Terdampar di Pulau Untung Jawa

46 comments
Di malam hari, Buana bertanya tentang perjalanan ke Pulang Untung Jawa di multiperson chat.



"Yang fixed ikut siapa nih?" tanya Buana.
“Yang tadi di kantor bilang setuju harus ikut lah.” Jawab Nando.
"Eh, gue nggak dibolehin sama emak gue, lagi musim hujan, Bun. Takut ombaknya gede pas nyebrang naik perahu." balas Windi.
"Bujuk dong nyokapnya." balas gue.
“Iya, Win. Rayu dong emaknya.” sahut Buana.
"Lu emang ikut, Yog?" tanya Windi.

Gue nggak langsung menjawab. Awalnya gue males ikut, karena gue hari Seninnya resign, tapi gue ingin membuat kenangan bersama mereka. Jadi, ya gue ikut. Tapi, gue pura-pura males ikut aja.

“Hmm, gimana ya.” jawab gue.

“Yang lain nggak ada suaranya nih?” tanya Buana.

Temen-temen gue yang lain nggak ada suaranya. Entah, mereka sedang malam mingguan, atau bagaimana. ( gausah nanya kenapa gue nggak malem mingguan , gue lagi males jalan aja sama pacar... orang ) Yaudah, gue juga bales lama kalo gitu.

*5 menit kemudian*

"Nggak tau deh nih, gue jadi ikut apa enggak."
"Parah lu, Yog, tadi di kantor bilang ikut!" balas Buana.

Gue sengaja nggak membalas. Biar terkesan jadi cowok keren, yang bilang nggak ikut, tapi tau-tau dateng. Yoih!

***

Kami janjian kumpul di kantor sebelum jam 6 pagi, lalu nanti setengah 7 setelat-telatnya baru berangkat. Karena pada ngaret, ya jadinya jam 7 lewat baru deh berangkat.

Dari belasan anggota kelompok, tapi yang ikut hanyalah 7 orang. 3 orangnya itu pacar dan adik salah satu dari kami.
Kami bersepuluh, yaitu,
1. Gue
2. Buana
3. Nando
4. Hadi
5. Aldi
6. Abdul
7. Windiana
8. Nia
9. Nia juga ( Karena ada nama yang sama, sebut saja dia Tania )
10. Linda

Kami sampai di Tanjung Pasir sekitar jam 10. Oh, iya. Kami naik perahunya dari Tanjung Pasir, soalnya kalo dari Ancol sepertinya kejauhan. Kami parkir di sekitar situ. Satu motor Rp. 10.000.


Kemudian kami menaiki kapal ( perahu ya bukan pesawat ) yang harganya Rp. 40.000 pulang pergi. Yang kapasitasnya 40 orang atau lebih. Kapal mulai melaju dengan perlahan. Melihat pemandangan dari laut, dan ditambah angin sepoi-sepoi itu rasanya asik banget.

Kira-kira perjalanan naik kapal ini sekitar 45 menit. Di kapal, kami hanya mengobrol-ngobrol, dan makan snack. Tapi kalo yang cewek-cewek malah narsis foto-foto. Yang ngajak pacarnya juga pada selfie. Yang jomblo mah, ya cuma bisa ngunyah bungkus ciki yang cikinya udah abis. Karena nggak sempet ikutan foto-foto di kapal. Gue nyesel asli deh, nggak bisa pamer gimana asiknya naik kapal.

Sebenernya sih, nggak asik menurut gue. Itu karena... gue kan orangnya mabukan. Hmm, bukan suka mabuk minum-minuman keras gitu ya. Maksudnya, mabuk naik angkot, mabuk laut, dan mabuk janda. Serius, gue naik angkot aja muntah! Emang lemah gue. Karena gue takut mabuk laut, biar nggak malu-maluin karena muntah, gue meminum minuman orang pintar. Sebagai orang pintar, gue pun minum tolak jomblo, eh angin. Alhamdulillah nggak muntah. Kalo muntah, bisa-bisa gue ditanya sama temen gue,

“YOG, LU HAMIL? KITA KAN NGGAK NGAPA-NGAPAIN... MESKIPUN SERING BERCANDA BARENG, TAPI, NGGAK MUNGKIN KAN LU HAMIL SAMA GUE?!”

