3 Kata yang Sering Dilupakan

56 comments
Punya sifat pelupa itu nggak enak. Susah melupakan kejadian buruk juga nggak enak. Dan dilupakan itu paling nggak enak.

Yang enak itu, malem-malem makan nasi goreng. Gratis lagi. Beeehhh.
Yang enak itu, siang-siang minum es teh manis di bulan puasa.  Enak dengkulmu melocot. Dosa!

Abaikan saja kalimat pembuka barusan.

Entah kenapa, gue mulai kepikiran sama hal ini.

Jadi, ada 3 kata yang sering banget dilupakan. Maksud dilupakan di sini, orang sudah males atau sudah jarang yang mengucapkan kata tersebut.
Langsung saja, check it out!

1.Maaf


Bagi sebagian orang, meminta maaf adalah sebuah perbuatan mulia. Bagi sebagian yang lain, minta maaf adalah tanda kelemahan.
Mungkin orang-orang ini menganut paham, “Barang siapa yang meminta maaf, dia adalah orang yang lemah.”

TAE.

Apa sebuah kata ‘maaf’ itu ialah ciri orang yang lemah? Apa meminta maaf itu menjijikan? Apa minta maaf itu harus bayar?
Minta makan nasi, ayam bakar, dan sambel ijo di rumah makan padang baru bayar!

Padahal, nggak ada salahnya minta maaf. Bagi sebuah pasangan, ketika mereka bertengkar hebat. Pasti salah satunya ada yang berusaha mengalah dan minta maaf. Meskipun, yang minta maaf itu tidak salah. Tetapi demi kelangsungan hubungan, minta maaf itu penting. Coba aja, kamu gengsi pas berantem dan nggak mau minta maaf. Paling nanti pasanganmu capek dan lama-lama ngajak putus. Iya, kan?

Jadi, jangan pernah malu buat minta maaf.

Gue pernah waktu itu, ketika pulang kuliah, kondisi lalu lintas begitu padat merayap. Gue nggak sengaja menabrak bapak-bapak yang naik motor di depan gue. Bapak itu langsung menengok ke belakang. Raut mukanya udah menunjukkan kekesalan.
“Maaf, Pak. Nggak sengaja,” kata gue sambil tersenyum. Meskipun tidak sengaja, gue tetap harus minta maaf. Yakali, gue dengan sengaja nabrak orang itu. Emangnya gue Haji Lu... eh, nggak jadi. Udah basi.
Bapak itu langsung membalas senyum gue dan berkata, “Iya, gapapa. Saya yang harusnya minta maaf karena ngerem mendadak.”
Terlihat lebih indah karena kata maaf.

Kecuali, ketika kamu selingkuh. Terus kamu jujur dan minta maaf sama pacar kamu.
“Sayang, maaf aku khilaf. Aku selingkuh sama janda sebelah rumah aku. Sekarang dia hamil anak aku. Maafin aku, ya?”
Lalu, pacar kamu pun nangis meraung-raung. Tetapi, karena sayang, ia pun memaafkan dan percaya sama kamu.

Besoknya kamu minta maaf lagi. “Sayang, kemarin aku diajak jalan sama sahabat kamu. Terus dia nyuruh aku mampir ke kosannya. Terus aku sama dia buka baju, terus kita...”
*PLAK*

Sebuah tamparan kencang mendarat di pipi kamu, dan pisau menikam jantungmu.

Hal ini nggak akan terlihat indah.

2. Tolong

Kata ini juga udah jarang banget digunakan. Gue nggak ngerti kenapa, tapi banyak banget orang yang suka menyuruh seenaknya tanpa kata ‘tolong’.
Padahal, itu kata simpel banget. Setinggi apa pun jabatan kamu, secakep apa pun kamu, setenar apa pun kamu, kalo kamu meminta tolong sama seseorang. Sebisa mungkin pake kata tolong. Ketika meminta tolong atau bantuan, menyuruh, dan lain lain. Nggak ada salahnya untuk mengucap kata ‘tolong’, kan?

Kalo nggak pake kata tolong, seolah-olah orang itu yang paling tinggi kedudukan dan kekuasaannya.
Contohnya; “Gus, nanti siang jemput gue.”
“Beliin es jeruk, dong!”
“Ambilin buku gue yang ketinggalan di rumah, ya.”

Gimana? Apa enak didengar atau diucapkan?

Akan lebih baik begini.

“Tolong beliin gue es teh manis, ya.”
“Bro, tolong jemput gue nanti sore di kampus.”
“Yog, tolong lepasin BH aku, dong.”
Nah, terdengar lebih enak bukan? Apalagi yang terakhir. Eh, maaf.

3. Terima kasih

Kapan terakhir kali kamu bilang terima kasih?
Untuk orang yang jarang mengucap ‘terima kasih’, pasti dia nggak inget.
Kadang gue juga kesel sama orang yang udah dibantuin, tapi nggak ada kata terima kasihnya. Bukannya nggak ikhlas, cuma terdengar aneh aja gitu.

