Arti Sebuah Ketulusan

No Comments

Setelah sholat taraweh, gue buru-buru pulang karena langit hendak menangis, entah karena kelelahan atau memang lagi gak ada kegiatan yang di lakukan seorang jomblo, gue lebih memilih merebahkan diri di atas kasur, lalu menyetel musik-musik keras seperti batu, ( dibaca : ROCK ) karena iseng melihat-lihat recent update karena bbm tumben banget sepi, ( biasanya juga sepi sih ) , gak beberapa lama temen gue bbm, kejadian ini sekitar seminggu yang lalu, iya seriusan waktu itu ada bbm dari temen gue, sebut saja Rani.. Rani langsung curhat ke gue, katanya dia abis putus sama pacarnya, perasaan sebulan yang lalu gue abis curhat ke dia, kok sekarang gantian? gue sadar sewaktu gue putus, dia dengerin curhatan gue dengan baik, kali ini gue juga harus mendengarkan baik dan mengerti curhatnya dia..

Dia bilang, setelah pulang kuliah, dia di kirimi sms seperti ini, : 'sayang maafin aku, kayaknya kita gak bisa pacaran lagi deh, aku gatau kenapa, aku sama kamu kayaknya udah saling beda, maafin aku ya kalo aku banyak salah sama kamu, aku minta maaf karena harus seperti ini, tapi tenang aja, kalo kita jodoh kita pasti bertemu lagi kok.'


Setelah gue baca, mendadak gue kaget, kok bisa-bisanya cowoknya ngomong gitu, biar lebih enak, sebut aja pacarnya Rani itu Agus. Agus semudah itu ngomong putus, di sms lagi, gak gentle banget sumpah.
Yang gue tau sih Rani pernah ngomong ke gue mau pindah rumah, dia mau pindah ke luar kota, yang gue ambil kesimpulan, mungkin pacarnya gak mau LDR, tapi hubungan mereka sudah 3 tahun lebih coy, mungkin sekitar 2-3 tahun lagi bakalan married, 3 tahun bukan waktu yang sebentar, ini udah termasuk lama untuk bersama-sama.. Dan setelah gue ledekin, 'lu nangis berapa ember Ran?' dia menjawab 'emang kalo putus harus nangis ya ?' ya emang sih gak harus nangis juga, tapi apa dia gak sedih tuh, udah pacaran lama tiba-tiba putus, setelah gue tanya lagi, 'gak sedih apa sedikitpun?' dia menjawab dengan santai, 'Gini ya Yog, kalo gue tulus sama dia, gue harus menghargai pilihan nya, ya mungkin dia gamau LDRan sama gue, emang sih belom lama ini abis berantem, gue juga gatau kenapa berantem akhir-akhir ini, cuma udah baikan, emang sih awalnya kaget pas dia tau-tau sms kayak gitu, tapi yaudahlah gapapa, dia juga mungkin bukan yang terbaik buat gue, atau gue sama dia memang belom jodoh, gue hanya bisa senyum dan menerima dengan ikhlas, kalo itu pilihan yang membuat dia bahagia, kenapa gue harus sedih? Karena Allah tidak akan mengganti sesuatu yang baik, kecuali di ganti dengan yang lebih baik.'

Pas dia ngomong gitu, gue bengong 2 jam, gue mikir kok ada ya cewek setulus ini, setelah gue baca lagi kalimat barusan sekali lagi, gue makin sadar, kalo gue juga saat ini tulus mencintai mantan gue, sih D itu.

Karena kesimpulan diatas, dan setelah gue putus sama pacar gue sebulan yang lalu itu, gue pun belajar banyak hal.

Gue belajar mencintai dengan tulus itu adalah mencintai segala kekurangan nya, tanpa melihat kelebihan nya, gue mencintai dengan hati, tanpa melihat fisiknya lagi, dan cinta tulus itulah yang membuat kita kuat, walaupun dia tidak membalas cinta kita, tau kan arti tulus? Sama aja ikhlas, sama seperti ketika kita memberi sedekah, kamu tau? Kenapa orang yang bersedekah justru semakin berlimpah dan bertambah rezekinya? Ya karena mereka tidak pernah berharap imbalan apapun, sama seperti cinta, kita mencintainya dengan ikhlas, tanpa mengharap cinta yang di dasari keikhlasan itu bisa dibalas oleh orang yang kita cintai.



Kalo belom paham juga coba deh liat superhero yang pake topeng, kenapa dia pake topeng? Ya karena dia gamau identitasnya ketauan, karena dia gamau kalo dirinya nunjukin keikhlasan nya.
Liat Spiderman, dia begitu tulus menyelamatkan kota dari para penjahat, apa yang di harepin dari Spiderman? Rasa terimakasih? Enggak, hadiah? ENGGAK ! tapi apa? Senyum para rakyat, senyum dan kebahagiaan nya, karena kebahagiaan sejati datang ketika membuat orang lain bahagia.
Dan itulah yang dinamakan ketulusan.


