terus ya jadi jomblo yang berkarya! :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake cutter mah kayak di pelem-pelem. :p
      Kebut-kebutan dong biar gaawwllll. Halah.

      Nah! Masih banyak orang yang takut buat sendiri lagi. Alhasil terjebak oleh suatu hubungan yang tidak membuatnya bahagia.
      Pernah. Rasanya ya gitu, ada yang berubah. Berubah di sini ada 2 hal. Jika berubah untuk introspeksi dan memperbaiki hubungan itu bagus, tapi ada juga yang berubah karena perasaannya ragu dan pengin mutusin cuma gak tega. Mendingan break, lalu perlahan menghilang. :))

      Okaaayy. Makasih, Cha. :D

      Delete
  6. wah klu ditelisik udah kayak trauma ya yog :)
    Btw, sayang banget yah udah 1,5 tahun ngejalanin hubungan pts nyambung tpi bknnya better tapi malah kandas.
    Semangaat! terus berkarya walau jomblo. kan lebih banyak karya yang dihasilkan makin banyak org yg tertarik khususnya perempuan, yakin deh perempuan mana sih yg ngak kepincut sama org kreatif :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak trauma, kok. Cuma belajar untuk hati-hati saat jatuh hati. Eak. :))
      Uh, banyak perempuan yang kepincut? Tapi gue berkarya karena ingin, bukan biar dibilang keren. Apalagi buat digandrungi lawan jenis. Hoho.

      Delete
  7. entah kenapa setelah beberapa bulan ngejomlo, gue malah agak susah buat nyamain jadwal pas lagi pdkt lagi..
    kayak enggak ada kesempatan buat jalan, karena jadwal yang udah padet banget (sehubungan dengan proses move itu sendiri, eh...
    ah padahal baru beberapa bulan
    gimana kalo sampai tahun cobak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi ada yang berubah, ya?
      Gue paling lama setahunan, sih. Hahaha. Tapi kayaknya nanti bisa lebih lama. :D

      Delete
  8. Kalo gue nonton stand up comedy secara live dan penampilan komika sangat kill, gue bisa tepuk tangan sekeras-kerasnya. Itu yang mau gue lakukan setelah baca ini. HIDUP JOMBLO! eh, tanpa "B" ya. HIDUP JOMLO!

    Kayaknya nulisnya bener-bener emosi. Dalem dan penuh makna. Huuu, jadi nggak kepengen punya pacar. Biar terus-terusan jomlo aja. Ehehehe.
    Banyak hal yang gue setujui dengan kejomloan. Misalnya "me time". Enak, nggak ada yang ngatur2.

    Btw, quote yang terakhir pernah gue dapat dari mantan yang terakhir. Duh, jadi flashback :')

    Yang terakhir, gue bener2 kangen main Tower Block. Huuu, jadi inget hape lama. Flashback lagi :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya, Rob. Hehehe. :))
      Menulis dengan hati itu mah selalu. Tapi pengin punya istri, kan? :p

      Duh, ini anak malah flashback terus. Hahahaa.

      Delete
  9. nggak apa-apa juga sih, cuman kalau kelamaan jomblo sabun mandi jadi boros

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sumpah, nggak ada hubungannya sama tulisan. :)))))))

      Delete
  10. Bener banget, karena gak selamanya jomlo itu menyedihkan :D

    ReplyDelete
  11. Si Rani agak menyebalkan juga ya. Dan itu kisah yang sedikit menyedihkan. Well yaa yang lalu biarlah berlalu ya.
    Sekarang jomblo lo lebih bahagia dan produktif. Mantap.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Tapi berkat dia, gue belajar banyak. Iya, Riz. Yang udah, ya udahlah. :)
      Yosh.

      Delete
  12. "Iya, gue dulu sempet alay dan tuker-tukeran password Pesbuk. Tertawalah kalian! HAHAHA"

    AKU KETAWA YOGAAAA HAHAHAHAHA MAAPIN ABISAN LUCUK :)))))

    Pengen komen panjang tentang hubungan atau tentang jomlo. Tapi... tapi susah ngetiknya #fasyagalau hahaha gak deng. Ya pokonya, jomlo atau tidak, keduanya memang harus dinikmati dan dijalani dengan baik. Itu aja sih. Selamat menjomlo buat kita semua wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Nggak apa-apa, Kak. Gue juga menertawai masa itu, kok. :D
      Kenapa susah ngetiknya? Keyboard rusak? :p

      Apa pun statusnya, minumnya tetap es teh manis warkop!

