Mari Menulis Fiksi #memfiksikan

57 comments
Dalam membuat tulisan, ternyata masih banyak orang yang tidak memperhatikan EYD. Gue membahasnya di tulisan yang INI. Sumpah, ini tulisan gue yang paling rame. Komentar terbanyak sepanjang sejarah selama gue mulai nge-blog. Terima kasih kalian! barisan para mantan, dan semua yang pergi tanpa sempat aku miliki. Tanpa kalian, tulisan gue nggak ada artinya. Dibilang bermanfaat, dibilang keren, dibilang nyindir. Aduh, gue nggak ada maksud nyindir, kok. Niat gue hanya berbagi. Buat yang kesindir. Sabar ya, Nak. Setidaknya, setelah membaca tulisan itu, kamu akan segera bertobat. Aaamiiinn.


Udah ah basa-basinya. Itu buat pembukaan aja.
Di setiap blogwalking, gue paling sering menemukan tulisan yang menceritakan kejadian sehari-hari, atau biasa disebut curhatan. Tapi, nggak jarang juga yang rajin menulis cerita fiksi. Ngomong-ngomong soal fiksi, gue sering banget CFD naik fiksi.  ITU MAH SEPEDA FIXIE DONGO! Eh, sorry.

Nah, beberapa minggu yang lalu. Gue dan teman-teman blogger di grup JABODETABEK iseng-iseng bikin satu kalimat puisi di chat. Karena hal iseng inilah lahir sebuah #memfiksikan. Kebetulan, hari itu jatuh pada hari Jumat. Jadi, kami sepakat untuk meramaikannya. Setiap Jumat membuat karya fiksi.  Baik itu puisi, cerpen, maupun FF. Ngomong-ngomong, bagi yang belum tau FF itu apa. FF merupakan Full Face. Oke, ngaco. FF ialah Final Fantasy. Yap, benar. Tapi, bukan itu yang dimaksud. Yang gue maksud di sini ialah Flash Fiction. Ini lebih pendek dari cerpen. Contohnya bisa kalian baca tulisan gue yang INI.

Namun, keisengan #memfiksikan ini tidak sembarangan. Ini tidak main-main seperti iseng menjahili teman kamu sewaktu SD dengan melihat isi rok cewek menggunakan rautan yang ada kacanya. Ah, jadi inget masa-masa itu. Ketauan deh, si Yoga itu ternyata bangsat. Meskipun demikian, ini lumayan bermanfaat. Mungkin awalnya hanya sekadar keisengan. Tapi, hal ini melatih kalian untuk berimajinasi dalam menulis. Kami punya tema di setiap minggunya.

Kenapa harus pake tema sih, Yog?

Ya biar seru aja. Biar kompak. Kalo temanya bebas kan agak gimana gitu. Misalnya, Agus membahas tema tentang mantan, Rani malah membahas tentang masa depan, sedangkan Budi membahas tentang porno. Kan nggak enak. Jadi, biar adil kami ditentukan oleh sebuah tema.
Kebetulan kami sudah tiga minggu menjalankan program #memfiksikan. Minggu pertama, temanya tentang telepon oleh Tiwi, @prtiwiyuliana, minggu kedua temanya tentang macet @yoggaas, yak itu gue. Silahkan follow Twitter-nya. Yang udah follow, unfollow aja. Report as spam, blokir juga boleh. Itu hanya akun bot kok. Lalu, tema ketiga ialah kenangan oleh Agung @EPGadiwangsa. Ceritanya Agung lagi galau inget mantan, makanya milih tema begitu. Hahaha. Peace, Gung!

Biasanya, hari Kamis dilemparkan temanya. Sehingga, ada waktu seharian untuk berimajinasi dan menyiapkan tulisan di hari Jumat. Mau ikutan juga? Yuk! Mari ramaikan. Jangan takut menulis fiksi. Mari sama-sama belajar, gue juga belum bisa nulis fiksi kok. Makanya ini sedang belajar bareng-bareng. Kan asik belajar bersama. Siapa tau aja, dari keisengan menulis fiksi lama-lama bisa bikin novel. Hehehe.

Inilah tulisan gue di Jumat yang lalu, gue membuat sebuah puisi bertema kenangan di Tumblr.

