Tentang Sesuatu Yang Baru

No Comments
Suara takbir berkumandang tanda besok hari akan lebaran. Di sebuah rumah, seorang remaja bernama Agus masih galau dengan pakaian apa yang ingin di kenakan besok untuk menyambut hari Raya Idul Fitri..
Di pilah-pilih pakaian yang baru saja ia beli tadi sore, bercermin tiada henti hanya untuk memastikan pakaian yang pas, memakai kemeja yang tadi ia beli tetapi masih terlihat kebesaran karena tubuhnya yang kurus, menggunakan kaos tapi takut terlihat seperti anak kecil, memang Agus ini masih berumur sekitar 17 tahun, tetapi malu juga ketika hanya memakai kaos waktu lebaran, padahal ibunya menyarankan supaya memakai baju koko lamanya saja, tetapi Agus tetap bersikeras ingin memakai pakaian baru yang ia beli sendiri, hanya sibuk di depan lemari yang berkaca ternyata menguras waktu sampai larut malam..

Malam itu Agus tidak keluar rumah, ia sibuk sendiri dengan pakaian nya, karena terlalu lelah menggonta-ganti pakaian, ia pun tertidur dengan lelap dan pakaian nya pun masih berserakan di atas kasur.. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Laa illahailallahuwallahu Akbar, Allahu Akbar walilailham. seruan itu membangunkan Agus, karena rumahnya lumayan dekat dengan masjid, jadi suara takbir sangat terdengar jelas di telinganya, ia pun mandi dan bersiap-siap untuk sholat ied, setelah mandi Agus menyantap nasi yang terbungkus daun kelapa yang di anyam dengan lauknya ayam berkuah kuning, setelah kenyang barulah ia pergi ke masjid, Agus memakai baju koko lamanya dan sarung berwarna biru, tidak lupa menyemprotkan wewangian, sepulang sholat Agus buru-buru ke rumah, lagi-lagi ia berdiri di hadapan kaca, masih belum pede dengan kemeja barunya, karena terlihat semakin kurus dengan kemeja yang sedikit kebesaran untuk ukuran tubuhnya, Agus pun akhirnya tidak mengganti baju kokonya, hanya saja sarungnya di ganti dengan celana panjang chino warna hitam, dan sebagai alas kaki, Agus memakai sepatu barunya, adidas warna hitam bergaris putih yang ia beli bersama kemeja dan pakaian lainnya kemarin sore.

Karena sudah cukup ganteng dengan penampilan nya, ia akhirnya memutuskan untuk memakai pakaian itu, namun perutnya mendadak mules, Agus pun mencopot celana chino dan sepatunya, setelah 15 menit jongkok sambil berkonsentrasi mengeluarkan kotoran yang memang sepatutnya di buang, Agus pun terasa lega, setelah itu memakai sepatu adidasnya lagi, dan dengan pedenya ia keluar rumah, saking pedenya ia lupa kalau belum memakai celana chinonya, atasan nya baju koko, bawahan nya hanya boxer merah yang ia pakai, lalu sepatu, ya kalian bisa bayangkan lah gimana penampilan Agus saat itu, kalau saja di depan rumah Agus ada banteng, mungkin Agus enggak jadi lebaran karena radang pantat akibat diseruduk, namun hanya terdapat kerumunan orang-orang yang salam-salaman, teman Agus, Reza yang kebetulan sedang bersalam-salaman di depan rumahnya pun ketawa ngakak ngeliat Agus hanya memakai boxer merah,
'Gus lu semalam dari mana sih? pagi-pagi ketemu ternyata lu berubah stres, ahahahahaha' , Agus masih belum sadar dengan apa yang terjadi, tetapi setelah di teriakin Rani (sang gebetan sekaligus sahabat yang ia incar selama bertahun-tahun) dan Rani menutup mukanya, 'Idiiihhhh, Agus porno banget gak pake celana' , mendengar Rani berteriak seperti itu Agus pun menengok ke bawah, langsung panik,dan masuk lagi ke dalam rumah untuk memakai chino hitamnya.