      Delete
  13. HAHAHAA ALAY. SEMPAT TUKERAN PASSWORD PESBUK :'D
    Parah lu Yog, sempat ada niatan bundir cuma karena cewek. -_-

    Eh tapi lu bisa gitu ya, maafin orang trus ngasih kesempatan lagi. Padahl udah nyakitin. Gue nggak bisa :(
    Break itu gimana sih? Hubungannya gantung gitu ya? Nggak ada kejelasan?

    Iyak bener. Jadilah jomblo yang produktif. :))
    Hidup jomblo. Yeay!

    Itu pesan moral yang terakhir memang kampred. Udah serius gue bacanya. Hahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua orang pernah bodoh karena cinta. Baik menjadi alay ataupun punya niat bunuh diri. :))

      Break sebenernya putus sementara gitu, lebih tepatnya nggak ada komunikasi untuk introspeksi. Namun, makin ke sini, break makin nggak jelas. :D

      Hehehe.

      Delete
  14. Aku juga pernah jomblo tapi nggak selama yang kamu jalani selama jomblo, emang ada sisi positifnya juga jadi jomblo jauh dari maksiat dan lebih bebas tentunya nggak ada yang ngatur ini itu, nggak ada yang cemburu ini itu, nggak ada yang posesif ini itu. Tapi sekarang pacaran juga bahagia juga alhamdulillah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya, Wid. Yang utama, sih, bahagia dalam menjalani hidup. Apa pun statusnya. :)

      Delete
  15. yog keknya kalo lu berhasil bikin buku, nama agus patut ada di kolom terima kasih deh hahah...dia kerap muncul di postingan lu ya..

    kayaknya ada nada nada combong ni pas bagian rani naksir gue duluan ekekkekek

    yog, lidah gue masih gatel gga nyelipin B pas baca jomlo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Itu nama samaran yang udah nempel di blog ini. Jadi konsisten pake nama Agus. :D
      Wakakak. Itu jujur, kok. Enggak sombong. :p

      Kalo gatel garuk aja!

      Delete
  16. Ya Allah game tower block. gua cemen banget kalo main game itu. :')

    ReplyDelete
  17. Pesan moralnya >.<! Pacaran atau jomblo itu pilihan, selama nggak merugikan orang lain mah sah-sah aja :D



    www.gartnerlighting.com

    ReplyDelete
  18. Kebiasaan nih, Yoga. Nampilin mecum. Hehe

    Emang menurut KBBI sih 'jomlo' tulisannya.

    Eits. itu promo yak?

    Pesan moralnya pernah di tulis di twitter kan? Kenapa nggak dikutip dari penulisnya? Fix! Yoga memplagiat dari akunnya sendiri.. :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedikit doang. :p
      Bukan promo, tapi #BantuTemen :D

      Hmm, ya nggak perlu kalo itu lah. -__-

      Delete
  19. Pesan moralnya adalah, game tower block butuh fokus dan ketenangan yang lebih. Itu aja...
    Ngomong-ngomong, game tower block itu penghuni hotelnya pada datang darimana yaa?

    Hmmm....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Iya, kudu fokus. :)
      Auk tuh, masa tiba-tiba dateng naik parasut. :(

      Delete
  20. Dada cukup besar, egois, napsuan
    Boleh juga tuh Yog si Rani Nyahaha :D

    HAHAHAHA
    saya Yog, bukan cuma tukeran pasw fb tapi juga tukeran HP -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget, Chis. :p
      Serius tukeran hape? Ckck. Keterlaluan sekali! DASAR LU NORAK. Kok sama, sih? Gue juga pernah.

      Delete
    2. Sma aja lo juga Norak Yog :p
      pasti selain tukeran HP lu juga tukeran *sensor* yah Yog Nyahaha :D

      Delete
  21. Wiih... sakit hati banget kayaknya tuh.. sampai mau bunuh diri segala.. ckckk..

    Banyak orang di dunia ini, kalo mau pacaran mah, ngapain juga musti balikkan? Cuma kasih kesempatan untuk ngulangi kesalahan yang sama..

