Kegelisahan dan Berkicau Sendiri

No Comments
Perlahan aku tumbuh, dari bayi menjadi balita, berubah menjadi anak-anak, bermain, tertawa, berlari, terjatuh, menangis, hingga saat remaja menghampiri, aku mulai merasakan perbedaan, aku sudah tak lagi menjadi anak-anak, waktu begitu cepat berputar menjadikan aku seorang ABG seperti anak sepantaran lain nya, belajar, tetap bermain, merasakan jatuh cinta itulah yang terjadi, awalnya aku heran, setiap melihat lawan jenis yang ku anggap menarik, selalu terjadi gejolak di dalam dada, terbayang wajahnya, gelisah ingin mengenalnya, jika rindu akan mudah mengingatnya, sampai kemudian aku tau, apa itu yang di sebut cinta.

Tetapi waktu itu aku hanyalah seorang pengecut, hanya berani mengagumi dari jauh, sangat jauh, terasa bodoh karena mengganggap wanita yang aku sukai tidak mungkin bisa kenal dekat denganku, hanya sebatas kenal nama dan wajahnya yang cantik jelita.

Tahun silih berganti, dimana seragam ku bukanlah biru tetapi sudah abu-abu, disitu aku menghadapi banyak masalah, masalah pelajaran yang lebih rumit di pahami, kesombongan seorang teman yang membuatku benci atas sikapnya, ingin menodai wajahnya dengan sebuah pukulan tetapi aku rasa itu tidak perlu, aku memilih diam, mendinginkan emosi, hanya berusaha lebih sabar adalah sebuah hal yang sulit di lakukan tetapi mudah di tuliskan maupun di katakan.

Menjadi penggemar rahasia saat itu sudah menjadi kebosanan, sampai kapan aku harus memendam ketulusan dan kejernihan hati yang belum pernah aku utarakan sejak lahir melalui lidahku, waktu yang di penuhi rasa sesal itu hanya bisa mengetik di sms, hanya untuk mengatakan sebuah rasa, sebuah rasa yang tidak biasa, kini ku putuskan, bila mana aku jatuh cinta, aku akan mengatakan nya dengan mulutku sendiri, menatap wajahnya dan melihat bola matanya penuh dengan kehangatan, dia berkata iya tanda bahwa aku di terima.

Itulah persoalan dimana masa-masa remaja yang penuh cerita, masa-masa yang indah untuk di kenang, yang menjadikan diriku sendiri seperti sekarang ini, namun kini masa remaja ku hampir menghilang, aku mulai menghadapi masalah dan persoalan kehidupan, tentang bagaimana menata masa depan, sukses dalam karir, dan menguatkan cinta yang telah di bina supaya tetap kokoh.



Sejenak aku termenung, melihat sunset di bangku panjang di pinggiran laut, ternyata hidup seperti ini, begitu indah jika kita mengerti bagaimana cara menjalani dan menikmatinya, ingin merasakan sebuah kebebasan, ingin terbang seperti elang menguasai wilayah udara, ingin melompat tanpa rasa takut, berteriak sambil berkata,  AKU INGIN BEBAAASSSS




Bebas tanpa banyak peraturan, bukan bebas dari penjara, terkadang yang ku ingin hanyalah sebuah kebebasan, dimana hal yang ku lakukan itu terasa bebas dan itu sudah benar, tanpa banyaknya peraturan yang mengikat, ini tak boleh, itu tak boleh, bebas seperti saat kita menghirup oksigen tanpa harus membayar, tapi kenapa hidup ini penuh dengan manipulasi, banyak peraturan yang kurang masuk akal, banyak yang melanggarnya namun hanya kaum jelata yang terkena sanksinya, dimanakah letak keadilan? mendiskriminasikan kaum bawah, membela kaum atas, bukan kah seharusnya membela yang lemah? iya mungkin penegak hukum membela manusia yang lemah, lemah akan moral, dimana uang rakyat di gunakan untuk kepentingan sendiri, sungguh egois dan berdosa





Tak perlu ku hiraukan lah soal politik hukum atau apa, aku hanya bisa gelisah, dan berkicau sendiri, tapi siapa perduli, tak ada juga yang akan mendengarkan ku.. Lebih baik aku diam, lalu jogging, sampai aku berlari kencang layaknya quicksilver sampai tak ada yang bisa mengejar.. bahkan melihat aku sedang berlari.


Di sisi lain aku bercermin, aku melihat diriku sendiri, penuh kekuatan, penuh ambisi, manusia dengan berbagai impian, memakai kemeja lengan panjang dan berdasi seperti seorang bos, menjadi pengusaha sukses yang juga hobi menulis.. aku mulai menatap bola mataku sendiri di dalam kaca, apakah aku bisa meraih impian tersebut? Tapi bagaimana caranya? Aku begitu lemah, apa diri ini sanggup?

Aku bukanlah Steve Rogers yang kurus kemudian bisa menjadi captain America dengan tubuh kekar, aku tetaplah Yoga, bertubuh kurus, dan tidak kekar.. 




Tapi ada satu cara yang bisa merubahnya, yaitu dengan menjadi diri sendiri yang lebih kuat, yaitu aku ingin mengalahkan diriku sendiri, sama seperti Naruto ketika melawan sisi buruk dirinya di bawah air terjun, tidak menggunakan emosi, penuh ketenangan dan menyambutnya dengan baik, perlahan-lahan sisi buruk itu akan hilang, menjadikan pribadi yang lebih baik dan tentunya menjadi lebih kuat, aku yakin, aku percaya, suatu hari nanti, semua jerih payah dan cucuran keringat kerja kerasku akan menjadikan sebuah karya yang luar biasa, aku bisa bertubuh ideal, aku yakin bisa, kelak nanti aku akan sukses, kemudian aku menikahi wanita yang mau berjuang bersama dari bawah, yang selalu memberikan kobaran semangat, yang sabar, yang menerima ku apa adanya.. Mempunyai 2 orang anak atau lebih, hidup bahagia bersama, berdua hingga renta, sampai ajal yang mampu memisahkan.. Pasti akan ada saat indah itu datang, saat-saat yang akan dialami setiap orang..

Ini hanyalah sebuah kegelisahan, dan aku mulai berkicau sendiri, di tuliskan ke dalam blog, entah kata-kata dari mana, hanya terlintas di dalam pikiran, dan ku kembangkan dengan imajinasiku..




 Selamat hari Minggu, terimakasih para pembaca.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.