Sendiri Tersudut Kesepian

No Comments
Setelah sekian lama duduk terdiam, merenungkan berbagai macam masalah, akhirnya aku dapat berdiri, menemukan solusi atas kerikil penghalang yang ku hadapi dalam kehidupan yang fana ini, kemudian melangkah, langkah demi langkah ku telusuri sebuah jalan.

Jalan panjang yang lurus, jalan yang tak berujung, meski tak ada tujuan, aku akan tetap berjalan lurus ke depan, tak ada niat sedikit pun untuk menoleh ke belakang, memperhatikan keadaan sekitar begitu sepi, hanya aku seorang diri.









Sunyi, senyap, hening tidak ku perdulikan suasana ini, ku teruskan kaki ini melangkah tanpa lelah, dengan sisa-sisa tenaga ku tetap berjalan, lalu berlari, menuju ruang yang tak pasti.  Sampai dimana ku temukan sebuah pintu besar, sungguh megah seperti gerbang istana kerajaan.



Tak ada keraguan untuk memasukinya, mendorong pintu itu lalu masuk ke dalam, sejenak memperhatikan keadaan sekitar, mencari tahu apa yang sebenarnya, apa yang ada di baliknya.. Terdapat kerumunan orang, sibuk dengan urusan nya masing-masing, memahat patung, menggambar lukisan, bermain catur, membaca buku,  bercengkrama, bermain piano, sampai semua kegiatan itu ku perhatikan dengan seksama.

Mengucap salam , lalu berkata 'permisi' namun tak ada jawaban, berteriak keras tetapi seolah-olah mereka tuli, sama sekali tidak ada respon, menghampiri pemuda yang bermain piano, bertanya 'tempat apa ini?' tetapi ia tidak melihat keberadaan ku, padahal aku tepat di sampingnya.

Tak ada satu pun dari mereka yang menjawab, memperhatikanku, melihat ku, bahkan tidak mendengar teriakan keras ku. Ini terasa sakit, begitu sakit, aku mencoba menahan sakit yang teramat dalam, tak ada yang memperdulikan ku, sebenarnya dimanakah aku sekarang ini? tempat apakah ini?

Apakah aku berada di dalam ruang kehampaan? Begitu padat dan ramai di penuhi sekumpulan manusia, tapi mengapa hatiku merasa kosong, aku hanya sendirian, tidak.... aku tidak sendiri, aku hanya merasa ada yang salah dengan tempat ini, aku seperti sendirian di ruang hampa di tengah keramaian..





Seperti masuk ke dalam liang kubur, terjerembab dalam gelap penuh remang, ah tidak, aku belum mati, aku masih bernafas, aku hidup, atau mungkin setengah hidup, Yang ku ingin hanya menangis,  tapi aku lupa bagaimana caranya untuk menangis, keadaan ini begitu sedih, hanya rasa sesak di dada, seperti terperosok ke dalam jurang tanpa batas. aku sendiri tersudut kesepian..




Tentang sebuah cerita dimana seorang manusia terlibat banyak masalah, rumit untuk di hadapi tetapi harus di lalui agar tumbuh dewasa, mencari jalan keluar tapi begitu banyak rintangan, selalu kepikiran akan masalah itu, mencoba meminta bantuan tetapi tak di hiraukan, hanya ingin curhat tetapi tidak ada yang mendengarkan nya, sampai di suatu tempat, ia merasa seolah-olah dirinya tidak ada, meskipun kenyataan ini adalah suasana yang ramai, di kerumuni banyak manusia, tetapi orang itu akan tetap merasa sendiri, tersudut dan kesepian.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.