Sama seperti cinta, kalo lo mengharapkan orang yang lo cintai bisa bersama lo, itu namanya egois !
Itu namanya pemaksaan, karena apa? kalo lo sayang sama dia, seharusnya lo membebaskan nya, bukan malah memaksa, atau mengikatnya.. Ya, cinta harus saling membebaskan, karena cinta itu sederhana, perasaan yang muncul dari hati dengan tujuan utamanya hanya untuk menyayangi dan membuat orang yang kita cintai itu bahagia.. sebenarnya cinta hanya sesederhana itu, tapi manusia sering membuatnya rumit

Lah terus kalo dianya gak cinta gimana Yog? Sekali lagi ya, cinta dan rasa sayang yang tulus itu adalah memberi tanpa mengharap kembali, sama kayak cinta seorang Ibu ke anaknya, walau memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Liat matahari, walaupun sendiri tetap bersinar, hanya untuk menyinari dunia ini, apa kalian pernah terimakasih dan bersyukur sama Allah, atas nikmatnya cahaya matahari? matahari begitu tulus memberikan sinarnya. Liat juga deh bulan, meski dia sendirian, tapi bulan tetap bersinar, meski banyak jutaan bintang yang berkelap-kelip, bulan akan tetap bersinar, meski kalah jumlah sama bintang, bulan juga tetap bersinar, meskipun terangnya hanya di waktu malam, karena siang hari adalah waktunya matahari, meski bulan terlupakan di waktu siang, tapi bulan sebenarnya tetap ada, hanya saja ketulusan nya tidak pernah ia tunjukan, dia harus tau porsinya sendiri, matahari pun begitu, ia harus sadar, kalau malam bukan waktunya, mereka berdua saling mengerti satu sama lain, bertugas di beda waktu. Tapi matahari dan bulan selalu melakukan tugasnya dengan baik kan?

Pesan gue, : Lo bakalan kehilangan bulan, karena sibuk ngitungin bintang, atau bisa jadi kalian terlalu mengejar apa yang kalian inginkan, sampai kalian lupa sama yang kalian butuhkan, bisa jadi soal cinta kan?
Kamu terlalu mengejar cinta untuk memiliki seseorang, yang padahal, kalo di pekain lagi, ada seseorang yang diem-diem tulus mencintai kamu, memberikan perhatian nya meski kalian jarang menghargainya, atau hanya membalasnya singkat ketika ia sms kamu, sering mendoakan kamu, tanpa sepengetahuan kamu, kamu tetap mengabaikan nya, kamu tetap mengejar yang kamu inginkan, tetapi dirinya tetap berusaha memberi cinta yang tulus itu. 
kamu terlalu fokus dengan apa yang kamu ingin, sampai kamu lupa betapa bodohnya melupakan sebuah kebutuhan, padahal yang kamu butuh adalah kebahagiaan, namun kamu tetap melakukan bahkan kadang memaksakan apa yang kamu inginkan, tetapi jangan menyesal ketika orang yang kamu butuh itu sudah tidak ada lagi untuk kamu.

contoh lagi, kamu ingin membeli gadget bagus dengan uang seadanya, karena fokus sama keinginan yang ingin membeli gadget itu, sampai kamu lupa dengan kebutuhan, kamu butuh uang itu untuk makan sehari-hari dan bayar kostan tapi karena sekedar mengejar keinginan, kamu akhirnya menyesal karena kesenangan sesaat, bukan kebahagiaan, gue ketik lagi ya, bahagia itu datang dari hal yang sederhana. masih gak ngerti juga? duh susah ya ngasih tau orang yang terlalu ngejar keinginan dibanding kebutuhan. yaudahlah kalian baca berulang-ulang kali lagi supaya ngerti ya :p

kebutuhan itu yang terpenting, jangan terlalu mengejar keinginan, pentingkan kebutuhan dulu, baru keinginan.. dalam cinta, orang yang kamu inginkan itu beda sama orang yang kamu butuhkan. gitu aja nasihat gue, gue gak ada maksud buat menggurui di tulisan ini, gak ada maksud sok ngajarin yang bener, ini hanya opini gue, gue hanya sekedar iseng curhat dan menulis, gue berbagi pengalaman gue aja tentang tulisan ini..

lagian ketika lu deket sama seseorang, sebut saja pendekatan, tujuan sebuah pdkt adalah, mengetahui dia itu sebenarnya orang yang kamu butuhkan atau sekedar orang yang kamu inginkan atau mau
Mulai ngerti kan maksud gue?

