Jangan Gengsi

No Comments
Ya gatau kenapa gue pengen nulis tentang gengsi, karena hampir setiap manusia pasti punya rasa gengsi kan? apalagi yang gengsinya udah keterlaluan, mending gengsinya yang wajar aja, dan lebih baik jangan gengsi !

Di sebuah restoran bintang tujuh, tepatnya di meja nomor 6 Agus dan Rani sedang dinner merayakan hari jadian nya yang ke 3 bulan 3 minggu 3 hari, Agus memandangi Rani sambil memotong sirloin yang agak keras, menatap wajah Rani layaknya sang bidadari yang turun dari langit ke 4. saat mereka berdua menikmati makanan nya, tiba-tiba terdengar suara dari blackberry Agus, Rani langsung mengambil bb tersebut, dibaca nya sebuah bbm dari seorang cewek, 'Agus dimana? , bisa bantuin gue gak?'
Karena dari cewek dan kebetulan wajahnya lebih cantik, Rani langsung menaruh bb tersebut ke atas meja, belom bertanya apa-apa sama Agus muka Rani langsung tertekuk kaku seperti belum di beri minyak pelumas, bibirnya manyun, hanya diam saja dan menunduk ke bawah.

Agus menanyakan bbm dari siapa, tapi Rani hanya tetap diam, Rani tidak bicara sepatah kata pun, dan Agus pun kesal dengan sikap Rani yang mendadak berubah seperti kesurupan jin penunggu sumur, setelah di tanya Agus sekali lagi, Rani malah membanting garpu dan pisau nya ke meja makan, mukanya menunjukan ekspresi seperti saat menahan pup, Agus semakin kebingungan, tiba-tiba spontan bertanya, 'kamu cepirit ya Ran?' Tetapi Rani tetap diam, karena penasaran Agus mengambil bbnya, dan membaca pesan itu, kemudian membalasnya, bahkan bbman sampai lupa sama keadaan Rani yang tidak jelas kenapa itu.

Rani akhirnya mengeluarkan sepatah kata, 'jadi kayak gitu Gus kerjaan kamu, bbman sama cewek lain di waktu kita lagi berduaan?' lalu Agus heran, 'lah tadi ditanya diem aja, sekarang aku liat hape ngecek dari siapa dan ngebales bbm dia salah?' 'jadi kamu lebih milih dia karena lebih cantik?' balas Rani, Agus semakin gak ngerti sama kata-kata Rani, dan akhirnya tetap fokus membalas bbm itu. Rani pun ngeluarin kata-kata mautnya 'OKEEHHH FINEEE! KITA PUTUS! LO MAKAN TUH FARAH!' terucap begitu saja dan kemudian meninggalkan Agus di restoran, Agus berusaha mengejar, tetapi Rani pun langsung naik taksi.
Hati Agus rasanya terkoyak, menahan sakit karena mendengar ucapan kekasihnya yang menyeramkan itu, 'gue salah apa, tau-tau sih Rani mutusin gue gitu saja' gumamnya dalam hati. Karena masih lapar, Agus melanjutkan makan malamnya, lalu memanggil pelayan berapa billnya..
Setelah waiters menghampiri dan menyerahkan sebuah bill, ternyata harganya terlalu mahal, saat mengecek dompet, uangnya pun kurang, kartu ATM nya pun ketinggalan, terpaksa Agus membayar dengan uang seadanya kemudian sisanya di bayar dengan mencuci piring sampai restoran tutup.. malam yang sangat mengenaskan bagi Agus.

Setelah urusan cuci piring selesai, Agus langsung mengendari motornya dengan pikiran yang kemana-mana, memikirkan kekasihnya yang seperti kesurupan dan mendadak freak karena memutuskan suatu hubungan tanpa kejelasan.

Sesampai di rumah Agus menelpon Rani tapi tak di angkat, bbm Rani tapi di read pun juga enggak. karena enggak tau harus bagaimana, akhirnya Agus ngetwit, 'salah apa gue coba, hari ini apes banget'
setelah mengetwit seperti itu, kemudian muncul twit dari Rani, 'salah elo tuh ya, lo itu ternyata selingkuh dasar buaya got!' karena Agus merasa twitnya Rani itu sengaja di tujukan kepadanya, Agus pun berusaha menjelaskan, kalo Farah itu pacarnya Reza (sahabat Agus di kampus), Farah barusan minta tolong untuk menanyakan barang kesukaan nya Reza, dan minggu depan dimintai tolong membuat surprise di hari ulang tahun Reza. 10 menit berlalu tetapi gak ada balasan dari Rani

Di sisi lain Rani mengecek profil dan bionya Reza, tercantum nama Farah, setelah di liat profilnya Farah, ternyata benar nama dan fotonya seperti cewek yang tadi bbm Agus.
Rani bingung, tapi ngerasa malu dan gengsi buat minta maaf.