SAAT ITU 


Kuingat saat itu. Pertama kalinya kita bertemu.
Aku hanya menatapnya. Memendam tanya.

Kuingat saat itu. Menyaksikan kepergianmu yang bisu.
Tanpa senyuman, tanpa tangisan.

Kuingat saat itu. Ketika hati ini ditikam rindu.
Gerimis di sudut gelap mataku. Mengalir indah dan membeku.

Kuingat saat itu. Pertama kalinya singgah di rumahmu.
Membawakanmu bunga, menabur cinta.

Kenangan pertama dan terakhir.
Membuatku merenung dan berpikir.
Beginikah, sakitnya tersambar petir?
Seperti racun, begitu getir.

Rindu ini terus berdetak. Denyutnya yang menyelimuti sepi.
Terlalu lelah hati ini berteriak. Bolehkah kita bersua dalam mimpi?

Kunikmati kegundahan. Kucoba mengikhlaskan.
Menorehkan tinta penuh luka. Melukis sebuah puisi. Elegi penyejuk hati.

Puisi ini ditulis untuk #memfiksikan di setiap Jumat. Temanya : Kenangan.
Puisi ini juga untuk mendedikasikan Aulia Barbara. Adik gue yang cantik jelita. Sampai jumpa nanti di surga. :))


Silahkan baca sendiri di link itu.

Kalau ada yang mau ikutan, mention aja ke Tiwi dengan tagar #memfiksikan. Tenang, dia nggak menggigit kok. Cuma galak aja. Tapi, percayalah dia itu aslinya kalem banget... kalo nahan berak. Mention gue juga boleh. Ohiya, #memfiksikan ini nggak wajib kok. Nggak ada paksaan apa-apa. Hukumnya mubah, boleh iya boleh enggak, kayak mandi pagi di hari Minggu. BEBAS! Mau ikutan ayo, kalo nggak ikut ya gapapa.


Sekian dari gue. Terima kasih.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

57 comments

  1. Kalo udah ngebahas kenangan gue nyerah deh, apalagi untuk yg udah tiada... gue jadi keinget nenek gue :(

    Gue juga lagi belajar nulis fiksi, tapi ntah kenapa buat cari ide butuh berhari2 -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan dibawa sedih. Dikenang aja. :))
      Itu puisi gue juga untuk yang telah tiada. :')
      Ayo, semangat belajar menulis fiksi! !!

      Delete
  2. bentar...

    ini memfiksikan boleh apa aja, yog? boleh bentuk cerita ataupun puisi? gue baru eng ngeh. ngeheh
    puisinya sederhana, tapi nyentuh, yog. keren.
    pengen juga belajar puisi nih. ajarin dong, yogg...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Zi. Boleh cerpen, puisi, FF. Sebisanya lu aja.
      Makasih. Gue nggak pandai bikin puisi. Gue juga nulisnya secara sederhana banget, masih belajar.
      Sama Tiwi yang lebih jago.

      Delete
  3. Gue gak punya passion buat bikin kata-kata indah haha, pasti nanti bakal ngaco abis

    ReplyDelete
  4. w ga mau mengenang masa lalu yog
    jangan2 u masih terjebak masa lalu ya yog

    ReplyDelete
  5. Oh jadi kalian sekongkol ? Cuktau yog !

    ReplyDelete
  6. imajinasi gue masih cetek banget kaya kubangan bekas hujan :(

    ReplyDelete
  7. hmm. kayaknya gue bakal pusing duluan kalau berhubungan dengan sesuatu yang berbau eyd.
    mungkin, kalau bahasa inggirisnya... i'll never write a fiction.
    gue cukup menjadi pengagum fiksi aja deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penulis yang baik kudu peduli sama tulisannya sendiri, Bro. Belajar EYD penting. :)
      Oke, itu hak setiap orang.

      Delete
  8. sama sekali gak ngerti tadinya, di grup pada ngomongin memfiksikan.
    udah sawan duluan gue liat grup udah ribuan chat hahaha
    oke gue ikutan ya minggu depan *masihwacana*

    ReplyDelete
  9. fiksi ya? hmmm jiwa fiksi gue masih ngerasain indahnya kebebasan. Dulu gue fiksi sekali, sekarang nyablak sekali ._.