Setelah penampilan sudah benar-benar rapi, kemudian ia pede untuk keluar, tetapi masih merasa malu karena kejadian tadi.
Reza, Rani, Irfan, Farah yang kebetulan tetanggaan sudah berkumpul di teras depan rumah Agus, begitulah para sahabat ini berkumpul, tidak hanya di hari raya, tetapi setiap hari mereka pun sering kumpul bareng, Irfan dan Farah yang tidak tahu kejadian tadi pun tiba-tiba ikutan tertawa, Agus semakin malu karena kekonyolan nya tadi di ceritakan terus-menerus, karena kesal, Agus pun marah-marah, teman-teman nya pun merasa bersalah dan minta maaf, salah satu di antara mereka, Rani berkata 'kalau lebaran ga boleh marah-marah gitu dong Gus, iya-iya kita minta maaf, mohon maaf lahir dan batin ya' entah karena rasa cintanya Agus ke Rani atau memang hari raya, jadinya Agus pun memaafkan ledekan teman-teman nya barusan yang padahal sudah membuatnya dongkol, kemudian mereka ngiter-ngiter untuk halal-bihalal, dari rumah ke rumah, saat di jalan Agus tersandung, sepatu Agus masih agak longgar, ia masih belum beradaptasi dengan sepatu barunya, karena tersandung lebih dari 6 kali, Reza pun ngomong, 'mentang-mentang sepatu baru gausah di pamerin juga kaleeee, sok-sok kesandung mulu biar kita pada liat? ,gausah pamer pliss' Agus padahal enggak ada maksud untuk pamer, ia hanya belum terbiasa saja dengan sepatu barunya yang kelonggaran, Agus pun cuek saja mendengar ucapan Reza, setelah capek ngiter-ngiter dan sudah selesai silaturahmi dari rumah ke rumah, mereka semua kembali ke rumah masing-masing..

Sesampainya di rumah, Agus mencopot sepatu barunya, ketika di lihat kok sepatunya sudah sedikit jebol, mungkin karena tersandung berulang kali, Agus pun membanting sepatu tersebut, sambil memaki sepatu yang tidak berdosa itu, 'dasar sepatu sialan' , karena sadar perbuatan nya itu cukup bodoh, Agus pun mengambil sepatu yang barusan ia lempar dan menaruhnya di rak sepatu, di rak itu terdapat beberapa sepatu, matanya tertuju ketika melihat sepatu all star lamanya yang masih bagus, hanya saja kotor karena belum dan jarang sekali di cuci.. Agus termenung sadar sambil memegang dan memandangi sepatu all starnya, terkadang sesuatu yang baru itu belum tentu nyaman, sesuatu yang baru itu butuh adaptasi, dan sesuatu yang baru itu juga terkadang mengingatkan betapa berharga nya hal lama yang sudah di tinggalkan, kalau saja sepatu lamanya lebih di rawat dan rajin di cuci lagi, mungkin Agus akan selalu nyaman untuk tetap memakai sepatu favoritnya, sepatu Allstar yang lama.. Terhenti akan lamunan, Agus langsung mencuci Allstar dan sepatu-sepatu lama lainnya yang kotor.

TAMAT


kalau cerita di atas ngebosenin dan gak nyambung langsung baca aja ke bawah sini, gue gak jago bikin cerita fiksi sih abisnya, tapi nanti gue bakalan belajar, supaya bisa menulis cerita yang fakta karena pengalaman pribadi maupun cerita fiktif, ya demi mencapai mimpi gue untuk menjadi seorang penulis, aaamiiinn

Gue sih sebenarnya nulis ini karena terinsipirasi dari sebuah kata-kata di bukunya Bang Alitt Susanto , Relationshit yang berbunyi :

Kadang sesuatu yang baru itu hanya datang sesaat, dia hanya mengingatkan betapa berharganya hal lama yang sudah di tinggalkan

Pernah gak kalian mikir begitu? Ya tentu seperti cerita di atas, tentang pakaian baru, tentang baju, celana, sepatu, aksesoris atau hal yang baru apapun itu..