Rani tetap berusaha membuat Agus yang salah, dia mengetwit lagi, 'biarpun dia udah ada pacar, bisa aja lo diem-diem juga suka sama dia, huftt dasar cari alesan!'

melihat sifat labil dari Rani, Agus pun kesal, dia bbm lagi dan menjelaskan gak mungkin suka sama pacar sahabat sendiri, lagian dirinya sudah punya pacar yang membuatnya nyaman

Rani masih terlalu gengsi untuk minta maaf, dia merasa seolah-olah Agus selalu salah, ngetwit lagi 'terus kenapa dari tadi gue diem, malah didiemin balik, gak peka banget sih!'

Agus pun mulai lelah bersabar, Agus jelaskan lagi kalo dirinya sudah berusaha bertanya baik-baik, tetapi kekasihnya hanya cemberut dan diam saja. Dalam kasus seperti ini nih yang bikin cowok bingung, memang dasarnya cowok kurang peka sama maksud dari sikap cewek yang mendadak berubah, kalo di tanya baik-baik juga pasti kan dijelasin secara baik-baik pula, tapi ya cewek suka gitu sih, bermain teka-teki yang entah untuk apa.

Rani masih mengutamakan gengsinya, Rani gamau minta maaf, dan Rani pun tidur.

Agus juga bingung harus menjelaskan seperti apa lagi, Agus kan gak salah, ini hanya salah paham tapi Rani untuk minta maaf aja enggak mau, akhirnya Agus yang minta maaf terhadap Rani, kemudian merebahkan diri di kasur dan tertidur lelap.

Esok paginya, bbm dari Agus hanya di read oleh Rani, Agus kecewa, 'kenapa cuma di read doang' berpikir dan terheran sama sikapnya

Rani malah ngetwit lagi, 'hah? maaf doang? iyuwwwhhhhh'

Agus semakin gak ngerti sama sikap Rani yang dikit-dikit ngetwit tetapi maksudnya untuk menyindir Agus.
Akhirnya Agus kehilangan kesabaran, di ketikan bbm yang cukup tegas itu.
'kalo kamu emang mau nyari-nyari kesalahan aku terus yaudah gapapa, lanjutin aja, emang aku selalu salah di mata kamu, kamu juga semalem udah mutusin aku, sip lah aku terima itu semua, yaudah gausah cari-cari kesalahan aku lagi, kita udah gak pacaran!'

Rani pun melihat bbm ada dari Agus, setelah di baca, matanya melotot seakan mau keluar, lalu air matanya menetes membasahi pipi, Rani meraung-raung di kamar. Setelah terkumpul air mata yang jumlahnya kira-kira secangkir itu, akhirnya Rani ngetwit lagi, 

'ternyata cuma salah paham, tapi malah akhirnya begini'

belum ada 1 menit, Rani kemudian ngetwit lagi
'kenapa kamu tega'?
'gue gak bermaksud'

Di sisi lain Agus pun gak tega ngeliat Rani galau seperti itu, tapi biarlah, Rani yang salah, dan dia gamau minta maaf, malahan egois dan gengsinya di gedein. Agus cuek aja tanpa bbm

Rani ngetwit lagi

'biasanya lagi bbman, tapi sekarang bbm sepi :('

dalam 2 menit sudah ada beberapa twit dari Rani yang memenuhi timeline

'ah cowok gak peka'

'katanya sayang tapi setega itu'

'buat kamu yang disana, main dong ke rumah bawain bunga terus minta maaf #nomention'

Agus pun hanya cuek, melanjutkan aktivitas seperti biasanya sampai malam tiba kemudian tidur.


Keesokan harinya Agus pun berinisiatif bbm Rani, tetapi Rani merespon nya hanya singkat-singkat, ditanya sudah makan belum, mengingatkan jangan lupa solat, cuma bales iya dan okeoke aja.
Agus ngerasa gak di hargain sama sekali. Akhirnya Agus memutuskan untuk datang ke rumahnya, tetapi setelah sampai di pertengahan jalan, tetes-tetes air mulai jatuh, hujan menyirami bumi. Pakaian Agus basah kuyup namun dirinya tetap nekat untuk mendatangi rumah Rani.

Sesampainya di rumah Rani, Agus mengetuk pintu, mengucap salam, lalu kemudian seorang wanita berumur 40an yang menyambutnya, dia adalah ibu Rani, beliau bingung ada apa malam-malam ke rumah sampai hujan-hujanan, karena berusaha menjelaskan lalu kemudian ibu tersebut memanggil Rani untuk menemui Agus, Agus duduk di teras menunggu Rani, Rani akhirnya menemui Agus karena di paksa oleh ibunya, yang dari tadi hanya berdiam diri di kamar, ibunya menasehati kalau ada masalah segera diselesaikan baik-baik, jangan pakai emosi. Setelah berbicara dan menjelaskan banyak kata berusaha mengajak balikan, namun Rani masih saja egois dan gengsi untuk memaafkan, Agus sudah berusaha lepek hanya untuk menemuinya, karena merasa tidak di hargai kedatangan nya yang jauh-jauh itu, Agus hanya memberikan setangkai mawar, lalu pamit kepada orang tua Rani, lalu mengendari sepeda motornya dengan cepat, Agus benar-benar kecewa, kenapa malah jadi serumit ini, karena pikiran nya terbayang kenangan-kenangan indah bersama mantan kekasihnya, Agus di kagetkan suara klakson truk, Agus mengerem mendadak, jalanan yang licin membuatnya terpental, dan Agus kecelakaan..

