Kepada Kamu Yang Sedang Bersedih

55 comments
Kepada kamu yang sedang bersedih.



Boleh kamu membaca ini..

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena harapanmu di tahun kemarin belum terwujud. Bangkitlah, sambutlah tahun baru. Buatlah pula harapan baru. Buatlah harapan itu sekarang, tulislah harapan-harapanmu itu, kemudian berusahalah untuk mewujudkannya. Semangat!
Kepada kamu yang sedang bersedih, karena hari Minggu itu waktunya libur. Tetapi, kamu malah bekerja. Teruslah bekerja, semangatlah. Karena, setidaknya kamu lebih baik, daripada dia yang malas-malasan di kasur.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena tidak bisa makan enak hari ini. Bersyukurlah, walaupun itu hanyalah tahu, hanyalah tempe, dan bahkan hanya kerupuk. Bukankah itu terasa enak? Karena makanan itu berasal dari hasil kerja keras, dan uang yang halal. Bukan makanan enak di restoran, tetapi uangnya dari hasil yang haram. Sekali lagi, bersyukurlah kamu.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena belum mendapatkan pekerjaan. Teruslah mencoba, mungkin kamu sudah ditolak beberapa kali ketika wawancara kerja. Kamu tidak lolos tes ini dan itu. Bersabarlah, teruslah berdoa, dan lebih giat lagi berusaha. Karena nanti, kamu akan berhasil mendapatkan pekerjaan. Percayalah.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena blogmu tidak ada komentar. Tetaplah ngeblog, karena ngeblog itu soal berbagi, bukan dikomentari. Teruslah menulis, karena menulis itu berbagi keindahan, meski tidak ada komentar. Tapi percayalah, suatu hari nanti. akan ada blogger yang khilaf berkomentar. Dari sekedar khilaf, kemudian menjadi pembaca setia.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena blogmu selalu sepi pengunjung. Jangan pernah menyerah. Karena sepi ataupun ramai, kamu harus tetap menulis. Karena kamu menulis untuk kebahagiaanmu, bukan untuk menciptakan keramaian. Tenang saja, pada akhirnya nanti, blog kamu akan dibaca blogger-blogger lain. Dan, memotivasi blogger lain, meski blogmu sepi, tapi karyamu, tulisanmu selalu ada.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena sebentar lagi liburan berakhir, dan beberapa bulan lagi harus menghadapi UN. Belajarlah kamu. Bukankah itu kewajiban seorang pelajar? Belajarlah yang tekun, sehingga kamu bisa memperoleh nilai yang bagus, membuat orang tuamu bangga, dan melanjutkan kuliah... Dan sukses!

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena salah jurusan perkuliahan. Tak perlu kau sesali, hidup ini adalah sebuah pilihan. Mungkin dari salah jurusan itu, kamu bisa belajar sesuatu. Mungkin lahirlah sebuah cerita yang lucu. Atau mungkin, jika kamu tidak salah jurusan, kamu tidak bisa bertemu dengan teman-teman gokilmu saat ini. Pacar yang kau sayang saat ini. Percayalah, salah jurusan tidaklah buruk. semangat, dan segera lulus...

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena banyak tugas, sabarlah. Jangan mengeluh, kerjakanlah pelan-pelan. Satu tugas, kemudian dilanjutkan tugas yang lain. Percayalah, tugas itu akan selesai. Meskipun dosenmu tidak berperikemahasiswaan, tapi beliau punya alasan memberikanmu tugas, tentunya agar kamu rajin. Semangat!