oke omongan gue mulai ngawur banget, dari yang niatnya cuma berbagi arti sebuah ketulusan kenapa bisa merembet keinginan dan kebutuhan, haha gapapalah, namanya juga nulis, bebas, yang penting bermanfaat, maklum ya kurang tidur kayaknya, menganalogikan sesuatu yang mungkin kalian bingung haha.. gue aja bingung kenapa bisa ngetik gitu..

balik lagi soal ketulusan.
Cinta yang sama-sama tulus, cepat atau lambat akan membuat kecocokan jiwa, kecocokan hati, dan cinta yang sederhana itu tentunya pasti akan bersama, karena apa? Karena sama-sama tulus, kebahagiaan terlahir dari hal yang sederhana kok. dan hal-hal sederhana itu lah yang nantinya membuat kalian bahagia.

Bukan soal pemaksaan dan hal-hal lain yang membuatnya seperti tulus padahal modus yang di perhalus. Kalian melakukan kebaikan hanya untuk dia seorang yang kamu ingin miliki, dia yang kamu rasa cinta, dan berharap ia akan membalas cintamu, tapi pada akhirnya? Ketika ia tidak membalas cintamu, kamu akan kecewa, karena apa? karena lu gak tulus coy, lu berharap terlalu banyak, sekali lagi gue ingetin, kalo lu tulus, lu gak akan perduli cinta kalian di balas atau tidak, karena tujuan utama lu adalah menyayanginya dan membuat dia bahagia, ngeliat orang yang lo sayangi dengan tulus bisa senyum aja seharusnya lu juga bahagia dong? iya kan? baru deh tulus itu namanya..

you have got nothing to lose, kalo apa yang kamu lakuin memang tulus



Sekarang gue mau curhat dikit ah, setelah gue bisa menulis tulisan diatas, gue pun sadar gue memang sudah gak bersama D lagi, tapi cinta adalah yang di anugerahkan oleh Allah, dan gue harus menerimanya dengan ikhlas, gue berusaha mencintainya dengan ikhlas, gue ingin menyayanginya dengan tulus, gue hanya perlu membuat dia bahagia, ngeliat senyumnya aja udah membuat gue sebahagia itu, jadi gue gak perlu memilikinya, walaupun ada harapan untuk bersamanya, dan gue jujur ingin balikan untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu, dengan syarat, mengikhlaskan yang sudah berlalu, karena yang gue cari adalah masa sekarang dan masa depan bersamanya, tanpa ngungkit-ngungkit yang udah berlalu, ya meskipun pada akhirnya gue tidak berjodoh tapi gue melakukan semua itu dengan ketulusan, gue hanya bisa mendoakan nya selalu dalam kebaikan, gue gak pernah kecewa sama kebersamaan setahun itu yang terbilang lumayan lama, iya gue pacaran sama dia udah setahun, tapi hal itu bukanlah sebuah kesia-siaan..


Gue bersyukur bisa ketemu dia, gue bahagia bisa di pertemukan dia, Allah selalu punya alasan, kenapa gue dan dia harus bertemu, bahkan sempat bersama, karena masalah ini gue diajarkan banyak hal, dan yang terpenting, ketika gue bisa melihat dia terus tersenyum bahagia gue bakalan bahagia juga. Meskipun bahagianya bersama orang lain, meskipun di pelukan orang lain, asal dia senyum, gue bahagia, mungkin pada awalnya sedikit sakit, tapi setelah semua hal itu terjadi, yang bisa gue lakukan adalah mengikhlaskan nya.