Mendengar ocehannya itu, palingan hanya gue bilang, “SARAP LU!” dan menendang ia ke laut. Supaya mati dimakan hiu. HAHAHA!

Abaikan saja.

Sesampai di sana kami berlabuh di dermana Untung Jawa. Setelah itu gue foto petanya. 

Peta Menuju Pulau Untung Jawa

ini ada planet nyempil
Setelah itu berjalan ke area pinggiran lautnya, dan langsung foto-foto deh dengan background laut. Baru lah ini manusianya.
Selfie






Sorry fotonya kurang jelas, maklum kamera henpon.
Atas : gue, Windi, Nando
Bawah : Buana, Hadi, Nia



Pict by me.
Kami duduk-duduk di tikar yang telah disediakan oleh orang pulau. Kemudian, datang seorang lelaki berumur 40an atau lebih. Kumisnya yang membuat ia terlihat tua, dan memakai kemeja lengan panjang serta mengenakan topi. Ia datang membawa sebuah kertas yang ternyata adalah... peta untuk mencari peti harta karun. Oke, ngaco. Dia menawarkan sebuah paket banana boat dan snorkeling.Yang kalo nggak salah total harganya Rp. 75.000 per orang karena kami ada bersepuluh, dikasih murah, Coy!

Karena kemahalan, ( harga segitu mahal nggak sih? ) kemudian terjadi tawar menawar antara Buana dengan bapak-bapak. Yang kalo nggak salah beginilah obrolan mereka, menurut yang gue dengar.

“Nggak enam puluh ribu aja, Pak?” tanya Buana.
“Wah, mana dapet segitu, Dek.” Jawab Bapak.
“Yaudah gimana dong pasnya?”
“Tujuh puluh ribu kalo gitu deh. Nggak kurang lagi.” sang Bapak memberikan penawaran.
“Hmm, bentar ya, Pak. Saya rundingin dulu sama teman-teman.”

“Gimana nih, tujuh puluh ribu pada mau nggak?” Tanya Buana ke anak-anak.
“Lumayan murah tuh, yaudah ambil aja.” Jawab anak-anak kompak.

Setelah itu, Buana bernegoisasi kembali dengan si Bapak.

“Oke, Pak. Kami setuju. Tapi, itu udah foto yang di dalam air kan?”
“Wah, belum itu mah, Dek.”
“Yaaah, kirain mah udah.”

Si Bapak terdiam sebentar.

“Nambah sepuluh ribu deh per orang, gimana?”
“Duh, nggak jadi kalo gitu deh, Pak.”
“Nambah lima ribu deh.”
“Makasih, Pak.”
“Yaudah-yaudah. Tujuh puluh ribu udah termasuk kamera, tapi sedia memory card sendiri ya.”
“Oke, deal.”
“Hmm, yakin deal? Gimana kalo ditukar dengan tirai tiga?”
“...”

Setau gue, memang 25-30 ribu untuk banana boat. Asalkan kuotanya minimal 5 orang. Dan 50-75 ribu untuk snorkeling. Dan kalau paket akan lebih murah. Pokoknya gitu deh.

Kami ditawarkan memilih, ingin snorkeling dahulu atau banana boat dulu.

Ada beberapa yang usul banana boat dulu.
Ada juga yang usul snorkeling dulu.
Eh, malah ada yang usul cari pacar dulu. Oke, itu jomblo banget.

Setelah dilema beberapa saat, akhirnya kami memilih banana boat terlebih dahulu. Kemudian, langsung siap-siap untuk berganti pakaian dan celana pendek, lalu memakai pelampung dan barulah bermain banana boat.