Mungkin memang lebaran biasanya diwarnai dengan yang baru-baru, baju baru alhamdulillah, celana baru alhamdulillah, sepatu baru juga alhamdulillah, hape pun juga kadang baru, ya biasanya karena dapet THR, banyak orang-orang yang menghabiskan uang THRnya untuk membeli sesuatu yang baru tapi kenapa pacar baru kok gak dapet-dapet? *eh

Gue pun merasa begitu, tetapi setelah memasuki fase-fase dewasa gue mikir, lebaran gak harus dikaitkan sama hal yang baru kok, buktinya lebaran tadi gue masih memakai baju koko dan celana yang lama.. Yang harus di perbarui itu justru iman dan takwa kita, bukan di perbarui sih, tetapi lebih cocok dengan kata perbaiki, kesalahan-kesalahan bulan lalu, tahun lalu, dan hal yang telah berlalu itu harus di perbaiki supaya menjadi manusia yang lebih baik lagi, sebulan penuh kemarin kita berpuasa, tingkat kerajinan para umat manusia pun meningkat drastis, yang tadinya jarang beribadah lalu berbondong-bondong jadi rajin ke masjid, tetapi rajin nya hanya di awal bulan puasa, setelah memasuki akhir bulan ramadan dan mendekati lebaran kenapa sepi lagi deh masjid? Gue masih bingung sama orang-orang yang gak konsisten begini, dan gue pun terkadang masih males juga, dan gue pun termasuk #beranijujur

Namun karena gue sudah menulis ini, insya allah gue bakalan perbaki, gue bakal berusaha menjadi lebih baik lagi, baik dalam agama maupun hal lain nya yang tentu mengarah ke positif.. semoga kita semua bisa menjadi lebih baik lagi setelah bulan puasa, karena menurut ceramah yang gue denger tadi pagi, beginilah kata-katanya, "orang yang menuju kemenangan itu bukan yang menyambut lebaran dengan pakaian-pakaian baru, tetapi ketaqwaan nya lah yang meningkat, jadi kesimpulan nya : kita rajin beribadah di bulan ramadhan, seharusnya setelah bulan ramadhan, memasuki bulan syawal dan bulan-bulan selanjutnya, ibadah kita harus tetap istiqomah, harus konsisten, harus tetep rajin, dan harus lebih baik ke depan nya, kalau yang bagusnya hanya di bulan ramadhan, tetapi setelah lebaran males lagi buat ibadah itu mah belum menuju kemenangan"

Gue merinding coy dengernya, ternyata bener juga, setelah Ramadhan berakhir seolah-olah kita malah jadi males lagi, jadi siapa aja yang masih kayak gini? Semoga kita menjadi lebih baik lagi ya di tahun ini dan tahun-tahun berikutnya.. gue akan merindukan engkau wahai ramadhan, sampai jumpa lagi tahun depan, dan menuju kemenangan.

Ah malah curhat dan keluar jalur kemana-mana kan tuh, balik lagi ke topik


Sesuatu yang baru itu memang suka mengingatkan betapa berharganya hal yang lama, pernah gak ketika lu keseringan memakai baju, celana, sepatu atau hal yang baru, barang atau sesuatu yang lama malah di tinggalkan?

Ya contohnya gue nih, gue keseringan make kaos yang baru beli, saking seringnya make kaos itu, pokoknya setiap seminggu gue harus make kaos baru ini, dan bodohnya ada lusinan pakaian lain yang terlupakan, gue lupa kalau gue masih punya kaos-kaos lama yang lebih keren, setelah gue liat-liat galeri foto, gue  tiba-tiba ingin make kaos yang ini, tapi setelah gue cari-cari di lemari, kok ini kaos yang gue mau pake malah gak ada, jangan-jangan ilang, dan bener aja, sampe sekarang pun kaos favorit gue yang lama itu hilaaaaaang, belum ketemu juga sampe sekarang, bener kan, hal yang baru itu terkadang hanya sesaat, kaos baru yang gue pake itu bahan nya gak seadem kaos lama gue, kaos baru gue cepet gerah, gue kangen kaos lama gue, aaahhh galau men, *numpang curhat*

bisa juga di hubungkan ke temen baru, kalian semua tentu pernah kan punya temen-temen baru, iya temen yang baru itu asik, temen yang baru itu keren-keren, dan pokoknya temen baru itu enak deh, soalnya apa? soalnya mereka baru, jadi terlihat menarik, jadinya terlihat lebih bagus daripada temen yang lama, kalian jadi lebih sering main sama temen-temen baru kalian, dan sampai pada suatu ketika, kalian baru ingat, kalian masih punya temen-temen lama, temen-teman lama yang bisa menerima kalian apa adanya, dan teman yang baru itu hanya keliatan menarik pada awalnya, pada akhirnya tetap teman lama lah yang lebih berharga, ya tulisan ini enggak untuk semua orang, enggak untuk semua temen baru dan temen lama, tergantung pribadinya masing-masing aja, tetapi kebanyakan dan pasti teman yang lama itu dilupakan ketika kita punya temen baru, padahal teman yang baru itu biasanya hanya mengingatkan betapa berharganya temen lama yang sudah di tinggalkan..