    Pacaran juga bukan berarti bahagia, setuju!
    Jomblo malah lebih banyak waktu produktif.. yeey..

    Iklan yang gak berasa iklan.. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Diselingkuhin dua kali itu hancur-sehancur-hancurnya. :(
      Iya, udah belajar dari kesalahan, kok. :D

      Meskipun ada iklan, konten tetap yang utama.

      Delete
  22. Busyet, dah, itu si Rani doyan banget selingkuh. Passion kali, yak.
    Beruntunglah lo ngga ditakdirin ama dia. Kalo masih, mungkin sekarang isi blog lo jadi curhat pengen bunuh diri semua, Yog. Kasihan gue :((
    HIDUP JOMLO~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjir, passion selingkuh emang ada? :/
      Alhamdulillah ya, takdir menuntunku ke jalan yang benar. :))

      Delete
  23. Pesan moral tiga: Kalo selingkuh jangan pasang dp.

    Pesan moral empat: Kalo diselingkuhin jadilah klien Katakan Putus Trans. Sekian.

    ReplyDelete
  24. Yeaaay! Hidup JOMBLO!! Hidup JOMLO! Hidup JOMO! Hidup JOM! Hidup JO!!
    Btw, itu komen macem apa sih?? Kyaknya barusan gue salah minum obat nih kak. Hahaha.

    Betul itu, pacaran tkutnya mnjurus ke maksiat ya, mending nanti aja pacarannya kalo udh nikah, pacaran sm suami lgsg gtu, udh halal. Huehee.
    Yiahahaa, biarin deh tuh, udh selingkuh tnpa merasa berdosa, eh akhirnya diselingkuhin lagi sm pacarnya. Mantep bener! Mangenak! Rasakan itu! WAHAHA. Lah, ini yg diselingkuhin siapa, yg dendam siapa yak._.

    Dan sbgai jomblo, saya turut merasakan rasanya bahagia sbg jomblo selama (itung dulu) 3thnan kayaknya. Hueheheheeeeeh. Bodoamat. Yg penting jomblo itu lebih bahagia, lebih free, gak ush takut patah hati. Ahaay,

    Oke, aku rasa cukup sgtu aja komennya. Pesan moralnya banyak jg ya? Tp yg terakhir itu... Hmm.. Pas baca itu rasa-rasanya jd pgn nyobain es teh manis jus baigon deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu kebanyakan minum gastrul, ya? Hahaha. Kok lu ikutan kesel, Lu?
      Iya, harus banyak. Pesan moral itu penting. Gimana es teh manis jus baigonnya? Enak?

      Delete
  25. Sebenarnya kisah percintaan anak muda jaman sekarang kebanyakan sama, pacaran sebentar, teruss putus, terus jomblo lamaaaaaaaa

    Projomblo sih tapi gak pengin selamanya jomblo terus. lelah Yog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, kalo elu kudu buru-buru nikah, Zis. :p

      Delete
  26. YOGA OON.
    Udah tau hambar tapi masih mau nerusin sama rani.

    Oke fix. Postingan ini terselubung promo projomblo.com :D

    ReplyDelete
  27. wakakakak.. postingan terselubung, masyog. Tapi.. gapapalah...
    Baca postingan tentang jomblo, rasanya gue bangeeeeet.. bayangin 17 taun jomblo nan unyyuu.. :D.
    emang jadi jomblo itu lebih produktif. eaa..
    GWS mas yog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serius 17 tahun jomlo? Kasihan betul kamu.
      GWS apaan nih? Buat hatinya? :/

      Delete
  28. alhamdulillah dapet hidayah gak jadi bunuh diri, coba kalo kejadian tulisan ini gak ada.

    orang gak tau kalo kisah asmaramu pernah ngenes. heehehee.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga, ya. Tulisan ini nggak ada. Blog ini juga nggak ada. :(

      Delete
  29. Njrit... selingkuh dua kali?
    Sabar ya yog!

    Hidup jomblo!
    *gue pake b aja, udah terbiasa hoho*

    ReplyDelete
  30. Itu Agus jujur banget ya, bilang lu udah kece, pinter, percaya diri dll. Apa jangan-jangan dia itu...........