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena belum punya handphone baru, jangan terlalu memikirkan handphone. Lihatlah saudara-saudaramu yang lebih memprihatinkan. Jangankan handphone, untuk makan saja sulit, apalagi bersekolah. Sadarlah kamu. Suatu saat handphone itu dapat terbeli. Pakailah dahulu handphone lamamu itu. Tersenyumlah, bersyukurlah.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena belum punya pacar. Tersenyumlah. bukankah kamu juga bisa bahagia, meski sendirian? Bukankah bahagia tidak melulu harus berdua? Suatu saat nanti, kamu juga akan mendapatkan pacar, Mungkin bukan sekarang. Tapi nanti, pasti. Karena manusia diciptakan berpasang-pasangan, bukan? Janganlah lagi kamu bersedih karena cinta. Berkaryalah, mungkin cinta akan menghampirimu. Karena ada seseorang yang jatuh cinta dengan karyamu.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena baru saja putus cinta. Kuatkanlah hatimu. Ceritakanlah pada temanmu, main gamelah hingga kamu lupa kalau habis putus cinta. Makanlah yang banyak, hingga badan kamu tidak kurus hanya untuk memikirkan dia. Luapkan emosimu dengan positif. Mungkin dengan putus cinta kamu sadar, bahwa dia yang bersamamu itu, mantanmu itu. Bukanlah yang terbaik untukmu. Percayalah. Lupakan dia, relakan dia. Meski kenangan bersamanya begitu indah, sudah terlalu banyak kisah, galerimu dipenuhi foto-foto berdua. Tapi kamu harus move on. Hidup kamu terus berlanjut, tak usah lagi menengok ke belakang. Di depan sana, pasti sudah ada cinta baru yang akan memelukmu. Jangan berpaling lagi, dan teruslah melangkah percayalah.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena temanmu merebut gebetanmu. Ikhlaskanlah, mungkin gebetanmu belum tepat untukmu, atau temanmu bukanlah teman yang baik. Atau memang mereka berjodoh. Sudahlah, ikhlas. Relakan dia bersama temanmu. Nanti ada kok, gebetan-gebetan yang lain. Sabar aja.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena pacarmu selingkuh. Maafkanlah dia, berilah ia kesempatan kedua bila kamu memang masih mencintainya. Mungkin saja, dia khilaf. Maafkan, bukankah manusia penuh kesalahan dan kekhilafan? Tapi jika kamu sudah tak bisa mempercayainya, ikhlaskanlah. Kuatkanlah hatimu. Karena penderitaan akan membuatmu semakin kuat. Tak perlu kamu membalasnya, biarkan Tuhan yang membalas. Mungkin Tuhan punya rencana, dibalik kejadian itu, kamu akan mendapatkan hikmahnya. Mungkin kamu belajar sesuatu dari hal itu. Bahwa, tidak semua kebaikan akan dibalas kebaikan. Terkadang, kamu yang sudah baik pun, akan mendapatkan balasan sebuah keburukan. Tapi kamu, tetaplah berbuat baik, meskipun ia sudah melukaimu, meskipun ia sudah mengecewakanmu. Teruslah menjadi orang yang baik.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena skripsimu tidak kunjung kelar. Bersabarlah, kamu. Semangat menggarap skripsi itu. Sebentar lagi, selangkah lagi, engkau akan lulus. Kemudian di wisuda, jangan menyerah. Ingatlah kedua orang tuamu, ingatlah perjuanganmu selama ini. Ayo kelarkan. Kamu pasti bisa!!!

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena naskahmu ditolak penerbit. Jangan menyerah, mungkin rezekimu ada di penerbit lain. Mungkin tulisanmu memang harus diperbaiki lagi, agar layak diterbitkan. Semangat, teruslah menulis sampai kamu bisa menerbitkan buku, dan menghasilkan karya-karya yang lebih banyak. 

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena sering patah hati. Menangislah, luapkan kesedihanmu, keluarkan air matamu hingga kamu merasa lega. Hingga kesedihan itu, tidak ada lagi di hati kamu. Sampai kamu akhirnya sadar, bahwa kamu berhak bahagia. Percayalah, hati kamu akan menjadi lebih kuat. Sesuai surat Al-Insyirah. Untuk merasa sembuh kamu perlu sakit. Untuk merasa lega, kamu perlu sempit. Untuk merasa senang, kamu perlu sedih. Untuk merasa suka, kamu perlu duka. Untuk merasa puas, kamu perlu kecewa. Untuk merasa mudah, kamu perlu sulit. Sesungguhnya, setelah kesulitan itu ada kemudahan.