contohnya gini, : Agus dan Reza sudah bersahabatan sejak lama, mereka berteman sudah 10 tahun lebih , SD dan SMP sekolahnya sama, dan kelasnya pun juga sama, mereka duduk sebelahan dan sering bareng-bareng, dan karena itulah Agus dan Reza bersahabatan, namun ketika SMA, Agus dan Reza berbeda sekolah, Agus jadi lebih sering bermain dengan teman barunya di SMA, pada suatu hari Reza mengajak Agus untuk menemaninya ke toko buku, tetapi Agus malah menolak ajakan teman lamanya itu dan tetap asik nongkrong bersama teman-teman barunya, salah satu diantara mereka pun sudah akrab dengan Agus, yaitu Irfan, Agus menjadi teman dekat dengan Irfan..

mereka jadi lebih sering berdua kemanapun, saking berduaan nya mereka juga sempat double date dengan pacar masing-masing, tetapi suatu ketika Agus sedang jatuh dan tertimpa tangga masalah, Agus putus dengan pacarnya, Rani, Agus sangat sedih karena hubungan mereka berakhir, Agus ingin bercerita tentang masalahnya, kalau anak gaul jaman sekarang ngomongnya curhat, Agus pun curhat kepada Irfan, tetapi setelah segala gundah gelisah nya di curahkan, Irfan tidak begitu memperhatikan cerita Agus, ia lebih asik main hape, dan bbman sama pacarnya, malah saking tidak memperhatikan nya ia bertanya lagi dan lagi, 'ah tadi kenapa Gus? kok bisa putus?' Agus sudah bercerita 2 kali di ulang-ulang tetapi Irfan tidak dapat mengerti dan memahami cerita Agus, karena kesal Agus pun meninggalkan Irfan begitu saja, Agus baru teringat terhadap Reza, teman lamanya yang sudah lama ia tinggalkan, Agus bbm Reza ingin curhat dan main ke rumahnya, dan Reza pun dengan senang hati merespon, sesampai di rumah Reza, Agus menceritakan segala masalah dan putus sama pacarnya kepada Reza, Reza mendengarkan dengan baik, Reza pun memberikan nasihat, memberi solusi atas masalah Agus, di saat itu Agus tersadar, karena Reza lah teman lama yang begitu berharga, tetapi Agus malah melupakan nya, ia tergoda dengan teman barunya, Irfan yang mungkin hanya sesaat itu..

Mungkin dari cerita barusan kalian juga pernah seperti ini? Ya sekali lagi, hal yang baru itu gak selamanya selalu baik kok, dan hal yang baru itu biasanya hanya sesaat yaitu sebuah godaan untuk meninggalkan atau mempertahankan yang lama yang sangat berharga.


Gue juga mau curhat sedikit, ah enggak deh curhat banyak aja, haahaa

Waktu itu gue pdkt sama seseorang, sampai akhirnya gue pun pacaran, tetapi entah kenapa pacar gue itu agak beda sama pacar-pacar sebelumnya, baru pacaran 2 bulan tapi dia tuh biasa aja gitu, ya agak cuek juga, dia tuh enggak terlalu manis di awal, dia benar-benar apa adanya, gue pun bingung, biasanya pacaran di awal itu tuh romantis-romantisnya, tapi ini malah banyak pahitnya karena begitu apa adanya, benar-benar hubungan yang apa adanya.