orang tua Agus menanyakan kabar Agus kepada Rani, apa Agus masih main di rumah,karena sudah pukul 11 malam tidak pulang, Rani memberitahu kalau Agus sudah pulang dari jam 9, setelah telpon terputus, barulah mereka mendapat kabar kalau Agus kecelakaan.. Agus di rawat di RS Pertamax, keadaan nya begitu memprihatinkan, tangan nya patah, lukanya di sekujur badan nya parah, dan lebih sedihnya lagi, kepalanya bocor yang kemungkinan bisa membuat dia amnesia jika sudah sadar.

Rani hanya menyesal karena sifat gengsinya itu, semuanya menjadi rumit, semuanya berantakan, dan berakhir bencana..

tak lama kemudian Reza dan Farah datang menjenguk, Rani akhirnya bercerita tentang semua kejadian nya kenapa Agus bisa kecelakaan seperti itu, Reza dan Farah terkejut, bisa-bisanya gengsi dan seegois itu sampai membuat orang lain kecelakaan, mungkin kecelakaan nya bukan salah Rani, mungkin itu takdir, tetapi jika saja saat di rumah Rani, Agus di maafkan dan hubungan itu terjalin kembali, mungkin pikiran Agus akan lebih tenang saat mengendarainya motornya.. tapi nasi telah menjadi bubur dan waktu tak bisa di ulang kembali..

Rani hanya menangis menyesali peristiwa itu, hanya menunggu sampai kapan Agus sadar, dan berharap tidak amnesia..

Gue gatau sampe berapa lama Rani bakalan nunggu Agus yang terbaring di rumah sakit, jadi ya segitu aja cerita gue. TAMAT !

kalo ceritanya terlalu ribet, jelek dan ga masuk akal, kalian langsung baca aja ke sini.




GENGSI !
menurut kalian, gengsi itu apa? menurut kamus sih gengsi itu terlalu membanggakan ketinggian nya. gengsi juga biasa disebut keegoisan diri yang tidak mau kalah dari orang lain, gengsi juga menunjukan kalo diri kita enggak bijak.


ya contohnya gengsi yang biasa terjadi di lingkungan sekitar seperti cerita diatas, seperti cinta tetapi gengsi,  gengsi untuk minta maaf, gengsi untuk memaafkan, ada juga gengsi pas ngajak balikan. sebenarnya minta maaf dan memaafkan itu gak perlu gengsi, hal itu terpuji kok, biarpun gak salah, gak ada salahnya untuk minta maaf, daripada menjadi konflik, jadi lebih baik mengalah lalu minta maaf, yang salah juga gak perlu malu minta maaf, yang bener pun begitu, gak boleh semena-mena sama orang yang salah, orang itu gak pernah luput kok dari salah dan khilaf, jadi buat apa gengsi memaafkan seseorang? bener kan? tumben aja nih gue lagi bener..

ada juga gengsi dalam gaya hidup
misalnya tetangga beli motor baru, karena gengsi dan gamau kalah dari tetangga sebelah, akhirnya ikutan beli motor, tapi baru 3 bulan motor udah di tarik lagi, ya karena gak kuat bayar cicilan hahaha, miris banget kalo gengsi deh.. Ada lagi yang gengsi membeli gadget keren, teman-teman yang lain mempunyai android, blackberry, iphone dll, kalau kita hanya punya nokia ya gausah gengsi, gausah maksain supaya bisa membeli gagdet tersebut, beli sih boleh aja, tapi jangan ikuti keinginan, pikirin dulu kebutuhan, buat bayar kuliah, buat makan, buat bayar kostan atau apalah yang lebih penting dibanding sekedar gadget, lagian kalo emang ingin membeli gadget bagus seperti itu nabung terlebih dahulu, gak perlu maksain besok harus beli, nanti gadget kebeli, kalian malah gak makan lagi. jangan gengsi ya!
Gausah dengerin apa kata orang, cukup menjadi diri sendiri yang sederhana aja untuk menghindari gengsi itu.
Hidup yang mementingkan gengsi adalah hidup yang paling rumit

"gengsi itu gak akan membuat kalian menjadi lebih keren atau cakep, justru membuat kalian terlihat sombong"


 jadi siapa kalian para pembaca yang suka gengsi? gausah gengsi ya dalam hidup, nanti ribet sendiri loh :p , selamat malam !
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.