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena entah apa alasanmu itu. Tersenyumlah, untuk apa engkau bersedih? Bukankah untuk bersedih itu ribet, lalu wajahmu menjadi jelek. Tersenyumlah, siapa tau ada seseorang yang melihatmu tersenyum saja, dia bisa bahagia..

Kepada kamu yang sedang bersedih, karena merasa tulisan ini buruk. Maafkanlah penulisnya, karena saya masih belajar merangkai kata. Saya bukanlah pujangga, saya hanya manusia biasa. Komentarilah, kritiklah, berilah dia saran. Dan semoga dia bisa menulis lebih baik lagi. Aaaammmmiiinnn.

kepada kamu yang sedang bersedih, senyum dong. masa sedih mulu? Raisa aja senyum, senyum dong buat aku :3


Wah, banyak juga ya. Gue nulis dan iseng-iseng ngerangkai ternyata panjang jadinya. Jelek sih, kata-katanya juga itu-itu aja. Tapi ya gapapa, tulisan sendiri ini :)

Keep blogging gaes, selamat hari Minggu.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

55 comments

  1. Replies
    1. duh lagi pilek, jangan pake s dong. btw makasih Fa. :)

      Delete
  2. kalau sedih jangan sampai berlalut-larut mas ... hehehe

    ReplyDelete
  3. Wahai Yoga Akbar Sholihin yang bijaksana, terima kasih semangatnya. Lekas dapat pacar ya biar nggak masuk di barisan orang yang bersedih. Kan Huft jadinya. Haha apa sih gue.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hufftttt, gausah bawa-bawa pacar apaaa..
      lagian tanpa pacar gue nggak sedih kok. :)) ( iyain aja, biar gue seneng. )
      ah emang nggak jelas lo Dev! :p

      Delete
    2. Iya deh iya. Gue juga masih sayang kepala gue nanti kena bacok jomblo tertindas gegara ngeledek mulu. *Eh
      Gue jelas yog, jelas cantik, yang suka dikasih kalo beli deterjen. Hayoloh tau nggak lo jawabannya..

      Delete
    3. gue nggak sejahat itu kali ah, udah biasa diledek orang :))
      piring cantik? wahahah

      Delete
    4. Iih jangan kayak gitu dong, bales ledekin kek. *ngotot
      GELAS CANTIK YOG, GELAS. JELAS=PIRING ITU BEDA JAUHHHH BANGET.

      Delete
    5. Lagi nggak pengen ngeledekin orang sih, hahaha. Habisnya gue laper Dev. :( ingetnya piring.
      Gue tau gelas, gue sengaja aja bikin lo kesel!!! huwahaha

      Delete
  4. ITU KENAPA TIBA-TIBA ADA FOTO RAISA DI ANTARA TULISAN BEGINIAN YOG!!

    ReplyDelete
  5. Aah.. tumben banget ngebaca tulisan peneduh hati. Terima kasih sudah menasehati. TAPI KENAPA BARU SEKARANG PAS KULIAH GUE UDAH MAU LIBUUUUR??!

    Oke, maap, emosi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyanih tumben, gue lagi mellow mungkin ya. oke sama-sama Us.
      gue nggak tau jadwal elu kuliah :p
      OKE DIMAAFIN!!! ahahaha. :)

      Delete
  6. ayo jangan sedih terus dong mas yoga

    ReplyDelete
  7. buat yang salah jurusan.........makasih banyak loh ini jleb banget. Dari dulu aja Yog lu posting kek gini ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru kepikirian Ran. haha, masalahnya gue juga salah jurusan :')

      Delete
    2. ah, ternyata gue gak sendiri hahaha. well, kita harus semangat menyelesaikan apa yang sudah kita mulai, Yog :')

      Delete
    3. Sip. Semangat, Ran! Sukses. Pasti bisa! SMK BISA!

