Merangkai Kata di Ruang Ketenangan

No Comments
Tiktok tiktok, bunyi jam dinding yang berbisik, lalu cahaya lampu yang menyinari sebuah ruangan, dan ditemani udara sejuk dari putaran kipas angin. Sebuah televisi bisu hanya memandangku, sajadah yang terlipat rapi di sebelahnya, hingga radio yang tergeletak seperti tak berdaya ikut berpartisipasi.

Gambar presiden Indonesia pertama menatapku tajam, merasa kesal karena tak ada bingkai yang menyelimutinya, foto masa kecil membuatku bernostalgia, dan sebuah kitab suci merasa sempit karena terhimpit tumpukan buku-buku kuliah.

Lemari coklat yang tampak tua, masih berdiri tegak layaknya prajurit istana. Ruang ventilasi udara yang mulai dilapisi debu juga semakin terkikis di santap rayap. Alunan musik keras layaknya batu koral berasal dari dua buah kotak speaker. Menghasilkan suara teriakan dan jeritan, menghiasi kesunyian dan kehampaan di malam sepi yang mencekam.

Menatap alat canggih bernama laptop, menulis rangkaian kata yang tidak dimengerti, mengetik spontan berdasarkan relung hati, sedih senang tangis bahagia semua bercampur satu.

Diatas kasur empuk yang terdapat di sebuah ruang kamar sempit, habitat kenyamanan dimana aku tumpahkan segala tulisan, menggunakan sedikit akal yang di campur suasana hati. Di tempat ini semuanya aku merasa damai, tenang bagaikan bayi di pelukan ibunya, hangat seperti genggaman tangan seorang kekasih. inilah tempat yang kusebut ruang ketenangan.

Terlalu singkat, cuma ini gambaran yang lagi gue rasain sekarang di kamar gue yang agak berantakan, maklum lah cowok. huehehe..
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 komentar

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.