sampai suatu ketika, ada orang baru (cewek), gue juga lupa kenal darimana sama ini cewek, kalo gak salah sih twitter, eh berawal dari twitter berlanjut ke nomor telepon, mungkin dia enggak tahu kalau gue sudah punya pacar, dan gue bodohnya terlalu welcome sama orang, ya abisan asik aja sih orangnya, jadi ya gak ada salahnya juga gue ngasih nomor telepon gue ke dia, karena kata dia itu untuk nanya-nanya tentang kuliah, jadi ya gak ada salahnya kan? tapi akhirnya gue sadar, mungkin itu modus dia untuk dekat sama gue, kadang kalau pacar gue balesnya lama, gue malah smsan sama dia, gue ngerasa ada hal baru yang gak bisa ke isi sama pacar gue, ya pacar gue agak cuek sama gue, tapi dia yang baru begitu baik sama gue, karena terlalu asik sama kedekatan itu, gue baru sadar, gue sudah punya pacar, tetapi gue asik sendiri sama orang yang belum begitu gue kenal banget, baru kenal di dunia maya, di banding pacar gue yang sudah kenal di dunia yang realita

 gue pun tersadar, hal yang baru itu benar-benar hanya mengingatkan betapa berharganya hal lama yang sudah gue tinggalkan, yaitu pacar gue, meski dia agak cuek, tetapi sekalinya perhatian dia bener-bener perhatian banget, gue nya saja yang mungkin kurang bersyukur, karena setiap manusia punya kekurangan, dan gue kurang bisa menerima sikap yang agak cueknya itu, namun setelah gue sadari lagi, gue pun lama-lama bersyukur dan ikhlas menerima apa adanya pacar gue, soal cewek hal yang baru itu, akhirnya gue kasih tau, kalau gue sudah punya pacar, dia pun agak terlihat beda, mungkin kecewa, atau mungkin dia mulai naksir dan nyaman kalo kontekan sama gue, gue gak tau kan kalau dia ada maksud seperti itu, ya tapi gue harus tetap konsisten, dan gue punya komitmen, gue gak bisa meninggalkan hal lama yang berharga ini hanya untuk sesuatu yang baru..

gue menjalani hubungan yang indah bersama pacar gue, mungkin pada awalnya apa adanya banget, agak pahit malah, tapi lama kelamaan terasa manis, sebenernya awal hubungan itu mau manis atau pahit gak masalah, intinya tetap dinikmati, dan yang terpenting lagi adalah proses dalam hubungan itu gimana kita mempertahankannya, itulah yang membuat suatu hubungan menjadi bahagia, karena hubungan yang baik itu adalah hubungan yang apa adanya tanpa ada topeng-topengan, bukan yang seperti permen karet, hanya manis di awal dan ujung-ujungnya pahit kemudian di buang, hubungan gue mungkin awalnya agak pahit, tetapi setelah saling mengenal satu sama lain, saling menerima apa adanya makin lama terasa manis, manis dan manis, semanis brownis. ya tapi hubungan ini telah berlalu juga sih buat gue, hanya saja menjadi kenangan yang cukup indah untuk di ceritakan, dan kini gue pun sudah move on..

Hanya saja masih ada beberapa hal  yang gue bingung tentang berakhirnya hubungan gue, mungkin memang gue yang salah dan yang memutuskan hubungan itu adalah gue, ya kejadian ini terjadi beberapa bulan yang lalu, tentang putusnya hubungan karena kedua pihak masih sama-sama egois dan susah buat mengalah, tetapi entah kenapa ketika gue mulai meredam amarah, mulai membuang rasa egois gue, dan bener-bener ngerasa berasalah, kok hubungan itu tetap tidak bisa terselamatkan, entah ini bener apa perasaan gue doang, pacar gue sepertinya terlena sama hal yang baru, entah gue gak ngerti bener atau salah, tapi yang gue sadari, gue mungkin adalah hal lama yang berharga yang sudah dia tinggalkan, entah dia sudah menemukan sesuatu yang baru atau gimana, tapi gapapa, gue sudah ikhlas dan gue sadar memang hubungan ini harus berakhir..

Jadi pesan gue, semoga kalian enggak terlena yaaaa, tentang sesuatu yang baru yang sesaat yang hanya mengingatkan, supaya enggak meninggalkan hal lama yang begitu berharga..


Sebenernya ini tulisan udah lama, ya udah sebulan lah, cuma baru gue sempet ngedit dan di posting aja, karena nulis itu gak bisa langsung instan kan, butuh proses editing untuk mencapai tulisan yang bagus, kalau menurut kalian ini masih belum bagus gapapa, karena gue masih belajar nulis..

gue sebenarnya butuh komentar kalian, ya meskipun pada akhirnya gue gak baca satupun kritik dan saran di kolom kometar di bawah tulisan gue, gue bakalan tetap nulis dan ngeblog, no comment no cry, keep blogging :')
Selamat malam para pembaca
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.