Oh iya, ada adegan pertengkaran suami-istri, eh pacar dengan pacar deng. Aldi bertengkar dengan Linda ( pacarnya ) Karena sih Linda nggak mau diajak main banana boat ataupun snorkeling.
Karena ada adegan kekerasan dalam rumah tangga yang tak bisa diceritakan. Jadi, gue nggak perlu bilang ya kalo mereka saling berdebat begini.

“NYESEL GUE NGAJAK ELU, KALO JADINYA BEGINI.” Bentak Aldi.
“LAH, SIAPA JUGA YANG NYURUH IKUT? NGAPAIN NGAJAK KALO GITU!” Balas Linda.
“TAIK LO!” Aldi semakin marah.
“LO YANG TAIK!” Linda pun juga marah.

*PLAK!!!*

Itu bukan suara tamparan, itu henpon yang dibuang. Bunyinya gitu bukan sih? Entahlah.

Lah ini ngapa lu ceritain, Yog?

Hahaha, keceplosan. Terketik begitu saja. Sorry, ya wahai pasangan kocak. Supaya ada dramanya gitu deh tulisan gue. ( Semoga orangnya nggak baca )

Setelah bertengkarnya udahan dan siap-siap, kami foto-foto lagi.

Ini memang pertama kalinya gue main banana boat. Oke, gue itu emang norak. Tapi, yang penting sekarang kan gue udah ngerasain. Hohoho.

Karena kebanyakan orang, kami dibagi menjadi 2 kelompok.

Kelompok pertama yaitu, Gue, Nando, Aldi, Abdul dan Windiana. Setelah siap, kami foto-foto lagi saat menaiki banana boat.


Dari kiri : Windi, Aldi, Nando, Gue, dan Abdul

Jet ski mulai menarik banana boat. Kami mulai menikmati angin yang berhembus, merasakan keseruan dan kenikmatannya. Seru banget deh pokoknya, apalagi sengaja diceburin gitu. Gue yang nggak bisa berenang panik. Eh, ternyata ada yang lebih panik dari gue. Nando ternyata lebih takut sama air laut. Panik banget dia, takut tenggelam. Jelas-jelas pake pelampung! Haha, kocak ini orang.

Kami menaiki banana boat dengan susah payah.


Sewaktu diceburin pertama kalinya.

Berusaha naik.


Setelah semuanya naik kembali diajak muter-muter lagi, baru setelah itu kami dihempaskan ke ombak lagi. Namun, kali ini gue nggak jatuh. Iya, gue sendirian yang nangkring di atas banana boat. Yuhuuuu! Keereennn ini. Yang lain mah pada kecebur, gue kagak. Oke, gue bangga. HAHAHA.

Mereka pada teriak-teriak melihat gue yang nangkring dengan kecenya,

“Dih kok lu bisa nangkring sih? Hebat nggak nyebur..”
“WOI YOG! NYEBUR JUGA LO SINI!”
 “TOLONGIN GUE DONG! GUE NGGAK BISA BERENANG.”

Yang terakhir itu sih, Nando. Hahaha.

Kemudian mereka menaiki kembali banana boat-nya.

Dan terakhir, kami diceburin lagi untuk yang ketiga kalinya. Ini parah! Karena langsung ditinggal oleh abangnya. Abangnya mau pulang~
Mana jauh lagi ke daratan. Gue nggak bisa berenang pula. Kami dipaksa berenang ke daratan dengan susah payah. Nando apalagi, panik banget dia. Pelampung gue ditarik-tarik. Mentang-mentang gue baru belajar berenang, dia megangin pelampung gue mulu. Kalo badannya kurus sih nggak apa-apa. Lah ini? Hahaha. Bagusnya sih, Aldi dan Abdul segera menolong. Kalo nggak mah, Nando udah nangis-nangis karena nggak bisa ke daratan. Kocak banget gue inget ekspreksi mukanya. Pas lagi ngetik ini aja, gue ketawa-ketawa. Kemudian, berbagai gaya renang gue coba. Pertama gaya katak, eh kaki gue pegel. Gaya bebas, gue nggak bisa. Gaya batu, GUE TENGGELAM, HELP!!!
  
dan ini ketiga kalinya, kemudian disuruh berenang hingga ke daratan. Nando dibantu Abdul, sedangkan gue berusaha sendirian.

