Sebuah Pilihan

No Comments
Setiap hal yang kita jalani, selalu di hadirkan sebuah pilihan, bimbang antara memilih iya atau tidak. Hanya memilih satu di antara dua, tapi terasa sulit, pertempuran hati nurani dengan otak begitu dahsyat, tak tergambarkan seperti abstraknya coretan anak balita.

Bingung antara fokus kuliah namun di sisi lain harus sibuk bekerja untuk membiayai uang semester, terombang ambing keadaan, yang memaksa kita harus memilih keduanya

Ingin memilih kerjaan yang lebih baik yang biasa di sebut resign tetapi sudah memiliki teman yang baik dan seru, sehingga rasa malas pun menghentikan niat itu. Karena merasa sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang libur pada waktu weekend, bimbang karena membutuhkan waktu yang tidak singkat saat adaptasi dengan lingkungan baru, dan yang terpenting harus  meninggalkan kebiasaan lama

Sisi negatif dan positif beradu, mana yang harus di tentukan, harus bertahan atau pergi, kala bertahan namun kegelisahan terus datang, muak akan banyaknya peraturan, dan jika pergi, apakah hati ini sanggup meninggalkan kalian wahai sahabat dan teman baik? Keputusan manakah yang harus ku ambil? Seseorang mengingatkan, 
“jalanin aja dahulu, nikmati prosesnya, dan bertanggung jawab, apalagi masih butuh hasilnya”

Ketika menentukan jurusan tak sesuai harapan, semuanya di batasi jumlah dana. Mewujudkan mimpi tetapi banyak penghalang, seperti menyukai kata-kata tetapi harus bertempur melawan angka-angka, hanya ingin menulis dan bercerita kenapa di paksa berhitung? Ini sungguh pilihan dalam hidup.

Banyak hal yang menjatuhkan, tetapi selalu memilih bangkit, 99 macam kegagalan dan terus mencari 100  jawaban demi kesuksesan. Tak kenal menyerah dan putus asa.

Memilih kriteria pasangan, antara rupawan atau cerdas. Tetapi ingin keduanya, terpaksa memilih satu tetapi ingin dua. Goncangan nurani membentur logika, membuat akal seperti tak berguna, seperti ingin melihat pelangi tetapi tunanetra, mencoba mendengarkan musik tetapi tuli dan ingin berlari tetapi lumpuh.

Saat menyatakan cinta, antara suka dan malu bercampur menjadi satu, ingin mengungkapkan namun ragu, sosok jiwa yang merasa gundah gelisah, saat ingin berkata tetapi bisu. Bimbang akan sebuah jawaban, apakah terjadi penerimaan atau hal sebaliknya yang tidak inginkan, yaitu penolakan. Di satu sisi bingung ingin menjawab, karena masih terlalu cepat tetapi mulai suka, dan ingin menikmati masa-masa indah sebelum memulainya.


Di tengah perjalanan di halangi batu kerikil yang membuat kita tersandung, memilih bangkit dan mengobati luka, atau tetap terjatuh dan diam di tempat. Semuanya tergantung pilihan. Masih tetap berjalan atau ingin berlari? Memilih berenang atau terbang? Tetap galau dan sedih atau menghapus air mata dan tersenyum kemudian tertawa? Semuanya adalah sebuah pilihan.

Bertengkar dengan kekasih, memilih emosi atau menghadapinya dengan senyuman? Saat di landa banyak masalah, di serbu angin badai, memutuskan untuk menyerah dan mengakhirinya? atau berpegang teguh komitmen untuk tetap bertahan? Sabar akan rintangan, atau mengeluh dengan keadaan? Cerita tentang sebuah pilihan, dimana otak kita di paksa berdamai dengan hati untuk menentukan pilihan yang terbaik. Saat dua hal yang sudah bekerja sama akan menjadikan win-win solution, dimana keadaan sama-sama menang, dan tidak ada pihak yang di kecewakan.




Mari tentukan pilihan, membuat tujuan yang pasti, maka pikirkan semuanya dengan matang, mengikuti bisikan nurani, disertai doa dan tawakkal semuanya bakal indah. Aaaamiiin




Mungkin ini mirip sama judul blog gue, yaitu Life is Choice dan tulisan gue yang satu ini Hidup Adalah Pilihan



Selamat Pagi.. hohoho
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca.

Berkomentarlah sebelum berkomentar itu dilarang, mumpung gratis kan....

Karena sebuah komentar itu memotivasi seorang blogger untuk lebih giat lagi menulis. Jadi, jangan ragu meninggalkan komentar saat membaca tulisan ini.