Masih Untuk Sahabatku

8 comments
Ada perasaan yang tumbuh, di antara dua insan. dua sahabat yang terjerat perasaan terlarang.
Perasaan yang datangnya tidak dapat diduga, perasaan yang munculnya begitu saja.

Virus merah jambu yang menyerang relung hati.
Kedekatan ini membuatku nyaman, tak bisa lagi ku pungkiri,
Ketika bersamamu, aku selalu menjadi diriku sendiri..
Melihat bola matamu saja, rasanya sudah seperti di rumah


Apakah salah bila sahabat menjadi cinta?
Tapi mengapa, persahabatan ini membunuh perasaan cinta?
*masa lalu*

Waktu itu, kita sempat berselisih paham. membuat jarak di antara kita menjadi jauh
Bahkan seperti tak saling mengenal Tapi apa yang bisa ku lakukan?
Di hari itu, kamu memilih, memilih seseorang di masa lalumu.
Untuk kembali bersamamu, di sampingmu..

Padahal, aku diam-diam telah jatuh hati
Aku memendam rasa, yang awalnya tidak kusadari
Tapi melihatmu bersamanya, seakan aku tak rela.
Oh inikah cinta? begitu random rasanya

Hingga suatu saat aku menemukan pujaan hatiku sendiri
Namun engkau, seperti marah kepadaku
Aku tak mengerti, mengapa begini?
Tapi aku harus memilih, aku sudah memiliki kekasih.
Aku juga sudah bersikap biasa saja, sewajarnya seorang sahabat

Tetapi di saat kita bersama saat ini, kita bukan lagi sahabat.
Ada sebuah perasaan yang lebih, namun hanya hati yang dapat merasakannya
Aku tak ingin perasaan itu hadir kembali
Kamu juga belum benar-benar move on dari masa lalumu

Semoga pilihan ini bijak, agar tak ada pihak yang tersakiti
Di sisi lain, suara hatiku berkata, 'aku tak ingin kehilanganmu'
Aku sadar, mungkin aku bodoh karena tidak memilihmu di saat itu
Tapi biarlah kenangan itu tersimpan dalam, di dalam lubuk hati yang terdalam

Kenangan kita dahulu, itu akan menjadi sejarah yang indah
Sekarang, ketika teringat hal itu, aku hanya bisa senyum-senyum sendiri
Dan kini, saat bersamamu, menjadi sahabatmu lagi.
Rasanya masih ada serpihan-serpihan rasa yang tertinggal

Aku berusaha untuk mengelak..
Tetapi benih-benih cinta yang tertinggal itu, perlahan tumbuh kembali
Aku bingung menjelaskannya
Tatap saja mataku, agar kamu mengerti
Namun, jika kamu sudah tahu apa perasaan itu
Biarlah aku tetap menjadi sahabatmu

Aku hanya ingin, kita berdua begini adanya.
Hanya sebagai sahabat, seorang bestfriend
Ah sebenarnya aku tidak merasa kita sahabatan, aku mengira kita lebih dari itu
Terkadang kamu itu seperti sahabat rasa pacar.
Entahlah apa namanya itu, yang jelas aku menyayangimu, lebih dari kata sahabat

*masa sekarang*

Siapapun pasanganmu nanti, aku berharap dan mendoakanmu..
Semoga mendapatkan yang terbaik. mungkin itulah arti tulus
Tadinya aku ingin, hatiku juga tak bisa berdusta
Tapi aku sadar diri, sepertinya kamu pantas mendapatkan yang lebih
Karena beginipun aku merasa cukup, menjadi sahabatmu

dan saat tulisan ini ku rangkai, maaf... aku sudah tidak mencintaimu lagi.
aku merasa sahabat jadi cinta itu hal yang wajar, tapi aku adalah seorang pria dengan pilihan.
aku muak dengan perasaan aneh ini! aku sudah melangkah pergi wahai sahabat.
yang dahulu biarlah berlalu, karena kini aku punya cerita yang baru . BHAY!



Wih, akhirnya gue ngerangkai kata lagi, tapi jelek banget, hahaha.. ah sebenarnya ini tulisan udah lama.. baru gue posting aja..
yah masih belajar beginilah, tentang sahabat jadi cinta gitu, tapi entahlah.. perasaan di antara sahabat bikin bingung, random banget, kadang biasa aja, kadang ada rasa ingin memiliki, dan kadang ingin jadi penulis best seller.. lah apa hubungannya? -_- nggak ada, itu hanya cita-cita gue :)

Yaudah segitu aja deh, terimakasih sudah nyempetin baca, selamat sore
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

8 comments

  1. Ini cerita beneran ya? Wah.. haha. Pernah diam-diam suka sama sahabat.
    Tapi persahabatan antara cew dan cow ga pernah bisa murni sahabat. Kayak gitu, pasti ada salah satu yang suka, atau keduanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe begitulah bro, beneran.. iya, nggak bisa bohongin perasaan sendiri.
      bener bangeeett! cowok dan cewek nggak akan sepenuhnya sahabatan, cepat atau lambat, akan muncul perasaan baru. hahaha

      Delete
  2. friendzone itu sakitnya di sini haha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ciyee korban friendzone juga ya?
      Sakit sih enggak, cuma nyesek dikit :(

      Delete

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.