Semoga dia bahagia, mungkin tugas gue udah selesai sampai ketika dia memilih pindah dari hati gue dan menemukan sosok yang baru, karena dia sudah ada yang membuatnya bahagia, hanya saja perasaan cinta ini masih terus terjaga untuk seorang D itu, Gue gatau sekarang perasaan dia itu seperti apa ke gue, dan gue hanya perlu mencintainya dalam doa, yang terpenting gue hanya bisa bilang terimakasih untuk semuanya, terimakasih atas segala pembelajaran nya untuk menyikapi cerita atau kisah gue di bab selanjutnya agar lebih dewasa. Semenjak kuliah, gue belajar, gue gak ingin sebuah putus hubungan juga putus tali silaturahmi, gue berjanji sama diri sendiri, kalo gue bakalan tetap menjaga komunikasi, enggak kayak abg-abg labil jaman sekarang yang kalo putus, unfollow twitter, blokir facebooknya, delete contact di bbm, hapus nomornya, gak kayak gitulah, sadar diri dong, kalo mau kayak gitu jadi anak kecil terus dong, kapan dewasanya? ya rencananya gue bakalan tetep silaturahmi sama keluarganya tapi gak sesering dulu, kalo ada waktu luang dan senggang gak ada salahnya kan mampir, disini gue gak ngarep sedikit pun untuk balikan, cuma ya entah kenapa gue gak ingin aja, dahulu awal kenal secara baik-baik tapi berakhir dengan yang tidak baik, jangan sampai kayak gitu deh.. Walaupun gue nantinya gak balikan lagi, gue hanya ingin bertemen baik, atau sahabatan baik.. Karena jodoh masih rahasia Allah, gak akan ada yang tau tentang jodoh itu, gue gak berharap dia jodoh gue, hanya saja saat ini gue masih mengikuti kata hati gue.. Yang bisa gue lakuin sekarang ya cuma tetep kontekan, tanpa berusaha mengganggu nya, hanya berusaha memberikan perhatian seperti dulu, gue tetep fokus sama diri gue sendiri, dan gue hanya ingin membagi kebahagiaan gue bersama orang yang layak, mungkin saat ini dia masih layak untuk gue sayangi, namun waktu akan terus berubah, gue gatau sampai kapan anugerah cinta yang Allah berikan ini bisa terus terjaga. kalo gue nanti balikan mungkin bisa jadi gue jodoh sama dia, kalo enggak mungkin bisa jadi masih belom tepat waktunya, jadi di pending sampai nanti, suatu saat entah kapan, atau benar-benar tidak, yaitu gue jodohnya bersama orang lain yang lebih baik.

Karena rahasia jodoh itu :
Belum, kalau waktunya belum tepat ,
Nanti, kalau masih harus memantaskan atau memperbaiki diri,
Tidak, jika dia bukan yang terbaik

Karena ketulusan gue rasanya tidak di perdulikan dan di hargai sedikitpun, ya meskipun gue tulus, tapi ada saatnya gue memilih memberi ketulusan ke seseorang yang lebih layak, jadi biarlah perasaan gue ke dia itu seperti apa, mungkin Allah memberikan sedikit petunjuk, dan yang gue tau adalah, gue gak mau memaksakan keinginan hati, biarlah hati ini nantinya tertuju ke seseorang yang lebih layak, yang memang seharusnya gue sayangi dengan tulus..
Semoga gak ada lagi hubungan yang gagal di kemudian hari, semoga gak ada lagi yang kecewa karena sikap kita, dan semoga banyak yang mengerti tentang arti tulus dalam hidup ini, jadi meskipun kamu gagal dalam berhubungan, kamu gausah kecewa, ambil pelajaran dan hikmahnya dari pengalaman kamu supaya menjadi lebih baik di hubungan selanjutnya, kalo kata bang Alit : hubungan yang gagal itu gak perlu di sesali, gak perlu terus sedih, dan gak perlu ditangisi, tapi di pelajari supaya gak ada hubungan yang gagal lagi

Kesimpulan dari semua tulisan ini, lakukan lah segala sesuatu dengan ketulusan tanpa mengharap pamrih.. Rasakan hal yang kalian lakukan dengan tulus, dan coba bedakan hal yang kalian lakukan dengan dasar ingin sesuatu, coba bandingkan, gitu aja mungkin kalian bakalan ngerti tentang arti sebuah ketulusan

contohnya ketulusan : kalian memberi uang kepada pengemis dengan dasar ketulusan, kalian gak pernah berharap pengemis itu bakalan bilang makasih dan di doain macem-macem, entah suatu hari mungkin kalian mendapatkan balasan dari ketulusan yang kalian lakukan, entah dapet rezeki yang gak terduga sebelumnya, atau balasan lain nya yang positif.

hal yang di lakukan karena didasari ingin sesuatu :

kalian mentraktir temen kalian pas jadian, atau biar keren nya PeJe (pajak jadian) , dan berharap temen kalian juga bakalan gantian nraktir kalian pas nanti dia jadian, suatu hari temen kalian jadian, dan kamunya malah putus, dia pas jadian tapi malah gak nraktir kalian, kecewa? iya, udah putus sama pacar, ngeliat temen jadian malah gak di traktir lagi, karena kalian berharap sesuatu, jadinya kecewa sendiri.

sekali lagi ya, cobalah melakukan sesuatu dengan ikhlas, dengan tulus, tanpa mengharapkan apa-apa.


Sebenarnya ini tulisan udah lama gue tulis, cuma masih belom greget aja, setelah gue banyak belajar, tulisan ini semakin membaik.. hanya bermaksud sharing pengalaman ke pembaca.. 
oke pada akhirnya setiap tulisan harus di akhiri, maka dari itu segini aja tulisan dari gue, semoga bermanfaat untuk para pembaca, selamat pagi..
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.