Akhirnya, sampai juga ke daratan. Hoalah. Lelahnya berenang.  ( Bukan berenang sih disebutnya, toh gue nggak bisa renang ) Yaudah, sekarang gantian kelompok dua yang bermain banana boat. Gue dan teman-teman yang lain hanya duduk-duduk di tempat yang digelar tikar tadi. Santai-santai sambil ngemil. Sembari menunggu kelompok kedua main banana boat.











Kini giliran Buana, Hadi, Nia, dan Tania.

Kasian ya, kelompok kedua, foto-fotonya kurang banyak. Hahaha.





Gue nggak tau cerita mereka seperti apa. Palingan juga sama serunya, hehe.

Setelah kelompok kedua selesai banana boat. Kami langsung bersiap-siap untuk snorkeling. Tapi tunggu di part 2 ya ceritanya. Nantikan cerita selanjutnya!

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

46 comments

  1. Itu muka selfienya enggak banget, Yog. Keliatan mabuknya! Bahahah! :D
    Masik oyong kali yah.. :P

    Maen banana boat emang seru.. Apalagi bareng pacar.. Mihihihi.. *kayak pernah aja*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting tetep ganteng, Kak. ( kata nyokap gue )
      Hahahaha, ajak dong pacarnya. :p

      Delete
    2. Hahah.. Iya iya.. Semua nyokap bakalan bilang anaknya cakep.. :D

      Agak ragu, Yog. Soalnya Febri ngga bisa berenang. Kekekeekkkk :P

      Delete
    3. Iyaa. :)
      Sama aja kayak gue. -___-

      Delete
    4. Dih.. Di dalem hadist diwajibkan buat pande berenang loh. Cus belajar sanah! :P

      Delete
  2. Bahahahah itu seriusan pas terakhir ditinggal kang bananaboat-nya? Miris banget si Nando hahaha x))
    Aseli jahanam banget bahahahah x'D Untung Yoga lelaki tegar dan lelaki yang selalu berusaha keras. :D Hahahaha
    Lebih sakitan mana, ditinggal kang banana boat atau ditinggal pacar? Bahahahaha

    Udah ah cape ketawa mulu. Pffftt~ x))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, emang begitu. Semuanya juga gitu kalo nggak salah. Harus latihan berenang mungkin. :))
      Berlebihan deh kata-kata lu, Rim.
      Lebih sakit ditinggal istri pas udah punya anak 7. :p

      Asikkk, tulisan gue menghibur. Yuhuuu.

      Delete
    2. Sini latihan sama akuuu~ haha :))
      Kasih kucing aja kalo berlebih ._.
      Beh. Kok tau? Udah pernah ya? Oh, Yoga duda. :p

      Ciyeee celamaaat! \^.^/

      Delete
    3. Latihan apa? Berenang? Nanti kamu tenggelam lagi dalam lautan asmara. :p
      Kucingnya udah kenyang juga.
      Iya, duda anak 9.

      Yeaaahhh. :D

      Delete
    4. Hahahahanjir ngakak bacanya, "lautan asmara" dasar pujangga cinta~

      Delete
  3. liat banana boat jadi inget main banana boat di pulau tidung. Pas main banana boat ada salah satu temen gw yang g bisa berenang. pas banana boatnya kebalik, dia teriak paling kenceng kayak kucing perawan yang pertama kali bercinta, berisik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, sama itu sih Nando juga begitu. Gue nggak bisa berenang tapi slow-slow aja. :)

      Delete
  4. Gak jatuh sendirian, berenang ke daratan sendirian... ketauan banget jomblo nya
    Astaghfirullah

    ReplyDelete
  5. Wahai anak muda. Maafkan saya mencantumkanmu dalam Liebster ini. Semoga berkenan dijawab. *kemudian terbang*
    http://tirsme.com/2015/01/12/liebster-award-basi-angetin/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duh, makasih ya anak muda. Aku telah menjawabnya di blog mu.