      Delete
  8. Itu, Enggak. Nyindir. Kan. Yog. Yang. Bagian. Belom. Kelar. Skipsi. ?. -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduh kak Beby mah sensitif aja. gue nggak nyindir kok. emang kesindir? :p
      semangat donggsss!

      Delete
    2. Zzzzz.. Kampret lu, Yog! -_-

      Delete
  9. Waduhh, jadi ke.inget UN, hari ini liburan udah selesai, siap.siap mnghadapi UN,,
    Btw, thanks yee yog, udah ngingetin + nasehatin..hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe sama-sama bro. ngeblog kan memang untuk berbagi, ya saling mengingatkan dan menasehati, atau memotivasi :)

      Delete
  10. gue curiga ini buat gue nih ya jangan jangan, bukan buat kamu.. soalnya banyak yang lagi gue rasain diatas nih -_- hoahh

    ReplyDelete
  11. kepada kamu yang sedang bersedih karena naskah mu dicuekin penerbit. sadar woy, tulisan lo emang brlom layak terbit.
    Sumpah ini bukan curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. sabar bang, nanti juga terbit kok :))

      Delete
  12. yap bener banget yog. bahagia gak harus berdua :)

    ReplyDelete
  13. Aku ngak sedih tapi malah mensyukuri apa yg blm gw dapet di tahun 2014. Itu menandakan 2015 kita mesti kerja lebih cerdas #halah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, harus lebih cerdas, lebih baik, dan lebih-lebih lah dari tahun sebelumnya :)

      Delete
  14. keren banget postingannya. Inspirasi dari Radit ya? haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. thanks Don. hahaha kalo Radit kan ngebahas patah hati, ya bisa dibilang terinspirasi sih. gue ngeblog juga terinspirasi dari dia :D

      Delete
  15. Gue nggak sedih sih. Berarti tulisan ini bukan buat gue dong? Syukron.
    Lu kok nyisipin foto Raisa tanpa seizin gue? Udah berani ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah kalo nggak sedih :)
      memang lo siapanya? hah?!

      Delete
  16. Baca ini kayak baca isi hati sendiri.
    KAMU KOK BISA BACA ISI HATI AKU? KAMU PASTI DUKUN YAA??!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini kan, kesedihan-kesedihan yang mungkin orang-orang, ataupun pernah gue alami Riz. :')
      mungkin sehati.. :))

      Delete
    2. Oh sehati.. hatinya kembar siam gitu ya? :')

      Delete
  17. intinya dalam keadaan bagaimanapun kita patut bersyukur ya yog :)
    tulisannya makin mantap aja nih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Tersenyum dan selalu bersyukur :)
      Wah makasih ya pujiannya :D

      Delete
  18. kepadamu yang sedang bersedih karena mau nulis naskah tapi nggak tau mau mulai darimana :"))

    ReplyDelete
    Replies
    1. mulai aja, dari yang terlintas di kepala. dapetin ide dulu :)

      Delete
  19. gue jadi nggak sedih nih, gara gara ada nyempil foto raisa, makasih raisaa :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. bilang dulu sama gue, kalo mau makasih ke Raisa :)

      Delete
  20. Yoga, Yoga, Yoga, kalau habis titik itu pakai huruf kapital tau~~~
    #kumatjadieditor :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. namanya juga langsung nulis di blog, mbak Tiwi. Gue edit nanti. Makasih, atas sarannya, yak.

      Delete
  21. yang salah jurusan... yang skripsinya belum beres... itu aku banget yog...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat dong kak! Aku juga salah jurusan, tapi berusaha menikmatinya haha.

      Delete
  22. Hahaha astagfirullah ini penghancur suasana banget --> "Makanlah yang banyak, hingga badan kamu tidak kurus hanya untuk memikirkan dia." :))
    Untuk poin yang mau UN: Aamiiin!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, maklum nulis random pake hati. Apa aja tertulis begitu saja. :D
      Aamiinn. :)

      Delete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.