Ngomong terima kasih itu masih gratis, kan? Namun, banyak juga orang yang males bilang.

Kamu lagi ada tugas kuliah yang sulit banget untuk kamu kerjakan sendirian. Pelajaran Statistika, misalnya. Kebetulan ada temen kamu yang pinter banget di pelajaran itu. Sebut saja Agus. Kamu pergi ke rumah Agus agar ia mengajari kamu. Kamu lagi nggak punya duit untuk membeli sebuah makanan atau camilan. Kamu datang ke rumahnya dengan tangan hampa. Setelah Agus mengajari kamu, kamu agak kesulitan untuk mengertinya. Agus masih berusaha membuat kamu paham. Akhirnya, kamu pun sudah mengerti saat mengerjakan tugas itu. Kamu langsung pulang begitu saja tanpa mengucap terima kasih.

Menurut kamu, bagaimana perasaan Agus setelah itu?

Temen macem apa ini? Udah minta tolong diajarin, ke rumah nggak bawa makanan. Gue yang sediain makanan. Pas udah bisa, nggak bilang makasih pula. Mungkin begitulah kata Agus dalam hati.

Jadi, jangan pernah lupa untuk bilang; terima kasih, makasih, atau thanks. Kata seperti ini memang sederhana, tapi terkesan luar biasa.

Masih malu untuk ngomong, ‘maaf’, ‘tolong’, dan ‘terima kasih’?


Ya udah, segini aja yang bisa gue tulis hari ini. Gue minta maaf jika ada kesalahan kata. Tolong berikan gue kritik dan saran dalam tulisan ini. Terima kasih. 
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

56 comments

  1. Hmmm... Bener juga. Tapi alhamdulillah di lingkungan gue masih sering orang mengucapkan gitu....

    Huehehe. Beda kali yaa kalau di kota. Kalaupun ada paling pake inggris, sorry thanks dll....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, :)

      Iya, beda. Kebanyakan pada bahasa Inggris. Tapi, yang gue maksud, ada yang bener-bener nggak ngomong 3 kata itu.

      Delete
  2. Sering diajarin nih kalo ada acara-acara motivasi dikampus gue haha jadi kalo mau apa-apa harus pake 3 kata sakti itu kayak, "Maaf, boleh minta tolong kerjain skripsi gue gak, makasih :)"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakakaka. Bisa-bisa.
      Contoh yang sangat keren!

      Delete
  3. 3 magic words loh itu, kalau diucapin bisa menambah value kita sebagai manusia biasa halah *dikeplak*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, bahasa lu boleh juga, Bro. Value. Hehehe.

      Delete
  4. Bangkeeee, bener banget. 3 kata itu yang sering banget dilupain :' yah, begitulah, miris. tapi dari gaya penulisan lo. Ya gue ngakak-ngakak aja -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahaha, iya, Feb.
      Ah, bisa aja nih. Makasih udah ngakak. :))

      Delete
  5. Yog, kalau pacar minta putus pake tiga kata di atas, kayak gini, "Maaf, aku mau putus sama kamu. Tolong dimengerti ya. Makasih sebelumnya." itu indah gak? :(

    ReplyDelete
  6. 3 kata sederhana yang terkesan luar biasa.alhamdulillah di lingkungan sini masih banyak orang yang menggunakannya :D

    ReplyDelete
  7. Terima kasih ya, kak, udah ngingetin. Tolong sering-sering bikin postingan yang 'mengingatkan' kayak gini. Terima kasih.

    Gue udah keliatan lebih muda belom? XD

    Yang bagian maaf (di jalan raya), pernah liat orang marah2, padahal dia yang melanggar. Intinya sih, siapa yang lebih galak, dia yang menang. Terlepas salah salah apa nggak, haha. Kata maaf kadang ga berlaku di jalanan Jakarta. Tapi tetep harus minta maaf kan, ya. Kalo emang ngerasa salah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Umur nggak bisa bohong, Kak. :(

      Nah, iya! Kadang ada orang yang nggak tau diri gitu. Udah salah malah ngotot dan ngomel-ngomel. Semoga orang seperti itu cepat tobat. Aaamiiin.

      Delete
  8. duh mulai ngeres pikirannya hahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku nggak ngeres, Mbak. Itu dibajak. Halah.

      Delete
  9. 3 kata itu selalu di ajarkan dari kecil so
    sampai sekarang menjadi sebuah kebiasaan
    walaupun sering di katain ma teman saya
    haha

    ReplyDelete
  10. Untungnya sebagai orang jawa yang memegang budaya . . *ahh itu punyanya dodit*
    Untungnya sebagai orang jawa yang emang jawa gue masih sering nggunain 3 kata ini ke temen gue . . 8)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren-keren. :D
      Gue juga berusaha untuk memakai 3 kata itu. :)

      Delete
  11. "Jadi, ada 3 kata yang sering banget dilupakan. Maksud dilupakan di sini, orang sudah males atau sudah jarang yang mengucapkan kalimat tersebut. Langsung saja, check it out!"