      Delete
  6. seru ya yoga kayaknya :)
    nggak panas apa tu banana boat di bawah matahari? kalau sore kayaknya bakal lebih keren..

    ReplyDelete
  7. asik ga sih itu temptnya? kayanya gue baru denger tempat itu haha

    ReplyDelete
  8. Hahaha, awalnya sok gak bakal ikut mas nah.
    keluar biaya segitu kayaknya terbayar dengan serunya. saya belum pernah naik banana boat. lain kalau kalau mau ke sana, ajak deh saya. saya juga sok2 nolak nantinya. hhahaha. biar keren :D *eaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pengalaman lebih berharga dari uang. :)
      Hahaha, mending saya ajak cewek, Mas. :p

      Delete
  9. Seru iiih. Heh lo ngatain gue narsis nah elo apaan yog selfie selfie sukaesi gituuu. Ini nggak fair! *jewer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget, Dev!
      Gue nggak narsis, cuma pede aja kalo difoto. :D

      Delete
  10. Jalan2nya sih udah seru, tapi jalan2 dan selfie sama pacarnya kapan yog? *kabuuuuur*

    ReplyDelete
  11. haha ya kali bekasi dibuletin gitu _- haha... gue juga pernah kesana, tapi engga betah waktu kemaren, mabok laut terus panas banget belom tidur, jadinya gue engga dapet ngerasain keseruan kaya lo dh -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, :D
      Wah, sayang banget itu, Bro. Gue mah biar panas tetap dinikmati. Paling pulang-pulang item~

      Delete
  12. Gue kalo wisata ke laut begini paling gak mau nyebur. Gak bisa berenang (jujur) takut di culik tuan krab ~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, gue juga nggak bisa renang kok. Nekat aja!

      Delete
  13. abis berlibur ke pulau untung semoga lebih untung ya bang yog masalah percintaan #eh..

    ecieee yang jalan2 wkwkwk.. iri deh karena gue orang rumah yang gaboleh pergi jauh hiks T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah, kenapa ngomongin cinta sih.
      Sesekali bandel dong. Gue juga anak rumahan kok. ( kalo lagi bokek )

      Delete
  14. Wah ternyata murah ya. Gue pernah diajakin temen gue tuh padahal, gue pikir bakal mahal. ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Muraaahh. Lagian, pengalamannya jauh lebih berharga. :))

      Delete
  15. Mayan lah buat referensi liburan nanti. Haha.
    Gue belom pernah naik kapal. Parah bgt dah. Jadi ga tau bakal mabok apa ga.

    Besok ngajak pacar ah. Kebetulan Pevita lagi libur juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain, Bro!
      Mabuk laut mah gapapa, daripada ngelem mulu. :p
      Waduh, kemaren ngaku Raisa, sekarang Pevitas. Bebas, Mblo!

      Delete
  16. Wah seruu tuh liburanya yog, apalagi ada yang berantem, kaya nonton FTV live.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru, Zis. Cobain dong!
      Hahaha, iya. eptipi banget.

      Delete
  17. Itu si Nando jadi bahan joke lu mulu ya.. wkwkw.. xD

    ReplyDelete
  18. Mauuuuuuuuu~~~~ etapi gue gabisa berenang. Ntar nasib gue kaya nando lagi. Gajadi deh. Etapi seru banget kayanya. Maulah *labil*

    ReplyDelete
  19. masa ditinggal Yog abis main????? Aku main banana boat di BALI , abangnya ttp bawa kita ke pinggir -__-. Aku gampar berani ninggalin gitu ;p hahahaha..tega bener.. Tapi rada trauma main banana boat yg diceburin abis itu... Soalnya si abang pas nyeburin ga bilang2, dan mukaku sukses menghantam air lebih dulu, yg bikin bibir robek -__-.

    Seru nih liburannya... aku seumur2 belum pernah ke pulau seribu yg manapun , pdhl udh 9 thn di Jakarta :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.