Wanita Penyuka Merah

No Comments
Di persimpangan kamu menunggu
Berdiri mematung dengan senyum
Ku naiki kuda besi tanpa ragu
Menerobos lampu merah, melanggar hukum

Saat itu kau kenakan kostum spanyol warna merah
Begitu manis dengan rambut terurainya
Ku hampiri engkau yang sedikit gelisah
Hanya melukis senyum tanpa tanya


Aku tiba dan engkau gembira
Melaju cepat melawan hembusan angin tanpa suara
Menikmati malam dingin yang terasa hangat
Pelukanmu seperti  memberi semangat

Tak pernah ku lupakan malam itu hey wanita penyuka merah
Karena biru adalah favoritku
Perpaduan merah dan biru menghasilkan violet
Yang ku tahu dirimu juga mencintai ungu




Dapatkah kau ingat malam itu yang penuh bintang?
Tentang kisah pertama kita yang benderang
Bila biru tanpa merah tak akan pernah ungu
Ketika api berwarna merah, terkadang pula berubah biru


Itulah kita, cinta yang menyatu, tercampur menjadi ungu yang tak pernah padam.






Entah ini jelek, atau iseng-iseng doang buatnya, tapi ya inilah tulisan gue.

Selamat pagi menjelang siang ! Yeaaahh semangat puasanya..
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.