    Maaf jadi yang dibahas ini kata, apa kalimat. Tolong dikoreksi ya. Terimakasih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, gue khilaf salah nulis. Hahahaha.
      Makasih ya, Pak. :D
      Udah dibenerin itu. :)

      Delete
  12. Makasih, Yog. Kamu sudah meminta maaf dan tolong jangan diulangi lagi ya ngelepas BH aku. Hufftt :(

    Jangankan di lingkungan luar, kadang di lingkungan keluarga juga sering lupa. Entah lupa atau malu, au ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anjir, si Alam gesrek banget. -____-

      Waparaaahhh. Gue kalo di keluarga alhamdulillah masih make 3 kata itu. :D

      Delete
  13. Orang-orang emang uda pada lupa sama ketiga kata di atas. Entah karena mulai melabeli diri dengan kata 'urban'. :/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak juga ah, Kak Beb. Gue anak kota masih ingat sama 3 kata itu. :p

      Delete
    2. Masa lu anak kota? Ngga percaya ah! :P

      Delete
    3. Oh.. Kirain anak tetangga..

      Delete
  14. Satu hal yang bisa gua simpulkan dari postingan ini. Elu kampret, tapi lu anak baik-baik. Gak matching! Lu harus nakal yog! Nakal! Jorokin nenek-nenek itu!

    Temen gua juga banyak nih mulai melupakan kata-kata ini. Entah apa yang membuat mereka berat mengucapkan kata sederhana itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ( anak baik-baik )
      Kasihan nenek itu, Ta. :(

      Mungkin 3 kata itu beratnya 1 kuintal kali, ya? Makanya, temen-temen lu nganggep berat. :/

      Delete
  15. Nah iya itu!

    Gue juga bingung kenapa orang-orang males bange ngucapin three magical words itu. Hahaha, padahal degan 3 kata itu semuanya bisa berubah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, berubah jadi apa, Mif? Ultraman? Apa power ranger? :D

      Delete
  16. Tolong itu menurut gue paling kampret.. Sering kejadian banyak temen gue yang maksudnya minta tolong tapi dengan nada agak tinggi dan tanpa kata tolong jadinya malah nyuruh. kampret -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa. Malah kayak seorang bos nyuruh budak gitu, ya? :(

      Delete
  17. Sekarang ini, anakku sendiri yang lagi aku ajarin untuk ga lupa ngucapin 3 kata sakti... Kalo dia minta sesuatu ama babysitternya tanpa bilang, 'TOLONG MBAK', itu langsung aku tegur,...soalnya, emg harus dari dini sih ngajarin supaya terbiasa ama 3 kata itu mas ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, dari anak masih kecil harus diajarin yang baik-baik. :)
      Mbak Fanny memang ibu yang baik. :D

      Delete
  18. dosen gue sering mraktikin tiga kata itu.

    "Maaf ya saya agak terlambat. Ini soal postest-nya tolong dibagikan. Saya harap kalian mengerjakannya dengan jujur. Terima kasih. "

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wakaakaka. Iya, gue juga pernah denger kalimat itu. Pengalaman ini, Haw ! :D

      Delete
  19. Sebenernya bukan dilupain sih, tapi orang sering gengsi aja. Harus dibiasain hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Nah, mungkin lebih tepatnya gengsi. :D

      Delete
  20. Yoga Bangsa Kau! 3 kata itu masih sering didenger sih di telinga gue.
    " Yog tolong ngert aku, maaf ya jangan ganggu aku lagi, makasih ya buat semuanya"

    ReplyDelete
  21. kayaknya emang orang2 udah pada gengsi ngucapin 3 kata itu, padahal pengaruh banget. saat orang lain udah gak ada yg menghargai, baru tau rasa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, rasakan itu wahai kalian para manusia gengsi!

      Delete
  22. 3 kata tersebut bagi aku pribadi ngga sering banget di lupakan juga sih hehe

    ReplyDelete
  23. Kalo gue, sih, masih sering gue ucapin.

    ReplyDelete
  24. Maaf baru bisa berkunjung kembali, tolong diingatkan kalo ada postingan baru, dan terimakasih atas postingan-postingan yang menginspirasi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah, bisa aje nih!
      Menginspirasi dari mana? Posting-an gue nggak ada yang bener. XD

      Delete
  25. Kalau tolong sih di sini masih sering banget. Apalagi kalau ada temen mau ke kantin dan kita lagi pewe internetan, tetiba sok akreb "bro bro tolong ini dong, beliin kuaci" yah begitulah

    ReplyDelete
  26. ini bener nih udah banyak yang lupa sama kata kata itu. tapi masih banyak juga yang sering pake katakata itu....

    ReplyDelete
  27. iya, bener banget. udah jarang orang yg gunain 3 kata itu dalam kehidupan sehari-hari.

    Aku paling kesel sm orang yg gak bilang kata '' tolong '' saat minta bantuan. Pengen digetok banget pala nya :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.