    Jadi bang Yoga jomlo, terus tulisan yang kemarin nyeritain jalan bareng pacarnya itu palsu atau fiksi semata?
    Btw itu ceritanya kayaknya cocok buat FTV yang ditayangin di Indo**ar pas siang-siang, isinya tentang karma dan azab gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia itu temen baik gue. Huwehehe.
      Jalan bareng pacar itu beneran. Pengalaman, kan, nggak selalu masa sekarang. :D
      Ini juga tulisan, kan, cerita tentang 3-4 tahun yang lalu, Riz. :))

      Delete
  31. Emang enak siih jomlo. Lebih banyak me time. Jauh dri maksiat.Yg nyesek itu mantan kita dah ada yg bru, lah kita m msh jomlo. Mana msh syg lagi.
    Sileeet mana silet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga cepet move on! Sabar Mbak If. :)

      Delete
    2. setuju baget sya ma mbak ifrilla

      Delete
  32. ahay... mantan. flashbacknya jauh jug ake kelas 11 yak..
    putus memang jalan terbaik... daripada pacaran, tapi nggak bahagia. cih..
    bener tuh artikel yang lu baca. yang namanya jomblo / jomlo nggak bisa diselingkuhin. namanya juga jomlo... siapa yang mau selingkuhin???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyanih, hampir 5 tahun yang lalu. :)
      Hohoh. HIDUP JOMLO!

      Delete
  33. pelajaran banget tuh Yog, dan ini slalu aku pegang dr dulu, jangan pernah, sekali lagi, JANGAN PERNAH, nerima kembali mantan yg pernah SELINGKUH.. mereka itu ga prnh insaf sebenernya ... itu harga mati bgt deh buatku.. maafin boleh, tapi nerima kembali dia jd pasangan kita, a BIG NO banget dah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak. Aku udah belajar dari pengalaman. :D Beneran kacau, ya. Maaf-maaf doang. Mereka nggak bakal insyaf. :(

      Delete
  34. Oh... jadi gitu ya, gue biasa nulis "jomblo" pake "b"
    Hehehe

    ReplyDelete
  35. Lo itu emang oke banget kalo mesti ngolah cerita yang runut & menggelitik :D TOP

    Si Rani selingkuh sama supervisornya yang berusia 25 tahun? Gua juga pernah denger kasus semacem itu tuh, bahkan beda umurnya bisa sampe lebih dari itu haha. Itu pas kedua kalinya lo diselingkuhin, dia malah ga ngerasa bersalah? Hm... entah apa yang ada di benaknya :(
    Oke, at least lo bisa belajar dari kesalahan, toh emang itulah gunanya pengalaman kan?

    "Karma doest exist" --> totally agree with this quote. Sejahat apapun seseorang mempermainkan kita, pasti akan ada balasannya kok hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa aja si Bayu. Makasih. :D
      Mungkin uang, atau mendapatkan cowok mapan. :)

      Yoi. Pengalaman adalah guru terbaik. Yes, hukum alam terus berlaku.

      Delete
  36. Hidup jomlo...... "Apaan, sih."

    Ow, ya. Gue juga mulai menyetujui beberapa keadaan yang emang real banget. Kalo bahas soal pacaran, keknya gue udah khatam banget. Bukan karena sering gonta-gonta, tapi ini soal kesetiaan.

    Gak di sabang, dan di maraoke, kebanyakan orang LDR sering gatot alias gagal total. Entah kenapa itu terjadi. Padahal, yang lo maksud pacaran negatif tadi, bisa diatasi dengan cara itu. So, sebenarnya tidak ada yang salah soal seseorang Pacaran atau dia Jomlo. Gue gak mendukung siapapun, gue hanya menjadi penikmat atas dua keadaan yang sering berpecah belah ini.

    Mungkin, mereka bermaksud bercanda dalam membuat guyonan kalo jomlo itu menderita banget. Tapi, karena si jomlo suka baper. Malah jadinya seakan "Apaan, sih. Jomlo bisa bahagia kok."

    Terus begitu, terus, dan terus. So, entah soal pacaran atau jomlo. Ini lebih kepada kualitas diri seseorang. karena, produktif dalam apapun, sejatinya hanya bisa dikacaukan oleh skripsi dan dosen pembimbing. Kalo pacar, pasti banyak yg bilang "Nanti deh."