    ReplyDelete
  10. Wah gue jadi pengen ikutan. Anyway jago juga lo bikin fiksinya. :O

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo ikutan, Dev! Ajak pacarmu juga.
      Ini serius bilang gue jago? :/

      Delete
  11. Ayoo ayoo ramaikan! Gara-gara ikutan #memfiksikan satu kali, jadi ketagihan bikin fiksi-fiksian ._.

    ReplyDelete
  12. Nambah temen dan nambah ilmu nih, ikut ah..

    ReplyDelete
  13. Pengen ikutaan! Gimana caranyaaaa?

    ReplyDelete
  14. mending non-fiksi... lebih realistis... haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, hak lu kok. Mau nulis fiksi atau non fiksi.

      Delete
  15. Kok gue gak tau tentang chat di Wasapnya yah? Wah main rahasia-rahasiaan nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah lama banget itu. Awal terbentuknya #memfiksikan dari keisengan duluuu~
      Agung kepo, ya?

      Delete
    2. Ahaha sebenernya tau, sih. Dari Tiwi. Tapi, gak tau lebih detail. Cuma tau ada #memfiksikan aja. Terus, Tiwi ajak gue. Baru sekali ikutan, udah disuruh kasih tema. -_- hahaha! :D

      Delete
  16. Gue sempet baca mentionan elu yang #memfiksikan, tadinya mau join.
    Buat hal semacam itu, gue pasti jadi tukang kepo handal.
    Tapi, ntah kenapa pas ngepoin akun lu, gue ga berhasil cari tau lebih lanjut tentang #memfiksikan.
    ah :"(

    Di luar jabo, boleh join?
    Mau dong yah >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Mention aja. :)
      Boleeehhh, ajak teman-teman yang lain. Buat seru-seruan dan belajar bareng kok niatnya.

      Delete
  17. Masih belum bisa bikin fiksi, yog

    ReplyDelete
  18. kalo gw ikutan, engak perlu repot2 lagi bikin tulisan fiksi. Semua cerpen buatan gw, fiksi semua.
    naik fiksi pas CFD, nice joke dude...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Ciyeee yang tulisannya fiksi semua.
      Thanks, Bang. :)

      Delete
  19. Nah nah nah, sebagai blogger yang murtad saya selalu butuh tantangan. #Memfiksikan ini kayaknya boleh deh. Saya mention si itu dulu deh yang disebutkan di atas :D

    ReplyDelete
  20. Wah. Buat cerita fiksi yaaak? Sama kayak yang aku baca di artikel bang Yoga yang sebelumnya. Eh, iya. Hari kamis aku udah selesai TryOut. Semoga bisa ikutan hari Jum'atnya. Soalnya mau ikutan GAnya Pangeran Wortel. Pasti bakalan seru soal #memfiksikan ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Iya, doakan saja ya, biar tambah rame. :)

      Delete
  21. ah saya gak ikut ah gak bisa saya. hehee

    ReplyDelete
  22. ini yang ikutan siapa aja sih? gak ngajak-ngajak nih. tema utk jumat ini apa? kali aja bisa ikut meramaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bebas, Man. :D
      Kamis nanti diumumin di Twitter. Ayo, ramaikan. :)

      Delete
  23. Gue masih belum bisa bikin Fiksi nih :'

    ReplyDelete
  24. Di blog gue ada kategori FF, tapi cuma ada 3. Ternyata bikin tulisan fiksi sama susahnya dengan dapetin Raisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gue juga belum jago soal fiksi. Ini lagi belajar.
      Lu berlebihan, Bro. :p

      Delete
  25. Gua ngeliat tulisan lu malah kayak puisi. Parah nih gua gak bisa bedain bentuk-bentuk sastra. Yaudahlah, ini keren dan semoga ke depannya lebih keren lagi Yog!

    ReplyDelete
  26. Puisinya menyentuh, sundul gan.
    Memfiksikan gue gak ikutan deh, soalnya pacar masih fiksi (imajiner), nulis fiksi, baca fiksi. memfiksikan gak ikutan dulu ampe bener2 menemukan yang real.hahaha

    ReplyDelete
  27. Gw baru tau ada kumpulan blogger jabodetabek :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bang Cumi pula-pula ngga tauuuu.. Taunya blogger dari Gresik aja. Hih!

      Delete
    2. Hahahaha. Asal nggak ada kumpul kebo aja. :p

      Delete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.