    Semoga semuanya bener-bener bisa bahgia dengan caranya masing-masing. Entah itu jomlo ataupun yang sudah berpacaran. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyek. Kesetiaan. :D

      Sebenernya gue nggak baper dikatain jomlo. Gue cuma bosen aja denger celaan menghina jomlo. Seolah-olah yang pacaran itu merasa dirinya lebih baik. Cih.
      Huwahaha. Ini ngapa jadi ke skripsi? :p
      Yaap. Apa pun statusnya, yang penting berbahagialah!

      Delete
  37. hmmm jomlo yah?.. kasiaan..... yang pacaran.
    mumpung masih pada jomlo,, bener tuh yang dicing congin bang yoga,, harus lebih menjadi pribadi yang bermanfaat.. bahagiain orang tua dulu lah,, baru nanti bahagiain calon istri haha.. salam kenal amineco.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Iya. Lebih baik jadi pribadi yang lebih bermanfaat dulu dan bahagiain ortu. :D
      Salam kenal Amin.

      Delete
  38. Hidup jomlo! *ketahuan deh gue jomlonya*

    Gue juga pernah yang namanya pacaran putus nyambung, putus nyambung gitu. Udah hampir 3 tahun tapi ujung2nya putus juga. Dan emang bener, pas gue jomlo, gue lebih produktif, :D

    ReplyDelete
  39. ayoe yang jomlo2 di angkat tagan nya,.?
    heheh.,?
    sukses trus mas

    ReplyDelete
  40. bener juga sih Yog :D gue sekarang baru menikmati masa jomlo ini juga. hidup gue kayak digunain buat kuliah, nugas dan ngeblog. nggak ada lagi istilah buat ngecek hape dan buru-buru bales sms dari pacar blabla. sementara ini, masih enjoy-enjoy aja :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa pun statusnya, mari nikmati hidup!
      Alhamdulillah ya, Feb. Jomlo nggak bikin males. :D

      Delete
  41. Cieee jomlo (sok) bahagia.

    Etapi keren lah jomlo jadi lebih produktif. Yakin mau jomlo terus??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciyeee. :p

      Gaklah. Ada saatnya gue mau nikah. :D

      Delete
  42. Hahahah para jomblo sedunia berbahagia lah hiehiehiheiee

    ReplyDelete
  43. ya begitula pada akhirnya, sellau putus,itulah yang membuatku juga menjomlo, bahkan aku berkali kaliputus nyambung kepada orang yang sama, tapiproblemku bukanlah di perselingkuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Putus nyambung mulu? Hahaha. Oh, terus karena apa, Man? Apakah bosan? Atau apa?

      Delete
  44. Kalau seumuran gue--yang temen2nya sudah posting foto anak--pacaran mah kudu.
    Kudu disegerakan. Heuheuheu.

    ReplyDelete
  45. sama nih. gue juga lagi seneng jadi jomblo sekarang :D

    ReplyDelete
  46. gue baru baca 2 poringan elo gue dah sukak ama crita yang elo buat (Y)

    ReplyDelete
  47. Mas yoga, ceritanya hampir sama kyak dikehidupan ane sekarang.

    ReplyDelete
  48. Huahahaha. Orang emang jadi lebih kocak (udah move on), atau malah lebih romantis (jatuh cinta) dan ada juga yang bisa lebih sendu (baru patah hati) kalau nulis tentang perasaan mereka. Cinta-cintaan emang topik yang selalu menarik dikulik.

    Cerita kamu di atas, lucu, Yog. Pesan moralnya juga banyak. Saya pernah ngalamin pacaran yang banyak galaunya. Dan yang kayak begitu malah yang bikin jenuh pacaran. Saya sama kayak kamu sekarang, memutuskan jomblo dan fokus nulis dan ngeblog. Alhamdulillah. Nggak produktif-produktif amat sih. Tapi setidaknya sekarang udah gak ada yang ngajak bertengkar di telepon dan chat lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Ris. Cinta memang aneh. Wuahaha. Nggak bakal basi untuk ditulis maupun dibaca, ya.

      Mantaplaaahh! :D Alhamdulillah kalo gitu ya, Ris. Fokus berkarya aja dulu, nanti juga bakalan ketemu jodohnya di waktu yang tepat. Ehehe. :)

      Delete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.